Mafia The Real

Mafia The Real
Markas Preman


__ADS_3


...Part 84...


Semy tak pernah henti dalam pertandingan ini ia ingin membuatkan tekadnya untuk terus berjuang membuat anak-anak ingin sekolah dan belajar lebih giat lagi,walau setiap detik setiap gerakan harus ada pantangannya.Setiap perjuangan pasti ada sebuah kegagalan maka dari itu semy akan terus berjuang hingga suatu perjuangannya telah berhasil.


Semy tak putus asa ketika ia tahu poster-poster yang ia pajang di jalan maupun di tembok-tembok.


Di sebuah perjalanan yang panjang menuju lokasi sebuah poster yang dipasang mengenai pendaftaran kini sudah rusak dan usang.


Semy kembali lagi ke sebuah toko alat media cetak ia meminta pemilik toko itu untuk membuat poster yang lebih banyak dan lebih bagus lagi dan membuat poster yang cukup besar agar terlihat banyak orang.


"Pak saya ingin membuat poster yang kemarin kalau bisa buat ukurannya cukup besar ya, biar mereka bisa baca"kata semy pada pemilik toko itu.


"Nah kamu ini untuk apa membuat poster sebanyak ini, percuma saja kamu menyuruh mereka untuk membaca karena mereka orang-orangnya tak bisa membaca atau buta huruf"balas sang pemilik toko pada semy yang membuat tak kepikiran karena rencananya gagal seperti ini.


"Hmmm....mungkin mereka tidak bisa membacaoke kali ini rencana ku gagal, tapi aku akan terus berusaha agar mereka bisa belajar dan sekolah"sebuah ucapan dari dalam hati semi dengan ketulusan.


Semy pun berdiskusi dengan mantan preman di kota kecil ini ia meminta saran agar anak-anak bisa mau sekolah.


"Ya udah gimana caranya agar mereka bisa sekolah dan mereka mau mendaftar sekolah"kata semy pada zella yang ingin meminta sebuah saran.

__ADS_1


"Ya kalau itu sih Bos menurut saya mendingan Bos umumin saja, atau Bos apa ya....... gini aja bos mending Bos cari siaran radio untuk mengatakan kalau sekolah ini gratis dan semua anak-anak bisa bebas sekolah ya mungkin mungkin dengan radio mereka bisa mendengarnya walau mereka tidak bisa membaca"itu saran dari zella mantan bos preman Kota Cell dalam posisi duduk di kursj menyila kedua kakinya.


"Wah ide bagus tuh harusnya aku lakuin ini dari kemarin kamu sih kenapa nggak bilang kalau mereka itu nggak bisa baca kan nggak buang-buang waktu sama buang uang tahu"lanjut semy membalas Zella.


Akhirnya semy tak jadi membuat poster-poster lagi,dengan zella akan pergi ke sebuah stasiun radio di sana semy akan berdiskusi dengan pemimpin radio untuk menyalurkan sebuah berita informasi tentang sekolah gratis.


Di sebuah stasiun radio semy meminta pada satpam untuk bertemu pada pemilik studio ini agar ia bisa memberi iklan pada anak-anak untuk pendaftaran sekolah dengan radio mereka bisa mendaftar sekolah dan mengetahui kalau sekolah gratis.


Pak satpam segera masuk kedalam ia membuka pintu demi pintu untuk menuju pemimpin dari pemilik studio radio ini.


Cklek...


"Oh ya biarkan dia masuk"bales pemimpin dari pemilihan periode ini dengan posisi yang masih mengatur berkas-berkas yang diberikan oleh karyawannya.


Semy dan Zella dipersilakan untuk masuk ke dalam dan bertemu pemimpin dari pemilik audio ini banyak karyawan yang bekerja di sini dan sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing,semy dan Zella hanya berjalan lurus sesuai arahan yang diberi oleh satpam tadi.


Tak butuh waktu lama karena sudah mengetahui tempatnya semy mulai masuk ke dalam ruangan dimana disana ada pemilik dari studio radio ini dan semy akan berbicara mengenai tentang iklan yang akan ia buat.


"Iya anak muda ada apakah gerangan? kamu ingin mengatakan sesuatu atau ada sesuatu ingin kamu bahas?"tanya pemilik studio radio ini dengan bahasa yang sopan dan meletakkan kedua tangannya di atas meja dengan begitu rapi.


"Maaf atas waktunya saya mohon untuk diberi waktu sedikit saja saya ingin membuat iklan di radio bapak dan iklan ini adalah tentang mengenai pendaftaran sekolah gratis dan saya akan beri alamat dan juga posternya"sambil sibuk membuka lembaran-lembaran poster dan alamat sekolah itu di dalam berkas yang sudah disiapkan dalam satu wadah.

__ADS_1


"Sebentar-sebentar aku ngomong,iklanin sekolah gratis? sekolah di mana?emang ada sekolah gratis?"? tanya pemilik studio radio ini dengan bingung karena di kota ini tidak ada yang namanya sekolah gratis.


"Oh iya pak ini poster sama brosurnya dan saya ingin membuat iklan kalau ada pendaftaran gratis di sekolah,ya saya hanya ingin membantu anak-anak di sini sekolah dan sama seperti anak lainnya di luar negeri luar kota, mereka bisa berkembang dan layak maju secara bersama"bahasa semy tersenyum ramah.


"Oh kamu yang membuat sekolah gratis itu oke saya akan diijinkan kamu tapi dengan syarat kamu juga harus membayar dana sebagai iklan disini"


"Kalau soal uang tenang saja pak saya akan memberikannya secara cash,atau sekarang juga bisa,pokoknya iklan ini harus di dengar oleh masyarakat bila perlu siang sore malam hingga pagi iklan ini harus ada dan beritahukan kepada yang lainnya,akan saya bayar berapa pun itu"jawab semi yang membuat pemilik studio radio ini mengangguk tersenyum.


"Oke akan saya buatkan kamu tinggal perlu mengirim uang ke nomor rekening ini dan kamu tinggal dengar saja apa yang saya katakan,ini saluran radio saya".


Satu masalah kini selesai,tidak perlu semy pikirkan lagi apa yang harus dia lakukan, tugasnya sudah selesai ya..!!!!


Baru satu saja selesai ini adalah permulaan bagi semy.


Semy mengajak anak buahnya untuk keluar dan bertemu dengan anak buah yang lainnya karena ada sesuatu yang ingin ia bahas dengan anak buah yang lainnya,karena akan ada suatu rencana yang ia pikirkan demi mengubah kota ini.


Walau kota ini kecil semy tau jika semua orang bekerja keras dan semua orang tidak ketinggalan zaman maka mereka juga dapat mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih maju maka kota ini bisa saja menjadi kota yang lebih berkembang.


Sesuai perintah dari bos semy,jelas Zella segera menghubungi rekan-rekan dan anak buahnya melewati sebuah telepon mereka akan bertemu di suatu tempat yang biasa di datangi oleh anggota preman mereka dahulu,atau disebut dengan sebuah markas mereka.


Satu hari full dengan kegiatan demi mengubah kota ini sehingga harus bolak-balik ke sana dan ke mari bersama anak buahnya si zella, sampai ketika semy sudah mampir di sebuah markas yang sudah ditentukan.

__ADS_1


__ADS_2