
...Part 7...
Anak-anak masih dalam pengejaran dan belum bisa keluar
"Aku melihat cahaya dan jalan keluar,tetapi ini sangat sulit di buka"kata semy yang terus mencoba membuka pintu koridor atap.
"Coba kamu pakai Ini jepit bisa gak"kata merlinda menarik Jepit dari Rambutnya dan memberikan pada Semy dengan mengoper pada catrina.
Semy berusaha dengan kuat untuk membuka baut yang mengunci penghalang itu.Sedangkan bos nya mulai marah dan gelisah karena anak-anak tak kunjung datang.
"Sialan di mana bocah itu !!"kata Sang bos kesal.
"Jangan emosi ini semua salahmu karena tak becus menjaga"ucap hendrik.
"Maaf Tuan maafkan saya,saya tidak tau kaalu mereka akan seperti ini"ucap bos meminta maaf.
"Ingat saja seperti apa jika kau membuang waktuku dengan sia-sia"Kata hendrik.
Sedangkan anak-anak yang kini sudah ada do depan pintu pentilasi mulai bisa membuka baut satu per satu.Dan Anah buah Sang bos menyarankan untuk menunggu mereka di depan keluarnya pentilasi.Mereka semua segera berlari ke Luar.Dan semy juga yang lainnya berhasil membuka pintu dan keluar,kini tinggal Merlinda dan catarina,namun agak jauh antara pintu ventilasi dan juga pijakan.Semy yang sudah turun mencari sebuah tangga namun tak menemukannya,dan anak buah bos sedang keluar.Kini semy mendorong kotak sampah dan meminta keduanya turun dan loncat ke kotak sampah yang cukup besar ini.
Pertama catarina ia langsung loncat,dan masuk ke dalam tong sama dan di penuhi bekas sampah yang bau.Namun merlinda merasa takut akan ketinggian jadi ia merasa ragu,namun catarina dan semy menyemangati dia agar bisa turun sebelum ketahuan.
Dan benar saja anak buah bos itu sudah ada di ujung toko dan menuju mereka,merlinda yang takut memaksakan diri dan loncat dari Atas ke tong sampah dan karena ia belum siap jadi tangannya sebelah mengenai Bak sampah.
Akhirnya semy membantu Merlinda keluar dan dari ujung kanan Anak buah sudah mengejar dengan cepat,semy dan kedua anak lainnya juga berlari.Kini mereka dalam pengejaran.Sang anak buah memberi tahu bahwa anak-anak di temukan dan harus segera di tangkap,anak buah lainnya juga datang menyusul temannya dengan sebuah mobil.
"Gawat mereka pakai mobil"kata semy yang terus berlari.
__ADS_1
Dan melrinda masih merasakan sakit di tangannya,bahkan ia sudah tak kuat berlari lagi setelah tadi menghirup asap.
Anak buah dari bos mulai menyusul mereka dan juga tertawa girang karena mangsa sudah ada di depan mata.Kini mereka bertiga di kelilingi orang jahat,dan mereka putus asa karena semuaanya sia-sia.
"Ayo cepat masuk !!!!!"kata sang anak buah dengan sangar.
Dor.....Dor....Dor....!!!
Satu tembakan hingga dua tembakan mengenai anak buah itu di dadanya,dan terlihat seorang pria yang yang menggenakan sebuah jas dengan rapi dan juga sepatu hitam pekat.Ia menodongkan pistol pada para penjahat itu.Dan satu pria lagi menyuruh anak-anak masuk ke dalam mobil.Walau semy merasa takut karena Bisa saja mereka orang jahat juga,namun Catarina mengenalinya dan ini adalah anak buah edward.
Mereka kini masuk ke dalam mobil dan pergi,karena suara tembakan itu bos pemilik bar melihat ke arah itu dan melihat semy dan catarina kabur,sedangkan anak buahnya sedang kesakitan karena tertembak.
"Oh sialan bisa mampus aku "kata Sang bos memegang kepala dengan kedua tangannya karena ini.
Sang bos segera kembali dan meminta maaf kepada hendrik karena telah membuatnya kecewa.Hendrik tentu saja marah dan meminya kedua anak buahnya memegang tangan Sang bos pemilik bar,dan ia sangat ketakutan.Hendrik segera mengeluarkan sebuah sabuk dan mencambuknya pada tubuh Sang bos,dan ia hanya mencambuk 10 kali sebagai hukuman karena telah membuatnya kecewa dan kehilangan waktu.
Di mobil
"Paman mengapa pria tadi ingin membunuh saya dan menculik saya,bukannya ia adalah teman ayahku"kata catrina bertanya.
Sang pria melepaskan rokok dari bibirnya dan menjawab pertanyaan Catarina.
"Nak pria itu sudah lagi bukan bawahan ayahmu dan juga ia sudah menjadi bawahan dari hendrik dan sudah terikat dengan kontraknya"kata Bawahan dari Edward.
Semy termenung dan mengingat apa yang di katakan pria barusan,dan berkata.
"Bawahan Edward?"Pikir Nya.
"Ya Dia adalah bawahan Edward dan catarina adalah anaknya dan ia sudah menghilang dalam dua hari dan Ayahnya merasa sangat cemas di rumah"kata Pria itu.
__ADS_1
Catarina diam dan mencoba menjelaskan pada Semy dan merlinda.
"Maa...maaf teman-teman aku sudah bohongi kalian dan membawa kalian dalam masalah,ia aku mengaku anak dari Ketua mafia,tapi aku terpakasa berbohong karena aku tak ingin berpisah dengan kalian,karena aku sama sekli tak memiliki teman hanya karena ayahku adaah ketua mafia,aku mohon maafkan aku"kata Catarina dengan raut wajah yang sedih.
Merlinda menatap catarina dan memeluknya..
"Kau tidak perlu berbohong seperti itu dan jangan takut karena tak bisa berteman dengan kami,walau kamu anak ketua mafia aku akan selalu menjadi temanmu"kata Merlinda tersenyum.
"Sungguh?"kata Catrina tersenyum.
Namun semy hanya diam dan menatap dengan kosong.
"Semy kamu tidak apa-apa kan?"tanya Merlinda.
"I...iya gpp kok"jawab Semy dan tersenyum pada kedua gadis ini.
Semy pun tak bisa menyalahkan catarina anaknya walau Ayahnya yang bersalah.Dan kini mereka mulai berteman.
Di sisi lain Edward masih dalam masa gelisah dan juga takut,kini ia merasa sangat lemas dan duduk di sofa sambil membayangkan wajah Catarina.
Johan yang diam-diam mengintip sang ayah sama sekali tak merasa kasihan dan malah terus membenci catarina,ia berdoa agar catrina tidak di temukan.
Namun setelah doa dari dia terucap Datanglah Sebuah mobil dan menekan clakson,dan keluarkah anak-anak.Dan juga Edward masih diam di dalam karena tak tau kedatangan Catarina.
Catrina segera berlari dan menuju ayahnya berada dengan wajah gembira.Edward mendengar langkah kaki dari kejauhan dan ia hapal ini adalah langkah kaki dari catarina dan ia segera berbalik dan melihat.Bener saja catarina sudah ada di belakangnya.Dengan raut wajah gembira ia menghampirinya dan langsung memeluk Catarina dengan erat.
"Ayah......."kata catarina.
"Anakku sayang......"balasnya.
__ADS_1
Kini sang ayah memangku catarina dan terlihat bahagia.