
...Part 47...
Tidur di dalam mobil membuat catarina merasa nyaman apalagi jarak ke sekolah lumayan jauh dan ia merasa menikmatinya.
Namun kenikmatan itu berhenti ketika terdengar suara semy yang membangunkannya.Terpaksa catarina.bangun dan keluar dari mobil.Sambil berjalan catarina menggeliat dan membuat bajunya tertarik ke atas sehingga pusar nya kehilangan.
Semy yang melihat itu menutupnya dengan tas nya karena banyak anak-anak sekolah yang jalan bebarengan menuju sekolah.
"Ih ngapain sih semy"kata catrina yang heran pada semy.
"Heh perbaiki dulu bajumu cepet sana"pinta semy.
Pria lain yang jalan menuju sekolah juga membicarakan catarina dan ingin melihatnya lebih dekat,namun tatapan semy membuat mereka menjauh ketakutan.
Salsatu gadis yang lewat mulai berbicara padanya.
"Catrina ini pacar semy?atau fiola yang pacar semy?"
"Entah tapi aku merasa semy dan catarina ini cocok sama-sama cantik dan ganteng"
"Iya bener aku juga maunya begitu namun malah fiola yang jadi pacarnya"
Catarina diam mendengar pembicaran mereka dan sedikit lagi tersenyum.Dengan penuh gaya catarina berkata di dalam hatinya.
"Sudah aku bilang aku ini cantik,banyak yang bilang aku ini cocok dengan semy,semy nya aja yang gak sadar"
Catarina merasa bangga pada dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh menuju ke sekolah.Tetapi Fiola menghadangnya dan menuju ke depan semy.
"Sem...semy aku mohon dengar penjelasan aku,kenapa kamu blok nomor aku,akutu mau jelasin"pinta fiola berbicara di depan semy.
"Hah di blok?"kata catarina.
"Iya catarina aku mohon bilangin sama semy aku mau jelsin segalanya aku mohon jangan pisah ya"pinta fiola di depan gerbang.
"Kamu itu udah mengecewakan Tau !"Balas catarina yang tak suka pada fiola.
Langkah-langkah dari anak-anak seketika berhenti dan memandang ke arah semy san fiola.
"Wah...kayaknya seru nih,ada masalah apa ya?"pikir anak-anak yang lainnya.
__ADS_1
Fiola tak suka jika berada di keramaian dan ia tak suka jika anak-anak tau tentang sifat fiola,maka dari itu fiola menarik tangan semy.Namun tak ada respon sama sekali dari semy,semy hanya berdiam diri dengan wajah yang dingin dan luka di bibirnya.
"Udah fiola...Kamu itu salah,sem...cepat putuskan dia !"Pinta catarina.
Semy ingin memutuskannya namun ia masih tak percaya orang yang di percayai dan di sayangi telah menghinatinya.Kini rasa sakit di dadanya kembali lagi dan ingin meneteskan air mata.
"Maaf Fiola"sambil melepaskan tangan yang di pegang fiola.
"Hah ada apa?"
"Maaf ya aku bukan orang yang terbaik untukmu,dan aku hanya orang biasa,semoga kamu mendapat Pria yang lebih cocok dari aku,jadi cukup sampai di sini saja hubungan kita,maaf"sambil melangkah kan kakinya ke depan dan meninggalkan fiola.
Fiola hanya berdiri dan menerima perkataan dari semy,namun ia merasa malu karena banyak orang yang melihatnya.Kini amarah Fiola mulai bergejolak dan hal ini di salahkan pada Catrina yang meminta semy putus.
"Awas aja lu catarin gak bakal gue lepasin!!!!"sumpahnya di dalam hati denhan penuh kebencian.
Anak-anak sekolah mulai membuat gosif dan membicarakan tentang fiola dan hubungannya Dengan semy,fiola dengan menahan rasa malu masuk ke dalam kelas.Tak di sangka Semy kini pindah duduk di belakang dengan catarina,dan fiola duduk dengan orang lain.
Semy hanya memasangkan wajah dinginnya dan tak lagi ada keceriaan pada wajah semy.Catarina yang di sebelah terus memandanginya dan mencoba menghiburnya namun sama sekali tak ada reaksi dari Semy.
"Sem..semy....jangan sedih donk kamu pasti kuat kok,masa hanya karena masalah dengan wanita kamu malah jadi gini"
"Hmmm"
Kepergian dari Fiola hanya mengundang rasa kepedihan pada semy.Dan sikap semy sekarang menjadi dingin.
catarina keluar dan berdiri di depan pembatas,ia tak ingin menganggu semy karena ia tau bagaimana rasa sakitnya jika mengalami hal seperti ini.
Reyzen mulai muncul lagi di kerumunan,cataria sangat tertarik pada reyzen dan mengikutinya diam-diam.Kali ini apa yang di lakukan oleh reyzen?ya ternyata reyzen sedang melakukan Pembersihan di Ruang osis.Entah kenapa dia sedang mengelap kaca ruang osis.Apa dia pembantu? atau dia sedang membantu?..
Jekse yang lewat melihat catarina,namun ia kini takut pada catarina dan melewatinya dengan membungkukkan kepala.
Lalu Catarina dengan berani memanggil Jekse.
"Kak jekse..kak"panggil catarina.
Jekse ketakutan hendak pergi,namun jika pergi bisa saja ia kena lagi dengan semy
"Ada apa Cat?"jawab jekse dengan maju yang menjaga jarak padanya.
"Aku mau tanya donk tentang kak reyzen"
__ADS_1
"Reyzen yang mana?"
"Ituloh reyzen yang lagi lap kaca di ruang osis"
"Oh iya ada apa dengannya?"
"Enggak mau nanya aja kok dia pake lap kaca osis dia kan bukan anggota dari osis kan?".
"Ouh itu,dia sebenernya kerja juga di sini dan mencari uang untuk biaya sekolahnya,ia udah biasa beres-beres dan bantu di sini karena ia dapat gaji daru sekolah"
"Ouh jadi gitu,oke makasih ya kak "
"Sama-sama "
Kini catarina tau kalau reyzen adalah orang miskin yang sekolah smbil kerja.
Catrina memberanikan diri untuk menyapa reyzen,sambil mengatur nafasnya dalam-dalam ia maju dan menghampiri reyzen.
"Hay...kak reyzen"
"Ouh iya kamu catarina ada apa?"
"Emh...sebenernya aku mau ngucap terima kasih aja karena udah mau bantu aku kemaren"
"Ouh iya gpp kok"
"Kamu lagi apa?aku bantu ya beres-beres nya"
"Eh jangan gak usah biar aku aja"
"Udah gpp aku bantu "memaksa mengelap kaca.
Akhirnya mereka berdua mulai mengelap kaca secara bersamaan.
Semy tetap saja fokus pada bacaannya dan sama sekali tak ada reaksi.Semua yang melihatnya hanya diam.
Fiola berinisitif untuk mendekati semy namun dengan gesit ia bediri dan membaca buku yang ada di tangannya.
"Ih...semy kok pergi sih"
Semy tetap saja tak ingin merespon pada pertanyaan dan perkataan dari Fiola.Dengan perasaan yang dingin semy pergi meninggalkan fiola.Hari-hari catarina bersama reyzen,ia juga belajar dari reyzen untuk saling membantu dan menolong.
__ADS_1
Semy kini pikirannya kosong,bahkan Catarina pergi saja ia sama sekali tak menghiraukannya dan tak mencarinya seperti dulu kala.
"Oh ini Catarina,aku gak bakal biarin kamu bebas di sini dan Juga tidak akan membuar dirimu tenang"ucap Fiola di dalam hati dengan keadaan berdiri memantau Catrina dari atas.