Maafkan Aku Yang Tak Sempurna.

Maafkan Aku Yang Tak Sempurna.
Episode 74


__ADS_3

Remon dan Al menengok,Seorang suster masuk untuk memindah kan Remon ke ruangan rawat inap yang telah di sediakan....


"Permisi nyonya,Pasien akan di pindah kan keruangan rawat inap yang sudah di sediakan!"kata Suster lembut....


"Maaf suster,sebentar lagi yah karena Aq sedang menunggu mamah ku kemari!"kata Almeera lembut...


Suster pun keluar lagi,Tak berapa lama Riana,Remon dan Revan datang....


Riana langsung menghampiri putra nya dan mengelus kepala nya...


"Sayang,Maafkan Bunda yah,Harus nya Bunda tidak membiarkan kamu pergi pasti itu tidak akan terjadi!"kata Bunda Riana lirih....


Deg...Al langsung merasa bersalah karena semua ini terjadi karena kelalaian nya....


Al keluar dari ruangan itu,Ia menundukan kepala nya dan berusaha untuk menahan air mata nya agar tidak jatuh....


Revan menyadari kalau Al sedang terluka karena mendengar kata-kata Bunda nya itu pun mengikuti nya.


Al berhenti di sebuah taman yang sangat indah,Al menghela nafas nya


"Huft,Harus nya aq yang berbaring di situ bukan Remon,Jadi aq tidak akan pernah merasa bersalah seperti ini...!"Lirih Almeera....


Revan langsung berjalan kedepan Al dan berjongkok,Memeluk tubuh istri nya dan mengecup kening nya....


"Kalau itu yang terjadi pada mu pasti aku yang akan merasa bersalah dan terluka,Karena tidak bisa melindungi mu dan calon anak kita..!"kata Revan lembut...


Deg...lagi-lagi Al terdiam,Ia mencoba memahami setiap kata yang keluar dari mulut Revan...


"Apa maksud mu kak Revan?"tanya Almeera bingung ...


"Sayang,Apa kamu selama ini tidak tahu kalau kamu sedang hamil!"kata Revan....


"Apah....Aq hamil,tapi kenapa aq nggak merasakan gejala kehamilan nya...!"kata Almeera masih terkejut...


"Sayang,Berarti anak kita itu kuat,Ia tidak mau menyusah kan mamah nya,"kata Revan....


Al menganggukan kepala nya dan langsung memeluk suaminya nya dengan air mata yang mengalir deras....


"Hei...kenapa kamu menangis,Harus nya kamu tersenyum donk karena sebentar lagi kita akan menjadi orang tua...!"kata Revan menghapus air mata sang istri....


"Sekarang kamu istirahat ya,pasti kamu capekan kan...!"kata Revan pada sang istri...


Al mengangguk,Kemudian ia memandang wajah suaminya....


"Aq ingin pulang...!"kata Al lirih...


"Baiklah kita akan pulang,Tapi sebelum nya kamu di periksa dulu yah sama dokter lepas itu kita pulang...!"kata Revan lembut...

__ADS_1


Al pun menuruti keinginan suami nya...


Dokter pun memeriksa kondisi Al dan dokter pun memperboleh kan Al untuk pulang....


Sementara Remon sudah di pindah kan keruangan rawat inap.


Di ruangan Remon,Bunda tidak henti-henti nya meneteskan air mata nya...


"Bunda,Tidak seharus nya Bunda mengatakan semua itu,Kak Al pasti sekarang sedang terluka mendengar kata-kata Bunda!"kata Remon lirih....


"Apa maksud kamu Remon,Bunda nggak mengerti!"kata Bunda Riana yang memang nggak mengerti perkataan Remon...


"Bunda,Pasti kak Al sekarang menyalah kan diri nya sendiri padahal Remon tidak apa-apa hanya luka kecil saja...!"kata Remon...


"Apa kamu bilang luka kecil,kamu itu baru saja di operasi dan sadar dari koma,Tapi kamu bilang luka kecil...!"kata Riana yang tidak habis pikir dengan anak nya itu....


Remon hanya menghela nafas nya panjang,Percuma berdebat dengan Bunda nya ,karena menurut Riana kata-kata nya adalah benar...


"Bunda,boleh kah Remon istirahat,Kepala Remon sedikit sakit..."kata Remon mengalih kan pembicaraan...


"Baiklah sayang,istirahat lah Bunda akan menemani mu sampai kamu terpejam..."kata Bunda Riana...


Setelah Remon tertidur,Riana memikirkan perkataan anak nya dan ia baru menyadari semua ucapan nya itu.


Riana keluar dari ruangan Remon dan berjalan menuju ke ruangan Al,Tapi Riana terkejut saat melihat ruangan itu kosong...


"Permisi sus,maaf pasien di ruangan ini kemana yah!"tanya Riana...


"Oh Bu Al,Ia sudah keluar 15 menit yang lalu...!"kata suster itu ..


"Oh begitu yah!"kata Riana lembut...


Suster itu pun keluar setelah selesai membersihkan semua nya....


Riana dengan penuh penyesalan ia berjalan keluar dari rumah sakit.


Riana bermaksud akan menemui Al dan meminta maaf pada nya,Karena Riana tidak bermaksud menyinggung nya.


Saat Riana sedang berjalan,Dia bertemu dengan suami nya....


"Ayah,Dari mana?"tanya Riana...


"Ayah,Habis mengantar kan Al dan Revan menuju ke mobil nya,Karena tadi Ayah sempat melihat Revan dan Al keluar dari ruangan nya jadi sekalian ayah bertanya dan ternyata dokter sudah memboleh kan Al pulang...!"kata Reno panjang lebar....


"Hmm....ayah,apa tadi Al keluar dengan perasaan sedih?"tanya Riana hati-hati....


Reno tersenyum,Ia tahu pasti istri merasa bersalah dengan perkataan nya walaupun sebenar nya ia tidak bermaksud menyingggung Al....

__ADS_1


"Al sangat senang bisa keluar dari rumah sakit dan di tambah lagi dengan kabar yang di sampaikan oleh Revan kepada nya.....!"kata Reno yang sangat senang ketika mengetahui bahwa Al sedang hamil....


"Memang kabar apa yang membuat Al bahagia saat Remon sedang terluka karena menyelamat kan nya?"kata Riana....


Niat akan meminta maaf pada Al karena tanpa sengaja sudah menyinggung nya malah menjadi perasaan kesal saat mendengar kalau Al keluar dengan wajah yang bahagia bukan kesedihan atau pun merasa bersalah....


"Bunda,Untung saja Remon menyelamat kan Al dan mendorong nya dengan pelan sehingga Al dan kandungan nya baik-baik,Tapi kalau saat itu Remon mendorong nya dengan keras entah apa yang akan terjadi pada Al,Ayah tidak bisa membayang kan nya....!"kata Reno....


Riana terkejut,Ia terdiam sejenak dan air mata yang sudah menetes....


"Al sedang hamil..."kata Riana lirih...


"Iya Bunda,Makanya Al mudah sekali tersinggung karena mungkin pengaruh kehamilan nya...!"kata Reno lembut....


Riana tersenyum,Ia tidak menyangka kalau sebentar lagi ia akan dipanggil omah....


"Ayah....sekarang kita harus ekstra menjaga Al,Bunda tidak mau sampai kejadian itu terulang lagi karena Bunda berfikir kalau kecelakaan itu memang di sengaja."kata Riana ....


Reno mengangguk dan ia pun mengajak istri nya untuk ke ruangan Remon....


.......


Berbeda dengan Putri....


Putri menyesali semua yang telah ia lakukan,Ia tidak menyangka bahwa demi ucapan dan janji nya ia hampir saja membunuh orang yang tak bersalah.


Putri mengunci diri nya,perasaan bersalah terus saja menghampiri nya.


Kirana masuk ke dalam kamar adik nya dan melihat adik nya masih saja terdiam....


"Bahkan kamu belum menyelesaikan janji mu saja kamu susah seperti ini,Kakak mau kamu membunuh nya dan membawa Revan kembali kepada kakak, Putri...."Teriak Kirana.....


Putri masih diam dengan air mata terus menetes....


Mamah Putri yang mendengar teriakan Kirana pun masuk....


"Kirana,Cukup....hentikan kekonyolan mu,Revan sudah menikah jangan kau peralat adik mu untuk memisah kan mereka...!"Teriak mamah Putri....


"Kirana tidak memperalat Putri Mah,Kirana hanya menagih janji yang Putri ucap kan,Dan ia Mamah nggak usah deh ikut campur urusan kami!"kata Kirana dengan sinis....


Plak....Reflek mamah Putri menampar Kirana ....


"Mamah berhak ikut campur karena kalian anak mamah,Sadar lah Kirana ikhlaskan semua nya....."kata Mamah Putri....


"Ikhlas mamah bilang,Tidak,Kirana nggak akan pernah ikhlas melepas kan apa yang sudah menjadi milik kirana ,tak seorang pun boleh memiliki nya....!"kata Kirana....


Kirana pun keluar dari ruangan Putri meninggal kan Mamah dan adik nya....

__ADS_1


Mamah Putri pun menangis sambil memeluk Putri,Anak bungsu yang sangat menghargai ucapan nya dan bagi nya ucapan itu adalah doa dan janji nya adalah hutang yang harus di bayar dan di tepati walaupun dengan pengorbanan yang sangat besar.....


__ADS_2