Mafia Girl Vs Ketua Osis

Mafia Girl Vs Ketua Osis
EPS 30


__ADS_3

HAPPY READING☺


.


.


.


.


.


"Bosan..." gumam Agnes sambil menompah dagunya dengan tangannya membuat Alvaro diam-diam terkekeh, ya memang Agnes disuruh secara paksa dengan Alvaro untuk mengikuti semua pelajaran.


Trinnggg tringggg tringgg


Bel pertanda istirahat pun berbunyi membuat semua siswa atau siswi AIHS berhamburan menuju kantin untuk mengisih perutnya yang sedang lapar.


"Woyyy tumben banget lo beta dikelas biasanya ke kantin atau gak pulang" ucap Delia dengan nada mengejeknya saat dirinya memghampiri meja milik sahabatnya itu.


"Mamak bangga padamu nak!" timpal Lisa


"Baco* lo berdua, awas lo" usir Agnes datar ke Alvaro.


"Silahkan badgirl yang tiba-tiba sudah tobat" ejek Alvaro memberi jalan Agnes membuat Agnes menatap tajam ke Alvaro sekilas lalu berjalan menuju kantin.


Rekor terbaru! Agnes jadi murid teladan sehari full! (mungkin).


Ck! niat gue mau siksa Ana berakhir disini! batin Agnes kesal lalu duduk dibangku yang sedang diduduki Salma dkk ketika berada dikantin.


"Eh bi*ch! minggir lo, jauh-jauh sana! itu tempat duduk buat Queen kita" usir Amalia menatap sinis Agnes yang tiba-tiba langsung duduk dengan kedua temannya.


"Lo duduk bawah sana! hahaha dasar para cabe busuk" usir balik Delia dengan tawanya bersama Lisa membuat Salma dkk langsung menatap tajam Delia dan Lisa.


"Lo itu bi*ch! didiamin malah tambah belagu!" sinis Amanda ingin menjambak rambut Delia namun urung karena suara lesu dari Queennya.


"Udahlah gue males cari gara-gara, mending kita cari tempat duduk yang lain" ucap Salma langsung pergi menuju bangku yang kosong, entahlah mungkin suasana hati Salma sedang tidak enak membuatnya dengan terpaksa mengalah.


Tapi tidak berlaku bagi kedua teman Salma yang kini tengah menunjukkan wajah terjelek mereka masing-masing membuat Agnes dkk menatapnya datar.


"Nanti waktunya siapa?" tanya Agnes datar ke kedua sahabatnya setelah kepergian Salma dkk.


"Bu Tatik hadeh" jawab Delia lesu.

__ADS_1


"Kemana orangnya?" tanya Agnes lagi.


"Tadi gue lihat dia ke toilet, boker mungkin" jawab Lisa santai sekaligus ngawur.


Pas banget! batin Agnes diam-diam tersenyum simrik.


"Gue ke toilet" pamit Agnes datar lalu bergegas menuju toilet.


"Kenapa sih dia? aneh banget?" tanya Delia menatap curiga Agnes.


"Udah biarin aja" jawab Lisa yang sudah tau apa yang akan dilakukan sahabat sengkleknya itu.


Gue dukung lo Nes! batin Lisa diam-diam tersenyum menatap kepergian Agnes membuat Delia langsung bergidik ngeri.


Kayaknya sahabat-sahabat gue kebanyakan makan bacotan tetangga sebelahnya mungkin? batin Delia melirik Lisa yang tengah tersenyum lalu bergantian menatap punggung belakang Agnes yang lama-kelama menghilang, mendadak suasana kantin berubah jadi horror.


Skip-skip genrenya kagak horor!


Sedangkan ditoilet, Agnes dengan tanpa dosanya langsung mengunci pintu toilet yang sedang ditempati Bu Tatik setalah itu pergi dengan santainya menuju kelasnya ketika mendengar bel pertanda masuk.


Seakan tak berbuat dosa gadis itu melangkah santai sambil bersiul ria.


BRAKKK


Agnes langsung mendobrak paksa pintu kelasnya membuat semua terkejut dan memandang aneh Agnes.


Alvaro langsung berlari mencari keberadaan Tatik.


"Akhirnya" gumam Agnes tersenyum simrik lalu berjalan santai menuju parkiran mobilnya.


👍👍👍LIKE👍👍👍


"Bagaimana?" tanya Agnes ke Ansel yang sedang bermain handphonenya.


"Dia diruangan biasanya" jawab Ansel tanpa menoleh ke Agnes, entahlah permainan apa yang sedang dimainkan oleh Ansel membuat pria tersebut fokus memainkannya terkadang dia mengumpat jika kalah sedangkan Agnes langsung pergi menuju ruangan tersebut sambil tersenyum simrik.


"Ck, dasar merepotkan" ucap Agnes menatap datar seorang perempuan dengan bekas cambuk dan goresan pisau dimana-mana.


"Mau apa lagi lo bi*ch! dasar ja*ang lo! si*lan!" teriak histeris seorang perempuan tersebut, dia Ana sang Mommy tiri yang tak dianggap oleh Agnes. Ketika melihat Agnes menatapnya datar.


"Dengar ini bi*ch! sampai kapan pun gue gak akan pernah bilang hahaha" tawa Ana menggelegar melupakan semua rasa sakitnya dan rasa ketakutannya bahkan ia dengan berani menatap tajam Agnes.


"Dasar sampah! lo tuh harusnya mati dengan Mommy dan kembaran lo itu! hahaha, dari awal gue harus bunuh lo dulu baru Mommy gak guna lo! terus gue habiskan semua harta Abraham yang bodoh itu! hahaha!" setelah mengatakan itu Agnes langsung mengeluarkan senyum devilnya.

__ADS_1


Ya sedari tadi Agnes merekam semua perkataan Ana lewat handphonenya.


"Bagus sangat bagus" puji Agnes datar sambil mengeluarkan pisau tumpul yang sudah berkarat lalu mengarahka nya tepat pada jantung Ana membuat Ana bergetar ketakutan.


"Mau apa lo bi*ch sia*an!" ucap Ana menelan susah payah salivanya ketika Agnes semakin dekat dengannya ditambah lagi senyum psikopatnya.


*****


*****


"Pergi ke neraka lo si*lan!" ucap Agnes sambil mencabut lalu menancapkan kembali pisau tersebut berkali-kali walaupun Ana sudah tidak lagi bernafas.


*****


*****


Lagi dan lagi Agnes menancapkan pisaunya lalu menarik kembali pisaunya hingga darah dari tubuh Ana mengalir deras sampai-sampai membasahi juba milik Agnes.


"Hahaha gak pernah gue selega ini!" sambung Agnes dengan tawanya lalu mengambil bensin dengan korek api membiarkan tubuhnya yang sudah bermandikan darah dari Ana.


"Maafkan gue Kenzo karena dia berani sekali melawan kematian" ucap Agnes menatap datar api didepannya lalu tersenyum devil seakan itu kesenangan tersendiri baginya.


Terlihat tidak sepadan mungkin? mengingat bahwa Ana selalu merusak kebahagian Agnes dan harus dibunuh secara sadis?


Agnes ingin sekali seperti itu menyiksanya perlahan lalu membiarkan Ana dengan sendirinya berteriak minta dibunuh! tapi apa boleh buat? tangan Agnes sudah gatal ingin menancapkan pisau berkarat miliknya ke jantung Ana.


Brakk


"Ck, lo tuh Nes kalau nyiksa orang gak pernah ajak gue" ucap Ansel yang tiba-tiba datang setelah mendobrak paksa pintu tersebut.


"Akhirnya" ucap Agnes menatap datar api didepannya yang makin besar.


Akhirnya ia dapat membalaskan dendam kedua orang yang amat sangat disayangi Agnes walaupun ia tau balas dendam tak akan bisa mengngembalikan Mommynya dan kembarannya yang telah pergi mendahuluinya tapi setelah membunuh Ana entah mengapa ia senang, senang sekali.


Tinggal satu hama lagi...


"Selamat Nes! hahaha" puji Ansel menepuk pelan bahu Agnes.


BERSAMBUNG~


YAHHH TOKOH NYA HILANG SATU😂 MAU TAMAT DONG BERARTI CERITA NYA😂😅


JANGAN LUPA LIKE👍 KOMEN💬 KASIH RANTING🌟 DAN TAMBAH KAN FAVORIT EHEK💟😅😘

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPTER😄😉


BABAY~


__ADS_2