
...Part 49...
Edward mengajak Istrinya ke kamar dan memperkanlkan seisi ruangan yang di milikinya dan kini mereka ada di dalam kamar.
"Ini...ini adalah kamarku,dan kita akan tidur bersama di sini"ucap edward.
Cristal turun dari pangkuannya Myra,dan Myra juga edward lupa dengan crstal yang hilang entah kemana,karena mereka asik dalam berbincang.
Informasi istri Edward juga kini sudah tersebar luas,dan banyak yang mengatakan Edward memiliki cinta baru,hari baru,dan juga kesayangan yang baru.
Cristal berjalan dengan santainya di area rumah ini,kebetulan mereka pas-pasan dengan Catarina yang sehabis minum air putih.
Cristal mendekati Catrina yang minum dan menarik-narik tangannya.
"Kak....kakak..."panggil crstal.
Namun catarina tak menyukai cristal apalagi ia akan menjadi adiknya dan tinggal bersama.
"Ih apaan sih pegang-pegang"kata Catarina marah.
"Kak..kaka...."masih memanggil.
Namun catarina yang kesal menyiram air minum yang ada di gelasnya pada cristal sehingga membuat cristal basah kuyup.Catarina marah dan pergi meninggalkan Cristal,namun Cristal tiba-tiba menangis dan catrina semakin pusing.
"Udah stop berisik!!! "Teriak Catarin pada ceristal.
Justru anak kecil ini malah nangis sekecamg mungkin,catarina menghampirinya dan memegang kedua bahu Cristal dengan erat.
"Diamm!!!! Aku minta diam!!! jangan berisik!!!"Teriak Catrina dengan kesal.
Mendengar keributan di bawah Myra dan edward sadar kalau cristal tidak ada,mereka berdua bergegas ke bawah dan melihat apa yang terjadi.
"Catarina !!! Apa yang kamu lakukan pada Cristal adikmu"Teriak Edward dari atas pada Catarina.
"Apa ? adikku?tidak akan pernah sudi!"Sahut catarina di bawah.
Myra cepat-cepat turun ke bawah dan menengkan Cristal yang sedang menangis.
"Jaga anakmu,jika tidak lenyaplah dia"ucap Catarina dengan wajah yang serius.
Hal ini di lihat oleh karin dari kejauhan,karin kini sudah tau kalau ia membenci Myra dan anaknya,hal ini akan di manfaatkan oleh Karin untuk melenyapkan Myra dan juga anaknya.
Diam-diam Karin masuk ke dalam kamar Catarina,di sana catarina hanya bermain lonsel dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
"Ouh karin sungguh malang sekali nasibmu,aku tau kamu ingin menjadi anak kesayangan dan menjadi Orang yang di perhatikan oleh ayahmu,namun kini ayahmu sudah tidak pwduli lagi dan mengurus istri barunya,andai kamu mau maka kamu harus menyingkirkan dia"kata karin duduk di sebelahnya memberikan saran pada catrina.
"Aku tidak tau Bi,bagaimana cara menyingkirkan Mereka aku hanya anak yang lemah tak bisa apa-apa"kata Catrina membalas.
"Siapa bilang?kamu adalah anak yang baik,kamu juga kuat,sini bibi bisikkan sesutu agar kamu bisa menyingkirkan Myra dan anaknya"
Bisikan dari Bibi karin membuat catarina melotot dan ia sama sekali tak percaya jika ia bisa melakukan itu,namun demi menyingkirkam Myra dan anaknya ia akan melakukanya.
Pukul 9 Malam di kamar edward,catarina dengan baju tidurnya mengetuk masuk ke dalam kamar edward tanpa mengetuk pintu.
"Catarina,kenapa kamu masuk tanpa seizin dulu?"tanya Edward marah padanya.
Padahal hal ini sudah biasa bagi catarina,namun kali ini ia di marahi karena sedang bermesraan dengan istrinya.
"Ayah...aku hanya ingin meminta maaf pada myra dan anaknya,aku tau aku salah"ucap catarina berdiri di depan mereka sambil menahan rasa amarahnya.
Myra pun menjawab.
"Sudahlah tidak apa,ini juga sudah terbiasa jika orang yang mengalami hal ini,tidak apa kok"
"Tuh dengar kata ibumu,ayah juga sudah meaafkanmu,sekarang kamu tidur sudah malam"
Catarina pergi dengan rasa percaya diri dan mulai melakukan Rencananya.
"Ouh aku habis dari kamar ayah"balas catarija dengan wajah yang tak biasa.
Esok hari,catarina membuka leber senyumnya di depan myra,yang biasanya di dapur adalah karin kini hanya ada myra seorang dan pembantunya.Karin merasa amat kesal.
Mereka mulai sarapan dan Edward seperti biasa akan kerja dan rencana catarina akan di luncurkan.
"Anak-anak dan adikku tersayang juga isrti tercintaku,aku akan kerja kalian di sini jaga diri baik-baik ya jangan kelahi atau kalian jika ada masalah sama-sama di selesikan jangan saling bermusuhan"itulah yang di katakan edward.
Mereka pun mengiyakannya.
Ketika myra sedang menonton Tv dengan crsital Karin berpura-pura dan berdrama.
"Duh...Catarina bisa ke toko gak soalnya kebutuhannya sudah habis dan aku masih banyak kerjaan nih"ucap nya dengan keras gar myra mendengarnya.
"Ouh itu,aduh...maaf Bi bukannya gak mau aku juga ada tugas nih"balas Catarina dengan penuh kebohongan.
Myra yang mendengar ini langsung menghampirinya dan menawarkan dirinya untuk ke toko.
"Sini aku aja ke toko,aku bisa kok"kata Myra.
"Eh..duh..kamu kan istri baru Kaka iparku,gak enak nantinya"ucap karin
__ADS_1
"Udah gpp kok aku bisa mana sini catatannya dan uangnya aku ke toko segera sama anakku"
"Bener nih gpp?"
"Iya gpp"
karin memberikan catatan dan uang yang ada di tangannya pada myra,myra segera keluar bersama anaknya menuju toko.Karena ia asalah istri dari edward maka ia akan di antar oleh pengawal agar selamat.
Kini misi mereka baru di mulai,dan catarina yang menuju kamarnya di hentikan oleh semy.
"Cat..."panggil semy.
"Eh iya sem...ada apa?"
"Ayo latihan lagi kamu kan belum bisa bagian ke duanya"
"Ouh iya bentar ya"
Lalu Myra mulai duduk di dalam mobil dengan santai,ia masuk ke dalam supermarket yang luas,mobil pengawal Myra berada di basement ke dua di mana ini basement yang jauh dari atas.
Namun terpkasa karena tempatnya sudah penuh.
Myra menuntun anaknya dan membaca catatan yang akan ia beli.
Di sisi lain karin menelpon seseroang.
"Halo,nyonya Gimana?"ucap sang pria yang ada di telepon karin.
"Ya siap-siap saja dia sudah ada di sana bersama anaknya,jangan lupa kamu culik mereka bunuh ibunya kalau mau jual saja anaknya"ucap karin di dalam kamar.
"Oke nyonya akan aku laksanakan,tenang saja"
Leord baru saja mandi dan mengeringkan rambut dengan handuknya,ia melihat istrinya sehabis nelepon.
"Karin...siapa yang kamu telepon?"tanya leord merasa curiga istrinya akan berbuat seperti yang dulu.
"Tidak ada,tidak ada yang aku telpon"
"Bohong,jelas-jelas kamu habis nelpon,ayo ngaku dan jujur saja,lagian hp nya ada di tangan kamu"
"Gak ada sayang"
"Karin...aku ini suamimu,jujur sama aku!"
"Oke oke aku jujur,tapi jangan marah"pinta Karin pada leord.
__ADS_1