
...Part 33...
Namun Fiola masih belum datang,jadi catarina hanya bisa duduk dan cemberut.
"Udah nanti dia datang kok"
Sedangkan Fiola baru saja naik mobil dan berangkat ke sekolah,dan seperti biasa ia di antar oleh supir dan pacarnya di mobil.
Sesampai di gerbang sekolah Ia dan pacarnya turun dari mobil.
"Muah..muah..."Kata Fiola mencium pipi sang pacar.
Tak sengaja hal ini di lihat oleh catarina yang sedang mengelap kaca jendela,ia melihat fiola yang berdua dengan pacarnya,namun ia masih bingung.Itu adalah siapanya fiola?.
"Duh...siapa ya itu sama fiola kok sampe di cium segala?apa kakaknya?eh tapu kalau kakaknya gak mungkin setahuku dia anak tunggal"pikir catarina sambil membereskan lap yang ia pakai.
Catarina di buat bingung lagi oleh fiola karena tadi yang ia lihat,jika ia bertanya pada fiola bisa saja fiola tidak akan menjawabnya dengan jujur,maka hal ini harus di selidiki oleh catarina sendiri.
Di kelas...
"Hey...tumben udah duluan?"tanya Fiola pada semy dan catarina.
"Iya kami datang awal kok"
Catarina semakin curiga pada fiola semenjal ada kejadian Bunuh diri itu,dan setiap gerak gerik dan fiola akan di lihat catarina.
Singkat waktu...
Pulang sekolah,catarina menyoren tas di lengan kananannya dan berjalan dengan semy,dan Semy juga berdampingan dengan Fiola.Tak di sangka Fiola memberi sebuah kertas pada semy di tangannya,dan semy menyimpannya di saku,dan akan di baca nanti saja.
Mereka tak sengaja pas-pasan dengan Jekse,di mana jekse kini hanya sendiri duduk di motornya.Setelah melihat semy jekse malu dan menurunkan wajahnya ke bawah.
Ketika keluar dari gerbang semy dan fiola berpisah di sana dan mereka mulai berjalan,fiola langsung naik mobil dan di jemput seseorang,catarina merasa penasaran dan terlihat dari bayang-bayang mobil kalau ada seseorang selain supirnya.
Mereka berdua berjalan dan setelah dari persimpangan mereka menuju ke tempat di mana supir taksi ini akan datang.
__ADS_1
Secara bergantian mereka mulai naik ke dalam mobil,semy masih terdiam ia mengingat perkataan dari edward untuk berkelahi dnegan leord .
"Udah sem...jangan di pikirin pokonya semangat aja ya"kata Catarina menepuk pundak semy.
Semy baru ingat ada sebuah kertas yang du tulis oleh Fiola dan di berikan pada semy,ia langsung mengambil kertas itu dan membukanya di dalam mobil bebarengan.
"Apa tu?"Catarina merasa kepo dan ingin melihatnya.
"Ouh ini tadi surat dari Fiola"jawabnya sambil membuka kertas.
"Loh...dari fiola kah,liat donk...liat aku mau liat..."kata catarina yang tak sabaran dan memaksa ingin melihat dan menyeret semy hingga ke pinggir pintu mobil.
"Udah nanti aku liatin kamu sabar aja dulu"kata semy membuka dan membacanya,di sini berisi tulisan.
"Semy...jujur aku sayang sama kamu,dan jika kamu memang sayang sama aku maka buktikan,tembak aku di depan semua orang dan buatlah hari jadi kita secara ramai bisa di inggat semua"
"What????!!!!! Jadi selama ini bener dugaan gue kalau si fiola suka sama si semy?"Teriak catarina di dalam hati.
"Catarina gimana ini menurutmu?"Tanya semy yang menginginkan sebuah saran.
"Lah...kok tanya aku kamu suka gak sama dia?"tanya catarina.
"Ya...hehehe sebenernya sih suka,yaa suka dari dulu sih"jawab semy tersenyum.
Jlep...
Jawaban ini membuat catarina merasa Sakit sekali,namun mau bagaimana lagi ia sudah berjanji akan membantu semy dan menolongnya dan mengikhlaskan dengan orang yang semy cintai.
"Oke kalau kamu suka ya tembak aja soal nanti biar aku yang bantu,kamu tembak aja dia pas nanti selesai olagraga senam,ya biar semua orang tau"sarand dari catarina.
"Gila apa,ya malu ada guru tau".
"Ya mau gimana lagi itu kan kemauan si fiola biar bisa di kenal banyak orang,ya kamu harus berani lah"
"Yaudah nanti aku pikirkan saja dulu,memang wanita ini merepotkan saja"kata semy yang ingin merobek kertas daru fiola.
"Eh...mau di apain?jangan di sobek sini mau aku simpan"kata catrina mengambil nya dan memasukkannya ke dalam saku baju.
__ADS_1
"Eh...jangan di ambil takut ada yang baca"jata Semy yang hendak mengambil balik pada catarina,namun kini posisinya berada di saku baju catarina,hal ini membuat semy tak berani pada catarina.
"Aduh....catarina...agrghhhh..."gemes dari semy yang ingin menerkam catarina.
"Yaudah aku kan cuman nyimpan aja tau siapa tau nanti perlu"kata catarina melipat kedua tangannya di depan.
Beberapa lama Kini mereka sampai di rumah edward,dengan perasaan yang berdebar-debar kini semy akan melawan leord.
Mereka mulai di persilahkan masuk ke dalam,semy turun dan menggendong tas nya,ia mulai berjalan ke kamar dan menaroh tasnya.Sesuai janji ia harus ke tempat latihan sekarang juga setelah pulang sekolah.
Semy agak ragu dan gugup,ia mengumpulkan keberanian dan push up agar merasa dirinya tidak gugup lagi.
Wush.....pokonya aku harus siap.
Kini semy keluar dari pintu kamar dan berjalan perlahan melewati anak tangga,setiap langkah turun menuju ruang pelatihan.
Dan para pelayan juga menatap semy,mereka tau semy akan melawan leord.
"Aduh...kasihannya padahal dia masih kecik harus melawan tuan leord"bisik seorang pembantu.
"Iya bener tubuh dia masih kecil jelas akan kalah,apalagi leord kan benci banget sama sj semy"bisik lagi.
Lama-lama jadi bisik tetangga,maaf ini adalah bisik-bisik pembantu.
Semy kemudian di gandeng oleh catarina dengan ceria,catarina menyuruh semy tersenyum agar tidak merasa takut.
Lalu sampailah semy di ruang latihan,ruangan ini sangat luas dan muat banyak orang.Setiap orang kini sudah duduk dengan rapi dengan jas hitam yang gagah.
Semy ingi lewat,ia di panggil edward menuju hadapannya,dengan sopan semy membungkuk pada yang tua .
"Semy...di mana harga dirimu?"teriak leord.yang duduk dengan rapi dekat dengan edward.
"Maaf permisi,saya lebih muda dari mereka dan saya harus menghormati yang tua"kata semy sambil tersenyum.
Catarina duduk di samping dekat pelayan wanita,dan di sana mereka sudah menyiapkan. area perkelahian antara semy dan leord.
"Saya hadir ayah"kata semy duduk di depannya.
__ADS_1
"Baguslah kamu datang,kamu memang memiliki sebuah pertanggung jawaban"kata edward tersenyum.
Kini semy dan leord di kelilingi anak buah dsri edward,mereka akan di jadikan sebuah saksi,namun entah apa tujuan dari Edward melalukan hal ini.