
HAPPY READING💛
.
.
.
..."Ada saatnya kita harus bertindak, dan ada saatnya kita diam lalu tinggal menunggu hasilnya saja."...
...Agni Clarinta Alexandra....
.
.
Beberapa bulan berlalu.
Kini Agnes beserta teman-temannya sudah kelas 12 SMA yang sebentar lagi akan melewati ujian kelulusan tentu saja tanpa meninggalkan kenakalan-kenakalan yang dibuat Agnes. Membuat Anis selaku Guru BK sudah angkat tangan dengan masalah Agnes, dan menyerahkan semua masalah Agnes ke Alvaro jadilah Alvaro sekarang yang mengawasi Agnes secara pribadi.
"Lusa depan kita akan melakukan ujian kelulusan, diharap jangan ada yang bermain handphone atau lebih memilih pacaran dari pada belajar! Ingat kalian sudah SMA mau kuliah jangan buat ujian kelulusan hanya masalah sepeleh, kalian mengerti!" Tegas Lilik selaku wali kelas XII IPA 1 yang langsung membuat kelas tersebut mendadak ricuh.
"Ujian lagi."
"Males gue kelas 12 enakan kelas 11."
"Tidakkkkkk!"
"Gue belum peringkat satu dalam game cacing huweeee."
"Belajar terosssss."
"Mamaaaaaa mau pulang."
"Masa gue harus putus sama pacar gue, gak mau udah satu tahun berjalan huweeeee."
"Gue mau nikah aja rasanya."
Begitulah celotehan-celotehan alay anak kelas 12 IPA 1 tentang ujian kelulusan yang sebentar lagi diadakan, membuat Lilik langsung marah karena kelas tersebut terlalu berisik layaknya pasar bahkan pasar pun sampai kalah.
Brakkk.
Lilik langsung mengebrak meja didepannya hingga membuat siswa-siswa yang berada dikelas tersebut yang awalnya ricuh kini mulai hening, kemarahan wali kelasnya sungguh memang hebat!
Tatapan tak bersahabat Lilik layangkan ke arah anak muridnya satu persatu hingga semua menelan susah payah salivanya masing-masing "Ini kelas atau pasar sih? Berisik banget! Mengerti tidak apa yang saya bilang tadi?" Tanya Lilik disertai dengan emosinya, membuat kelas tersebut langsung bersuara 'Mengerti' secara bersamaan.
Para anak murid menunduk ketakutan sementara Lilik mengedarkan pandangannya ke segalah tempat lalu kemudian wanita paru baya itu mengeram marah kala pandangannya menangkap sosok gadis yang tengah tertidur pulas.
"Agnes!" Geram Lilik karena sedari tadi gadis pembuat onar tersebut tertidur, tidak mendengarkan sama sekali apa yang dibicarakan sang wali kelasnya yang sedari tadi mengoceh panjang kali lebar kali tinggi?
Agnes terbangun dari alam mimpinya karena suara Lilik yang cetar membahana "Apa?" Dengan santainya Agnes mengucapkan kata tersebut sambil mengusap-usap matanya pelan membuat Lilik semakin kesal dibuatnya, memang jika bad girl tetaplah bad girl.
"Coba bilang apa yang saya sampaikan tadi!"
"Entah."
"Awas saja kamu kalau ujian kelulusan nanti nilai kamu rendah!" Ucap Lilik menatap tajam Agnes, Namun bukannya takut Agnes malah bersikap biasa saja.
"Oh." Ucap Agnes datar bersiap ingin tidur kembali tapi sayangnya niatnya terurungkan karena sebuah tangan kekar milik ketua osis AIHS sudah menghalanginya didepan, dan sedari tadi menatapnya tajam.
__ADS_1
Alvaro, lelaki yang sedari tadi mencoba membangunkan Agnes tapi malah gadis biang onar itu tak bangun-bangun hingga suara wali kelasnya lah yang dapat membangunkan gadis kebo itu.
"Dengerin, jangan tidur." Ucap sang ketua osis datar lalu tanpa aba-aba menarik pergelangan tangan Agnes menuju lapangan sepak bola tapi sebelum itu Alvaro ijin ke Lilik, dan dibalas anggukan oleh Lilik.
"Sekarang lo lari 10 kali cepat!" Perintah Alvaro mutlak agar gadis didepannya ini tidak tertidur lagi selama proses pembelajaran, Agnes kini sudah jadi tanggung jawabnya! Maksudnya tanggung jawab dalam sekolah.
"Gak." Jawab Agnes menatap datar sang ketua osis tersebut sambil melipat kedua tangannya didepan dada, malas sekali panas-panas belari lapangan seluas ini mending dia tidur saja.
"Lari!"
"Gak."
"Lari!"
"Gak."
"Lari!" Cukup sudah kesabaran Alvaro sudah habis gara-gara gadis pembuat onar didepannya ini, Alvaro langsung menarik paksa pergelangan tangan Agnes tapi langsung dihempaskan oleh Agnes begitu saja.
"Lo nyuruh gue lari? Oke, ayo kita lari sekarang." Ucap Agnes datar, dan langsung lari menuju parkiran membuat Alvaro hanya bisa menatap tajam plat mobil hitam pekat milik Agnes yang baru saja melewatinya dengan kecepatan penuh.
Sial! Batin Alvaro lagi-lagi dia kalah melawan Agnes, dan membiarkan begitu saja Agnes pergi bukan pergi sih tapi bolos. Dasar gadis keras kepala yang pernah ia temui.
Sementara ditempat lain, yaitu disuatu tempat yang minim akan cahaya terdapat dua orang berbeda gender. Satu perempuan yang tengah kesal setengah mati, dan satu lagi laki-laki yang tengah tersenyum penuh rencana diotak liciknya itu.
"Selalu gue yang kalah dari dia! Gue juga gak bisa balas dendam atas kematian Mommy gue!" Kesal gadis itu menatap tajam ke arah depan sambil mengepalkan tangannya kuat seakan itu semua dapat mengurangi emosinya, namun bukannya malah mengurangi yang ada malah telapak tangannya berdarah karena kuku-kuku tajamnya yang tak pernah ia potong sama sekali.
"Tenang girl, gue ada satu rencana." Ucap laki-laki tersebut dengan senyum simriknya sambil memberi pistol yang sedari tadi ia mainkan ke gadis disampingnya ini.
"Maksud lo apaan?" Tanya gadis itu menatap penuh kebinggungan pistol yang sudah berada tepat ditangan mungilnya itu, baru kali ini ia memegang senjata api berbahaya itu.
Tangan gadis itu bergetar ketakutan, dirinya takut jika sewaktu-waktu dia tak sengaja menekan pistol itu gimana? Apa yang akan terjadi nantinya? Sungguh ini sangat mengerikan.
"Mending lo bawa aja deh gue gak bisa pegang ginian."
"Nah, maka dari itu lo harus berlatih sekarang juga." Lelaki itu beranjak dari tempat duduknya lantas pergi dari sana "Caranya gampang."
"Gampang apanya? Gue megang aja udah gemeteran." Gumam gadis itu.
Gue harus segera pergi kalau tidak jejak gue bakal cepat dilacak oleh mata-mata Black Diamond Girl. Batin lelaki itu mengeram marah saat dirinya tak bisa lagi bergerak bebas seperti dahulu.
"Lo cepatlah pergi dan jangan beri tau siapa pun pertemuan kita atau gak lo mati ditangan gue."
---------------LIKE-------------
"Mana?" Tanya seorang perempuan dengan datar, dan topeng yang selalu berada diwajahnya agar identitasnya tak terbongkar. Cukup dulu saja identitasnya terbongkar sekarang jangan! Untung saja Alvaro yang melihatnya jika tidak! Bisa-bisa keluarganya terancam.
"Ini Miss." Jawab anak buah gadis tersebut dengan sopan sambil menyerahkan flashdisk ke gadis itu membuat gadis tersebut langsung tersenyum simrik, senyuman itu dapat membuat siapa saja bergidik ngeri jika melihatnya begitu juga dengan anak buah gadis itu yang kini tengah menunduk ketakutan.
Tinggal tunggu tanggal mainnya Daddy ku. Batin gadis tersebut sambil memainkan flashdisk ditangannya lalu pergi menuju ruangannya untuk merakit beberapa senjata berbahaya tuk persiapan jika suatu waktu markasnya terancam atau untuk dijual.
Selang beberapa lama Ansel datang.
"Bagaimana?"
"Gue gak tau dia sembunyi dimana tapi yang jelas lo harus hati-hati."
"Padahal udah beberapa bulan tapi lo belum dapet informasi tentang dia." Datar Agnes sembari memainkan pisau barunya.
"Nes, gue udah nge-hack seluruh cctv tapi gak ada gelagat dari si Berly itu. Lo kan tau selama ini gue gak pernah keluar dari ruangan gue, lihat nih mata gue sampai jadi mata panda gini." Oceh Ansel mendengkus tertahan.
__ADS_1
Brak.
Wushhh.
Baik Ansel maupun anak buah Agnes yang tak sengaja membuka pintu tersebut tersentak kaget, dengan keringat yang membanjiri anak buah Agnes menunduk ketakutan.
Ini salahnya memang karena dengan sembrono membuka pintu ruangan Leadernya yang tengah asik berbincang dengan wakil ketua.
Disana terlihat pisau yang menancap sempurna disamping pintu itu bahkan nyaris saja mengenai pria tersebut kalau saja pria itu tak memiringkan kepalanya, memang refleks seorang ketua tidak diragukan.
"Ma maafkan sa saya, Miss." Ucap pria itu dengan tangan yang gemetar.
Ansel melirik kearah Agnes yang nampak diam saja, "Sudahlah, ada apa? bicaralah."
Pria itu meneguk kasar salivanya, "Sa saya menemukan jejak Leader DrakDevil."
"Ba bagaimana bisa?" Teriak Ansel kaget.
"Lo yang gak becus." Sahut Agnes menatap Ansel, "Bagus, nanti gue transfer."
"Makasih, Miss!" Girang anak buah Agnes lalu menyerahkan sebuah flashdisk kepada Ansel setelah itu ia kembali pergi menjalankan tugasnya.
"Selama ini gue bergadang sia-sia dong." Lirih Ansel menatap penuh permusuhan ke arah flashdisk tersebut. Gara-gara benda ini ia jadi dimarahin oleh Adiknya!
"Cepet." Sentak Agnes membuat Ansel buru-buru menancapkan benda itu ke laptopnya.
Lelaki itu menghabiskan beberapa detik untuk mengamati isi laptop nya setelah itu ia kembali menatap Agnes yang masih setia menatapnya datar.
"Jadi malu gue ditatap gitu." Ucap Ansel pura-pura salting yang membuat Agnes berdecih.
"Oke, menurut laporan ini. Sepertinya Berly sudah tidak mempunyai markas dan bisa dikatakan jika DrakDevil telah hancur sepenuhnya karena kita tentunya." Ansel menarik nafasnya dahulu, "Kemungkinan dia hidup berpindah tempat dan tempat yang akan ia tuju adalah kawasan markas Scorpio."
"Licik." Sahut Agnes.
"Yeah, jika kita kesana pasti akan terjadi perang. Lo tau kan mafia itu banyak pendukungnya?" Agnes nampak ingin menyahut namun langsung dipotong Ansel.
"Gue tau lo hebat begitu juga Black Diamond Girl, tapi sekarang coba lo pikir. Lo gak akan mampu membasmi mungkin lima mafia yang mendukung mafia scorpio." Agnes terdiam, "Untuk sekarang kita mengalah, biarkan Berly pergi nanti jika ada waktunya kita bakal balas dendam okay?"
Agnes menahan amarahnya yang nampak meluap-luap, Berly berani menyentuh miliknya! sedangkan ia sudah menerapkan prinsip 'siapapun yang berani menyentuh miliknya akan mati ditangannya.'
Tetapi Berly malah? itu sama saja menganggap remeh Agnes.
Namun untuk sekarang sepertinya dirinya harus bersabar. Yeah, walaupun rasa ingin membunuhnya lebih besar.
Awas saja jika Berly bertemu dirinya!
"Perintahkan seluruh anggota jika melihat Berly segera habis, jika ada yang bisa membunuhnya akan aku berikan apa yang dia mau." Dingin Agnes yang langsung dipatuhi Ansel.
Ansel tau mood adiknya sedang tidak baik jadi ia memilih menurut dan bungkam saja dari pada kena imbasnya?
Kasihan gue sama Berly, nyawanya gak lama lagi. Batin Ansel prihatin.
BERSAMBUNG~
DETIK-DETIK AND😉
JANGAN LUPA LIKE👍 KOMEN💬👇 KASIH RANTING🌟 AND TAMBAHKAN FAVORIT 💟 JIKA SUKA SAMA NOVEL INI 😄
SEE YOU NEXT CHAPTER😁
__ADS_1
BABAY~