
''Apa hari ini kau ada kerja Va?''
Tanyak Sandra yang lagi sarapan
''Ada, tapi jika itu penting nanti janjiku kubatalkan''
''Oh tidak, jangan kau harus tepat janji lagi pula aku mau ngajak kau jalan tadi Rachel mengajak aku''
''Oh, maaf ya San'' kataku menyesal karna tak bisa ikut bersama dia
''Gak masalah Va, apa kau mengenal Kennan?''
''Ya, bukan kah dia Partner nya Rachel saat pesta ke maren?''
''Ya, Kau benar, kau dapat salam dari dia kata Rachel pada ku, mungkin dia tergila-gila padamu si kulkas berjalan''
''Haha, Apa kau juga mengangagap dia saingan?''
''Tentu, dia itu saingan ku yang paling diwaspadai jika pun dia ingin setidaknya aku harus tau dia mencintai mu atau tidak''
''Baiklah, kapan kau berangkat? ''
''Mungkin 3 minggu lagi, hm siapa teman mu untuk acara wisuda minggu depan?''
''Kau''
''Tidak, hm sebenarnya aku lagi kencan sama mantan Bos mu''
''What? Haha, hati-hati loh sama dia nanti takut nya kau hanya sebagai pelampiasan dan yang aku tau dia itu gak pernah tenang dengan satu wanita''
''Aku juga tak begitu mementingkan nya kami hampir sama jika begitu''
''San, berhenti lah jadi Play Girl apa kau akan selamanya begini? Tak ingin mencari pasangan mu kau itu sudah 26 tahun''
''Hai aku belum tua, kan ini semua juga karna dia, aku tak suka lagi Va dengan komitmen, Aku telat menyelesaikan pendidikan ku karena Dia dan papa sudah kecewa padaku aku tak akan mengecewakan papa tuk kedua kalinya''
''Aku menyayangi mu San'' aku pun memeluk nya
''Hai sopan lah sedikit, aku lebih tua darimu, setelah kau menemukan pendamping mu maka aku akan mencari pendamping ku''
''Haha, Baiklah''
Setelah itu aku membersihkan diri dan menunggu Alex datang
Sedangkan Sandra sudah berangkat tadi selesai sarapan dijemput oleh Rachel
Tepat jam 10 mereka datang
''Halo tante, aku lapar'' katanya sambil memeluk ku dan Alex masuk begitu saja kedalam rumah dasar manusia tak sopan dia kira ini rumah nya
''Huft, emang lah kau ini sangat menyebalkan Al main masuk tanpa disuruh'' kata ku kesal
''Oh ayolah Va, ini juga jadi rumah ku kelak bukan kah kau akan jadi adik ipar ku?''
''Entah lah, itu masih belum ku iyakan dan mungkin saja aku menemukan yang terbaik buat ku bukan kah begitu? ''
''Oh terserah lah tolong berikan Abi makan''
Aku hanya menyiapkan makanan nya dan dia makan sendiri katanya, selesai makan kami pun keluar sambil tertawa karna lawakan Abi
Hingga suara seseorang menghentikan langkah kami
__ADS_1
''Va... ''
''Hai Melvin, ada apa?'' Tanyak ku padanya
''Apa kau lupa jika hari ini kita sudah janji bukan kah kita lebih dulu buat janji?'' Aku pun baru ingat jika semalam kami ada janji
''Oh iya, maaf Vin aku lupa yaudah bagaimana kalau kita pergi bareng ajah?''
''Aku mau pergi bersama mu tanpa mereka'' kata nya dengan tatapan marah
''Hai, tenangkan fikiran mu aku sudah terlanjur janji dengan El'' kata ku
''Tante Iva hanya akan berjalan bersama kami'' kata Abi menantang
''Tidak dia hanya berjalan bersama Om'' kata Melvin tak mengalah hingga suara seseorang menghentikan perdebatan mereka
''Azzura? Wow sungguh kah kau ini Auristela Videliva Azzura? Kau pasti melupakan aku ya kan?'' Aku hanya bingung melihat dia bahkan aku lupa siapa dia
''Joel Darren Kenneth'' katanya memperkenalkan diri
''Ya, hai Jo sungguh kau kah ini aku merindukan mu'' kata ku sambil berlari dan memeluk nya Dia adalah Joel tetangga kami 14 tahun lalu dan dia mempunyai seorang adik namanya Viola bukan adik kandung melainkan adik yang harus dijaga karna perintah sang mama kami dulu sering bersama-sama namun entah mengapa mereka pindah ke inggris dan tahun kemarin mereka telah menikah hanya saja karna tak memiliki uang dan undangan aku tak datang, aku hanya melihat melalui televisi saat itu aku sangat bahagia namun aku berfikir mereka tak mengingat ku namun aku salah ternyata dia juga mencari-cari ku
''Kenapa kau jahat baru mencari ku apa kau tak merindukan ku, 14 tahun gak jumpa ya ampun kau semakin tampan aku merindukanmu'' kemudian mencium pipinya
''Hai aku bukan anak-anak lagi dasar menyebalkan, ayo mari kita jalan-jalan aku sungguh merindukan mu, makan siang bareng yuk apa mereka ada urusan dengan mu?''
''Saingan untuk mendapat kan hati ratu mu'' kataku menggodanya
''Oh ya? Itu gak akan pernah terjadi kau hanya akan jadi ratu buat ku''
''Gak usah mengada-ngada deh aku katakan pada Viola nanti baru tau rasa''
''Hm, papa dan mama sudah pergi Jo 8 tahun lalu tepatnya, gara-gara kecelakaan''
''Vi, kau baik-baik saja?'' Tanyak nya padaku dengan wajah khawatir khas miliknya aku hanya tersenyum melihat wajah nya karna dia tidak cocok sama sekali untuk menampilkan wajah Khawatir
''Ya aku baik-baik saja tunggu ya biar aku ngajak mereka dulu'' kemudian aku melangkah ke tempat Alex Kennan dan Abriella
''Maaf, aku hari ini mau menghabiskan waktu ku bersama seseorang yang sangat penting, Abi apa kau ingin ikut bersama kami?''
''Boleh tan, Dad nanti aku pulang bareng tante saja Daddy pergilah bekerja'' katanya pada Alex
''Apa kau berniat melupakan dan mengusir dad Abi?''
''Oh ayolah Dad, Dad kan sudah tua dan sering telfonan sama tante Iva aku hanya ingin bareng dia dan juga om ganteng''
''Baiklah sayang, semoga harimu menyenangkan Daddy berangkat kerja dulu sampai jumpa dirumah sayang''
''Ya Dad love You'' katanya pada Alex dan mencium pipinya terus dia menatap ku dan mencium kening ku hal yang menjadi kebiasaan nya
''Titip Abi ya, Hati-hati aku percaya padamu''
''Makasih Al, Vin maaf ya hari ini di tunda dulu bye-bye Malvin, Alex''
Kami pun melangkah ketempat Jo
''Say hai to uncle El''
''Hai Uncle, apa Uncle juga saingan om Melvin''
''Haha, entah lah sayang tapi tante mu itu sudah jadi milik om sejak dulu jauh sebelum Daddy dan om mu itu mengenalnya''
__ADS_1
''Oh ya? Apakah aku tak bisa lagi bersama tante?'' Katanya sedih
''Kalian pasti sama sayang setelah om memastikan sesuatu jadi kita akan kemana hari ini?''
''Kemana saja yang penting kita bersama'' kataku lalu pergi ke mobil dan pergi menuju Pantai aku bahkan tak tau jika Jo akan mengajak ku kesini
''Jo, kenapa kepantai?'' Tanyak ku histeris karna sangkin senangnya
''Kenapa? Apa kau tak suka?'' Tanyak nya dengan wajah polos nya ingin ku buat dia babak belur tapi aku juga lasihan jika wajahnya yang tampan itu akan hancur dan aku akan mendapat kan amukan dari Viola, itu harus ku hindari karna jika Vio sudah marah maka apapun akan menjadi pelampiasan nya. Bahkan membayangi nya saja aku sudah sangat takut
''Aku hanya terkejut, oh ya bagaimana kabar mama dan papa disana?''
''Sehat, tapi akan lebih sehat jika mereka tau aku sudah berjumpa dengan mu, Viola menemukan mu didaerah ini beberapa minggu yang lalu dan kebetulan aku disini sedang menjalankan bisnis yang berkerjasama dengan keluarga Ariella, namanya Sandra setelah ku telusuri ternyata kau adalah teman nya, saingan terberat ku sekarang adalah keluarga Matteo yaitu Kennan!''
''Apa kau mengenalnya?''
''Ya aku sangat mengenalnya dulu tapi semakin kesini dia menganggap aku saingan yang sangat dihindari dan ingin ia hancur kan begitu saja''
''Haha, dasar kehidupan para konglomerat'' kataku mengejek
''Haha, Va mengapa om dan tante bisa meninggal?''
''Kata polisi itu karna rem blong tapi saat itu aku mendengar papa berkata jika dihadapan mereka ada mobil ugal-ugalan kebetulan disitu jalan nya hanya satu arah aku tak tau apa yang terjadi, semuanya itu gara-gara aku, kejadian nya tepat saat aku ulang tahun aku sangat menyesal Jo karna mereka pergi itu karena aku andai saja aku tak menyuruh mereka pulang mungkin itu tak akan pernah terjadi sampai sekarang''
''Hai, maafkan aku meninggalkan mu melewati ini semuanya sendiri andai saja kami tidak pindah mungkin aku akan ada saat kau membutuhkan aku, papa terpaksa pindah ke Inggris karna kerjanya sejak saat itu kami kehilangan info tentang kalian saat datang kerumah kalian ternyata kau sudah tak ada disana hampir 6 tahun kami mencari mu namun tak ketemu hingga beberapa minggu kemarin Viola berjumpa dengan Sandra itu sebabnya aku tau keberadaan mu.''
''Makasih Jo, karna mu aku jadi memiliki keluarga walau tak sebenarnya''
''Bukan kah aku juga keluarga mu?'' Katanya pada ku
''Ya'' kataku sambil tersenyum dan kemudian kami kembali berjalan bermain pasir dan juga ombak hingga sore saat menjelang malam.
Author Pov
Saat sudah lelah Stela dan Jo mengantar Abriella ke rumah nya saat tiba dirumah nya
''Joel? Stela? '' kata seseorang wanita paruhbaya saat ia membukakan pintu buat mereka
''Ayo masuk dulu sayang, Alex dan Melvin ada di dalam'' kata Andrianna mama nya Alex
''Senang berjumpa dengan mu Nyonya Matteo'' kata Jo sedangkan Stela hanya bingung sendiri
''Oh ayolah Jo kenapa kau begitu formal, Melvin pasti akan senang melihat kedatangan mu ayo masuk'' katanya kembali
''Sebenarnya kami buru-buru tan'' kata Stela karna melihat perubahan dari wajah Joel yang merasa tak nyaman dan marah.
''Oh baiklah, Jo apa kau juga tak ingin berjumpa dengan tante? Tante merindukan mu sayang'' kata Andriana sedih
''Ku mohon tante, biarkan semua tak tau tentang hubungan kita biar kita dianggap tak memiliki kaitan darah apa pun'' kata Jo
'Karna saat mereka tau kau adalah adik papa ku yang selalu membantu keluarga kalian maka akan aku pasti kan Melvin akan hancur, dia tak ingin memiliki saudara seperti ku tan, seseorang yang telah merebut kekasihnya dan kemudian menyebabkan dia menjadi terkunci hingga hari ini, aku tak ingin kau kembali bersedih tan' kata Jo dalam hati
''Ma, siapa sih tamunya kok gak disuruh masuk?'' Kata lelaki paruh baya dari belakang Andriana
''Oh ada Jo, kapan datang? Mari masuk, apakah ini ke kasih mu? Bagaimana kabar papa dan mama mu? Kabarnya Viola gimana?'' Katanya dengan hangat
''Sehat om, vio juga sehat dia menggantikan posisi papa di inggris dan kenalkan ini Stela akan menjadi pasangan ku jika Tuhan berkehendak''
''Oh baiklah mari masuk ke dalam'' karna tiada alasan untuk menolak maka mereka pun ikut masuk kedalam
Lalu mereka terdiam saat tiba diruang makan mereka langsung duduk ditempat masing-masing tak ada pembicaraan yang terdengar suasanya begitu canggung selesai makan semua pindah keruang tamu kecuali Abi yang ke kamar untuk istirahat
__ADS_1