
Setelah dokter mengizin kan nya,Bunda Riana masuk,Ia melihat putra bungsu yang sangat ia sayangi berada di pembaringan dengan begitu banyak alat yang menempel pada tubuhnya...
Dengan langkah pelan dan air mata yang tak henti nya mengalir,Riana mendekati putra bungsu nya....
Di genggam nya tangan Remon,Diusap nya rambut yang terlihat tak beraturan itu dengan lembut....
"Sayang,Bangun lah....Bunda tidak bisa melihat mu seperti ini,Bunda sayang sekali sama kamu,Kamu akan tetap menjadi anak kebanggan Bunda dan Ayah,Maaf kan Bunda yang tidak bisa mengerti perasaan mu...."Kata Bunda lembut....
Remon hanya bereaksi dengan tetesan air mata yang mengalir di wajah pucat nya tanpa membuka mata sedikit pun...
"Kamu anak Bunda,Setiap kali kamu ada masalah kamu selalu lari ke pelukan Bunda dan Ayah tapi kenapa kamu sekarang lebih memilih diam dari pada mengatakan nya kenapa?"kata Bunda Riana lirih....
Riana terus memandang dan menggenggam tangan Remon ia benar-benar sangat sedih melihat putra nya berbaring lemah seperti itu,Walaupun Riana sempat kecewa tapi tetap saja ia sangat menyanyangi Putra nya...
Riana mengingat saat Remon meminta izin pada nya akan pergi ke luar negri...
Flasback on....
Riana terdiam saat anak bungsu nya meminta izin untuk pergi dan meneruskan perusahaan Ayah nya yang ada di luar negri,Riana sudah melarang Remon untuk pergi tapi Remon bersikeras tetap ingin pergi dengan alasan ia ingin menjadi orang yang mandiri dan bisa membantu perusahaan ayah nya seperti yang kakak nya lakukan.
Dengan berat hati Riana pun mengizin kan nya dan setelah mendapat izin, remon pun langsung pergi menuju ke Bandara....
Baru beberapa menit saja,Entah kenapa Riana begitu merindukan anaknya,akhir nya Riana memutuskan untuk masuk kekamar Remon dan berharap dengan masuk kekamar nya bisa mengurangi rasa rindu nya pada si anak ....
Riana duduk,memandang seluruh kamar putra nya,Ia tersenyum saat menyusuri setiap sudut kamar anak bungsu nya,Tapi tiba-tiba senyum itu hilang dan berubah menjadi keterkejutan saat diri nya tak sengaja menemukan sebuah Foto Almeera berada di sudut paling pojok yang hanya bisa dilihat jika seseorang benar-benar memperhatikan setiap detail lukisan dan gambar di kamar tersebut...
Riana mendekat untuk memastikan nya,Dan lagi-lagi keterkejutan itu ternyata benar,Foto Almeera yang sedang tersenyum ada di kamar Remon...
Riana kemudian bergegas mengambil Foto tersebut untuk menyingkirkan nya karena Riana takut kalau Revan melihat nya maka akan menjadi masalah besar di keluarga nya.
__ADS_1
Saat Riana mengambil foto dan bingkai itu tiba-tiba sebuah kertas jatuh dan karena penasaran Riana pun membuka dan membaca nya....
"Tuhan Aq menyesal telah menolak nya,Dan ini adalah penyesalan ku yang paling dalam,dalam hidup ku .dimana aq menolak seorang bidadari surga yang telah Ayah pilihkan untuk ku,Dan sekarang Aq malah mencintai nya disaat kakak ku telah menikahinya....
"Tuhan....ku mohon kubur lah perasaan ini,Karena ini semua tidak benar,Dia telah menjadi kakak ipar ku dan aq tidak boleh menyakiti kakak ku yang telah mengorban kan perasaan cinta nya untuk menikah dengan Al...."
Tulisan itu mampu menggetar kan hati seorang Bunda....
Riana tanpa sadar menitikan air mata.
Riana mengambil foto dan kertas itu dan membawa nya keluar dan membakar nya....
"Maaf kan bunda Remon,Bunda harus membakar foto dan Kertas ini karena bunda tidak mau sampai Revan mengetahui nya...."Ucap Riana lirih....
Saat sedang memandang foto dan kertas Itu hingga menjadi abu riana di kaget kan dengan suara panggilan masuk dari ponsel nya.....
Flasback off....
Reno melihat istri nya keluar dengan keadaan menangis pun lalu mengikuti nya di belakang sampai berhenti di sebuah taman.....
Reno memeluk istri nya,Ia bisa merasakan kesedihan yang istri nya rasakan karena ia juga merasakan nya....
"Bunda,Ayah yakin Remon pasti kuat,dia pasti akan sembuh....!"kata Reno sambil mengelus punggung sang istri....
Riana semakin terisak,
"Kenapa ini harus terjadi Yah,Bunda takut kalau kecelakaan ini adalah kesengajaan seseorang...!"kata Bunda Riana lirih....
"Ayah sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki nya,Jadi Bunda tenang saja Ayah tidak akan melepaskan orang yang sudah berani mencari masalah dengan keluarga kita....!"kata Reno....
__ADS_1
Riana pun mulai merasa tenang...
Sedang kan didalam....
Revan mendorong kursi roda yang di duduki Al masuk kedalam ruangan Remon....
Revan menitikan air mata nya,melihat sang adik berbaring di atas kasur dengan mata terpejam dan alat-alat menempel di tubuh nya...
"Remon....Terimakasih karena kamu telah menyelamat kan istri kakak, tapi kakak mohon bukalah mata mu dan lihat lah betapa Bunda sangat sedih melihat mu seperti ini,kami semua sangat menyayangi mu...bangun lah dan hapus lah air mata Bunda dan Ayah karena sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi anak manja nya mereka....!"kata Revan lirih...
Remon sama sekali tidak merespon nya,Dia masih setia memejam kan mata nya....
"Remon....Terimakasih...Aq tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas pertolonganmu ini,Kamu telah menyelamat kan nyawaku tapi melihat mu seperti ini aq sedih dan juga bingung bagaimana cara aq mengatakan pada Aina jika Aina tahu tentang mu...dan kamu masih seperti ini,kalau aq berkata jujur pasti dia akan sedih ...dan kamu tahu aq tidak bisa melihat Aina sedih karena itu membuat ku semakin lemah ....jadi ku mohon bangun lah ...bangun lah demi Aina ...dan Aq..."kata Almeera lirih tanpa terasa air mata Al menetes ke tangan Remon...
Revan terdiam mendengar kata-kata Al tapi kemudian dia tersenyum saat Remon menggerakan jari nya,karena merespon ucapan Al...
"Al lihat lah...jari nya bergerak..."kata Revan senang....
Revan langsung menekan tombol dan tak lama dokterpun datang ....
dokter memeriksa keadaan Remon dan dia tersenyum....
"Pasien sudah melewati masa kritis nya dan dia akan di pindahkan keruangan rawat inap...."kata Dokter itu...
Al dan Revan merasa senang,Revan menyuruh Al untuk menjaga Remon sementara diri nya berlari mencari orang tua nya....
Remon perlahan mulai membuka mata menyesuaikan cahaya di sekitar dan tiba-tiba pandangan nya berhenti saat mata nya melihat Almeera,dan Remon pun tersenyum....
"Aq bahagia saat aq membuka mata ku dan melihat ia berada di samping ku,Tuhan Apa aq sedang bermimpi,Apa mungkin ini hanya halusinasi ku saja...."batin ku menolak....
__ADS_1
Sedang kan Al justru melebar kan senyuman nya,Senyuman yang membuat Remon tak mengedipkan mata nya saat melihat nya....
Tiba-tiba suara pintu membuat Remon tersadar dan mengalihkan pandangan nya....