Mafia Girl Vs Ketua Osis

Mafia Girl Vs Ketua Osis
EPS 25


__ADS_3

HAPPY READING💟


.


.


.


.


.


"HENTIKANNNN!" Teriak Kenzo dengan berlinang air mata dan menghentikan aksi tersebut, entah ia tidak tau pasti mereka berdua sedang melakukan apa? Tapi yang jelas Mommynya dalam bahaya!


Untung saja sekarang dirinya pulang cepat, kalau tidak bisa-bisa nyawa Mommynya melayang.


"Kakak aku mohon jangan bunuh Mommy ku...Dia Mommy ku satu-satunya, Kenzo janji tidak akan masuk kamar Kakak sembarangan lagi hiks." Mohon Kenzo sembari menangis dan memeluk erat tubuh Ana membuat Ana dan Agni menghentikan Aksinya.


Sial apa yang Agnes lakukan kali ini? Pisau lipat? Buat apa ini? Batin Agni bertanya-tanya tapi setelah itu ia tersenyum simrik setelah mengetahui rencana Agnes, gercep juga kembarannya itu! Tapi timenya tidak tepat.


"Dasar lo! Udah mati masih aja ganggu orang! Pergi lo!" Usir Ana mencoba berani setelah melihat bola mata berwarna ungu milik Agni.


Kenzo menatap Mommynya dengan polos "Maksud Mommy apa?" Tanya Kenzo heran, Mommynya kesurupan ya?


"Dia iblis yang-" Ucap Ana terpotong.


"Enak aja lo! Gue cantik gini dibilang iblis, lo tuh yang iblis! Hai Adik tiri ku kamu tampan juga yah!" Ucap Agni menatap tajam ke arah Ana lalu berjalan mendekati Kenzo dan mengelus rambut hitam milik Kenzo membuat Kenzo langsung menatap binggung Agnes, tak biasanya Kakaknya itu bersikap baik kepadanya?


"Dengar ini bi*ch! Kalau lo bilang ke Abraham kejadian ini gue bakal bunuh lo atau siksa lo sampai mati, sekarang juga!" Bisik Agni tepat pada telinga Ana membuat bulu kuduk Ana berdiri semua, dengan perlahan Agni mengambil kalung yang pasti milik kembarannya itu.


Setelah mengatakan itu Agni pergi dengan senyum devilnya.


"Mommy tenang aja nanti Kenzo akan beri tau Daddy." Ucap Kenzo menenangkan Ana yang sedari tadi keringat dingin karena lengan sebelah kiri Ana tergores pisau lipat milik Agni, Mungkin lebih tepatnya Agni dengan sengaja menggores lengan sebelah kiri Ana.


"Jangan nak! Mo Mommy membuat Kak Agnes marah mangkannya Kak Agnes jadi gitu sama Mommy." Alibi Ana sambil tersenyum kikuk, membuat Kenzo mengangguk dan pergi mengambil kotak obat untuk mengobati lengan Ana yang berdarah.


Anak itu sangat berbahaya! Batin Ana tersirat nada takut didalamnya, baru kali ini ia takut dengan bocah itu! Dia harus membunuhnya! Sebelum dirinya terbunuh duluan.


Sementara disisi lain.


Tringgg.


Handphone Agnes bergetar tanda ia menerima satu buah pesan dari asisten pribadinya, Agni merogoh saku celananya guna mencari benda pipih tak betnyawa itu.


Agata


Agnesss lo kesini! Banyak banget yang harus lo tanda tanganin, untung lo atasan gue!


(Read)


Agni mengerutkan alisnya bingung "Siapa ini? Oke sampai sini dulu senang-senangnya, gue harap Agnes gak bikin masalah lagi." Gumam Agni yang tengah berada dimobil milik Agnes "Mungkin sejam lagi bisa?" Agni terkekeh mendengarkannya, bisa-bisa dimarahin kembarannya ini nantinya.


"Lo berubah banyak ternyata Nes, yah kembaran gue gak imut lagi." Gumam Agni disela-sela menutup matanya hingga bola mata yang semula ungu kini berganti menjadi biru laut milik Agnes.


✔✔✔VOTE✔✔✔


Pagi hari disekolahan AIHS yang mungkin sekarang pagar sekolah sudah tertutup rapat karena jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh pas.


"Ini semua salah lo tau gak! Gue jadi telat lagi kan huweee." Cerewet Delia menyalahkan Lisa ketika gerbang sekolah sudah tertutup rapat yang hanya menyisakan ia, Lisa, dan Alvaro disana.

__ADS_1


Lisa menatap geram Delia "Salah lo juga kan! lo juga tadi nyusul gue lama banget!" Sewot Lisa tak mau disalahkan, kenapa hanya dia yang salah? Padahal Lisa sudah menelepon sahabatnya itu berkali-kali bahkan sudah memberi pesan secara beruntun.


"Lo berdua bisa diam gak?" Tanya Alvaro datar membuat Delia dan Lisa memanyunkan bibirnya bersama, mungkin sebentar lagi hukuman akan menghampirinya?


"Kasian banget deh telat." Ejek Amanda ketika berpapasan dengan Delia dan Lisa.


"Udah hukum aja Al! Bila perlu jemur tuh ditiang bendera sampai kering, hahaha." Ejek Amalia sambil tertawa, apa gadis itu tak ingat kejadian dulu? Hingga bisa berkumpul lagi dengan geng Salma lalu mengejeknya dengan riangnya itu?


"Dikira ikan asin, ups! Canda ikan asin." Amalia tertawa mendengar guyonan receh Amanda.


"Eh bi*chnya telat, makan tuh telat! Belagu sih lo!" Ejek Salma lalu tertawa bersama Amalia dan Amanda.


Alvaro menoleh ke arah geng Salma berada "Lo bertiga kembali ke kelas atau lo bertiga mau gue hukum juga?" Tanya Alvaro datar membuat ketiga orang tersebut diam dan lari menuju kelas sebelum dihukum oleh Alvaro.


"Ish, pingin gue cubit tuh lambungnya satu-satu." Kesal Delia menatap tajam kepergian Salma dkk.


"Gue santet juga tuh lama-lama trio chilis, kenapa gak kapok-kapok sih?" Kesal Lisa juga.


"Ya gitu kalau pas kecilnya gak diadzanin tapi malah dibacotin."


"Hai! kalian telat ya?" Ucap seseorang lelaki berbasa basi, senyuman manis selalu terparti dimulutnya itu.


Alvaro menatap malas orang tersebut yang tak lain adalah Berly.


"Murid baru." Bisik Lisa ke Delia.


"Anjay, senyumannya manis banget." Bisik balik Delia.


"Dih, lebih enak liat senyuman Kevin."


"Apa? lo bilang apa tadi?" Delia terkejut bukan main.


"Kalian temannya Agnes ya?"


"Kok dia kenal Agnes sih, Del."


"Jangan-jangan..."


"Kenalin gue temennya Agnes."


"What!" Teriak Delia dan Lisa bersamaan.


"Kok Agnes gak cerita sih sama kita-kita?" Bisik Delia yang dibalas gelengan kecil dari Lisa.


"Sejak kapan lo jadi temennya Agnes!" Itu suara Alvaro yang sedari tadi menyimak, lagi-lagi sang ketua osis itu emosi membuat Berly semakin terhibur.


"Lo iri ya?"


"Gu-"


Tin tin tin tin tin tin tinnnnnn.


"Ini pasti Agnes" Tebak Lisa sembari menutup kedua telinganya, siapa lagi yang berani bermain dengan klakson mobil kalau bukan Agnes seorang? Memang terlalu gabut tuh anak! Sampai klakson aja dimainin!


"Ya ampun telinga gue mau pecah rasanya." Kesal Delia sembari ikutan menutup kedua telinganya juga, ingin sekali dirinya mencabut paksa klakson mobil milik sahabat datarnya itu agar tak membuat telinganya berdengung.


Agnes menurunkan kaca mobilnya "Buka." Ucap Agnes datar sambil mengeluarkan kepalanya dijendela mobil.


"Lo datang-datang seenaknya gitu? Keluar lo!" Suruh Alvaro kesal.

__ADS_1


"Bacod, naik lo berdua." Suruh Agnes ke Lisa dan Delia lalu dituruti oleh mereka berdua, Agnes pun menutup kembali jendela mobilnya dan melajukan mobilnya kembali saat dirasa kedua temannya telah naik.


Mau tak mau Alvaro harus minggir ke samping, kalau tidak bisa-bisa ia ditabrak oleh Agnes si gadis pembuat onar.


Brakkkk.


Bunyi itu sangat keras kala mobil Agnes bertabrakan langsung dengan gerbang sekolah membuat gerbang itu rusak dan juga membuat mobil mewah Agnes sedikit tergores dibagian depannya.


"Wuih gila lo! Gerbang lo tabrak!" Kagum Delia dan Lisa sedangkan Agnes hanya acuh dan kembali melajukan mobilnya menuju parkiran.


"Otw masuk Bk nih kita-kita." Celetuk Delia masih menatap ke belakang, disana terlihat Alvaro yang mengangga tak percaya membuat Delia ingin sekali menyumpal mulut itu.


"Lo berdua gak usah ke Bk, biar gue aja."


"Nes, lo temenan sama si anak baru?" Ucap Lisa.


"Siapa?" Tanya Agnes melirik kaca spion mobilnya sekilas.


"Si Berly lah! siapa lagi?"


"Oh."


"Nes, kita serius."


"Kalian percaya?" Tanya balik Agnes yang membuat kedua temannya menggeleng. "Yaudah." Kedua teman Agnes terdiam.


"Nes, kalau lo ada apa-apa cerita aja sama kita berdua, kita berdua selalu free kok buat lo." Ucap Lisa setelah hening beberapa saat.


"Iya nes! walaupun lo gak pernah nyimak grub kita tapi kita berdua sayang banget kok ke lo!"


Seketika dada Agnes terasa menghangat, entah karena apa. "Thanks." Ucap Agnes yang langsung dianggukin penuh semangat oleh kedua temannya.


Tapi maaf gue gak bisa jujur sama kalian, ada banyak yang pengen gue ceritain ke kalian tapi gue takut kalian menjauh dari gue nantinya. Batin Agnes sedih.


Rasa hangat yang tadi Agnes rasakan perlahan sirnah, digantikan rasa pedih yang amat mendalam.


Sementara di Alvaro.


"Gila dia!" Ucap Alvaro menatap nanar kearah gerbang yang kini telah roboh.


"Istri gue bar-bar banget." Kaget Berly.


"Sia*an lo." Desis Alvaro.


"Astaga Alvaro!" Teriak Anis "Kamu apa kan pagarnya?" Anis tadi mendengar suara gaduh dari arah depan alhasil Guru itu mengecek keadaan.


"Bu bu bukan...."


Anis mengarahkan tatapannya ke arah mobil yang baru saja melintas "A G N E S!"


BERSAMBUNG~


BAGOSSS👍


JANGAN LUPA LIKE👍, KOMEN💬 AND FAVORIT CERITA INI YAH! SUPAYA GAK KETINGGALAN CERITANNYA😅😙


SEE YOU NEXT CHAPTER😉😙


BABAY~

__ADS_1


__ADS_2