
...Part 102...
"Keluar!!!"
Walau kedua pria itu bertanya dan meminta dipanggil kan bosnya namun tidak ada yang berani memanggil nama bosnya.
Akhirnya kedua pria itu pergi dan keluar dari tokoh karena banyak orang yang menyuruhnya pergi dengan alasan mereka membuat sebuah keributan.
PERGI!!!
PERGI DARI SINI!!!
PERGI!!!
Akhirnya kedua pria itu pergi.
Disaat kedua pria itu pergi toko ini kembali seperti semula dan ada seorang wanita yang cantik dan juga menawar masuk ke dalam toko itu namun ia terlihat sangat tomboy,terlihat dari cara pakaian dan juga topi yang seperti pelukis yang ia pakai.
__ADS_1
"Pelayan saya pesan minuman dan juga beberapa makanan yang ada di menu ini"ucap wanita itu sambil mengangkat tangan dan menunjukkan kepada pelayan yang di mana yang ia maksud adalah katarina
"Oh iya Mbak pesanan akan saya catat dan akan segera datang dalam beberapa menit tunggu sebentar ya"jawab katarina dengan lembut berbicara kepada wanita itu.
Kemudian wanita itu mulai mengotak-atik sebuah HP.
"Duh...di mana ya Ko aku hampir lupa jalannya"ucap sang wanita pada dirinya sendiri.
Ketika sedang asyik mengutak-atik HP untuk mencari alamat,katarina datang dengan sebuah pesanan yang dibawanya untuk wanita itu.
"ini Mbak pesanannya sudah siap"menyuguhkan dengan penuh keramahan pada wanita itu.
"Oh iya terima kasih Mbak tolong simpan saja di sini"
"Eh itu kan alamatnya......."kata catarina.
"Eh mbak tau?kalau tau di mana ya karena saya mau ke sana tapi saya tidak tau arahnya"
"Ouh tahu-tahu kok"
__ADS_1
"Bisa kasih tau mbak?"
"Bisa kok,ini jalannya kamu ke sini aja dan balalalalal......."selesai menjelaskan Wanita itu berterima pada Catarina.
"Ngapain Mbak datang ke sana kalau setahu saya di sana tempat mafia ternama"kata catarina.
"Oh iya itu saya sebenarnya sedang mencari seseorang"Balas Wanita itu yang di mana sebenarnya dia adalah merlinda yang ingin mencari keberadaan semy temannya dahulu.
"Baiklah Semoga berhasil,saya pamit dulu masih banyak pesanan yang datang"
Melinda yang baru saja datang tidak mengetahui bahwa yang barusan melayaninya adalah katarina dan lainnya, yang memiliki toko ini adalah semy temannya dari kecil.
Merlinda segera makan yang ada di meja dengan penuh gairah karena ia sudah beberapa kali melakukan perjalanan menuju kota itu.
Di Dapur....
"Eh semy kira-kira gimana ya sistem yang dilakukan oleh Johan kakak aku itu apa ,ia akan menyusahkan para warga?"tanya katarina yang basa basi ingin berbicara dengan semy dan juga penasaran dengan sistemnya Johan.
"Sudahlah jangan membahas hal itu aku sangat tidak peduli dan aku lagi sibuk dengan pekerjaanku, yang harus aku lakukan adalah bekerja keras dan membuat usaha aku lebih maju lagi dibanding memikirkan sesuatu yang tidak penting bagiku"Semy menjawabnya dengan keadaan yang sibuk, ia tak melihat pada katarina, apalagi di kota itu memiliki kenangan yang buruk.
__ADS_1
"Baiklah Aku hanya bertanya saja kepadamu"
Semy sebenarnya tak ingin berhubungan dengan mafia atau dengan anggota mafia ia akan mengingat tentang nama Edward ayahnya yang mengangkat dirinya sebagai anak pungut.