
Riana benar-benar bingung melihat semua nya,
Tiba-tiba ponsel nya berdering dan ....
"Hah...Revan memanggil,..."kata Bunda Riana...
Riana langsung mengangkat nya ...
"Hallo ...."jawab Riana ...
"Hallo Bunda,Apa kabar?Revan sekarang sudah sampai Bund!"kata Revan....
"Bunda sedang tidak baik-baik saja,!"jawab Riana singkat...
"Apa maksud Bunda,Tadi pagi Bunda baik-baik saja,Kok sekarang Bunda tidak baik,Bunda sakit?"tanya Revan...
Riana langsung mematikan panggilan nya,...
Revan terkejut saat Bunda nya tiba-tiba mematikan panggilan nya,Ia pun mencoba menghubungi kembali nomor Bunda nya tapi terus saja di matiin.
Revan benar-benar khawatir,Ia menghubungi Ayah nya,Dan Ayah nya pun sama ia tidak mengangkat panggilan nya...
Revan mengacak-acak rambut nya frustasi ,
"Ada apa ini kenapa semua tidak ada yang bisa di hubungi?"teriak Revan....
Elang yang sedang membaringkan tubuh nya pun terkejut mendengar teriakan Revan...
"Ada apa Pak Revan,Kenapa anda berteriak.???"tanya Elang...
"Bunda mematikan panggilan nya dan semua tidak ada yang mengangkat panggilan ku Elang,
Aku khawatir terjadi apa-apa pada Bunda,Karena tadi Bunda bilang Bunda sedang tidak baik..."kata Revan mengkhawatirkan keadaan Bunda nya...
"Pak Revan tenang dulu,kita coba hubungi lagi,kali ini pak Revan pakai ponsel saya saja..."kata Elang memberi kan saran nya....
"Baiklah aq akan mencoba nya..."kata Revan...
Revan memakai ponsel milik Elang dan sama saja malah nomor tidak ada yang aktif...
Revan marah dan membanting ponsel milik Elang...
Elang yang melihat nya pun ikut terkejut....
"Elang siap kan semua nya kita pulang...."kata Revan...
"Baik pak..."jawab Elang....
Elang langsung menyiapkan semua nya dan mereka langsung berangkat kembali ke kota nya....
__ADS_1
Di perjalanan Revan benar-benar terlihat begitu khawatir,Marah bercampur jadi satu...
"Pak ...kenapa pak Revan tidak menghubungi nomor Bu Al saja?"kata Elang...
"huh...aku tidak pernah meminta nomor dia,Karena aq selalu beranggapan kalau dia itu tidak penting bagi aq,jadi buat apa aku menyimpan nomor nya!"kata Revan...
"Hmm...Kenapa Pak Revan selalu beranggapan seperti itu,mungkin kemarin bagi Pak Revan dia tidak penting,Tapi suatu saat nanti dia pasti akan jadi lebih penting buat Pak Revan..."kata Elang...
"Mana mungkin Elang,Dia itu cacat,Mana mungkin dia bisa membuat diri nya itu penting,Untuk diri nya saja dia kesulitan apa lagi untuk orang lain..."kata Revan sedikit emosi...
Mendengar kata-kata Revan,Elang seakan merasa kasihan pada Al,Dan Elang memilih untuk diam.
Memang benar Revan tidak menyukai sesuatu yang tidak sempurna,Tapi demi orang tuanya ia mau menerima nya...
Elang telah sampai di rumah keluarga Narendra...
Tanpa menunggu Elang membukakan pintu nya,Revan langsung keluar dan berlari menuju kearah pintu dan menekan bel nya....
Bel berbunyi,Bibi yang bekerja di rumah keluarga Narendra pun membukakan pintu nya....
Melihat Pintu sudah terbuka Revan langsung berlari menuju kekamar Bunda nya...
Tok...tok...tok...Revan mengetuk pintu kamar Riana...
Riana yang mendengar suara ketukan pintu pun membuka nya....
"Revan...Ada apa kamu kemari..."tanya Bunda Riana dengan raut wajah kesal nya....
"Bunda tidak papa,Kamu kembali lah,..."kata Bunda...
"Bunda bilang Bunda tidak apa-apa,Tapi kenapa raut wajah Bunda tampak sedih,Ada apa Bunda dan dimana Ayah,Al Dan Aina..."Tanya Revan...
"Mereka berdua pulang,Sedangkan Ayah dia ada di kamar..."Kata Riana...
"Al dan Aina pulang ...,kenapa mereka bisa pulang,padahal kan aq sudah meminta mereka berdua untuk tinggal sementara disini sampai Aq kembali..."kata Revan...
Bunda hanya diam saja,
Revan kemudian berjalan mendekati Ayah nya,Revan bingung kenapa Ayah nya nampak begitu sedih,Ada masalah apa sebenar nya,pikir Revan dalam hati...
"Ayah..."panggil Revan...
Reno menengok mendengar panggilan putra nya dan berjalan mendekati Revan....
"Revan,Apakah permintaan Ayah terlalu berat,sehingga kamu melakukan semua itu pada Ayah..."Kata Reno...
"Ayah...Apa yang Ayah katakan,Revan tidak mengerti..."kata Revan...
"Revan,Sebelum nya Ayah mengucapkan Terimakasih karena kamu sudah membuat Ayah menepati janji Ayah pada nya,Dan sekarang Ayah tidak akan meminta apa pun dari anak-anak Ayah, Dan Ia jika Al dan Aina hanya membuat kamu merasa terbebani,Besok Ayah akan mengirim kan surat cerai untuk kalian,Ayah janji setelah ini Ayah tidak akan memaksa Anak-anak Ayah lagi,Terserah kalian saja...."kata Reno dengan mencoba tenang lalu pergi kekamar nya lagi....
__ADS_1
Revan diam,Ia terkejut mendengar Ayah nya mengatakan semua itu,
"Ayah...Ayah...tunggu Ayah...Ayah Tunggu...."teriak Revan...
Reno tidak menggubris panggilan Revan,Ia semakin cepat berjalan nya dan menutup pintu nya....
Riana meneteskan air mata nya melihat suami nya terlihat begitu kecewa...
"Bunda...Apa maksud Ayah sebenar nya?"tanya Revan pada Bunda nya....
"Bunda tidak bisa berbuat apa-apa,Dan Bunda juga tidak akan melarang apapun keputusan mu,Tapi Bunda hanya ingin kamu kembali lah kerumah kamu dan tentukan kehidupan kamu sendiri,Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu."kata Riana dan pergi menyusul suami nya kekamar...
Sampai di kamar,Riana menangis dan memeluk Suami nya,
"Maafkan Bunda Ayah,Bunda gagal menjadi seorang ibu..."kata Riana ...
"Tidak Bunda,Bunda adalah ibu yang baik,Jangan pernah meragukan didikan bunda yah,Karena Bunda adalah ibu dan istri yang sangat baik,Sekarang lebih baik kita tidur..."kata Reno...
Walaupun sebenar nya Reno tidak mingkin bisa tidur,Tapi setidak nya istri nya itu bisa tertidur.
Sedangkan Revan,Ia begitu bingung melihat Ayah,Bunda nya nampak sedih,Ia mengacak-acak rambut nya frustasi.
Revan berjalan dan masuk ke dalam mobil nya dengan wajah sedih...
"Pak,Kita akan kemana?"tanya Elang...
"Antarkan aku pulang..."kata Revan lemas...
"Kalau Pak Revan pulang,Bu Al dan Aina kenapa nggak ikut pulang,Bukan nya dia ada didalam ya Pak?"tanya Elang lagi...
"Mereka sudah pulang ke rumah,Antarkan saya pulang cepat..."kata Revan yang benar-benar sedang kesal....
Mendengar Bos nya sudah sangat Marah,Elang pun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Revan ...
Sampai di rumah,Revan langsung membuka pintu rumah nya.
Revan langsung naik menuju kekamar nya dan mencari Al tapi tidak menemukan nya.
Revan kemudian mengetuk pintu kamar Aina tapi hasil nya sama,Tidak ada mereka berdua di mana pun....
Revan semakin bingung,kemana lagi Ia akan mencari Al dan Aina .
"Akh..kalian berdua kemana,Kenapa kalian membuat ku khawatir saja,"teriak Revan...
Mendengar teriakan Elang langsung berlari ke arah bos nya....
"Pak Revan,Apa yang terjadi?"Tanya Elang...
"Elang,Kemana Aq harus mencari Al dan Aina,Mereka tidak ada di sini,Hari sudah semakin larut??"kata Revan menitikan air mata nya...
__ADS_1
Elang seakan terkejut mendengar Al dan Aina tidak ada di rumah..
"Apah....