
Aku mencintai nya,mengagumi nya walau pun aq tak pernah tahu bagaimana perasaan nya pada ku tapi aq bahagia,
Berharap suatu saat takdir yang menyatukan kita.
Tapi,Hari ini semua hancur,impian,harapan dan perasaan ku,karena dia,orang yang kucintai kini bertunangan dengan sahabat ku.
Seketika langkah ku terhenti,lemas dan tak bertenaga melihat dia menyemat kan cincin di jari manis sahabat ku.
Senyum bahagia tampak jelas terlihat di raut wajah nya.
Hanya genggaman tangan Andin yang berhasil menguat kan ku,Air mata yang jatuh seketika itu ku seka dengan jari,tak ingin sahabat ku tahu kesedihan ku.
Ku berjalan dengan senyum yang di buat semanis mungkin untuk menutupi kesedihan ini.
Ku peluk sahabat ku dan ku ucapkan kata selamat dan memberi doa terbaik untuk nya.
Sahabat ku tersenyum begitu bahagia,mana mungkin aku menghancurkan senyuman nya dengan air mata ku.
Setelah aq mengucapkan selamat kepada sahabat ku,
Seseorang menarik tangan ku menjauh dari Afifa,siapa lagi kalau bukan Remon,laki-laki yang memberikan ku kesepakatan konyol untuk menikah dengan nya.
Walau pun kesepakatan itu begitu menguntung kan untuk ku tapi entah kenapa aq tidak tertarik.
"Bagaimana,apa kamu setuju menikah dengan ku?"tanya Remon....
"Baiklah,aq setuju,!"kata Putri,sedetik kemudian Putri terdiam memikir kan ucapan nya barusan....
"Kenapa aq menyetujui nya padahal,aq tidak mengingin kan nya"batin Putri merutuki ucapan nya sendiri...
"Oke kalau begitu,minggu depan,kita akan menikah!"kata Remon langsung....
"Aq tidak mau kalau minggu depan,karena Afifa akan menikah minggu depan..."kata Putri....
"Kalau kamu tidak bisa minggu depan,3 hari lagi kita akan menikah,Aq tidak mau kamu berubah pikiran lagi,kalau kuta menunda lama,maka dari itu 3 hari lagi...ya 3 hari lagi kita akan menikah!"kata Remon tegas...
"Baikah...aq setuju,kamu tinggal siap kan semua nya saja...!"kata Putri kemudian pergi meninggal kan Remon sendirian....
Remon tersenyum senang,sedang kan Andin ia berlari mengejar Putri...
Andin berhenti melihat Putri berdiri di tempat yang sepi dan memandang langit....
"Apa menerima kesepakatan itu adalah keputusan yang terbaik untuk mu?",Tanya Andin...
"Tak ada alasan lagi untuk ku menolak nya,Setidak nya dengan kesepakatan ini aq bisa terbebas dari hukuman,aku juga bisa belajar melupakan nya,dan mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk ku walaupun aq tidak tahu apa aq bisa menjalani nya...!"kata Putri....
"Pikir kan lah lagi,Aq takut keputusan mu ini akan melukai mu dan juga Remon..."kata Andin....
"Sudah lah,keputusan sudah di buat dan aq tidak bisa menarik ucapan ku,bukan nya kau dengar dia sudah memutuskan dan aq tidak mau menambah masalah lagi kalau aq menolak nya..."kata Putri...
Andin terdiam,Di peluk nya Putri dengan erat,Tanpa terasa air mata Andin menetes....
__ADS_1
"Semoga keputusan mu benar dan kamu bahagia bersama nya..."kata Andin...
"Terima kasih....!"kata Putri....
"Sekarang hapus air mata mu,kita kembali kepesta Afifa,Aq tidak mau dia kecewa...!"kata Andin...
Putri pun mengangguk,mereka kemudian berjalan kembali ke pesta nya Afifa.
Tanpa di duga,ternyata Remon menunggu Putri didepan pintu masuk...
"Akhir nya kamu kembali juga,Ayo ikut aq,temani aq untuk memberi ucapan selamat kepada Elang...!"kata Remon langsing mengambil tangan Putri dan menggenggam nya erat seakan dia tidak ingin Putri terlepas dari nya....
Deg...Putri terkejut,tapi dia diam saja dan mengikuti langkah Remon....
Semua orang memandang ke arah Putri dan Remon.
Remon tersenyum dengan manis sedang kan Putri,Ia menunduk...
Afifa tersenyum melihat Putri bergandengan tangan dengan Remon...
"Wah...kayak nya sebentar lagi ada yang mau nyusul kita nih...!"canda Afifa....
Remon dan Putri hanya tersenyum,sedangkan Al dan keluarga Remon semua memandang tak percaya...
Akhir nya pesta pertunangan Afifa dan Elang selesai,semua tamu berpamitan untuk pulang ...
Putri pamit untuk pulang,di susul Andin dan Remon di belakang nya....
"Hei...ini hari bahagia kamu kenapa kamu malah memberi nasehat kepada ku,aq bukan anak kecil lagi yah...!"kata Putri...
"he...he...Entah lah Put,hari ini aq bahagia tapi entah kenapa aq merasa sedih,seperti ada seseorang yang terluka....Aq pun tak tahu kenapa dengan perasaan ku ini,Apa mungkin ini hanya perasaan ku saja ...."kata Afifa ...
Deg...Putri terkejut oleh apa yang didengar,
"Itu hanya perasaan mu saja,mana mungkin ada orang yang terluka,kamu kan tahu sendiri seperti apa dirimu dan juga Elang,jadi buang lah perasaan aneh mu itu...!"kata Putri tersenyum...
"Iya juga,mungkin kamu benar Putri,Hati-hati dijalan yah,ingat jangan ngebut Andin dan ia Andin kamu yang dekat dengan nya jangan lupa untuk mengingat kan dia untuk tidur cukup dan jangan terlalu capek !"kata Afifa lagi...
"Iya Bu Dokter...."kata Andin dan Putri bersamaan...
Afifa hanya tersenyum,dan memeluk Putri sebelum Putri pulang...
Putri dan Andin keluar,di susul Remon...
"Ayo aku antarkan kalian pulang!"kata Remon...
"Tidak perlu,kami ..!"kata Putri terpotong saat Remon tiba-tiba menggendong nya...
"Dan ya Andin tolong bukakan pintu dan kamu duduk di belakang,nanti biar sopir yang akan mengantarkan mobil nya ke rumah mu...!"kata Remon....
Andin pun mengangguk,dan menuruti apa kata Remon,sedang kan Putri sudah berhasil di bawa ke dalam mobil oleh Remon...
__ADS_1
"Kamu apa-apaan sih malu tahu di lihat banyak orang ...!"kata Putri sedikit marah....
"makanya kamu nurut,Oh ya Andin dimana rumah mu...!"tanya Remon....
Andin pun memberi tahu alamat rumahnya dan tak lama kemudian Remon sampai di alamat yang Andin katakan....
Andin keluar dan tak lupa mengucapkan terimakasih...
Remon kemudian melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah Putri....
"Apa ada yang kamu ingin kan sebelum pesta pernikahan kita di mulai,atau paling tidak gambaran dekorasi yang kamu ingin kan atau pesta yang meriah....?"tanya Remon....
"Terserah kamu saja,aq tidak mau repot,karena aq tidak ada waktu untuk mengurus pernikahan ini ....!"kata Putri..
"Ayolah,setidak nya bikin acara yang tidak akan kita lupakan,walau pun pernikahan ini dadakan tapi aq ingin semua nya sempurna,karena bagi aq menikah itu hanya satu kali seumur hidup ku ..!"kata Remon....
Deg....Putri sedikit terkejut dengan kata-kata Remon...
"Baiklah,semua aq serah kan pada mu,oh ya untuk gaun pengantin kamu nggak perlu menyiapkan nya karena aq sudah memiliki beberapa koleksi di butik kakak ku..."kata putri lalu keluar dari mobil Remon karena sudah sampai didepan pintu gerbang rumah nya ...
"Dan ya Terimakasih karena sudah mengantar kan kami ...selamat malam .."kata Putri lagi....
"Selamat malam..."jawab Remon kemudian melajukan mobil nya pergi ...
Sedang kan di rumah Afifa,
Dua orang kakak beradik sedang berbicara,sedang kan orang tua Afifa sudah pergi duluan untuk tidur....
"Farsya,kamu merasa ada yang aneh nggak dengan tingkah Putri saat di acara kakak tadi?"tanya Afifa kepada adik nya....
"Kayak nya nggak kak,memang nya kenapa kak?"tanya balik Farsya...
"Entah lah,Apa itu hanya perasaan aq saja kali yah!"kata Afifa...
"mungkin kak,lebih baik sekarang kakak tidur dan ingat jangan berfikir yang aneh-aneh,sebentar lagi kan kakak mau menikah...!"kata Farsya....
"Ya udah kalau begitu kakak balik ke kamar dulu yah,selamat malam...!"kata Afifa...
"Selamat malam kak,"jawab Farsya....
Setelah melihat kakak nya pergi,Farsya menghela nafas nya ....
Pada saat di pesta pertunangan Afifa dan Elang,Farsya melihat Putri datang dengan Andin,semua orang terpana melihat kecantikan Putri,begitu pun Putri ia berjalan dengan begitu anggun tapi saat putri melihat ke arah Afifa dan Elang seketika langkah nya terhenti,pada saat itu Farsya dan Aina pun tak sengaja melihat Putri menetes kan air mata nya.
Farsya dan Aina bertanya-tanya ada apa dengan Putri,tapi sebisa mungkin mereka diam dan hanya memandang ke arah Putri dengan penasaran.....
Ada apa dengan nya,apa yang terjadi semua pertanyaan itu muncul di kepala Aina dan Farsya.
Karena penasaran mereka pun memberanikan diri bertanya pada Andin dan Andin pun menjawab,
"Putri sedang merindukan orang tua dan kakak nya,saat melihat Afifa bertunangan,dan di samping nya ada keluarga dan adik nya bersama-sama..."kata Andin menutupi semua nya....
__ADS_1
Aina dan Farsya pun merasa lega mendengar penjelasan dari Andin...