Mafia The Real

Mafia The Real
Berniat Jahat


__ADS_3


...Part 6...


Semy yang baru saja keluar dari toilet terkejut dengan apa yang ia dengar,tak salah lagi ini sangat berbahaya.Semy segera menuju ke luar dan meminta catarina untuk pergi dari sini.Tetapi karena ia gegabah tak sengaja ia menabrak seorang pria yang berada di depannya.


"Maa..Maaf"kata semy sambil pergi.


Bos itu tau kalau di luar ada yang menguping pembicaraanya.


"Anak itu"ucap bos dengan senyum yang licik.


Setelah berlari ia sampai di mana Catarina dan merlinda berada,semy meminta mereka berdua untuk pergi dari sini.Namun terlambat karena bos nya sudah mengetahui Semy dan ia segera membawa dua pengawal.


Dan dua pengawal itu segera mengikat ketiga anak kecil ini,dan semy bersama merlinda bisa di bilang bonus.


"Kenapa paman mengikat kami,apa yang ingin paman lakukan,bukannya paman teman ayahku"kata Catarina mencoba melepas ikatan yang ada di tangannya bersama Semy dan Merlinda.


Sang bos hanya tertawa


HaHaHaHa......


"Dasar anak bodoh,mana mungkin aku mau melepaskan uang di depan mata"kata sang bos tertawa senang.


"Paman jahat!!!!!"kata catarina kesal.


Kini mereka bertiga di jaga oleh dua pria yang memakai jas hitam dan bertubuh kekar,dan mereka menunggu kedatangan seseorang.Dan ternyata orang yang mereka telepon adalah Hendrik pemimpin dari mafia yang suka menculik anak kecil.Hendrik yang mendapat kabar ini merasa kegirangan dan sangat senang,ia juga merasa lega karena ia tak perlu berkelahi dengan edward pemimpin terkuat.

__ADS_1


Semy pun juga merasa sedih,ia terus saja mencoba melepaskan ikatan yang ada di tangannya.Dua pengawal ini berdiri dengan tegap dan juga tak bergerak yang diam di depan pintu.


"Aduh...gawat jika kena nanti bisa bahaya"kata catarina merasa bimbang.


"Apa yang harus kita lakukan"kata merlinda juga takut apalagi di rumah hanya ada kakek seorang.


"Aku ada ide,kalian diam saja"ucap catarina.


Catarina terus saja berteriak memanggil para pengawal yang ada di depan,ia terus saja meminta tolong kalau ia sedang mules dan ingin buang air besar.Awalnya para pengawak tak menghiraukannya,namun karena kebisingan mereka akhirnya salasatu pengawal datang dan menemui mereka.


"Ada apa!!!!Jangan berisik!!!"kata Salasatu pengawal itu dengan wajah sangar.


"Aku mau buang air besar aku mohon aku tidak tahan"kata catarina.


"Ini akal-akalan mu saja,tidak bisa"kata Sang pengawal tegas.


Sang pengawal hendak pergi,namun merlinda dan juga semy membuat sang pengawal percaya karena mencium bau.


"Yaudah sini-sini aku antar tapi jangan macam-macam atau akibatnya bahaya"kata sang pengawal mengancam Catarina.


"Macam-macam gimana pak,saya ini anak kecil gak bisa melawan bapak"kata Catarina dengan menahan rasa sakit perut.


"Yaudah saya antar"


Merlinda dan semy juga bingung entah apa yang di rencanakan oleh Catarina,dan ia hanya bisa menunggu.Catarina di antar ke toilet dan juga di sana catarina beraksi,mengeluarkan rasa sakit ketika sedang melakukan buang air besar.


"Aduh...sakit"ucapnya berdiri.

__ADS_1


Catarina segera mengobrak-abrik di toilet itu yang di jaga pengawal,ia mencari sesuatu yang tajan untuk melepaskan dari mereka.Namun catarina sama sekali tak bisa menemukan apapun.Lalu ia menemukan sebuah tempat penyimpanan Sabun yang terbuat dari Semen dan kaca-kaca kecil,Catrina menghidupkan closed dan memecahkan nya dengan pelan-pelan agar tidak terdengar dan di bantu oleh Suara air yang berisik.Kini pecahan itu ia simpan di saku belakangnya.Dan ia keluar menemui penjaga itu,dan di bawa lagi ke ruang awal tadi.


Setelah itu ia di ikat kembali.


"Hey apa rencanamu?"tanya semy ketika penjaga itu sudah pergi.


"Cepat kalian ambil pecahan kaca itu di saku celana ku tapi hati-hati tangan kalian bisa telruka"kata Catarina.


Semy tak berani mengambilnya karena ia adalah perempuan.Jadi hanya merlinda yang mengambilnya.


"oke sudah aku dapatkan"kata merlinda.


"Kamu gesekkan saja sama talinya nanti putus"kata catarina pada merlinda.


Merlinda segera mengikuti apa yang ia perintahkan,dan tali sudah mulai terlepas.Dan kini mereka bertiga sudah lepas,dan ia segera mencari jalan keluar.Namun ketika mengintip di bagian Pintu banyak sekali para pengawal dan mereka bisa menangkapnnya dengan cepat.Bahkan ada sebuah jendela namun jendela ini terhubung dengan kamar sebelag yang di huni orang lain.Tak kehabisan pikir semy melihat sebuah atap,dan di sana ada lubang.Ia meminta lainnya segera naik ke atas melewati korindor,karena badanya kecil maka mereka akan mudah melewatinya.


Pertama Semy yang naik,kedua catarina lalu merlinda.Setelah mereka nain dengan meja yang ada di sana semy memimpin jalan melewati korindor itu.Dan ia juga bisa melihat yang lainnya dari atas ke bawah.Semy juga mencari jalan keluar agar mudah kabur.


Namun ketika Hendrik pempimpin bar datang ke sana ia sangat kecewa karena ia sama sekali tak melihat keberadaan catarina.Padahal hal ini sudah di sambut dengan riang oleh hendrik.Sang bos itu merasa heran kenapa bisa pergi,dan ia juga memarahi pengawalnya karena tidak becus.


"Dasar kalian ini tidak becus menjaga bocah saja !!!!"Bentak bos pada pengawalnya.


"Hahaha anak buah kita sama-sama bodohnya gak bisa jaga anak kecil"jawab hendrik.


Namun Sang bos melihat ke atap dan ia tau kalau mereka kabur melewati atap.Sang bos meminta mereka untuk memberikan sebuah asap pada koridor mereka supaya mereka keluar,dan cepat di dapatkan.Mereka segera memberi asap pada koridor dan dengan cept menyebar luas.Semy tau kalau mereka kabur sudah di ketahui mereka,dan semy juga dua gadis mulai batuk-batuk karena asap,catarina tak tahan dan ingin segera keluar.Namun Semy menguatkan mereka agar mereka bisa keluar segera.Namun Catarina tak bisa bernapas,jadi semy meminta catarin Menghisap napas melewati celah-celah atap.


Setelah mereka menghirup napas dengan celah-celah yang ada semy menemukan jalan keluar dan mereka segera menahan nafasnya,dan juga penglihatan mereka tertutup karena asap yang cukup tebal.Sang bos di bawah sedang menunggu kedatangan dari Anak kecil ini,dan hendrik terus saja melihat ke jam tangannya karena tak ingin membuang waktu,dan ia sabar setelah di bujuk sang bos.

__ADS_1


Mereka bertiga merayap dan terus merayap hingga mereka sampai di suatu tempat,kini mereka sudah bisa melihat ke luar.Dan semy merasa amat senang.Ia juga mencoba membuka penutup Koridor.


__ADS_2