
HAPPY READINGπ₯
.
.
.
.
.
Pagi hari seperti biasa, disekolah biasa pada waktu istirahat.
Brakkkk.
Tiba-tiba saja seorang gadis dengan gaya yang sebelas dua belas dengan ja*ang mengebrak meja Agnes dkk, membuat siswa-siswa yang berada dikantin mendadak menjadi ricuh.
"Eh itu kan orang yang dimading?"
"Gila, gak malu tuh orang."
"Kalau jadi gue sih udah pindah dari sekolah ini."
"Halah, gak pantes nih jadi mostwanted girl."
"Ya, lebih baik Agnes dkk."
"Udah baik, gak kek si Salmong!"
"Setujuhhhh."
"*Usir Salmong dari sekolah ini!"
"Usirrr*!"
"Lo kan yang naruh foto ini dimading! Jawab!" Teriak Salma kesal dan malu kerena ocehan-ocehan tentang dirinya sambil menatap tajam ke arah Agnes tapi Agnes tidak menghiraukannya malah asik memakan baksonya.
"Eh Queen chilis dateng! Duduk dulu sini! Jangan marah-marah nanti cepet tua loh! Tapi kan lo udah tua, ups." Sambut Delia lalu tertawa terbahak-bahak bersama Lisa membuat Salma dkk langsung menatap tajam ke arahnya.
"Lo bilang apa tadi bit*h!" Marah Salma.
"Ya elah bit*h teriak bit*h!" Ucap Lisa santai lalu mengambil foto yang ia pasang dimading bersama Delia pagi-pagi sekali tadi (foto Salma dkk waktu disiram Agnes dengan air busuk eps 20)
"Cakep gini kok fotonya." Puji ralat ejek Delia melihat fotonya sekilas sambil menahan tawa.
"Lo!"
"Apa? Mau perang jambak-jambakan seperti dulu? Ayo, gue sih siap-siap aja."
__ADS_1
"Oke sini lo, siapa takut!" Kesal Salma langung menjambak rambut Delia dengan cepat Delia langsung mejambak rambut Salma dan Amanda sementara Lisa memjambak rambut Amalia membuat seisi kantin mulai ricuh lagi.
"Wah perang jambak-jambakan, kayaknya seru!"
"Kita liat siapa yang menang."
"Ayo Deliaaa, pasti menang!"
"Gue dukung Lisa deh."
"Yaudah gue Salma dkk kasihan dia gak ada yang dukung."
"Yang kalah beliin cendol."
"Ayo semangat-semangat!"
Bukannya dibantu malah disuport! Beginilah sekolahan elit bernama 'AIHS'
Ck, kekanak-kanakan. Batin Agnes menatap datar ke arah Salma dkk dan sahabatnya yang entah sedang melakukan apa? Agnes malah memakan baksonya sambil ikutan menonton para sahabatnya itu.
"Woy berhenti! Lo semua ngapain sih? Kalau lagi main sana ke ruang BK! Kayak anak kecil aja!" Lerai Alvaro yang tiba-tiba datang, Agnes yang melihat itu langsung menatap datar mereka.
"Bebeb dia jambak rambut gue! Liat nih rambut gue jadi rontok semua, kan perawatannya mahal beb! Mereka berdua mana paham soal perawatan!" Ucap Salma manja sembari bergelayut dilengan Alvaro membuat semua ingin sekali memuntahkan isi perutnya didepan wajah Salma sekarang juga!
Alvaro menatap datar Salma "Anda siapa yah?" Tanya Alvaro lalu menghempaskan tangan Salma dari lengannya, hal itu membuat Agnes yang tadinya kesal jadi tersenyum samar?
"Beb ih! Kok jahat sih? Nanti guenya gak sayang loh!"
Selesai sudah. Batin Agnes langsung berdiri mengikuti para sahabatnya.
*Didalam ruangan BK*
"Delia, Lisa, Salma, Amanda, Amalia kalian semua saya pikir murid teladan yang patut dicontoh tapi ternyata tidak!" Kesal Anis menatap tajam kelima murid tersebut yang kini tengah menundukkan kepalanya masing-masing.
Salma mengangkat kepalanya "Ini semua karena dia Bu!" Kesal Salma langsung menunjuk Lisa dan Delia dengan tangannya.
Delia ikutan mengangkat kepalanya dengan geramnya "Sembarang aja lo! Nggak Bu dia fitnah." Sewot Delia tak mau kalah.
"Apa lo mau perang lagi!"
"Nantangin lo ha? Sini lo!"
"Stop!"
Diruang BK pun kalian masih sempat ricuh. Batin Agnes menghela nafas panjang ketika mendengar suara nyaring dari Delia lalu bersandar didinding ruangan BK menunggu dua sahabatnya keluar.
"Tumben lo gak masuk BK? Sudah tobat?" Ejek Alvaro ketika melihat Agnes bersandar didinding sembari memejamkan matanya lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Baco*!" Ucap Agnes datar setelah mengatakan itu pintu pun terbuka menampakkan Salma dkk.
__ADS_1
"Puas lo jal*ng!" Kesal Salma sambil menatap tajam ke Agnes karena dirinya dihukum membersihkan semua toilet sedangkan Lisa dan Delia mencabuti rumput ditaman.
"Puas." Jawab Agnes datar lalu pergi menuju taman, dia sudah menduga bahwa dua sahabatnya disana karena rumput ditaman mulai panjang. Pasti lah itu hukuman untuk kedua sahabatnya.
Sementara dilain tempat.
"Gila! Gila! Padahal gue gak salah! Disuruh cabutin rumput! Mana pakek tangan lagi! Kalau misalnya pakai gunting gue mau lah ini pakai tangan apalagi rumputnya susah ditarik lagi! Berapa tahun sih rumputnya gak dicabuti! Aarggh kesel gue!" Gerutu Delia mencabut asal rumput-rumput didepannya.
"Diam! Lo mau bersihin toilet?" Tanya Lisa dan dibalas gelengan dari Delia tapi tidak dengan gerutuannya yang masih berlanjut bahkan membuat Lisa ingin sekali menyumpal mulut berisik dari Delia dengan rumput ditangannya, sekarang juga!
"Yaudah sih tinggal bayangin aja kalau lo itu lagi jambak rambutnya si Salma." Sambung Lisa membuat Delia tersenyum lebar, bagus juga ide Lisa! Dengan begitukan Delia jadi semangat cabutinnya.
"Mangkannya jangan buat gara-gara." Ucap Agnes datar lalu ikut mencabuti rumput bersama kedua sahabatnya.
"Untung ada lo nyed kalau nggak-" Ucap Delia terpotong karena wajahnya dilempar rumput oleh Lisa.
"Bisa gak sih lo diem!" Kesal Lisa membuat bibir Delia maju beberapa centi.
"Kan gue udah bilang, gak usah bikin onar nanti nama kalian jelek." Ceramah Agnes datar membuat kedua sahabat Agnes hanya mengangguk patuh. Seperti ibu yang memarahi anak ketika sang anak memecahkan vas bunga kesayangan sang Ibu~
Tringggg Tringggg Tringggg.
Tak terasa bunyi bel pertanda pulang pun berbunyi nyaring membuat siswa siswi AIHS berhamburan untuk pulang. Tentu saja dengan bersorak girang, inilah bel yang ditunggu-tunggu oleh para siswa.
"Buset kita cabuti rumput sampai bel pulang, eh cabut kuy!" Ajak Delia lalu bangkit dari tempat duduknya dengan kaki yang terasa kebas karena terlalu lama berjongkok.
"Kuy nginep rumah gue yuk! Besokkan taun baru, ye gak?" Tawar Lisa dan diangguki oleh Delia dan Agnes.
"Asikkk BBQ!"
Sementara ditempat lain.
"Huweeee, Mommy." Tangis Salma menggelegar lalu memeluk Ana erat ketika sampai dirumahnya dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Ana lembut sembari mengelus sayang rambut anaknya.
"Agnes Mom! Hiks dia suruh aku bersihin wc huweee, kan capek aku tuh huwaaa." Adu Salma.
"Kurang ajar! Cup-cup yah sayang nanti Mommy yang urus okey? Sekarang kamu tidur yah sayang." Suruh Ana menenangkan sang putri kandungnya itu dan dituruti oleh Salma.
Salma diam-diam tersenyum penuh kemenangan lalu bergumam "mam*us"
Sia*an lo Nes! Liat aja apa yang akan gue lakukan kepada lo. Batin Ana kesal sedangkan Salma sudah tertawa penuh ke bahagiaan, sebentar lagi dia akan menang lalu menonton pertunjukan lagi.
BERSAMBUNG~
HAPPY NEW YEAR SEMUAAA ππππππ MAAP TELATπ
JANGAN LUPA VOTE, LIKE AND KOMEN YAH GAISSSS ππ
__ADS_1
BABAY~