
Sampai di rumah sakit
Al turun dan memanggil Suster untuk membantu membawa kan Mamah nya ke ruangan perawatan.
Suster pun membawa Mamah nya Al ke ruang perawatan dan dokter pun segera masuk.
Dokter menyuruh Al untuk menunggu di luar ruangan dulu.
Al pun mengikuti perintah dokter Ia menunggum Mamah nya di luar .
"Mamah Al mohon bangun lah...."gumam Almeera yang terus meneteskan air mata nya.
Saat sedang menunggu dokter keluar,Al menghubungi teman nya yang bernama Putri.
"Hallo Put,....kamu sibuk nggak yah?"tanya Almeera.
"Nggak Al memang nya kenapa?"tanya Putri.
"Bisa tolong jemput Aina dan bawa dia ke rumah sakit,Soal nya Mamah ku masuk ke rumah sakit."Kata Almeera dengan sesegukan.
"Apah Al tante Alma di rumah sakit dia kenapa?Baiklah Al aq akan jemput Aina dan membawanya ke rumah sakit."Kata Putri mulai khawatir.
"Terimakasih Putri."jawab Almeera dan mengakhiri panggilan nya.
Dokter pun keluar dari ruangan dan memberitahu bahwa ibunya sudah sadar dan ingin bertemu dengan nya.
Dan dokter pun pamit untuk kembali keruangan nya.
Saat Al hendak masuk,Tiba-tiba Aina dan Putri datang,Mereka masuk ke ruangan Mamah nya Al bersama-sama.
"Mamah...."Teriak Aina yang sudah menangis saat di beri tahu nahwa Mamah nya masuk ke rumah sakit.
"Aina....Almeera.....Sayang..."Kata Alma terbata-bata.
Almeera dan Aina memeluk Mamah nya,Mereka berdua meneteskan air mata.
"Hei...Bidadari Mamah jangan menangis ,Mamah sayang Kalian berdua,Mamah ingin Kalian berjanji akan saling menjaga dan melindungi,Saling menguatkan satu sama lain.Apa kalian mau berjanji buat Mamah sayang.?"Kata Mamah.
"Iya Mah Al dan Aina janji akan saling menjaga dan melindungi serta menguat kan tanpa Mamah suruh pun kita akan melakukan nya."kata Al dan di angguki oleh Aina.
__ADS_1
"Teriamkasih sayang Mamah sayang sama kalian...jaga diri kalian baik-baik yah"kata Alma dengan terbata-bata.
Tak berapa lama denyut jantung Alma melemah,
Almeera ,Aina dan Putri panik,Putri langsung berlari memanggil dokter dan suster.
Dokter dan Suster pun berlari menemui pasien.
Dokter memasuki ruangan Alma,Dan menyuruh mereka semua untuk menunggu di luar.
Almeera,Aina dan Putri pun akhirnya menunggu di luar.
Tak menunggu lama Dokter keluar dalam raut wajah menunduk menghampiri Almeera dan Aina.
"Maafkan saya,Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Takdir berkehendak lain Ibu kalian telah meninggal dunia."kata dokter.
Almeera,dan Aina menangis sejadi-Jadi nya,
Putri mencoba menenangkan Al dan Aina.
"Al,Aina,Kalian pasti kuat,aq percaya,Semua sudah takdir yang kuasa,yang terpenting sekarang kalian berdua harus selalu ingat pesan Tante Alma untuk saling menjaga,melindungi dan menguatkan."Kata Putri mencoba membuat mereka tenang.
Semua orang di sekitar rumah Almeera, membantu Almeera mengurus pemakaman ibunya.
Kini Mamah Almeera telah di makamkan.
Almeeradan Auna masih terisak di d3pan makam orang tua nya.
"Mamah Al nggak tahu apakah Al bisa menjaga Aina dengan kondisi Al yang tidak sempurna ini,Al takut,Al hanya akan membuat Aina di hina orang karena memiliki kakak pincang seperti Al,"Kata Almeera.
"Kak Al,Aina nggak pernah malu memiliki kakak seperti KakAl,Aina bersyukur karena kak Al mau berjanji untuk menjaga dan melindungi Aina walau pun Aina hahu mungkin ini akan sulit buat kak Al."kata Aina.
Mereka berdua pun berpelukan dan kembali ke rumah.
*****
Di Rumah Keluarga Narendra.
Reno Narendra adalah seorang yang sangat kaya di kota J,Bisnis nya bergerak di bidang Properti,sangat maju dan sukses.
__ADS_1
Dalam menjalan kan bisnis nya Reno di bantu oleh putra sulung nya yang bernama Revan Narendra,Sedangkan Putra bungsu nya bernama Remon Narendra masih sekolah menengah ke atas.
Reno juga memiliki seorang istri yang cantik bernama Riana Narendra,Mereka menikah karena Perjodohan Orang tuanya .
Mereka semua sedang makan malam bersama,
Saat sedang mengambil minuman,Renonggak sengaja menjatuhkan gelasnya.
Prang....gelas yang di pegang Reno jatuh.
"Astaghfirullah..."kata Reno terkejut saat gelas yang ia pegang jatuh.
"Ayah nggak papa?"kata Riana kepada suaminya.
"Ayah nggak papa Bun,mungkin tangan Ayah licin."kata Reno mencoba tenang.Padahal dalam hati nya merasa gelisah.
"Ayah,benar nggak papa?"tanya Remon yang melihat raut wajah ayah nya tampak gelisah.
"Iyah Mon,Ayah nggak papa kok,Ya sudah Ayah sudah selesai makan nya,Ayah kekamar duluan."Kata Reno.
Mereka semua melanjutkan makan nya.
Malam pun semakin larut tapi Reno tak kunjung mengantuk,Hati nya begitu gelisah,Entah kenapa Ia sendiri tak tahu.
Riana yang melihat suami nya nampak cemas pun bertanya.
"Ayah,Ini sudah larut kenapa Ayah belum tidur,besok kan ayah akan pergi keluar kota?"kata Riana.
"Entah lah Bun,Nggak tahu kenapa hati ayah gelisah,mata Ayah susah sekali untuk di pejam kan nggak seperti biasanya Ayah layak gini?"kata Reno.
"Ya sudah Yah nggka usah di pikiri,mending Ayah coba pejam kan matanya dulu."Kata Riana.
"Baiklah..."jawab Reno yang kemudian memejam kan matanya.
Riana terus memandang wajah suami nya,Apa yang kamu fikirkan kenapa kamu bisa segelisah ini."Batin Riana.
Riana pun ikut terlelap di samping suaminya.
Tiba-tiba.....
__ADS_1