
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Ernest dan juga Matteo setelah melewati berbagai macam jalan hidup setelah satu tahun lebih akhirnya kini
hari paling bahagia diantara dua insan yang akan menjadi satu itu terjadi juga.
''Iva, kau begitu cantik, ku jamin nanti Kenn pasti terkejut melihat mu'' kata Viola
''Makasih Vi'' kata Stela lesu
Seharusnya dihari pernikahan nya ini akan ada mama yang akan membantu dia atau papa yang akan mengantar dia menuju Altar dan memberi ancaman pada Kennan dengan sedikit lelucon itu adalah sebagian dari mimpi nya. Mimpi yang tak akan pernah jadi nyata, dan hanya akan menadi harapan semu yang harus ia lenyap kan.
''Hai, ini hari bahagia mu kau harus tersenyum'' kata Viola
''Aku merindukan mereka Vi, aku selalu berharap mereka bisa melihat ku bersanding dengan orang yang ku sayang, aku rindu mereka'' kata Stela menangis.
''Va, tante dan om pasti bangga pada mu, anak perempuan mereka kini sudah dewasa, mereka pasti bahagia jika kau bahagia, berjanji lah padaku jika kau akan bahagia Va, ingat ini awal bukan akhir jadi kau harus berjuang lagi'' kata Viola sambil memeluk dan menenangkan Stela
Kemudian Clara dan Clarissa masuk
''Ada apa ini kenapa jadi ada drama melow di hari bahagia?'' Tanyak Clarissa
''Dia sedih tan ingat sama orangtua nya'' kata Viola Clara dan Clarissa yang mendengar itu juga sedih namun mereka mendekati Stela
''Jangan sedih sayang kami ada buat mu, kau adalah putri kami sama seperti Felicia dan juga Viola'' kata Clarissa
''Kau hanya cukup bahagia sayang, maka mereka juga akan bahagia'' kata Clara
Stela yang mendengar itupun tersenyum
''Apa Felicia datang?''
''Maafkan aku, aku terlambat kau tau jalanan disini sangat macet jika aku tau begini lebih baik aku nginap dihotel tadi malam daripada bertemu dengan dia huft sangat melelahkan, Vi tolong rias aku dong'' kata Felicia yang datang dan masuk tanpa mengetuk pintu
''Apa kau sudah gila Fel, kau menumpahkan jus di baju ku'' kata Sandra yang datang dengan nafas tersengal-sengal
''Hai itu bukan salah ku, salahkan tangan mu yang tak bisa memegang gelas dengan benar'' kata Felicia membela
''Apa kalian akan terus berdebat cepatlah bergegas kita akan berangkat'' kata Nico sambil memeluk dan bermesraan dengan Sandra
''Apa kalian tak bisa melihat tempat untuk melakukan hal menjijikkan itu?'' Tanyak Felicia kesal
''Dasar jomblo bilang saja jika kau ingin'' kata Nico
''Sudah berhenti berdebat kalian ini sudah seperti Angela yang taunya hanya nangis'' kata Viola
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya semua siap
''Paman tersenyum lah, mengapa wajahmu sangat murung?'' Kata Stela pada Jhonson yang mengantar ia menuju Altar tempat Kennan menunggu
__ADS_1
''Om hanya terharu sayang, semoga kau selalu bahagia'' kata Jhonson menahan air matanya namun semua seakan sia-sia air bening itu jatuh dengan sendiri nya
''Jangan rusak penampilan ku paman, kau mau aku bahagia kan maka sekarang antar lah aku menuju kebahagiaan ku, Terimakasih atas segalanya paman, aku menyayangi mu'' sambil menggenggam tangan Jhonson kuat dan melanjutkan perjalanan di depan sana sudah ada lelaki yang selama ini menjadi sumber bahagia nya dan hari ini akan menjadi hari dimana mereka akan menjadi satu untuk selama nya
Karna terharu Kennan tak dapat menahan air matanya saat melihat Wanita yang sangat ia cintai akan menjadi pendamping nya seumur hidupnya
''Stela berhenti gugup'' kata Jhonson pada tangan nya yang gemetar
''Ya ampun om seharusnya aku yang berkata demikian, mengapa jadi om yang gugup'' sambil menggenggam tangan Jhonson lebih kuat karna gemetar.
Senyum terpancar dari wajah Stela, Dia bahagia karna sekarang apa yang menjadi keinginan nya dapat terwujud berkumpul bersama keluarga dan dikelilingi oleh orang yang disayangi nya.
''Ku serahkan putriku untuk kau bimbing ke arah yang lebih baik dan bahagiakan dia jika aku tau dia sedikit saja menangis maka kau yang akan menjadi taruhannya'' kata Jhonson tegas dan menatap Kennan dengan tajam sambil menyerah kan tangan Stela pada Kennan
''Aku akan berjanji padamu paman akan membahagiakan putri mu segenap hatiku'' kata Kennan tegas kemudian Jhonson menuju tempat duduk nya Kennan dan Stela menuju Pendeta
Saling berjabat tangan dan memandang satu sama lain dengan penuh cinta mereka mengucapkan janji suci mereka.
''Mempelai pria silahkan ucapkan janji suci mu''
“Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Kennan Melvino Matteo dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Auristela Videliva Ernest sebagai istriku. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan mendidik mereka secara Katolik. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini, semoga Tuhan menolong saya.” kata Kennan tegas
''Mempelai wanita Silahkan ucapkan janji Suci mu''
“Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Auristela Videliva Ernest dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu Kennan Melvino Matteo sebagai suamiku. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan mendidik mereka secara Katolik. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini, semoga Tuhan menolong saya.” kata Stela dengan penuh haru semua yang menyaksikan itu sangatlah terharu
Setelah itu Abriella datang membawa keranjang yang berisikan cincin setelah pertukaran cincin itu Kennan mencium Stela dengan penuh Cinta
''I love you my Wifh God Bless You''
''I love you too my Hubby, God Bless You''
Hingga suara tepuk tangan menyadarkan mereka.
Setelah acara itu selanjutnya acara Resepsi yang di hadiri oleh berbagai kolagen bisnis keluarga besar mereka.
''Selamat Sayang kau sudah jadi Istri tante dan om berharap semoga kau selalu bahagia'' kata Clara
''Selamat Va, maaf sifatku yang selama ini kurang berkenan'' kata Felicia sedih
''Tak masalah Fel, setiap orang berhak berubah'' kata Stela sambil memeluk Felicia
''Maafin papa juga'' kata Felicia dengan tangisan nya
''Aku sudah memaafkan semuanya Fel dan biarkan mereka semua tenang di alam baka'' kata Stela seakan tau kepedihan dan kesedihan Felicia
Albert bunuh diri sebulan setelah di temukan nya Stela yang sempat membuat Felicia dan Clarissa terpukul
__ADS_1
''Selamat sayang'' kata Alex yang hendak memeluk Stela namun yang dipeluknya malah adiknya
''Jangan peluk-peluk istri ku'' kata Kennan kemudian memeluk pinggang Stela dan tak membiarkan Stela bergerak sedikit pun
''Ya ampun Kenn kau sangat posesif, Iva tak menyukai itu''
''Tau apa kau tentang istri ku''
''Aku tau semuanya tentang istri mu apa perlu aku memberitahukan mu dia itu mantan pacarku tersayang dan aku gak ikhlas dia bersama mu'' kata Alex serius walau sebenarnya itu tak akan terjadi namun karna Kennan yang mudah emosi jadilah perdebatan
''Langkahi dulu mayat ku baru kau merebut nya dariku'' kata Kennan penuh permusuhan
Namun keduanya mengaduh kesakitan saat Viola dan Andriana menjewer mereka berdua yang membuat Joel memeluk Stela
''Aw sakit ma'' kata Kennan protes
''Apa kau akan mengahncurkan hari pernikahan mu karna kakak mu yang bodoh ini?'' Kata Andriana geram pada kedua putranya itu.
''Tuh kan gara-gara mama, lihat Iva dipeluk oleh Joel'' kata Kennan hendak memisahkan Joel dan Stela namun tertahan karna Andriana
''Dasar lelaki posesif, apa kau hanya akan menjadi kan Stela menjadi milik mu? Dasar egois'' kata Andriana
''Wajar dong ma Iva kan istri ku'' katanya membela
Sedang kan keluarga besar yang menyaksikan itu tertawa terbahak-bahak karna wajah Kennan yang sedang kesal dan merajuk sangatlah lucu
''Selamat sayang, semoga kau selalu bahagia ingat ini adalah awal dari hidupmu yang baru jadi bersikaplah lebih dewasa menghadapi suamimu yang kekanakan itu'' kata Joel pada Stela sambil memeluk dan mencium kening Stela dengan sayang
''Dan mungkin ini pelukan terakhir setelah ini karna dia itu sangatlah otoriter''
''Tidak akan pernah kau itu kakak ku dan pelukan mu sangat ku perlukan kelak walaupun kini aku sudah memiliki bahu untuk bersandar namun kau tak akan pernah terganti Jo''kata Stela sambil menangis
''Dan ingat aku ini kakak mu tolong hargai'' kata Joel lalu mereka tertawa.
Setelah hari yang panjang itu disinilah Stela dan Kennan dalam sebuah kamar pengantin. Selesai mandi Stela keluar
''Vin mandilah'' namun tak ada jawaban dari Kennan karna dari tadi dia mendiamkan Stela hanya karna berpelukan dengan Saudara nya laki-laki
''Masih marah? Duduk lah Vin aku mau ngomong sesuatu''
Dengan gerakan lambat Kennan duduk dengan wajah yang ditekuk dan Stela hanya tersenyum melihat tingkah suami nya itu
''Vin'' sambil menggenggam tangan Kennan
''Kau tau aku masih jauh dari kata sempurna dan mungkin aku tak akan pernah mendapat kan nilai itu tapi aku ingin kita memulai nya bersama, aku ingin kau ceritakan padaku yang menjadi keluh kesah mu karna kita akan memulai semuanya Vin, aku ingin kita menyelesaikan masalah kita sebelum kita tidur. Aku tak ingin jika amarah lebih menguasai kita hingga tak dapat menyelesaikan masalah, jika aku marah tegur aku dengan kelembutan mu, jika aku keras kepala tegur aku dengan kehangatan mu'' kata Stela sambil menatap Kennan yang terdiam
''Maaf Va, seharusnya aku tak bersifat kekanak-kanakan namun itulah kekurangan ku, aku hanya tidak suka berbagi dengan apa yang ku miliki, aku ingin kita memulai semuanya dari awal tegur aku jika aku salah sebesar apapun masalah kita, kita akan selesai kan bersama jangan ada niat untuk mencari tempat cerita lain dan mulai sekarang kita akan membiasakan diri dengan itu'' kata Kennan sambil tersenyum
__ADS_1
Senyum yang dapat mengubah dunia Stela hanya satu harapan yang ia ingin kan dalam hidup nya yaitu sebuah KEBAHAGIAAN