Mafia The Real

Mafia The Real
Siasat Jekse


__ADS_3


...Part 27...


Kini catarina bimbang ia tidak harus harus bagaimana,ia juga malam-malam tak boleh keluar apalagi bermain sama laki-kali.Catarina terus saja melamun dan memikirkan cara keluar,mana malam-malam penjaganya sangat ketat lagi.


Beberapa Menit kemudian ia memiliki ide dan dia pasti akan datang ke alamat yang di beri oleh jekse.


Semy ia melamun di dalam kelas,ia merasa dirinya sekarang tak berguna,apalagi ia mengingat masa lalu ketika kedua orang tuanya di bunuh dan di bakar oleh para mafia,bahkan wajahnya saja masih teringat jelas oleh semy.


"Semy apa yang kamu pikirkan?"tanya fiola dengan polos.


"Oh tidak ada fiola"kata Semy menjawab.


Malam tiba...


"Bagaimana dengan kabarmu Catarina?punya banyak teman?"tanya edward yang menghampiri catrina yang sedang membaca buku di ruang televisi.


"Ah...ayah udah nih,banyak kok teman catarina,baik-baik semua lagi,gak kayak dulu gak ada temen"kata Catarins tersenyum saat berbicara dengan ayahnya.


"Semy bagaimana denganmu?"tanya edward.


"Ya saya juga begitu kok,saya banyak teman juga dan semunya baik"jawab semy.


"Baguslah kalau begitu ayah jadi gak khawatir,ayah sekarang sibuk Sama Blok Daerah B susah banget banget ngatur dalam perdagangannya jadi bikin rugi"ucap edward sambil merebah diri di sofa yang empuk.


Catarina terus saja melirik jam di atas,dan mulai membaca buku lagi.Terus menerus kini hingga jam 8 lebih 10 menit catrina ke kamar dann izin ke Kamarnya untuk tidur.


"Hoammm...ayah aku ngantuk nih aku mau tidur duluan ya"kata catarina sambil menguap.


"Yaudah kamu tidur saja dulu biar ayah istirahat di sini"kata edward.


Catarina langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu,semy mendekati ayahnya catarina dan memijit edward.


"Kamu kalau ngantuk tidur saja dulu Semy besok kan sekolah"kata edward yang merasa nyaman atas pijitan dari Semy.


"Udah gpp kok kan jarang juka saya mijit ayah"kata Semy dengan senang hati.


Sedangkan Catarina diam-diam mengganti pakaian dengan pakaian Kecil dan ketat agar terlihat cantik di depan jekse,rok yang selebar paha.

__ADS_1


Diam-diam catarina melewati jendela,ia tau di depan ada satpam yang berjaga,maka dari itu diam-diam akan melewati pintu belakang.Namun di belakang juga ada yang menjaganya tetapi jumlah hanya satu orang saja dan ia segera melempar batu ke arah lain agar ia bisa pergi dari pintu belakang.Akhirnya penjaga itu pergi dan catarina menyeludup keluar tanpa sepengetahuan siapapun.


Setelah itu ia berhasik ke luar dan ke jalan raya,ia mulai mencari taksi .


"Pak stop pak "


pintu taksi terbuka dan ia segera masuk,dengan hati yang ragu ia mencoba menangkan dirinya di dalam mobil.


"Mau ke mana nona?"tanya Sang supir.


"Ke tempat ini pak"kata catarina sambil memberi alamat.


Catarina pun segera ke tempat yang di sampaikan,dan ia tiba di sebuah Rumah kecil yang di jaga oleh beberapa berandalan.


Catarina ragu malam-malam datang ke tempat ini,ia merasa takut dan meminta pada supir balik lagi namun Jekse sudah memanggilnya dari depan pintu.


"Catrina!!! Sini !!"Panggil jekse.


Catarina berbalik arah dan melihat jekse,dan melangkah maju ke rumah itu.Dan di rumah ini hanya ada 8 orang saja,4 di luar dan 5 di dalam termasuk ken,rey jekse dan satu pria lagi.


"Udah ayo ke dalam jangan malu"kata jekse.


Catarina masuk dan di dalam udah ada ken dan rey,mereka duduk di sofa yang sudah hampir jelek.


Dan di meja ada beberapa minuman dan beberapa alkohol.Dan juga cemilan.


"Welcomeeee catrinaa....."sambut ken dengan meriah.


"Hay"sapa catrina.


"Oh iya sini duduk,jangan malu ya walau tempat kami sederhana"kata ken.


"Oh iya jekse ada apa ya aku datang ke sini?katanya mau ngomong penting"kata Catrina yang tak sabar ingin pergi.


"Oh soal itu kamu tenang saja tapi sebelum itu kita main-main dulu "kata Jekse mengajak pada catarina.


"Main apa?"


"Kita main Tebak kata dan siapa yang kalah akan meminum ini,khusus kamu aku bawakan jus,aku gak mau kamu kenapa-kenapa"kata jekse pada catrina.

__ADS_1


Di dalam hati Catarina jekse sangat baik dan perhatian sekali pada catarina.


Mereka kini mulai bermain satu per satu semua kena,dan juga catarina.Mereka bahkan main sampe malam jam 10,dan jam 11 Catarina akan pulang.Mereka sampa nari-nari mendengarkan musik,namun tanpa di ketahui Catarina minuman nya di beri Sebuah obat dan membuat dia tambah mabuk dan lemah.


"Oke stop catrinanya sudah kecapean"kata jekse.


Ia membawa catarina dengan keadaan mabuk ke kamar,dan ia segera membaringkan catarina di ranjang.


"Akhirnya!!!! Aku bisa meniduri catarina!"teriak jekse dengan senang.


Catarina juga sedikit sadar bahwa jekse tak bener dan akan melakukan sesuatu yang tidak -tidak pada catarina.


Jekse dengan bangga membuka baju dan membuka Alat kesayangannya.Catarina hendak bangun dan mendorong jekse ketika berada di atas tubuhnya namun karena ia mabuk dan lemah akhirnya tak bisa kemana-mana dan ia menyesal karena tak mendengarkan perkataan dari semy sebelumnya.


Jekse membuka pakain catarina perlahan,namun tiba -tiba sebuah batu datang dan menembus kaca jendela dan mengenai kepala jekse.


Prankk!!!!!!!


"Hey siapa itu!!! sialan !!"Kata jekse dengan emosi.


Jekse segera mencek ke jendela dan tiba-tiba ia terkena tendangan masuk seseorang dan membuat dirinya terpental ke belakang.


"Sialan kau!!!!"kata jekse.


Ken dan rey tak mendengar keributan karena musik dari dalam sangat keras.


Dan ternyata yang datang menolong catarina adalah semy.


"Aku tidak akan pernah melepaskan catarina dan ia kini masih dalam tanggung jawabku!"ucap semy.


"Kau...dasar adek kelas bodoh!!!"kata jekse bangkit dan mencoba melawan semy.


Namun semy dengan mudah menghindar dari pukulan Jekse apalagi ia sedang mabuk,semy mulai melancarkan aksinya meninju wajah jekse bertubi-tubi karena telah menyentuh catarina.


Ohoekkkkk..


Darah mulai keluar dari mulutnya jekse ia kewalahan dan meminta tolong pada teman-temannya,namun mereka tak dengar,dan semy sekali lagi menendang jekse hingga terpental ke dinding dan membuat nya sakit parah dan berdarah,jekse sudah tak berdaya.


Semy dengan langkah perlahan memangku Catarina ke luar,dan di dalam hati catarina ia merasa beruntung karena Memiliki semy.

__ADS_1


__ADS_2