Love You In Silent

Love You In Silent
14. Pertemuan yang Sama?


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, hari dimana para murid melaksanakan upacara pagi. Selesai upacara dilaksanakan semuanya mulai kembali ke kelasnya masing-masing. Tak terasa waktu istirahat pun sudah datang.


"Nara Nara, gimana hari Sabtu kemarin berduaan sama Kenta? Ditembak Kenta atau Kenta bilang sesuatu yang romantis?" Selesai guru keluar, Neva langsung memborong pertanyaan kepada Nara di sampingnya.


"Apa coba! Aku sama Kenta cuman ngobrol biasa aja kok, dan juga apa maksudnya ditembak?!" Wajah Nara sedikit merona mendengar pertanyaan Neva dan itu membuat Neva berpikir bahwa benar-benar ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya.


"Tapi…tumben deh Kenta sama Andre gak masuk, pas kemarin kita kerja kelompok kayaknya mereka baek-baek aja." Neva memperhatikan kursi Kenta yang kosong.


"Iya, aku juga bingung, tapi tadi kata wali kelas apa? Kan kamu yang ngabsen tadi."


"Kata wali kelas si katanya mereka izin, yaudah kutulis I di buku absen." Neva menjelaskan.


"Mungkin Kenta sama Andre ada acara keluarga."


"Hooh." Nara dan Neva akhirnya bersiap untuk sholat Dhuha.


*****


Kini Nara sedang berada di mall, tempat dimana ia bertemu pertama kali dengan Kenta. Seperti biasa Nara sedang mencari snack kesukaannya. Namun saat Nara melihat seseorang di dekat rak makanan favoritnya Nara langsung mempunyai ide jahil.


Seorang lelaki sedang memikirkan berapa snack yang ingin diambilnya agar ia tidak perlu lagi membelinya. Tiba-tiba…

__ADS_1


"Dor!" Nara yang entah datang darimana tiba-tiba mengagetkan lelaki itu dari belakang, namun lelaki itu tidak terlihat terkejut sedikitpun.


"Kok gak kaget si Ken?" Ya, lelaki itu adalah Kenta, kalau dipikir-pikir, mereka selalu bertemu di tempat yang sama.


"Gimana mau kaget, udah lihat Nara dari awal." Kenta menjawab Nara tanpa menatap Nara dan tetap lanjut memilih snack nya.


"Pantesan, btw Ken kamu itu bolos ya?" Pertanyaan Nara sontak membuat Kenta terbatuk saat mendengarnya.


"Enak saja, kan Ken sudah bilang izin ke guru." Kenta langsung menatap Nara di belakangnya yang memperlihatkan wajah menyebalkannya.


"Lagian tiba-tiba gak masuk begitu saja." Nara langsung berlalu dari pandangan Kenta dan mengambil snak kesukaannya.


"Kenapa? Kangen? Padahal gak ketemu 2 hari doang." Kenta balas menggoda Nara.


"Kok kayaknya hafal banget, merhatiin Ken terus ya disekolah?" Bukannya terharu karena merasa diperhatikan, Ken malah tambah menggoda Nara.


"A-apa seh! Nara tuh bilang kenyataan! Orang perubahan Ken ketara banget kok sama yang di sekolah dan diluar sekolah!" Nara menggembungkan pipinya sambil membuang wajah, dan itu malah membuat Kenta gemas dengannya.


"Iya-iya…Ken paham kok. By the way, entah kenapa Ken jadi ingat pertemuan pertama kita disini." Kenta menghampiri Nara dan berdiri tepat di samping Nara.


Nara yang mendengar hal itu tentu saja malu, karena di pertemuan itu Nara pergi begitu saja dari hadapan Kenta. Untungnya Kenta tidak membahas tentang hal itu selama di sekolah.

__ADS_1


"Ken, Nara pergi duluan ya, takut dicariin sama papah Nara." Nara meminta izin untuk pamit terlebih dahulu, setelah mendapat anggukan dari Kenta, Nara langsung pergi meninggalkan Kenta.


Entah kenapa Kenta merasa bahwa Nara sengaja ingin menjauhinya.


"Apa alasanmu melakukan itu Ra?"


*****


Keesokan harinya di sekolah.


"Kemarin kalian janjian gak masuk ya?" Gaza menggoda Andre yang baru saja duduk di kursinya.


"Hah? Janjian apaan?" Andre yang tiba-tiba di tanyakan seperti itu hanya bingung sambil menunjukkan wajah bodohnya.


"Janjian gak masuk sekolah lah." Gaza menjawab dengan santai.


"Mana ada, dan juga janjian sama siapa coba, emang kemarin yang gak masuk selain gue siapa si?" Andre kesal sendiri dengan apapun yang dikatakan Gaza.


"Lo sama Kenta."


"Heh? Serius Kenta kemarin gak masuk? Mungkin ada acara keluarga kali. Tapi bisa barengan gitu ya ketua sama wakil." Padahal dia sendiri yang menjadi wakil kelas, tapi dia sendiri juga yang merasa bingung, memang aneh.

__ADS_1


Kali ini Kenta juga sudah masuk sekolah, namun sekarang malah Nara yang tidak masuk. Dan bisa dikatakan keadaan kelas saat Nara tidak masuk sedikit hening, entahlah mengapa keadaan kelas bisa berubah karena kehadiran Nara dan tidak kehadirannya. Karena bagi mereka Nara adalah orang yang polos seperti anak SD kelas 1 pada umumnya. Itulah kenapa mereka menyukai kepribadian Nara yang seperti itu dan membuat kelas itu menjadi hidup karena hadirnya Nara yang seperti anak kecil.


__ADS_2