
...Part 62...
Catarina terdorong oleh Fiola,tubuhnya mula jatuh ke bawah dan tertangkap seseroang.Yang di mana orang yang menangkapnya adalah semy.
Huft.....
Semua orang tercengang memgetahui yang menolong catarina adalah semy.
"Hahhh...semy...."Ucap fiola menutup bibirnya yang tak menyangka.
Catarina yang sudah putus asa kembali bersemangat,ia berdiri dari tangkapan si semy.
"Kamu...semy?"tanya Catarina menyentuh pipi semy yang imut itu.
"Ish...iya ini aku,kemaren aku libur tiga hari cuman untuk nyari rumah sama pekerjaan"kata semy melepas cubitan yang di berikan oleh catarina.
"Aku gak mimpi kan?kamu nyata kan?"
"Heh ini aku catrinaaa sayang....."mencubit pipi catarina dengan keras.
"Awhhhhh...ii...iya aku percaya kok"balas catrina.
Semy memandang fiola dengan tatapan penuh tanda tanya.Ia naik ke atas dan menghampiri fiola dengan tubuhnya yang tinggi itu.
"Ko...kaa...kamu bisa ada di sini,bukannya sudaj pindah ya?"tanya fiola dengan gugup.
"Aku hanya libur sebentar saja,ini ada apa ?apa yang kamu lakukan pada catarina ku"tanya semy berdiri di hadapannya.
Lalu catrina naik ke atas tangga dengan keadaan yang masih pincang.
"Kakimu kenapa?"tanya semy pada catarina.
Lalu seorang gadis yang berada di bawah syok meihat kedatangan semy,ia langsung berlari dan bertanya pada semy.
"Aaakh....semy ada di sini! ko bisa sih bukannya kamu pergi karena catrina?bukannya kamu pergi dari sekolah ini karena kamu benci catarina yang selalu mengusikmu?"tanya Sang gadia yang di bawah tak tau apa-apa.
__ADS_1
"Tau dari mana info ini?"semy bertanya lagi.
"Itu...dari fiola"
Fiola hanya menunduk saat di tatap oleh semy.
Catrina memegang tangan semy dan minta ke kelas saja.Namun masih jadi pertanyaan bagi semy kenapa kaki catarina masih terluka.Lalu catarina meminta semy ke kelas saja dan akan menjelaskannya.Semy nurut pada Catarina dan segera masuk ke dalam kelas.Bahkan di dalam kelas mereka semua terkejut atas kedatangan dari semy.
Semy yang tidak tau apa-apa hanya bisa diam dan menuju ke mejanya yang dulu.Semy juga di kejutkan dengan Meja catarina yang di sebelahnya sudah kacau berantakan.Di mana di meja catarina ada tulisan "Pergi dengan sepidol"dan Kursinya di beri Lumpur yang kotor.
Emosi semy mulai melunjak tinggi,dengan nada yang rendah ia bertanya pada semua orang.
"Siapa yang melakukan ini?"pertanyaan yang pertama namun tak ada jawaban.
Semua terdiam dan tak berani menatap ke arah semy karena takut.Semakin tak ada yang menjawab semy semakin kesal dan dengan tegas ia bertanya lagi namun ia menepuk meja sehingga berbunyi keras.
"Siapa Yang melakukan hal ini?!!! "Sontak semua orang terkejut dengan suara yang nyaring ini.
Lalu ada pria dengan perlahan mengangkat tangannya dan menjawab.
"Fii...fiola yang melakukan hal ini"jawabanya.
"Di mana meja fiola?".
Mereka menunjuk ke arah meja yang berada di tengah yang di mana ini meja milik fiola.
Tanpa banyak bicara semy menarik kursi fiola dan juga mejanya.Setelah itu Semy menukar meja juga kursi milik catarina dengan fiola.Tanpa bersalah semy menukarkannya dengan begitu saja.Fiola merasa tak terima dan ingin mengehntikannya namun melihat dinginnya semy ia tak jadi.
"Silahkan duduk"pinta semy pada catarina.
Kini semy tau apa yang terjadi pada catarina di saat ia tidak ada.Fiola dengan langkah perlahan masuk ke dalam kelas.Dan ia melihat seisi meja dan kursinya kotor dengan lumpur,yang lainnya kini hanya melihat dan tidak ada yang menolong.Dengan terpaksa fiola mengambil sebuah tisu dan mengelapnya.Tetapi tisu tak cukup untuk membersihkan noda kotoran.yamg jorok dan bau ini.
Fiola mengambil sebuah pel lantai dan menggosoknya ke kursi dia,tetapi bukannya bersih malah semakin kacau dan berjatuhan ke lantai.Semy hanya melihat tak menggubrisnya ia melakukan seperti yang ia lakukan pada catarina.
"Akh...jijik..."kata fiola dengan lebay.
Fiola pun mengambil kain Gorden yang satunya,ia tak banyak pikir nanti dia juga bisa beliin gorden yang baru.
__ADS_1
Dengan itu fiola bisa mengelap kursinya dengan kain gorden,tetapi di bawah meja berantakan dengan lantai-lantai sehingga kotot berceceran di mana-mana tak sengaja ia yang injak.
"Aaa....kok makin kacau sih,heh gak mau bantuin apa,kemaren aku kasih duit kalian bantu aku sekarang malah enggak"teriak Fiola pada temannya.
Kini tak ada yang mau nembantu fiola dan dengan sendirinya ia berjalan ke toilet untuk mengambil sebuah pel lantai.layak seorang pembantu Fiola mengepel Lantai kelas hampir seluruhnya.Tetapi banyak yang berdatangan yang ingin bertemu semy termasuk reyzen sendiri.
Dan hal ini membuat lantai yang di pel Fiola kotor lagi,fiola merasa pusing dan cape melakukan ini,ia dengan menekuk kedua tangannya diam dan berdiri di depan kelas menunggu yang lainnya pergi.
Setelah pergi Fiola hendak mengepel lagi tetapi kini sudah jam masuk sekolah,jam pelajaran di mulai.Anak-anak keluar dan berbaris untuk mendapat sebuah pengumuman dan info sehari-hari.
Fiola tak bisa ikut berbaris ia harus mengepel lantai sekolah.
Kemudian ia selesi dan duduk di meja dengan rasa lelah.Setelah pembubaran barisan di pagi hari reyzen sang kakak kelas melihat semy,ia tersenyum bahagia dan entah apa yang di pikirkan oleh reyzen.
"Hai,semy"panggil reyzen dengan wajah berseri.
"Eh iya kak reyzen ada apa?"tanya semy berhenti di antar kelas B dan A.
"Ouh gpp,aku hanya ingin menyapanya,mengapa kamu tidak ada di sekolah saat kemaren?"tanyanya reyzen.
"Ouh itu karena alasan tertentu"
"Ouh yaudah itu aja pamit ya"
Catrina kesal pada Reyzen,dengan tatapan yang tak biasa Catarina menyipitkan mata oada reyzen di saat ia pergi.
Semy langsung menutup mata catarina dengan tangan kanannya.
"Jangan di liat kayak gini nanti kamu jadi sipit matanya"kata semy.
"Heh,gak tuh...aku dari dulu biasa aja"
"Sini aku lebarin biar segede kelapa"
"Apaan sih gak lucu tau,aneh aja sama mereka pas ada kamu aku di baikin pas gak ada aku malah di jahatin sama kayak kak reyzen duku gak mau deket sama aku"Omel catarina yang menggandeng tangan semy.
"Iya mereka gak mau sama kamu karena kamu jelek dan bawel"
__ADS_1
"Gak ada yah,sini aku pukul kamu"kata catarina ingin memukul semy Kebahagiaan Catarina kembali lagi di saat semy ada.