Mafia Girl Vs Ketua Osis

Mafia Girl Vs Ketua Osis
EPS 24


__ADS_3

HAPPY READING🎊


.


.


.


.


.


"Oh masih ingat pulang!" Marah Abraham menatap tajam putrinya itu.


Agnes maju menuju depan tanpa rasa takut sedikit pun "Terserah saya." Jawab Agnes datar setelah mengetahui bahwa yang menanyainya adalah Daddynya, mungkin untuk sekarang gelar Daddy tak pantas untuk Abraham.


Ternyata ini, kejutan yang diberi wanita ular itu?


"Kurang ajar kamu yah!" Marah Abraham lagi ingin menampar pipi Agnes tapi dihentikan dengan Ana.


"Stoppp please! jangan lakukan itu pada anak ku, hiks." Ucap Ana sambil menangis (mungkin) seraya melindungi Agnes dibalik tubuhnya.


Agnes berdecih melihatnya, kenapa Ana tidak main film saja?


"Lihat seberapa sayangnya Mommy mu dengan mu sampai kamu tidak jadi Daddy tampar!"


"Mommy? Mommy saya sudah meninggal." Balas Agnes datar, seakan tak peduli dengan sekitar namun lain lagi dengan hatinya yang seperti diiris sedikit demi sedikit "Begitu pula dengan Daddy saya." Lirih Agnes menatap Abraham teduh namun sedetik kemudian tatapan itu berubah menjadi datar.


"Sudah berapa kali Daddy beri tau Mommy baru mu sekarang Ana!"


"Sudah berapa kali saya beritau dia bukan Mommy saya!" Ucap Agnes datar dan dingin, mengulang kembali ucapan yang dilontarkan Abraham.


"Kurang ajar kamu!" Emosi Abraham menggenggam erat jari jemarinya.


Keduanya nampak memunculkan aura permusuhan masing-masing, sama-sama dilanda emosi itu lah yang terjadi sekarang.


"Ya, itu lah saya." Ucap Agnes tenang.


"Kenapa kamu bully Salma? Daddy tidak pernah mengajarkan mu untuk membully orang! Apalagi itu saudara mu sendiri!" Bentak Abraham dengan nada tegasnya.


"Anda percaya bahwa itu benar?" Tanya Agnes masih dengan nada datar membuat Abraham seketika terdiam.


Agnes yang melihat Abraham terdiam pun langsung pergi menuju kamarnya tapi sebelum itu Agnes berbisik sekilas tepat ditelinga Abraham yang mampu membuat Abraham lagi-lagi terdiam membeku.


"Jika anda percaya, berarti itu benar. Tenang saja, saya sudah terbiasa tak dipercayai oleh orang yang saya sayangi."


Lagi-lagi Daddynya tidak mempercayai Agnes dan mulai membentaknya membuat Agnes mati-matian untuk menahan air matanya agar tidak keluar.


Dia paling lemah jika dibentak dengan salah satu keluarga yang ia sayangi, ia harus kuat! Ia harus tegar! Sedikit lagi!


Jika disuruh untuk berdebat dengan Abraham atau melawan beribu-ribu Mafia terkuat diluar sana, pastinya Agnes memilih opsi terakhir dari pada harus berdebat dengan keluarganya sendiri yang pastinya akan membuat hatinya kembali sakit.


Agnes lebih memilih sakit fisik dari pada batin.


Cklek.


Agnes langsung membuka pintu kamarnya bermaksud untuk menenangkan diri sejenak, Namun...

__ADS_1


"Siapa yang mengijinkan mu masuk?" Tanya Agnes datar ketika melihat Kenzo berada didalam kamarnya, ia tak suka jika orang asing masuk diarea privasinya apalagi itu kamarnya sendiri.


"Oh Kak Agnes selamat datang! Tadi Kenzo taruh juba Kakak ke mesin cuci habisnya jubanya baunya amis terus ada noda berwarna merah." Ucap Kenzo polos sembari tersenyum manis, menampilkan deretan gigi-gigi putih nan bersihnya tapi mampu membuat Agnes kaget dan marah sekaligus.


"Keluar!" Bentak Agnes membuat Kenzo cepat-cepat keluar dari kamar Agnes.


Brakk.


Agnes menutup kasar pintu kamarnya.


Apalagi ini?


Kenzo pov.


Huft, lagi-lagi aku membuat masalah dengan Kak Agnes! Awalnya ingin tidur aja dikasur empuk dan lebar milik Kak Agnes tapi bau amis yang keluar dari juba Kak Agnes sangat memyengat apalagi ada noda berwarna merah dibaju itu jadi aku taruh dimesin cuci tapi tunggu! Apa itu 'LEADER BLACK DIAMOND GIRL?' Nanti cari ke internet ah atau tanya ke Mommy.


Tapi kenapa Kak Agnes semarah itu?


Mungkin suatu hari aku bisa tidur bareng Kak Agnes seperti dulu lagi.


☆☆☆☆KASIH RANTING 5☆☆☆☆


Masih Kenzo pov


Aku menatap sedih Kak Agnes yang pergi tanpa sekata pun, Lagi-lagi kak Agnes gak ikut sarapan pagi. Oh iya! aku lupa menanyakan kejadian semalam ke Mommy ku.


"Mom pinjam handphone boleh?" Tanya ku ke Mommy ku ketika meja makan sepi hanya tinggal aku dan Mommy ku yang tengah menikmati sarapan, Kak Salma dan yang lain baru saja pergi tadi.


"Mau buat apa sayang?" Tanya balik Mommy ku lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh ku.


"Buat cari ke internet, Leader Black Diamond Girl itu apa?" Tanya ku balik, ku lihat wajah Mommy ku kaget.


"Juba Kak Agnes tulisannya begitu terus baunya amis lagi apalagi ada noda berwarna merah." Jawab ku polos tapi Mommy langsung menyuruh ku untuk berangkat sekolah, huh menyebalkan sekali!


Tapi kenapa wajah Mommy ku kaget yah? Apa ada sesuatu yang disembunyikan dari kak Agnes.


Hmm, aneh.


Aku tidak terlalu memikirkan itu karena menurut ku tidak penting lebih baik memikirkan bagaimana tidur bersama Kak Agnes.


"Oh ya Mom! Sama ini kalungnya Kak Agnes tadi aku lupa balikinnya" Aku langsung menyerahkan kalung yang menurutku keren tapi pasti itu milik Kak Agnes, Mommy ku langsung menerimanya.


Author pov.


Dilain tempat, yaitu disekolahan mega nan mewah yang telah berdiri beberapa tahun yang lalu. AIHS itu lah nama tempatnya.


Sekolah elit itu hanya berisikan para orang-orang kaya dan pastinya pintar.


Terlihat siswa laki-laki yang tengah mengumpat karena kesal dengan sosok gadis pembuat onar, padahal ini masih pagi.


"Sial! Lagi-lagi dia bolos!" Kesal Alvaro menatap tajam plat mobil berwarna hitam yang kini tengah melaju sangat cepat, dia harus banyak-banyak stok sabar.


Masih dengan umpatannya, lelaki itu berjalan cepat menuju kelasnya berada namun ditengah perjalanan ia malah bertemu si murid baru yang sangat Alvaro benci.


Yeah, Belakangan ini Alvaro selalu menciduk Agnes tengah berbincang dengan si murid baru itu. Alvaro jadi kesal ketika mengingatnya.


"Hai ketua osis! lagi main tom and jerry ya sama Agnes?" Sapa nya ramah.

__ADS_1


Si*l! apa wajah tak bersahabat Alvaro kurang terlihat atau Berly saja yang tak peka dengan sekitar?


"Minggir."


"Santai dong, gue cuman mau nyapa kok."


"Gue udah bilang sama lo, gak usah sok deket sama gue." Tatapan tajam itu Alvaro lemparkan kepada Berly yang malah terkekeh geli.


"Kenapa sih lo berdua gak suka banget sama gue? gak bisa apa kita jadi temen?"


"In your dream." Jeda Alvaro, "Sekarang lo minggir, gue sibuk."


"Silahkan." Ucap Berly yang akhirnya memberi jalan Alvaro.


"Lo jangan terlalu suka sama Agnes, dia bukan gadis baik begitu juga dengan gue."


Alvaro berhenti berjalan, lelaki itu berbalik menghadap Berly "Apa maksud lo?"


"Emang gue bilang apa?" Tanya Berly polos membuat Alvaro semakin emosi.


"Gila."


Alvaro meneruskan lagi langkahnya yang sempat tertunda.


"Gue serius." Kali ini Alvaro tak mendengarkan Berly.


♡♡♡TAMBAHKAN FAVORIT♡♡♡


"Ngapain gue malah ke rumah?" Gumam Agnes binggung ke dirinya sendiri lalu membuka pintu mobilnya dan pergi menuju kamarnya tapi sebelum ia menaiki tangga dirinya dihadang dengan Ana.


"Hai Agnes!" Sapa Ana ramah tapi tidak dihiraukan oleh Agnes, ia malah melanjutkan kembali jalannya yang sempat tertunda oleh hama membuat Ana menatap kesal punggung Agnes, hingga sebuah ide licik muncul dikepalanya.


"Leader Black Diamond Girl." Agnes langsung memberhentikan langkahnya ketika mendengarkan ucapan Ana, Agnes dengan cepat berbalik menatap tajam bola mata milik Ana.


"Kenapa? Gue salah bicara yah?" Ana langsung tersenyum simrik sembari memperlihatkan kalung yang dari tadi pagi Agnes cari-cari, itukan kalung pertanda jika Agnes Leader Mafia yang terkenal dan terkejam nomor satu! Bisa-bisanya Agnes ceroboh!


Tapi sejak kapan Ana mengambilnya? Apa ulah Kenzo semalam?


Sekarang gue yang menang bocah! Batin Ana tersenyum penuh kemenangan setelah melihat raut wajah kaget Agnes yang menatap kalungnya.


"Mau apa lo?" Tanya Agnes datar dan dingin, berusaha tuk sabar melawan ular sawah didepannya ini.


"Kalau misalnya Abraham tau jika anak perempuan semata wayangnya terjerat dunia gelap yaitu Mafia terkejam dan terkenal nomor satu apalagi membunuh banyak orang-orang! Kira-kira apa yang Abraham lakukan yah?" Tanya Ana santai sambil memainkan kalung Agnes dan menekan kata Mafia membuat Agnes terdiam ditempat.


Daddynya tak boleh mengetahui itu! Bisa-bisa Daddynya semakin benci dengannya, dia tidak ingin itu! Dia belum membalaskan dendam Mommynya!


"Hahaha, kenapa diam?" Sambung Ana santai, Agnes langsung mengeluarkan pisau lipatnya yang selalu ia bawa kemana-mana mengarahkannya tepat pada jantung Ana.


"Mati aja lo kepa*at sia*an!" Ucap Agnes yang sudah tersulut emosi hingga bola mata berwarna biru laut miliknya menjadi ungu milik Agni.


"HENTIKANNN!"


BERSAMBUNG~


NAH LOH😂


JANGAN LUPA LIKE 👍 AND KOMEN 💬 DIBAWAH YAH GAISS

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPTER 😉😄


BABAY~


__ADS_2