
Saat tiba di Jepang, Stela dan Jhonson sudah ditunggu oleh Jane tantenya Sandra atau lebih tepat nya adiknya Jhonson
''Hai kak bagaimana kabarmu, aku sungguh merindukan mu'' kata Jane yang memeluk Jhonson dengan sangat erat
''Dasar anak kecil, apa kau sudah tak sadar umur mu berapa? Namun kau tetap saja masih kanak-kanakan, bahkan jika Billy tau dia pasti akan sangat malu'' omel Jhonson pada Jane
''Dasar menyebalkan apa aku salah bermanja dengan kakak lelaki ku? Katakan dimana kesalahan nya, dasar menyebalkan'' kata Jane cemberut Stela yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa
''Apa om dan tante tak malu dari tadi kita jadi perhatian semua orang'' kata Stela menyadarkan keduanya lalu mereka hanya tersenyum malu dan memintak maaf
''Kak, bagaimana perjalanan mu?'' Tanyak pria disebelah Jane yaitu Han Lee suami dari Jane
''Sedikit melelahkan, apa kita bisa pulang aku sudah sangat lelah, oh ya kenalkan ini Stela, dia akan tinggal bersama kalian sesuai keinginan keponakan mu, aku ingin kalian menjaganya sama seperti Bella dan Bellina'' kata Jhonson
''Oh sayang kau sunggulah cantik tapi kau mengingatkan ku pada kakak ku Videlya, wajahmu sangat mirip dengan nya'' kata Jane itu membuat keheningan seketika
''Apa aku salah?'' Kata Jane bingung melihat keterdiaman dari Stela dan Jhonson
''Huft dia memang anak dari Videlya dan ku mohon sudah jangan tanyakan lagi apa pun'' kata Jhonson dan memberi kode nanti aku akan cerita kan Jane yg mengerti akhirnya dia mengangguk dan kembali menatap Stela dengan senyum hangat nya
''Tak masalah sayang, aku sangat menyayangi mu, kau adalah putri ku sama seperti yang lain nya'' sambil memeluk Stela
''Thanks Aunth''
''You are welcome babe'' kata Jane
''Baiklah mari kita pulang'' kata Han
''Aku harus ke kantor dulu nanti malam aku pasti akan mampir maaf ya sayang om tak bisa menemani mu Han apa kau akan ikut dengan ku?'' Kata Jhonson
''Tentu kak, karna aku harus kembali ke perusahaan'' kata Han
Lalu mereka pun berpisah-pisah
__ADS_1
Saat tiba dirumah Stela sangat terkejut dengan wajah-wajah didepan nya itu adalah Bella dan Bellina
''Ada apa ini? Kenapa kalian didepan teras seperti ini?'' Kata Jane sambil memeluk sayang kedua putri kembarnya itu
''Kami hanya ingin menunggu tamu spesial mom tak usah berlebihan bahkan kami rela lebih awal pulang demi berjumpa dengan kak Stela agar kami jadi orang yang pertama'' kata Bella
Mereka memiliki rupa yang hampir sama namun yang membedakan Bella memiliki tanda lahir di dagunya yang membuat dia sangat manis namun Bellina tidak memiliki apa pun dan Bella lebih pendek dari Bellina
''Oh benar kah begitu? Ada apa ini? Apa mama telah melewatkan hal penting?'' Tanyak Jane pada kedua putri nya
''Ayo kak, mom ku ini berlebihan, ayo kak kita ke kamar'' lalu mereka membawa Stela kedalam rumahnya tanpa peduli Jane yang hanya bengong menyaksikan perlakuan anaknya
Saat sadar Jane baru masuk kedalam
''Apa kalian tak punya sopan santun? Stela itu tamu'' kata Jane marah
''Dan tamu itu dipersilahkan masuk bukan membiarkan di teras ma'' kata Bella
''Apa? Dasar anak nakal kau akan mendapat hukuman karna ini'' kata Jane sedangkan Stela yang menyaksikan itu hanya tersenyum
''La apa tadi yang bicara itu Lina?'' Tanyak Jane pada Bella
''Seperti nya iya ma, apa Lina kejedot pintu ya kepala nya makanya dia tersenyum?'' Kata Bella
''Mungkin, atau tidak Roh dalam Lina sudah terganti bahkan biasanya dia tak pernah mau menerima orang lain dirumah ini'' Kata Jane
''Dan seperti nya aku sangat bahagia sifatnya kembali hangat, Oh My God ini adalah berita yang harus diketahui oleh Billy'' kata Bella
''Hai, dia itu kakak mu kenapa kau tak begitu sopan padanya'' oceh Jane
''Ya dan aku hampir melupakan fakta itu ahk aku bahagia Mom'' kata Bella langsung memeluk Jane kuat
'Kami tak tau apa yang terjadi Stela tapi kami bahagia karna kedatangan mu membawa perubahan pada putri ku' batin Jane
__ADS_1
Mereka pun keluar menemui Stela dan juga Bellina
''Hahahaha, dan kakak tau wajahnya itu seperti pencuri yang ketahuan, padahal aku gak ngapa-ngapain aku hanya menatapnya itu sangat lucu kak'' kata Bellina yang masih tertawa
''Habisnya wajahmu seperti singa yang mau mangsa buruannya kali makanya dia takut'' kata Stela
''Tidak kak lebih tepatnya singa betina yang kelaparan''
''Wow kau sangat berbahaya, kakak tidak memiliki cerita yang seperti itu kau beruntung bisa melihat dunia luar seperti ini, sejak dulu kakak sendiri bahkan kakak tak punya teman dan teman kakak hanya Sandra miris bukan?'' Kata Stela sedih
''Itu lebih menyenangkan seperti nya'' kata Bellina
''Oh ayolah jangan lakukan kesalahan yang pernah ku lakukan juga kau itu cantik baik dan pasti banyak yang ingin berteman dengan mu hanya saja mungkin sedikit perubahan''
''Tapi itu tidak lah gampan'' kata Bellina sedih
''Jangan cemberut wajahmu tak ada cantiknya jika seperti itu, kakak akan mengajarkan nya kau pasti akan memiliki teman'' kata Stela
''Dan aku akan membantu mu'' kata Bella dari belakang mereka
''Tuh kan dimulai dari yang kecil saja dulu, baiklah kakak sudah selesai''
''Ayo kak ku antar ke kamar'' kata Bella mereka pun pergi menyisakan Jane dan Bellina
''Mom boleh kah Lina memintak sesuatu?''
''Tentu sayang, apa yang kamu ingin kan?''
''Aku ingin nasi goreng buatan mama, masakan mama ini enak tapi aku mau makan nasi goreng''
''Oh tentu sayang sekarang mandilah dulu setelah itu turun nanti makanan nya sudah selesai'' kata Jane senang dan senyum diwajahnya Bellina terkenal dengan diam nya bahkan dalam keluarga nya bahkan dia tak pernah memintak pada orangtua nya dia benar-benar tertutup dan datar
''I love you mom'' kata Bellina pada Jane
__ADS_1
''Jangan menangis, aku gak suka, Thank you mom'' kata nya kembali lalu naik ke kamarnya biasanya hanya bella yang melakukan hal itu namun kini berbeda Jane kembali merasakan Hangatnya pelukan sang anak