Mafia The Real

Mafia The Real
Kemalasan Catarina


__ADS_3


......Part 46......


Wajah yang penuh keringat,napas yang masih belum di atur.Kini semy dan catrina berdua di dalam mobil.


Leord pamannya yang ada di rumah menunghu kepulangan dari Catrina dan semy,dengan ekpresi yang kesal Leord terus melihat ka arah pintu apakah mereka sudah datang atau belum.Namun sayang mereka belum datang juga.


"Sayang Nunggu siapa?"tanya karin dengan baju piyamanya indah yang hendak tidur.


"Ini lagi nunggu semy dengan catarina sudah malam mereka belum saja pulang,gimana sih kalau sampai ada yang terjadi apa-apa pasti aku yang di marahin sama kakaku"


"Udahlah sayang mereka pasti pulang kok,mungkin lagi asik main kan mereka nuga di kawal sama anak buah kakamu,udah rileks aja ya nanti aku buatkan kopi untuk kamu"ucapnya karin sambil menuju ke dapur.


Semy yang masih menyetir kemudian berhentu mendadak di tengah jalan.


"Apa yang kamu lakukan?"tanya catarina yang ada di sampingnya.


"Aku tidak tau jalan pulang,bagaimana ini?"balas semy.


"Sudah kamu lurus saja aku nanti yang arahin,aku kira kamu diam-diam mengemudi taiu jalan pulang"


"Aku gak tau nih"


Teettt....Tetet....tetttttt


Terdengar bunyi klakson di belakang mobil semy,ia melihat dari arah kaca ternyata ada mobil yang berhenti menunggu semy jalan.


"Oh maaf ...maaf"ucap semy berteriak ke belakang dan melanjutkan jalannya.


Semy terus saja mengemudi dan di beri arah oleh catarina untuk bisa pulang.Untung sudah malam jadi tadi mobil hanya beberapa saja yang lewat dan mereka leluasa dalam jalan raya.


Di saat ini mereka mulai lega karena rumah mereka sudah ada di depan mata dan mereka berhasil pulang.


"Akhirnya......."Catarina senang.

__ADS_1


Pintu hendak di buka namun sebelum itu Para penjaga mencek dulu siapa yang datang malam-malam begini dengan keadaan mobil yang rusak begini.Catarina melambaikan tangannya dari dalam mobil pada satpam dan mereka segera masuk ke dalam.


Mendengar pemberhentian mobil leord lansung melangkahkan kakinya dan menuju ke depan rumah,ia membuka gorden dan terlihat catrina dan semy yang keluar dari Mobil rusak ini.


Tetapi karin langsung bergegas keluar dan menyakan kabar semy dan catrina yang sedang terluka.


"Semy...catrina...apa yang terjadi padamu?mengapa kamu bisa begini?"tanya karin yang khawatir.


"Dari mana saja kalian?!"Tanya leord dengan muka yang kesal dan murka pada mereka.


"Udah sayang mereka terluka ya kita obati mereka dulu soal tanya-tanya nanti saja"kata kata karin yang memafah kedua anak ini.


Semy dan catarina duduk di sofa yang sudah tertera,karin mengambil obat P3K dan mengobati luka dari semy dan catarina yang ada di wajah maupun di lututnya.Leord dengan santai tanpa ekpresi rasa kasihan duduk di sofa sambil memandangi mereka,leord tau kalau mereka dalam masalah apalagi mobilnya rusak dan pengawalnya tidak ada.


Leors tanpa menanyakan kabar pada mereka langsung pergi meningalkan mereka semua di ruang tamu dan beranjak ke kamar tidurnya,kini leord merasa lega dan tidur di kamarnya dnegan pulas.


Karin sangat perhatian pada mereka,ia sama sekali tak membenci mereka berdua bahkan menganggapnya anak sendiri.


Setelah itu di posisi edward.


Edward berusaha untuk pulang hari ini juga,namun karena sudah malam ia harus menginap dengan istri dan anaknya cristal.


Di malam yang seperti ini adalah malam yang indah bagi edward selain mendapat pendamping lagi ia juga bisa tidur lega tanpa memikirkan sebuah masalah.


Pagi hari pukul 05.30


Di kediaman Rumah Edward.


"Hoamm.....duh mana hari ini sekolah lagi,pipiku perih banget kalau gini terus"ucap semy dengan menyentuh pipinya sambil mengaca.


Semy bersiap-siap untuk ke kamar mandi,ia mengambil handuk yang ada di gantungan dan menggosok gigi terdahulu.


"Hadeh...tinggal di sini sih enak tapi kenapa aku sampai di sangka si johan dan terus berkelahi,lama-lama mukaku gak ganteng lagi nih heheh"berbicara pada diri sendiri dengan gambaran di cermin.


Catarina sehabis kelelahan semalam tak mau bangun dan ingin bolos sekolah.Catarina terus di atas ranjang miliknya dan di tutupi dengan selimut.

__ADS_1


Semy yang sudah siap mendapat laporan dari pelayannya kalau catarina tak mau bangun .Semy bergegas ke kamar cantarina dan bener saja catarina tak ingin bangun dia malas karena cape.


Mau gimana lagi Semy harus bertindak sesuatu agar catarina tak malas.


"Cat...catarina..bangun...eh sekolah woi"


"Ahhh...malas gak mau"


"Ayo nanti di marahin sama ayah kamu"


"Biar aja ayah lagi gak ada udah aku mau bobi lagi"


"Eh jangan,nanti kamu gak di bolehin jalan lafu sama ayahmu,ako lapor ya nanti,bye ..."dengan langkah menuju pintu keluar.


"Tunggu sem...ih iyaa...iya aku bangun nih aku ke sekolah tapi aku gak mandi ya"pinta catarina dengan wajah yang masih memelas.


"Heh kok gak mandi,bau...astagaa...sana mandi sana.."Semy berusaha menarik tangan catarina dan menyeretnya ke kamar mandi.


Lalu catarina melepas seretan dari semy dan merangkak ke kamar mandi.


"Udah nih aku ke kamar mandi"kata catarina berteriak di dalam kamar mandi.


"Hey Handukmu ini bawa"sahut semy dari kamar.


Lalu Semy dengan menggelengkan kepalanya menuju pintu keluar,ia menarik Pintu dan menuju Ke dapur untuk sarapan.


Karin sekarang sedang membantu para pelayannya memasak,karena tak ada kegitan lain karin kini hanya bisa menjadi istri sah Leord dan tinggal di rumah Edward,karena dirinya sendiri perempuan dewasa di sini ia merasa menjadi nyonya namun ia sangat baik hati pada semua orang.


Catarina dengan mata yang lelah masih mengantuk dan menyisir rambut,bahkan rambut ia masih acak-acakan dan turun ke bawah dengan tas nya.


Perjalanan catarina ke dapur seperti zombie,mata yang setengah tertutup jalan yang begutu lambat dan juga terus menguap.Dengan perasaan yang Malas catarina mengambil piring dan langsung makan.Semy yang sudah stay di meja tak bisa apa-apa lagi selain memaklumi tingkah si Catarina.


Bahkan di dalam mobil masih saja sempat tidur di dalamnya menuju sekolah.


Semy dengan tulus menyisir rambut catarina dengan perlahan.Catarina hanya tersenyum merasa kenyamanan.

__ADS_1


Sisir yang di pakai semy adalah jarinya sendiri dan mengikat rambut catarina denga sangat rapi agar tidak kacau.


Semy mulai terdiam dan meninggalkan catrina di sebelahnya untuk tidur sejenak.


__ADS_2