
Usai selesai diadakannya upacara, guru memberikan 10 menit istirahat untuk para murid yang ingin membeli minuman di kantin.
Nara yang masih belum merasa dekat dengan Neva berniat untuk langsung pergi ke kelas sendiri, tetapi sebelum Nara melangkah tiba-tiba tangannya langsung ditahan oleh Neva, sontak Nara langsung menoleh kebelakang dan pandangan pertama yang Nara lihat adalah Neva yang berwajah cemberut, walau bagi Nara itu terlihat lucu.
"Mau kemana? Kenapa malah mau pergi sendiri?" tanya Neva dengan wajah merajuk yang dibuat-buat.
"Em…aku mau langsung ke kelas soalnya aku sudah bawa minuman sendiri" Nara menjawab sambil tersenyum simpul.
"Ayo temani aku dulu ke kantin, aku ingin membeli minum. 1 botol tidak cukup untuk beberapa jam kedepan nanti" Neva langsung menarik tangan Nara pelan menuju ke kantin yang sudah ramai akan para siswa dan siswi yang membeli minuman ataupun makanan.
Nara yang merasa tidak bisa menolak permintaan Neva hanya pasrah mengikuti Neva yang masih terus menggenggam tangannya.
Dalam hati Nara ia sangat senang akan sifat friendly yang dimiliki oleh Neva, dan Nara berharap bahwa semua para murid di sekolah ini adalah orang yang mudah bergaul dengan siapapun tanpa membeda-bedakan. Walau Nara sendiri belum yakin untuk mengajak mereka berkenalan duluan.
__ADS_1
Selesai Neva membeli beberapa minuman dan cemilan mereka berdua langsung balik ke kelas karena waktu istirahat sebentar lagi akan habis dan bel yang menandakan pelajaran segera dimulai akan segera berbunyi.
Nara yang dari awal belum mempunyai satupun teman di kelas langsung menuju bangkunya yang hanya ada ia seorang diri disana.
"Nara, mau duduk denganku?" Nara yang mendengar suara familiar itu langsung menoleh ke arah orang tersebut, siapa lagi kalau bukan Neva.
"Kamu…mengajakku duduk bersama?" bukannya menjawab Nara malah bertanya kepada Neva.
"Tentu saja! Aku juga belum ada teman kok tenang saja!" Neva menjawab dengan semangat, pertanda bahwa ia benar-benar sangat ingin duduk dengan Nara.
"Kamu anak baru kan ya? Salam kenal Nara! Aku Eliyah Adelina, semoga kita bisa berteman baik di kelas 8 ini!" Eliyah langsung menghampiri Nara yang tidak jauh darinya dan mengajak Nara berkenalan.
Para murid lain langsung melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Eliyah. Dan disitu lah kegugupan Nara meningkat dan juga menurun, ini adalah pertama kalinya Nara berkenalan dengan banyak orang dalam 1 hari.
__ADS_1
Tanpa diketahui para murid, wali kelas mereka sudah berada di depan pintu kelas sambil memerhatikan mereka dengan senyumannya yang merekah.
"Ekhem…" guru itu berpura-pura batuk untuk menarik perhatian para murid dan ternyata hal itu berhasil membuat semua murid menoleh ke arah pintu.
Sontak para murid langsung berlari menuju bangkunya masing-masing meninggalkan Nara yang masih terpatung.
"Nara? Kamu gak papa nak?" tanya guru tersebut saat melihat Nara hanya berdiri mematung.
"E-eh iya bu, ma-maafkan saya bu, saya akan langsung duduk" Nara merasa terkejut dengan kehadiran guru yang secara tiba-tiba ada di kelas. Sontak Nara langsung menuju tempat duduk Neva untuk duduk bersama.
"Kamu gak papa kan Nar?" saat Nara sudah duduk di kursinya Neva langsung bertanya akan keadaan Nara karena Neva tahu bahwa Nara adalah seseorang yang tidak mudah akan hal berbau pergaulan, jadi bagi Neva perkenalan ramai yang secara tiba-tiba itu mungkin saja membuat Nara sedikit shock.
"Gak papa kok, ya…cuman tadi memang aku sedikit shock si, hehe…" Nara menggaruk tangannya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Tenang saja, semua orang di kelas ini baik kok, pertemanan mereka juga bukan seperti geng, jadi jangan takut untuk berkenalan duluan. Atau aku akan menemanimu jika kamu ingin berkenalan dengan kelas lain" kalimat yang Neva berikan membuat Nara merasa bahwa pikirannya dibaca olehnya, karena apa yang dikatakan Neva adalah sesuatu yang memang sedang ia takutkan.
"Kamu pembaca pikiran ya?" pertanyaan Nara sontak membuat Neva terkejut lalu tertawa tanpa bisa menahannya dan membuat guru dan murid lainnya sontak melihat ke arah mereka berdua.