Love You In Silent

Love You In Silent
15. Cekcok di Kelas


__ADS_3

Kini hari sudah berganti dan tibalah hari ini hari Jum'at. Hari terakhir sekolah di Minggu kali ini. Dan sudah dari Selasa sampai sekarang Nara belum juga masuk sekolah. Neva yang sebagai sekretaris hanya diberitahukan oleh wali kelas bahwa Nara izin.


Sudah beberapa kali Neva memberi pesan kepada Nara, namun tak ada satupun jawaban yang diterimanya. Neva ingin menghampiri rumahnya namun Neva sama sekali belum tahu dimana rumah Nara berada.


Nara hilang bak ditelan bumi secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang jelas dia tidak ada kabar selama beberapa hari ini membuat Neva, Eliyah, Gaza, Andre, dan Kenta mulai cemas. Bahkan suasana kelas juga berubah 180 derajat tanpa kehadiran Nara selama beberapa hari ini.


"Kalian gak ada yang tahu kabar Nara sama sekali? Biasanya juga kalau Nara gak masuk kalian ngasih tahu." Salah satu murid di kelas bertanya kepada Neva, Eliyah, Gaza, Andre, dan Kenta yang hanya dibalas tatapan oleh mereka.


"Kalaupun kita tahu juga pasti kita kasih tahu." Eliyah menjawab sedikit ketus.


"Kalau kalian pengen tahu kenapa gak cari tahu aja sendiri? Punya nomornya kan? Punya HP kan? Bisa ngetik kan? Bisa baca juga kan? Tinggal nyari tau sendiri aja apa susahnya si?" Andre yang mulai kesal akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya di depan para murid di kelasnya. Untung saja saat itu keadaan sedang freeclass jadi tidak ada guru yang masuk.


Kelas pun mulai heboh dan karena tidak ada yang melerai akhirnya Kenta yang sedari tadi diam langsung bangun dari duduknya dan memukul mejanya sekeras mungkin.


BRAK!

__ADS_1


Suara gebrakan itu sukses membuat para murid lain terkejut dan langsung menatap Kenta. Dan ini adalah pertama kalinya para murid melihat wajah Kenta yang tidak dari biasanya.


Urat tangan dan urat di dahi yang menonjol seperti akar memberitahu mereka bahwa Kenta sedang marah besar.


Dan itulah pertama kalinya mereka melihat Kenta marah besar dan juga pertama kalinya mereka mengalami cekcok di kelas satu sama lain.


*****


Saat ini Neva sedang mengobati luka tangan Kenta yang terluka cukup dalam, ditemani oleh Andre, Gaza, dan Eliyah.


"Maaf juga Ken…kalau gue malah diem aja gak melerai mereka…" Gaza pun ikut meminta maaf.


"Ngapain minta maaf sama gue?" Kenta yang masih berwajah dingin itu membuat mereka yang diruang UKS itu sedikit takut.


"Harusnya gue yang salah, malah jadi bikin kalian panik begini, ya…memang itu satu-satunya cara agar gue bisa menarik perhatian lo semua." Kenta menjelaskan apapun yang ada di pikirannya.

__ADS_1


Setelah Kenta bilang begitu, mereka semua pun hening merasa bersalah terhadap diri sendiri.


*****


Kenta menghampiri ruang kerja ayahnya yang ditutup rapat lalu mengetuk pintu itu.


Tok Tok Tok


"Masuk saja." Terdengar suara bariton dari dalam yang diyakini adalah ayahnya Kenta. Tanpa memikirkan apapun lagi, Kenta membuka pintu itu dan masuk menghampiri ayahnya yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.


"Ada apa? Tumben sekali ke ruang kerja ayah, apa ada sesuatu yang kau butuhkan, Ken?" Kenta hanya menatap ayahnya dan mengajukan permintaan kepada ayahnya.


*****


Tiittttt

__ADS_1


Mesin pendetak jantung itu berbunyi nyaring, menandakan bahwa jantung itu sudah tak lagi bedetak.


__ADS_2