
Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian yang menimpa keluarga Neva, akhirnya sang tante yang adalah bunda dari Fandra pada akhirnya mengajukan cerainya yang sempat tertunda 3 tahun karena kaburnya si paman Arfan membawa Fandra.
Paman Arfan pada akhirnya dipenjara selama 24 tahun karena kasus kekerasan dalam rumah tangga, korupsi uang perusahaan, dan banyak hal buruk yang telah dilakukannya setelah menghilang membawa Fandra.
"Fandra jangan tinggalin bunda lagi ya…bunda itu sayaaaang banget sama Fandra." ucap Novita sang ibunda sambil mengecup kepala Fandra berkali-kali.
"Fandra juga sama sayaaang banget sama bundaaa, Fandra mau ama bundaa aja." Peluk Fandra erat. Mereka akhirnya berpelukan setelah sekian lama tidak jumpa, ibu mana yang tidak tahan tidak melihat anaknya dalam sehari?
Neva beserta yang lainnya menatap pandangannya dengan haru. Mereka benar-benar sangat bahagia dengan hasil kejadian ini, semuanya merasa sangat senang karena memilih untuk menuntut si paman walau tadinya tidak berpikir akan sampai sejauh ini, tetapi mereka benar-benar senang dengan hasil yang mereka dapatkan.
Fandra perlahan melepas pelukannya dari sang ibu dan berlari menghampiri Gaza, membuat Gaza spontan berjongkok agar Fandra tidak jatuh.
HAP
Fandra memeluk Gaza dengan erat seolah tidak ingin dilepaskan, Gaza pun tidak kalah memeluk erat Fandra.
"Terima kasih abang ganteng karena sudah nolongin Fandra waktu itu!" Ucapnya sambil memamerkan gigi susunya yang putih itu.
"Sama-sama adek ganteng! Kamu hebat deh!" Gaza perlahan mencium kepala Fandra berkali-kali, ia benar-benar salut dengan perjuangan hidup anak kecil di depannya ini. Seakan mengingatkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah 1 jam, mereka pamit undur diri karena hari sudah mulai siang dan mereka ingin membicarakan sesuatu secara bersama di sebuah cafe.
"Jelaskan." Ucap Andre dingin menatap Gaza.
"Apanya?" Tanya Gaza dengan muka tanpa dosa.
"Btw nama Gaza sama sepupumu itu mirip ya Nev!" Sela Eliyah.
"Makanya kan, dunia benar-benar sempit, aku juga malah baru nyadar loh!" Timpal Neva.
Sedangkan Nara dan Kenta hanya mendengarkan obrolan yang berlangsung, dengan 2 orang beradu mulut dan 2 orang bercerita heboh.
Di sebuah Villa yang luas.
"UWOAHHHH!!!"
"Sultan emang bedaaaa!"
"Subhanallah…
__ADS_1
"Aku gak mimpi kan?"
Berbagai keterkejutan pun terdengar saat mereka baru saja menginjakkan kaki di villa. Villa yang sangat luas, tempatnya pun dekat dengan lautan dan juga hutan yang membuat lingkungan villa itu terlihat sangat indah dan asri.
"Ayo kita masuk dulu buat naro barang-barang. Sekalian mau kutunjukkin kamarnya." Kenta pun berjalan lebih dulu masuk ke dalam villa dengan menarik satu tas kopernya diikuti oleh yang lainnya di belakang.
Saat sampai di dalam rumah pun mereka tidak henti-hentinya berdecak kagum dengan interior-interior dan juga kesan modern yang terpampang di dalam villa itu.
"Setelah melihat ini aku jadi sangat bersyukur," ucap Andre lalu kembali melanjutkan kalimatnya.
"Karena diberi kesempatan buat ngeliat kemewahan ini,"
"Bener banget Ndre, gue juga mikir gitu!" Timpal Gaza.
Dan ketiga lainnya pun hanya diam sambil menatap dalam area rumah tersebut, selain Kenta tentunya.
"Oh iya, mungkin tempat ini bisa dijadikan latar drama kita nanti." Jawab Kenta sambil menggeser sebuah pintu yang menampilkan pemandangan yang membuat kelimanya sangat bersyukur di dalam hati.
*Ruangan apaan ya?* author nanya.
__ADS_1
Assalamu'alaikum, maaf baru update lagi, aku bakal usahain update sehari sekali karena aku juga lagi icip bikin novel buat nanti kelas 12 disuruh bikin buku, yaitu setiap orang 1 buku, jadinya waktuku untuk membuat novel menjadi kebagi, apalagi novel yang satu itu juga lagi keadaan kritis banget (masih prolog padahal) TvT