Mafia The Real

Mafia The Real
Tamparan keras!


__ADS_3


...Part 54...


Karin sudah ada di depan Rumah nya dahulu,sang ayah karin yang sudah tua dan berambut putih sedang duduk di kursi dan menyantai diri.


Ayah karin bertanya pada nya kenapa datang ke sini?apa sedang berkunjung.Namun jawaban karin tak membuat hati sang ayah senang karrna ia di usir oleh kakak leord.Bahkan leod juga di usir karena suatu masalah.


Sang ayah tak terima jika anaknya di usir dan ingin berbicara baik-baik dengan edward.Lalu ia bergegas mengambil hp genggamnya di sebuah meja.


Kring...kring...kring.....


Hp yang ada di rumah edward berbunyi,myra segera mengambil hp itu dan menganggkatnya.


"Ya halo?"tanya Myra dengan lembut.


"Ya ini dengan siapa?apa saya bisa bicara dengan edward sebentar?"


"Baiklah"jawab myra.


Myra segera memberikan Hp itu pada edward yang duduk di sofa dengan penuh rasa beban di benaknya.


"Edward ini ada telepon untukmu"ucap myra menyerahkan telepon itu pada Edward.


"Ya halo?"jawab edward.


"Halo,edward ini aku ayahnya karin,saya ingin bertanya mengapa kamu mengusir anak saya"


"Maaf pak,saya tidak mengusir anak bapak tapi dia sendiri yang pergi karena kesalahannya"


"Apa kesalahan anak saya?"


"Tanya saja sama anak bapak,saya masih ada urusan saya minta maaf"dengan cepet mematikan telepon.


Ayah karin pun menanykan ini pada karin,dan karin menjawab semuanya.Namun ayah karin kini tak menyalahkan Edward karena pengusiran karin,ayah karin juga malah membela edward dan pergi meninggalkan kairn yang ada di tengah ruangan bersama leord.Karin merasa kesal karena ayahnya sendiri tak mendukung anaknya.


Dengan wajah yang marah Karin masuk ke dalam kamar dulunya dan tak ingin berbicara pada siapapun layaknya gadis kecil.

__ADS_1


Singkat waktu....


"Ayo nak,sarapan dulu ini sudah pagi kalian kan mau berangkat sekolah"kata myra membawa beberapa piring yang sudah di masak oleh Myra.


Catarina hanya menatap dengan penuh kebencian dia sama sekali tak ingin makan,mending ia kelaparan daripada Ia harus makan masakan dari myra.


"Wah...kayaknya ini enak"ucap edward ayahnya yang duduk di kursi dengan sigap.


Semy baru saja turun dari tangga dan mendapat panggilan dari Edward untuk sarapan bersama.Namun catrina meminta semy untuk segera berangkat ke sekolah jika tidak maka ia akan meninggalkannya.Semy bingung di posisi ini dan lebih memilih saraoan bersama edward karena ini adalah Keputusan yang tepat baginya.


"Semy....kamu sarapan saja dulu di sini,biarkan catarina berangkat sendirian nanti kamu akan di antar sama yang lain"pinta edward yang sudah mulai makan.


"Baik ayah"jawab semy dengan nurutnya.


Catrina pun melangkahkan kakinya dengan begitu berat seolah-olah tak suka.


Myra segera berlari dan mengejar catarin,ia memberikan bekal makanan untuk catrina di sekolah agar tidak kealaparan.


"Catrina tunggu,ini bawa lah bekal ini untuk kamu makan di jalan"kata myra mengasongkan bekal yang sudah di tata rapi.


"CATARINA!!!!!"Bentak sang ayah yang setengah menelan makanan.


"Kalian kan keluarga bahagia,makan saja aku tidak suka apalagi melihat wajah myra!! sungguh membuatku muak"


Lagi-lagi catrina yang berdebat memarahu Myra di tampar oleh Edward yang baru saja datang.Namun catrina tidak menyesal pada dirinya dan bergegas keluar untuk pergi.Kini catarina meminta seorang pelayan untuk mengantarnya ke sekolah,tak butuh waktu yang lama mobil sudah siap dan akan mengantar catarina.Semy yang sedang makan buru-buru ke luar dan ingin berangkat sekolah,dia mulai meminta pelayan lain untuk mengantarnya.


Di saat perjalanan,catrina diam dan menangis tersedu-sedu karena ia mendapat tamparan dari ayah yang ia sayangi selama ini.


Tapi tiba saja mobil nya mogok,dan ini membuat catarina semakin kesal.


"Apa-apaan sih kok pake mogok segala!!"teriak catarina sambil menendang ban mobil Nya.


"Maaf nyonya akan saya perbaiki,jika anda mau saya akan panggil yang lainnya"kata sang supir.


"Tidak usah biar saya jalan aja sebentar lagi juga mau sampai"kata catarina mulai berjalan dan menggendong tas nya dengan wajah murung.


Setelah catarina berjalan Fiola tak sengaja melihat Catrina yang berjalan kaki sendiri.

__ADS_1


"Loh...ini kam catarina?"pikir fiola yang ada di mobil melewatu catarina.


Fiola segera bertindak untuk membalaskan kebencian yang ia miliki.Dari kejauhan fiola meminta anak perempuan yang sedang berjalan kaki juga,dan mereka berlima.Lalu Fiola menghentikan mobilnnya dan memberikan sejumlah uang yang banyak pada mereka.


"Hey...ambilah ini"sambil memberikan uang yang begitu banyak.


"Hah?maksudnya?"mereka heran dan bingung.


"Kamu ambil ini semua dengan satu syarat,kamu harus menghajar wanita yang akan nanti lewat di sini memakai tas biru,kamu hajar saja dan aku akan memberi imbalan"kata Fiola.


"Oke baiklah"jawab mereka dengan senang hati.


Kelima gadis ini mulai menunggu catarina datang,dan mereka duduk-dudukan di Samping rumah yang masih tutup.Ketika catrina datang mereka pun bingung.


"Eh...ini kan catarina?bukannya dia yang selalu sama semy ya?"tanya sang gadis pada temannya yang bingung.


"Ya lalu bagimana?apa kita teruskan atau kita hentikan dan berikan uang ini pada mereka"kata sang gadis yang berambut panjang.


"Kau pikir kita akan membuang kesempatan ini?"ucap seorang gadis yang terikat satu dan terlihat ganas.


Lalu mereka mulai bertindak sesuai rencana,di tengah jalan yang belum ramai karena pagi Mereka mendatangi catarina dan berlagak jahat.


"Heh...kamu ya catrina?sayang sih kalau kita hajar dia"ucap Wanita yang rambutnya terikat satu.


Lalu Di saat catarina bingung Kedua tangannya di pegang dengan kuat oleh teman-teman yang tidak di kenalnya.


"Aaa...apa yang kalian lakukan?"tanya catarina dengan gugup.


"Diam saja kamu ini adalah hal yang baik bagiku"


Lalu sang wanita mulai memukul bagian perut catarina.Catarina merasa kesakitan,kesenangan mereka membuat mereka lupa siapa catrina sebenarnya,mereka terus saja memukul dan menendang catarina yang sudah kewalahan karena langsung du hajar.


Reyzen yang sedang menuju ke sekolah melihat pembulian.Ini adalah pembulian bagi reyzen,maka ia bergegas turun dari sepedanya dan melerai mereka.


"Udah...stop...hentikan apa yang kalian lakukan?"tanya Reyzen.


Namun sang gadis justru malah memukul Rryzen dengan tongkat kayu di pundaknya daru arah sisi belakang.Reyzen pun tumbang dan malah ia di injak-injak oleh sang gadis dan di hina orang miskin.

__ADS_1


__ADS_2