
Setelah dari rumah putri,Andre akan mengantar kan Aina pulang,Tapi entah kenapa setelah melihat raut wajah Aina,Andre seakan berfikir ...
"apa yang terjadi dengan nya tadi saat di rumah Putri Aina nampak baik-baik saja."
Andre menepikan kendaraan nya bermaksud untuk bertanya..
"Aina...."kata Andre pelan....
Aina masih terdiam,sampai Andre memanggil nya lagi dengan sedikit keras....
Aina tersentak dan ia sadar dari lamunan nya....
Andre memandang Aina dengan lekat,
Aina yamg merasa di pandang seperti itu pun mengalih kan pandangan nya dan bertanya...
"Kak,Apakah cinta sesakit itu?"
Andre mengerutkan kening nya merasa heran dengan pertanyaan dari Aina....
melihat ekspresi dari Andre membuat Aina tahu kalau Andre bingung dengan pertanyaan nya....
"Lupakan kak,sekarang jalan kan saja mobil nya,Aina capek ingin cepat sampai!"kata Aina lagi...
Andre pun paham dan akhir nya melajukan mobil nya hingga sampai ke rumah Revan....
Aina turun dari mobil sedang kan Andre mengikuti nya dari belakang ...
Sampai di depan pintu,Aina berbalik dan berkata....
"Ai...ingin menjadi orang yang pertama melihat kak Andre bahagia dan Ai berdoa semoga kak Andre bisa mendapat kan seseorang yang selalu merindukan dan di rindukan kak Andre....Ai akan menunggu hari itu tiba...!"
Andre tertegun mendengar kata-kata Aina hampir saja Andre menitikan air mata nya....
"Aina dan Kak Al bersyukur karena telah di pertemukan dengan seorang malaikat seperti kak Andre....
Tetap lah bahagia dimana pun kak Andre berada,walaupun kita bukan saudara tapi Aina sangat menyayangi kak Andre,Sampai kapan pun kak Andre akan selalu menjadi kakak Aina,
Dan Sekarang semua sudah selesai,Aina ingin kak Andre melanjut kan hidup kakak dan memikir kan masa depan kakak.
Pergilah temukan kebahagiaan untuk kak Andre,kami telah bahagia di sini....
Setelah mengatakan semua itu Aina memeluk Andre lepas itu menggenggam tangan Andre dan terakhir Aina mencium kening Andre dan pergi masuk kedalam rumah meninggal kan Andre yang masih terdiam dan air mata menetes....
Andre menghapus Airmata nya dan berjalan menuju ke mobil dan melajukan kan mobil nya meninggal kan rumah Revan...
__ADS_1
Di balik pintu,Aina menangis,mengingat semua kebaikan Andre selama ini dengan Al dan Aina,mengingat bagaimana ia berusaha keras sampai ia rela pergi ke luar negri untuk pulang membawa kesuksesan untuk bisa membahagiakan mereka berdua tapi semua itu sia-sia menurut Aina karena takdir tak memihak pada nya....
Aina menghapus air mata nya kala Al memanggil nya....
Aina tersenyum untuk menutupi kesedihan nya dan mencium pipi Al kemudian ia pamit masuk kekamar....
Al mengernyit kan dahi,Ia bingung kenapa Aina kelihatan begitu sedih padahal tadi pagi dia begitu senang,Al tidak mau mengambil pusing akhir nya ia memilih untuk ke dapur,karena ia begitu lapar,ia berencana akan membuat kue untuk cemilan sambil menunggu suami nya pulang.
Selama 30 menit akhir nya kue yang Al bikin jadi juga.
Al membawa kue itu ke depan tv menikmati nya sambil melihat acara yang ia suka.
Ting...tong...ting...tong...
Terdengar suara bel rumah,Al beranjak dan membukakan pintu,Senyum nya mengembang kala melihat sang suami pulang....
"Loh kok kamu yang buka sayang,Memang nya bibi kemana?" Tanya Revan....
"Bibi,Dia pamit pulang karena ada keperluan!"kata Almeera...
Revan mengangguk,
"Oh ya,Aina sudah pulang?"tanya Revan....
Revan mengangguk paham,lalu dia menggandeng istri masuk ke kamar....
Sebenar nya Revan sudah tahu kemana Aina pergi,karena Seorang Revan tidak mungkin membiar kan Al atau Aina pergi dengan orang lain selain keluarga nya.
Revan tidak mau apa yang terjadi kepada Remon terulang lagi,
Tidak mudah bagi seorang Revan untuk percaya begitu saja kepada orang lain.
Revan sempat terkejut saat seorang yang ia suruh untuk mengikuti Aina dan Andre bilang kalau Aina bertemu dengan Putri,keterkejutan Revan bertambah saat Aina ikut dengan Putri ke rumah nya,
Revan benar-benar tidak tenang,sampai ia harus pergi langsung ke rumah Putri untuk memastikan kalau Aina akan baik-baik saja.
Revan datang kerumah Putri,tidak susah untuk Revan bisa masuk ke rumah itu karena Kirana menyuruh Bibi nya untuk membiar kan Revan masuk tanpa harus melapor pada nya....
Revan berjalan menuju kekamar Kirana,dan benar saja Semua orang berada di kamar Kirana,Revan hanya mengintip nya dari luar pintu....
Terkejut....tentu saja saat tahu keadaan Kirana,Orang yang sudah lima tahun bersama nya dalam keadaan seperti ini,Tapi semua ini harus terjadi karena mereka memang tidak berjodoh.
Keterkejutkan itu bertambah lagi saat melihat Aina,Gadis yang ia anggap masih terlalu kecil itu bisa membuat semua keadaan kembali normal,
Aina mampu menenang kan Kirana,Aina mampu meyakin kan Kirana dan mengembalikan senyum kirana yang sempat hilang dari nya....
__ADS_1
Kata-kata yang mampu membuat Kirana merasa nyaman dan tenang,Hingga akhir nya Kirana mau berusaha untuk melupakan sedikit demi sedikit perasaan nya walaupun sangat sulit tapi kirana akan berusaha.
Revan langsung turun dan pergi begitu saja,Tapi sebelum pergi,Revan menyuruh Bibi untuk merahasiakan kedatangan nya,bibi pun mengangguk paham.
Didalam kamar,Revan masuk kekamar mandi untuk membersih kan diri,lepas itu ia keluar dan mengganti pakaian dan mengajak istri nya untuk makan malam bersama.
Revan dan Al berjalan bersama menuju kemeja makan,
Disusul Aina juga langsung duduk di samping kakak nya....
Al menyiapkan makanan untuk adik dan juga suami nya....
Saat semua sedang makan,Revan membuka obrolan nya....
"Aina ,Seharian bersama Andre kamu pergi kemana aja!"tanya Revan....
"Tanpa Aina jawab pun kak Revan pasti tahu kemana Aina pergi kan!"jawab Aina dan mampu membuat Revan terdiam....
Al yang mendengar pun jawaban Aina langsung menghentikan makanan nya....
"Sayang,apa kah benar yang di katakan Aina,Kamu mengikuti mereka berdua pergi?"tanya Almeera sedikit terkejut....
Revan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal,
Aina tahu pasti Revan sedang bingung,akhir nya Aina yang menjawab....
"Mana mungkin kak Revan tidak tahu,Karena kak Revan pasti tidak akan membiar kan Aina pergi dengan orang lain,walaupun kita mengenal nya kak,tapi tetap saja kak Revan pasti akan khawatir...!"Aina berkata dengan santai....
Saat memeluk Kirana,Aina melihat Revan di belakang pintu kamar Kirana,
"Oh...sayang,Andre itu bukan orang lain,dia teman aq dari kecil,jadi kamu nggak perlu sampai segitu nya terhadap Andre,Dia nggak mungkin mencelakai Kami karena dia seperti kakak buat kami.!"kata Almeera lembut....
Revan terdiam karena melihat raut wajah sedih sang istri.....
"Sayang maafin aq yah,Aq hanya mengkhawatir kan kalian saja!"kata Revan dengan rasa bersalah...
Al pun mengangguk dan ia menyuruh Revan dan Aina melanjutkan makan nya....
............
"Dia sahabat ku tapi dia seperti kakak untuk ku,Dia selalu melindungi ku,disaat semua orang menjauhi ku karena kekurangan ku tapi justru dia mendekat dan memeluk ku.
Mungkin jika tuhan memberiku pilihan dengan siapa aq berjodoh maka jawaban nya adalah dengan dia,dengan dia aq merasa nyaman dengan dia aq bisa tersenyum dan dengan nya hari-hari ku yang sulit seolah menjadi lebih ringan karena dia selalu ada untuk memberi semangat.
Tapi takdir berkata lain,Ikatan yang terjalin diantara kita hanya sebatas SAHABAT....
__ADS_1