Mafia The Real

Mafia The Real
Semy Tersesaat


__ADS_3

'



...Part 11...


Ketika semy sedang menjual sebuah koran ia kehilangan Merlinda yang ada di belakangnya.


Merlinda !!!!


Merlinda !!!!


Semy terus meneriaki kata merlinda,lalu smey tak sengaja melihat merlinda yang berada di dalam bis,bis itu akan maju semy segera berlari dan menuju bis itu dan naik.


Ketika sudah naik bis sudah maju kencang dan Semy memanggil nama merlinda Di bis pada gadis kecil yang nyatanya bukan merlinda.Semy terdiam jika ini bukan merlinda maka merlinda yang asli mana.


Semy berbalik arah dan menuju ke belakang,di sana ia melihat merlinda yang sedang berjualan di pinggir,semy kaget dan ingin turun menemui merlinda.Namun ketika hendak ingin turun tiba-tiba ia di tarik oleh seorang bapak-bapak untuk duduk.


"Pakk..eh pak saya mau turun saya gak mau di sini teman saya ada di sana pak"kata semy pada pak tua itu.


Namun pak tua itu malah mengangkat satu jari mengenai bibirnya dam mengisyaratkan untuk diam.


"Ada apa pak?aku mau berhenti"kata Semy.


"Nak jangan membuat masalah di sini sebaiknya kamu diam saja dan menunggu sampai karena di depan ada anggota mafia,jika saja mereka terganggu maka kamu bisa di hajar olehnya"kata sang bapak tua itu.


Semy berdiri dan melihat ke depan ternyata bener di depan ada anggota mafia yang terdiri 4 orang.Semy pun turun lagi dan duduk,kini ia pasrah namun juga khawatir tentang merlinda.


Di sisi lain merlinda yang habis jualan mencaru semy,hingga menelusuri jalan raya yang ia lalui,namun sama sekali semy tak ada.Akhrinya merlinda kembali ke toko dan menanyai apakah semy sudah balik?namun pemilik toko menjawab semy belum pulang.Kini mereka sama-sama cemas.


Setelah beberapa lama semy ketiduran dan ia di bangunkan oleh pak tua karena sudah sampai.Ketika hendak membayar ia bingung karena ia hanya memiliki uang receh,dan pemilik bis ini sangat ganas di liat dari wajahnya.Namun pak tua segera membayarkan pada sopir itu.Kini semy selamat dalam bahaya,ketika pak tua mengajak pulang semy tak bisa ikut karena ia harus kembali menuju di mana ia naik tadi.


Pak tua memberikan selembar kertas untuk nanti pulang,dan berdoa padanya.Namun ketika hendak naik bis ke tempat di mana ia berada bis ini sudah pergi dua menit lalu.Jika di tunggu mungkin bisa besok atau malam nanti.Tetapi semy tak ingin menunggu lama dan ia menutuskan jalan saja ke tempat tadi.

__ADS_1


Dan jalan pun ia tak tau arah,dan ia harus menelusuri jalan raya.Bahkan ketika bertanya pada orang lain Mereka tak menjawab hanya pergi dan menganggap semy tak penting.Memang dunia ini sangat kejam baginya.


Dengan perasaan putus asa semy terus saja berjalan dengan koran yang ia bawa.


"Sungguh malang sekali nasibku"kata semy.


Di sisi lain edward sudah sampai di kediaman Hendrik dan membawa beberapa pasukan.


"Hendrik !!!!!!!Hendrik !!!!!"teriak Edward di depan mobilnya.


Ketika di aula hendrik,hendrik muncul dari depan gerbang dengan santai.


"Ada apa Tuan Edward?"tanya Hendrik.


"Kau !!!!! kau yang telah menculik anakku!!!!berani sekali kau !!!!mau menantangku !!!!"teriak edward.


"Siapa yang menculik anakmu?aku?"tanya hendrik.


"Dari mana anakmu tau kalau aku adalah penculiknya sedangkan aku sibuk di Pekerjaan ku ini"kata hendrik.


"Anakku tidak pernah berbohong !!!! Ayo hajar mereka !!!!!!"Teriak edward pada pasukannya.


"Wooww...wowww...jangan sembarang dulu belum tentu aku menculik anakmu,mending kita damai dan bicarakan baik-baik biar semua aman"kata hendrik.


Sang wakil pertama edward juga mengusulkan pada edward untuk menghentikan perang ini karena jelas saja hendrik santai dan ia tak membawa pasukan yang banyak.


Edward diam dan berpikir sejenak dan semua ini masuk akal juga,jika ia memang menculik anaknya maka ia akan membawa pasukan karena ia tau aku akan melawannya.


Ketika edward maju selangkah dan ingin membuat sebuah perjanjian,tiba saja satu tembakan terpeleset yang hampir ingin mengenai tubuh edward.Edward lihat ke atas dan ia kaget banyak pasukan yang sedang bersembunyi.


"Sialan dasar bodoh !!"Ucap hendrik dalam hati pada anak buahnya.


"Kau...!!!!kau bilang gak menculik anakku!!! dan ingin berdamai!!! mengapa ada senjata!!!!"kata edward kaget.

__ADS_1


"I..itu..."


"Serang!!!!!!!!!! habisi mereka !!!!"Teriak Edwars.


Kini mereka mulai saling menembak dan berkelahi,hendrik yang yang sudah membuat rencana kini berlari mengajak Edward ke tempat yang sepi.


Hendrik terus saja di kejar edward,hingga mereka sampai di sebuah Tempat Bekas pabrik,di mana ini dulu bekas pabrik minyak.


"Hey hendrik apa kau pengecut hingga ingin berlari terus"kata edward.


"Ya aku sengaja ke sini ingin memancingmu sendiri"kata hendrik tersenyum.


"Cuih.. hanya rencana busukmu saja,tetapi aku tak akan kalah darimu!!!"kata edward mulai merenggangkan tangan dan ototnya.


"Oke kita main adil jangan ada senjata"kata hendrik membuka baju dengan tubuh yang sispek.


"Oke"


Kini para anak buah saling bertarung dan juga kini ketua juga saling bertarung.


Ketika semy sedang berjalan ia mendengar keributan di sebuah aula yang di tutupi pagar.Dan gerbang ini di buka sehingga bisa masuk karena para pengawal juga sibuk berkalahi.Semy yang penasaran diam-diam masuk ke dalam sana.Ia kaget ketika melihat pertempuran ini,dan banyak sekali darah yan berceceran.


Semy yang penasaran maju lebih dalam lagi,dan ia tau kalau ini adalah Lambang dari mafia noza,dan yang berati Edward sedang berkelahi.Semy yang kagum pada edward mencari edward karena ingin melihat kemampuannya dalam berkelahi.Tetapi semy yang terus menyimak tidak tau Dan tidak melihat keberadaan Edward,semy segera berjalan dan terus melihat pertarungan ini secara diam-diam.


Dan di Area pertempuran edward,kini ia sesang berkelahi,semy pun berhasil menemukan mereka berdua yang sedang berkelahi dan semy diam saja mengamati mereka.Hal ini membuat semy senang dan terus mendukung Edward secara diam-diam.


Hendrik yang kecil ini tentu saja tak bisa melawan Edward yang sangat jago,sehingga ia terkena pukulan beberapa kali dan jatuh,namun hendrik terus tersenyum dan bangkit lagi.


"Cuih...hanya ini kah kemampuanmu"kata hendrik menghapus darah di bibirnya.


"Jika kau lemah maka katakan saja kau kalah dan akui kesalahanmu maka aku akan memaafkanmu"ucap Edward yang sama sekali tak lelah.


Namun dengan senyum licik berdiri lah satu pria di belakang edward sambil mengeluarkan pistol dari sakunta.

__ADS_1


__ADS_2