Mafia Girl Vs Ketua Osis

Mafia Girl Vs Ketua Osis
EXTRA CHAPTER 2 (EPILOG)


__ADS_3

HAPPY READING💛


.


.


..."Jika salah satu dari kita terluka aku tidak akan tinggal diam!"...


...Alan dan Alana....


.


.


.


Byurrr.


Seorang gadis sekitar umur 12 tahun langsung menyiram air berbau busuk ke orang yang sedang ia bully didepanya ini.


"Hahaha, lemah!" Tawa gadis tersebut sambil menatap remeh gadis didepannya yang sudah basah kuyub karena ulahnya.


"Ck, berani sekali anda membully orang! Apa anda pikir anda orang yang paling hebat?" Ucap tenang Alana Valeria Alexandra, putri dari Agnes Charissa Alexandra dan Alvaro Marchello Anindito walaupun banyak sekali kesamaan dari Ibunya tapi sifatnya jauh beda dari Ibunya, seperti saat ini.


"Nyali kamu besar juga melawan aku!" Ucap gadis tersebut lalu memberi kode lewat matanya kepada kedua temannya untuk memegangi kedua tangan Alana langsung saja dituruti oleh kedua temannya.


Alana meronta kala tangannya dicekal dua orang disamping kiri dan kanannya.


Plakk.


Plakk.


Dua tamparan langsung diterima oleh pipi mulus Alana membuat sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah.


Seperti tadi dibilang, sifatnya sangat jauh beda sekali! Jika Ibunya memiliki sifat datar, dingin, dan jago bela diri serta Ayahnya memilik sifat tegas, dan datar namun beda lagi dengan anak gadisnya yang mempunyai sifat lemah, dan hanya mengandalkan kembarannya.


"Jangan berani-beraninya kamu melawan aku ya!" Ejek gadis tersebut lalu menjambak kuat rambut Alana membuatnya langsung mendongak menatap gadis tersebut.


Kakak. Batin Alana meringgis kesakitan, dia benci dengan dirinya sendiri! Mengapa hanya dia saja yang tidak berani? Ayah, Ibu, bahkan kembarannya sangat berani mengapa dia seperti ini? Seperti seorang pecundang! Ini sungguh tidak adil baginya!


Dugh.


Tiba-tiba sebuah bola mendarat tepat pada kepala gadis yang sedang membully tersebut membuat kedua temannya langsung melepaskan kedua tangan Alana dan menolong gadis tersebut.


"Siapa sih yang main bola sembarangan ha?" Marah gadis itu sambil mengusap pelan dahinya yang nampak memerah.


"Aku, kenapa?" Tanya Leonard Filbert dengan nada datar, putra tunggal dari keluarga terkaya nomor delapan membuat nyali ketiga gadis tersebut langsung menciut dan langsung lari terbirit-birit.


"Tenang kamu aman sekarang, ada yang sakit?" Tanya Leo lagi menghampiri Alana lalu berjongkok.

__ADS_1


"Makasih." Ucap Alana tulus dengan senyuman manisnya.


"Nih biar aku tau kalau kamu ada masalah, kamu bulan aku bintangnya. Cukup goyangkan ini sebanyak tiga kali nanti aku langsung datang!" Ucap Leo memberi satu gelangnya bersimbol bulan lalu memakaikan ke tangan Alana membuat Alana langsung memperhatikan gelang yang bertengger manis dipergelangan tangan mungilnya itu.


"Tangan mu kecil yah? Jadi nggak pas deh." Sambung Leo memperhatikan gelang Alana yang sangat kebesaran ditangan gadis kecil itu, membuat Alana langsung tertawa mendengarkannya.


"Gitu dong ketawa, sini aku antar ke uks." Tawar Leo lalu berdiri dan memberikan sebelah tangannya.


Bugh.


Tiba-tiba Leo jatuh tersungkur ke tanah karena mendapatkan satu tendangan dari seorang laki-laki yang wajahnya hampir mirip dengan Alana, dia Alan Vegar Anindhito.


"Kamu apakan kembaran ku ha?" Tanya Alan dengan nada datar dan dingin lalu menarik paksa kerah baju Leo dan menatapnya tajam.


"Kak Alan dia yang selamatin aku, sudah-sudah ayo kita pulang nanti Mommy marah." Lerai Alana lalu menarik paksa pergelangan tangan kembarannya itu untuk ia ajak pulang.


"Bye, semoga kita bisa bertemu lagi." Pamit Alana sambil melambaikan tangannya sekilas membuat Alan langsung kebinggungan.


Ada apa dengan kembarannya ini?


Cantik. Batin Leo tersenyum senang menatap kepergian Alana, memang sejak awal dia suka dengan Alana tapi ia sadar bahwa dia masih kecil jadi dia bersumpah bakalan menikahi Alana jika dia sudah dewasa nanti.


Siapa namanya? Batin Leo, ia lupa untuk menanyakan namanya. Sudahlah besok mungkin bisa? Mungkin saja?


Tanpa diketahui oleh Leo itu pertemuan pertama dan terakhir Leo sebab gadis mungil itu akan pindah ke sekolah lainnya.


------------LIKE-------------


"Tidak! Aku tidak apa-apa, yuk masuk." Setelah menggumpulkan keberaniannya, akhirnya Alana masuk juga walaupun agak bersembunyi dibalik punggung kembarannya.


"Di bully lagi?" Tanya Agnes ke putrinya tersebut bahkan dengan nada datar setelah melihat Alan yang menggandeng tangan Alana sedangkan Alana sedari tadi menunduk.


"Mom jangan salahkan Alana, Alan yang gak becus jaga Alana." Mohon Alan dengan puppy eyesnya membuatnya tampak lucu tapi tidak bagi Agnes, sebenarnya sih lucu tapi ia tahan.


"Alan masuk kamar, Alana kamu disini." Perintah Agnes mutlak membuat Alan langsung masuk ke kamarnya tapi ia sekilas menatap kasihan kembarannya tersebut karena Mommynya tersebut kalau marah sadis.


"Sampai kapan kamu begini terus?" Ucap Agnes datar sebenarnya Agnes amat sayang dengan putrinya tersebut bahkan Agnes rela meninggalkan pekerjaannya dikantor hanya untuk melihat putrinya itu.


Sudah berkali-kali Agnes melindungi putrinya tersebut dengan cara membatalkan orang yang bekerja sama dengan perusahaannya maupun perusahaan Alvaro jika yang berkerja sama adalah yang pernah menyakiti putrinya, bahkan Agnes tak segan-segan membuat keluarga mereka hancur berantakan tapi semua itu sia-sia karena putrinya itu masih dengan sosok lemahnya membuat Agnes dengan terpaksa membiarkan putrinya itu.


"Mom...." Lirih Alana dengan air mata yang sedari tadi terus berjatuhan.


"Akan kepala mu dan ikut Mommy, akan Mommy ajarkan bagaimana menjadi sosok kuat yang disegani banyak orang." Ucap Agnes lalu pergi diikuti Alana dibelakangnya, gadis mungil itu masih saja nampak ketakutan.


《《《《《《KOMEN》》》》》》


Dimarkas Black Diamond Girl.


"Mom ini tempat apa?" Sedari tadi Alana bertanya ke Ibunya tersebut tapi tidak dihiraukan Agnes, Agnes malah berjalan lurus ke depan lalu membuka ruangan bertuliskan Leader, Tempat dimana ruangan khususnya dulu berada.

__ADS_1


"Wuihh, ada alasan apa mantan Leader Black Diamond Girl berkunjung kemari?" Tanya Ansel tersirat nada bercanda didalamnya namun tidak digubris oleh Agnes sama sekali, wanita itu langsung berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putrinya tersebut.


"Mau jadi sosok wanita yang berani Girl?" Tanya Agnes ke putrinya tersebut.


"Ya Mom!"


"Mau membalaskan dendam mu kepada orang-orang yang telah membully mu girl?"


"Iya Mom!" Jawab Alana dengan tekadnya yang membara, cukup sudah ia tak suka menjadi lemah.


"Mau membalaskan dendam Mommy mu girl?" Tanya lagi Agnes membuat Alana langsung membulatkan matanya, membalaskan dendam? Berarti Mommynya pernah disakiti seperti dirinya?


"Ya Mom!" Mendengar bahwa ada yang menyakiti Mommy kesayangannya membuat tekad Alana semakin bulat.


Apapun itu Alana akan melakukannya demi menjadi gadis tangguh seperti Mommynya.


"Good Girl, welcome to dark world." Ucap Agnes menatap Ansel seakan tau kode yang diberikan Agnes, Ansel langsung bergegas pergi.


Alana tak mengetahui betul apa maksud ucapan Mommynya itu, dirinya hanya menjawab 'Iya' saja karena tergiur akan menjadi gadis tangguh.


Sekitar satu menit, Ansel datang membawa juba khusus Leader Black Diamond Girl serta kalung berbentuk bulat tapi di tengah-tengahnya berlambang diamond dan berwarna galaxsy, sekitaran kalungnya berwarna hitam.


Agnes langsung memasangkan kalung tersebut ke leher Alana membuat Alana langsung menggangga tak percaya.


Ha? Ini mimpi kah? Mommynya tadi bilang apa? Leader yang artinya ketua dan kalau tidak salah ingat Black Diamond Girl itu kan Mafia terkenal dan terkejam nomor satu jadi dia ketua dari Mafia terkejam nomor satu? Sungguh Alana dibuat kagum kali ini dengan Mommynya, berarti dulu Mommynya pernah jadi Leader Black Diamond Girl? Lantas mengapa tiba-tiba mengundurkan diri? Padahal jabatan itu sangat pantas untuk Mommynya itu.


"Jika ada yang menindasmu..... Tindas balik! Jangan pernah diam dan menangis, diam dan menangis hanya untuk kaum yang lemah! Mengerti?" Tanya Agnes ke putrinya tersebut membuat Alana merasa diberi kekuatan lebih oleh Ibunya untuk bangkit kembali, kini tidak ada lagi Alana yang lemah sekarang hanya ada Alana yang kuat.


"Mommy akan memindahkan sekolah mu dan memperkenalkan Leader baru ke semua anggota Black Diamond Girl, satu hal lagi jika usia mu 16 tahun Mommy akan menyerahkan perusahan Mommy kepada mu. Kelola lah dengan baik Nak! Mommy percaya pada mu dan lagi Mommy akan menceritakan semua kisah Mommy mu yang amat bandel ini." Sekali lagi Alana dibuat benar-benar kaget oleh Mommynya, untuk sekarang Alana janji akan membuka lembaran baru dan mengubur hidup-hidup sosok lemahnya.


"Termakasih Mom, Alana janji setelah ini tidak akan ada yang berani tindas Alana!" Janji Alana benar-benar yakin.


"Good Girl bersiaplah pulang, Daddy sebentar lagi akan pulang. Tutupi kalung mu! Rahasiakan semua ini dari Daddy! Jangan sampai Daddy tau." Ucap Agnes lalu pergi sedangkan Alana buru-buru menutupi kalungnya dan belari menuju Mommynya.


Maaf aku tidak bisa bersama mu lagi boy, tapi suatu saat nanti aku akan mencari mu. Batin Alana menatap sayang gelang bersimbol bulan tersebut, my heronya.


Hmm, janji anak kecil yah? Batin Agnes menatap sekilas putrinya yang sedari tadi tersenyum sambil memperhatikan gelang tersebut.


"N*irr gak ada kata pamit gitu? Leader baru yah." Gumam Ansel lalu pergi untuk pulang karena pasti anaknya mencarinya belum lagi ocehan dari istrinya itu.


Ya, Ansel memang menikah dengan Agata pastinya dan dikaruniai satu anak laki-laki, sosok yang benar-benar bikin kesal memang benar yah kata pepata jangan benci nanti cinta loh!


Habis ini mau jadi mantan Mafia ah, biarin anak gue aja yang urus. Batin Ansel.


TAMAT~


NANTI DI LANJUT S2NYA ANAK-ANAKNYA YANG MAEN IBU-IBU SAMA BAPAK-BAPAKNYA UDAH PENSIUN😆 DITUNGGU AJA YAH, KARENA AUTHOR BELUM ADA IDE😆


LIKE, KOMEN, KASIH RANTING DAN TAMBAH KAN FAVORIT WALAUPUN UDAH END JANGAN LUPA👈😢😉

__ADS_1


BABAY READERS~😙


__ADS_2