Mafia The Real

Mafia The Real
Sekolah Gratis


__ADS_3


...Part 78...


Keributan dan kekacauan hampir terjadi ketika pak satpam yang kekeh tidak ingin membukakan gerbang pintu depan pada semy. Namun kini kepala sekolah datang dan memperbolehkan semy untuk berbicara padanya.


Semi diajak oleh kepala sekolah untuk masuk ke ruang kantor dan membicarakan apa yang diinginkan kan oleh semy, sedangkan zella menunggu di luar dan duduk di depan mobilnya ia menjaga mobil takut terjadi apa-apa oleh pak satpam tadi.


Di ruang kepala sekolah semy duduk dengan rapi dan juga santai.


"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku apakah itu penting? sehingga kamu meloncat melewati batas sekolah"tanya kepala sekolah yang sok membereskan buku-buku yang ada di mejanya.


"Kedatangan saya ke sini adalah ingin membuka sekolah secara gratis bagi


anak-anak dan mereka bisa belajar dengan bebas"itulah yang ingin dikatakan oleh semy kepada kepala sekolah.


"Hahaha pada zaman ini mana ada yang gratis sekolah tidak ada yang gratis dan kami harus mendapat bayaran dari mengejar kami"kata kepala sekolah tertawa atas apa yang dibicarakan oleh Semy barusan.


"Tapi saya ingin anak-anak sekolah itulah yang saya inginkan apapun yang kepala sekolah mau akan saya beri untuk fasilitas sekolah ini tapi bukan untuk fasilitas kepala sekolah dirumah bukan untuk kepentingan kepala sekolah"


"Hahaha berani juga kamu ya apa kamu ini orang kaya sehingga mau memfasilitasi mereka untuk sekolah gratis di sini belum lagi buku, baju, balpoin, tas, sepatu,"ucap kepala sekolah yang tak percaya akan omongan Samy barusan karena tidak ada orang yang peduli dengan dunia pendidikan anak-anak pada zaman ini di kota Cell.

__ADS_1


Namun semy dengan teguh dan Gigih atas pendiriannya ia tetap berkata bahwa dirinya akan membuat sekolah gratis disini dan akan memfasilitasi nya,untuk pakaian maka mereka tidak perlu memakai seragam atau tidak perlu memakai sepatu jika mereka memang sekolah maka datanglah dan buku akan disediakan di sekolah.


Lalu pak kepala sekolah mulai berpikir-pikir lagi ia memang orang yang sangat serakah dan juga tamak akan keuangan, awalnya pak kepala sekolah menolak tujuan dari semy,karena ini sekolah bukan milik kepala sekolah.


Karena bukan milik kepala sekolah ini semy berani dan menginginkan untuk membuat sekolah gratis di sini dan dia akan memfasilitasi nya, dan semy hanya meminta kepala sekolah untuk berbicara kepada atasan agar memperbolehkan anak-anak sekolah di sini.


"Oke baiklah jika itu memang niat mu dan tekadmu untuk membuat sekolah gratis di sini saya akan membantumu namun saya tidak akan pernah mengeluarkan sepeser pun untuk membiayai anak-anak miskin di sana untuk bersekolah di sini oke"kata kepala sekolah dengan begitu tamak dan juga begitu pelit terlihat dari sebuah percakapannya


"Baiklah saya akan memberikan beberapa dana untuk sekolah ini namun jika sekolah ini belum membuka sekolah gratis dan tidak ada anak-anak yang ingin sekolah di sini maka saya akan meminta dana itu kembali lagi ,ada satu hal lagi, karena pak kepala sekolah udah membantu saya dalam membuat sekolah gratis disini saya akan memberikan beberapa uang yang saya miliki untuk kepala sekolah sebagai anggapan ini adalah tanda terima kasih"ucap semi panjang lebar pada kepala sekolah di hadapannya ini dengan memiliki ciri-ciri rambut hitam dan kumis yang lumayan tipis.


Tentu hadiah dari semy ini tidak pernah ditolak oleh kepala sekolah apalagi yang berhubungan dengan uang, semi mulai pamit kepada kepala sekolah dan meminta memberitahu kepada guru-guru lainnya untuk lebih giat lagi mengajar anak-anak agar masa depan mereka cerah dan kota ini menjadi kota yang sangat maju.


Semy pun keluar ia membuka pintu dan menutupnya lagi dengan rapat, ia berjalan dan melewati lorong-lorong sekolah di mana anak-anak ini memperhatikan semy dari tadi,di mana mereka sangat mengagumi ketampanan semy , semy mulai teringat masa lalunya di mana ia masih sekolah dia juga mengingat tentang masa percintaan yang pahit bersama fiola di sekolah.


Lalu setelah mendengar jawaban dari semy kalau dirinya bukanlah guru anak-anak mulai kecewa.


Apalagi gadis-gadis yang mulai kesal karena semy bukanlah gurunya. kemudian semy berjalan bertemu dengan seorang guru wanita di mana ia sedang mengajar di sebuah kelas.


Semy tak sengaja mulai memperhatikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru wanita ini.


Lama-lama Semy merasa ini tidaklah sesuai yang ada di sekolah kota ini,memang ketinggalan zaman sekali,sudah ketinggalan zaman gurunya lagi tidak mau mengajarkan anak-anak dengan giat dan penuh semangat.

__ADS_1


Semy membuka pintu kelas dan masuk secara perlahan ia meminta izin dan mengetuk pintu terlebih dahulu agar guru yang ada di dalam tidak marah pada semy.


"Permisi bolehkah saya masuk ke dalam"tanya semi sambil membuka gagang pintu kelas.


"Boleh pak!"jawab anak-anak yang ada di dalam kelas serentak.


sang guru wanita pun kaget dan berdiri melihat kedatangan semi.


"Kamu siapa berani-beraninya kamu masuk ke dalam kelas saya di saat pembelajaran"tanya guru wanita itu pada semi dengan marah.


"Maaf bukannya saya mengganggu saya ingin berrtanya apakah anda sedang mengajar anak-anak ini?"tanya semy.


"Ya saya sedang mengajar nya apa yang anda lakukan di sini?"tanya guru wanita itu lagi.


"Maaf bukannya saya ingin mengkritik Anda namun apakah pantas jika anda sibuk bermain HP sedangkan anak-anaknya dibiarkan begitu saja oleh anda, ada yang bermain hp kok,ada yang makan, ada yang membaca buku itu tidak papa dan ada yang ngerumpi juga di sini"kata semy pada guru itu menejlasknnya .


"Itu adalah hak saya dan kamu tidak tidak perlu ikut campur apa yang saya lakukan saya ingin kamu pergi dari sini sekarang juga! "pinta guru ini pada semy atau dalam arti singkatnya ia mengusir semy agar keluar dari dalam kelasnya.


"Maaf bukannya saya mengganggu namun jika guru seperti ini maka mereka tidak akan pernah semangat belajar dan mereka juga tidak akan meraih masa depan yang cerah"semy membalas tanpa emosi.


"Itu adalah urusan mereka dan itu bukan urusanku yang aku lakukan hanyalah mengajar mereka dan mendapat upah dan kamu tidak perlu ikut campur cepat keluar sekarang juga!"usir sang guru wanita dengan kasar.

__ADS_1


"Oke baiklah saya akan pergi namun saya akan berbicara kepada kepala sekolah untuk mencarikan guru yang serius dalam mengajar jika tidak maka mereka harus dipecat"


"Cepat pergi atau saya akan tambah berteriak lagi!"kesal Sang guru wanita pada semy yang semakin emosi.


__ADS_2