
...Part 97...
Pukul 9 Malam
"Aku akan pergi dari sini sekarang juga dengan yang lainnya!"Ucap Katarina dengan begitu keras.
Mereka semua pun mulai pergi dan membawa barang masing-masing seperti koper yang berisi pakaian mereka, sang pelayan dan anak buah yang sudah tinggal di sana hanya diam tak bisa berkata apa-apa bahwa Johan sangat kejam kepada saudaranya sendiri.
Johan dan ibu angkat bersama cartarima mulai naik ke dalam mobil dan akan segera pindah dari kediaman Johan bukan lagi kediaman Edward.
"Ayo pergi sekarang juga sem!"aja katarina pada semy yang hendak masuk ke dalam mobil.
semy mulai menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya , mereka semua mulai pergi meninggalkan kediaman Geng Noza yang selama ini ia banggakan,akan tetapi kini mereka akan pergi meninggalkan rumah ini dan tinggal di rumah baru Semy yang dulu ia tempati.
Rumah baru semy dengan kediaman Johan yang sekarang cukup jauh sehingga memakan waktu beberapa jam agar mereka
juga tidak terpengaruh dengan perintah dari Johan sang pemimpin.
Beberapa jam kemudian mereka mulai sampai di tempat rumah baru Semy rumah ini cukup luas hampir sama dengan rumah kediaman Edward dahulu tetapi rumah ini hanya besar saja tidak terlalu luas dalam halamannya.
"Ayo bu kita masuk ke dalam kasihan kristal udah ngantuk"Ajak semy pada Bu myra.
"Iya makasih ya nak"
Mereka semua mulai masuk ke dalam, di rumah ini sama sekali tidak ada pelayanan untuk mengurus rumah karena jarang ditempati.
Ibu Myra segera mengambil kamar yang berada di bawah dan ia mulai tidur bersama kristal.
Semy merasa dirinya sudah tidak berguna karena ia tidak menjadi ketua mafia dan terlebih lagi ya di anggap sebagai anak pungut bukan anak kandungnya.
Catarina mencoba menenangkan semy yang masih duduk di kamarnya sambil memainkan sebuah hp.
"Udah semy Jangan dipikirkan yang tadi yang harus kau pikirkan sekarang kamu adalah tidur dan memulai hari yang baru dan surat tadi kamu jangan percaya kalau itu ayah yang membuatnya apalagi ayah sekarang sudah tiada adalah jebakan yang sudah direncanakan"catrina menepuk pundak semy secara perlahan.
"Iya gpp kok, mungkin memang benar aku tidak pantas menjadi ketua mafia,aku sadar kok aku hanya anak pungut saja, seharusnya aku tidak ikut dalam pertandingan ini"dengan raut yang sedih.
"Udah semy jangan kamu pikirkan itu bukan masalah yang besar,kini yang harus kamu pikirkan adalah masa depan kamu bagaimana dan juga aneh banget ayah tiba-tiba gak ada"mulai penasaran dengan keadaan yang terjadi pada ayahnya.
"Yaudah sekarang kamu tidur dulu biar kamu enggak sakit nanti, udah sana tidur Aku juga mau tidur kok"
__ADS_1
"Ya udah ya aku juga mau tidur nih"melangkah pergi untuk memasuki kamar barunya.
kamar ini cukup luas hampir sama persis dengan milik catarina yang sebelumnya, namun bedanya di sini tidak ada barang-barang catarina.
Kamar yang luas,di penuhi cat dinding yang putih membuat suasana menjadi sangat terang.Dan jendela yang bila dibuka akan menghirup udara yang sangat segar.
"Ah udah ah aku mau tidur dulu"ucap catarina langsung naik ke atas kasurnya.
Akhirnya mereka pun mulai tertidur di kamar masing-masing.
Pukul 11 Malam
"Halo,Bi...bibi... ini Johan"
"Aduh.. malam-malam gini ngapain telpon?"
"Udah Bi gpp Johan kangen karena udah jarang ngobrol sama bibi ,kapan -kapan kita ngobrol bersama bibi berdua berhadapan"
"Maksud kamu?"
"Emm.... sebenarnya aku sudah mengusir yang lainnya dari rumahku ini barusan saja "sambil berdiri menelpon bibinya.
"Siapa yang kamu usir ?mereka siapa?"
"Ouh... paham-paham,ko bisa sih kamu ngusir mereka"
"Bisa donk bi ini kan Johan bukan kaleng-kaleng"Mulai tertawa.
"Yaudah sekarang udah malam tidur dulu"
"Jangan dulu bi,Johan minta bibi ke sini ya ajak sama paman juga"
"Okee sayang ku keponakan ku"
"Oke Bi"
Percakapan sudah selesai,Johan begitu amat bahagia karena kini ia sudah berkuasa,sehingga malam pun ia tak bisa tidur karena bahagia selalu.
Pukul 08.00 pagi....
"Tuan...tuan bangun"ucap sang anak buah yang di mana ia adalah Wakil ketiga yang cukup muda.
__ADS_1
"Arghh...!!! kamu siapa sih! ko ganggu aku!"bangun dengan wajah yang begitu kesal.
"Maaf saya Adalah wakil ke tiga dan saya harap kamu Bisa menjadi ketua yang lebih baik"dengan posisi berdiri dan tegap meluruskan tangannya ke samping bawah.
"Heh!!! kamu ini cuman wakil berani-berani nya kamu bangunkan saya!!! saya ini adalah ketua!!! dan kamu tidak ada hak masuk ke kamar saya!"bentak Johan pada wakil ketua yang ke tiga.
"Maafkan saya ketua,saya minta maaf karena lancang masuk ke dalam kamar anda"menundukkan kepalanya.
"Baiklah akan saya maafkan jangan di ulangi lagi,mumpung saya sedang senang jika tidak kamu akan saya gantikan "
"Baik ketua!"
Johan Sebagai penguasa yang baru,awal bangun di sapa pelayan wanita,ia segera di mandikan dan di siapkan dalam segala pakaiannya,ia juga dengan santai memasang pakaian hingga makan saja di suapi oleh para pelayan.
"Ohh...sungguh nikmat sekali"ucap Johan dengan santai di atas Kursi makan.
Tiba-tiba suara mobil terdengar dari bunyi klakson,dan akan ada seseorang yang datang di mana ini adalah sang bibi dan paman yang datang.
"Keponakan ku sayang.....Johan......"teriak sang bibi yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.
"Wah ....ada bibi"girang Johan yang langsung menyambut bibinya dengan begitu baik.
"Wah wah ...hebat kamu sudah bisa jadi pengusa di sini ya,hebat kamu ...paman sangat bangga padamu"leord memuji Johan karena telah menjadi ketua mafia yang sangat terkenal dan di takuti di sini.
"Ouh jelas donk paman,ini semua karena Johan yang hebat,tidak seperti semy yang hanya anak jalanan"
"Iya Johan ku sayang,kamu memang keponakan ku yang hebat pokonya"memuji terus di depan pintu Depan yang luas .
Mereka bertiga berpelukan.
"Ukhh....bibi udah lama gak ke sini Semenjak kelahi sama ayah kamu"sang bibi terus melihat ke sekitar.
"Eh....kakaku di mana?"tanya leord pamannya.
"Emmhhh...itu ayah sebenernya....."mulai gugup.
"Kakak ke mana?'tanya leord lagi.
"Duh ..gimana ya"Johan bingung dengan desakan dari Leord.
"Udah yah jangan di tanya" dulu mending kita masuk ke dalam"ajak Karin.
__ADS_1
"Eh iya masuk dulu paman,bibi silahkan masuk"ajak Johan yang mulai gugup dari tadi.