
Setelah dia tenang aku melonggarkan pelukan ku dan menatap nya
''Apa aku juga memiliki kesempatan menjadi orang yang kau sayang Va? Ku harap seperti itu'' kataku padanya dia hanya menunduk dengan wajah memerah aku sangat suka wajahnya yang seperti itu aku pun mencubit pipi nya dan dia menatap ku dengan tajam
''Kau lucu jika blushing, aku suka dan aku gak suka tatapan datar mu itu''
''Apa kau tak tau itu sakit? '' katanya sambil tersenyum jahat aku pun memberi aba-aba siaga entah apa yang ada di otak kecilnya itu tapi aku harus waspada.
Tiba-tiba dia menggelitik ku tapi aku sama sekali tak peduli karna lelah aku yang menggelitik dia lalu kami tertawa dan berguling-guling di tempat tidur mungkin ini adalah pengalaman yang tak mungkin ku lupakan sepanjang hidup ku
''Hahaha Sudah Vin haha ... aku haha menyerah haha''
''Oh tidak bisa sayang kau telah memulainya'' dia pun tetap tertawa hingga aku berhenti karna dia menangis
''Hei? Apa aku menyakiti mu? Maafkan aku'' kata ku menyesal
''Hiks kan tadi aku sudah bilang hiks... sudah jangan lagi hiks... lihat tuh tempat tidurnya basah hiks...''
Aku pun tertawa terbahak-bahak bahkan perutku sampai keram karna tertawa saat melihat wajah garang nya aku pun berhenti
''Baiklah, aku mintak maaf akan hal itu, aku akan bersihkan percaya lah''
Tapi dia malah marah dan menatapku dengan sangat tajam seolah-olah aku ini harus dimusnahkan
''Dasar Melvin jahat hiks... aku tuh malu hiks... dasar Melvin Rese hiks ... Nyibelin hiks... gak peka hiks...''
Katanya sambil menangis aku bahkan bingung jika sudah seperti ini
''Sudah dong Va, aku mintak maaf ya, janji deh gak akan di ulangi'' kata ku menyesal
''Tuh kan hiks... Melvin mau ngulangin lagi hiks... Melvin jahat'' katanya menyalahkan aku
Baiklah aku bahkan tak pernah menghadapi posisi seperti ini aku bingung harus melakukan apa karna berisik aku pun memeluk nya
''Va, aku mintak maaf ya, sudah jangan nangis lagi nanti kamu jelek loh''
''Tuh kan aku di bilang jelek huaaaa'' katanya sambil memukuli dadaku dasar wanita semuanya salah, karna takut salah aku pun diam setelah dia tak menangis lagi dia malah membuat pertanyaan konyol
''Kok kau diam, aku ada salah ya aku mintak maaf'' katanya sambil menunduk dan hampir saja tangisnya kembali terdengar namun terhenti saat aku mencium pipi nya
''Okey, Va kau gak salah gak usah nangis lagi ok sekarang pergi ganti bajumu dan aku merapikan kembali tempat tidurnya''
''Gak usah kau tunggu di luar saja biar aku yang melakukan nya gak ada bantahan'' kata nya kesal pada ku dasar wanita
''Baiklah'' kataku menyerah dengan tingkahnya yang keras kepala saat diluar aku sangat suka tentang penataan rumah ini sangat perfeck semua barang ada disetiap tempat dan kegunaannya tiada miniatur yang begitu berlebihan dan aku suka suasana nya sangat nyaman dan damai
''Apa kau mengagumi apartemen ku? Yah sebenarnya sih wajar orang seperti mu pasti tak akan pernah memiliki apa hal yang ku miliki'' katanya menghentikan acara ku mengangumi apartemen miliknya
''Tidak, aku hanya terkesan'' kata ku berbohong
''Ya dan itu tak beda jauh pengertian nya, akui saja lah bahkan jika kau akui maka segalanya akan lebih cepat selesai'' katanya padaku sambil memberi kan secangkir kopi
__ADS_1
''Maaf aku tak memiliki teh, aku hanya memiliki kopi pahit untuk menghilangkan penat jika kau tak ingin biarkan saja di meja itu nanti aku akan meminumnya'' katanya menjelaskan
''Ya aku akui ini memang sangat sederhana dan elegan mungkin aku akan mengajakmu untuk menata ulang kembali rumah ku karna rumah ku begitu kosong dan sunyi seperti pemiliknya, apa kau tidak ikhlas tuk memberikan ku minum?''
''Oh bukan karna itu hanya saja aku tau kau tak akan sanggup meminumnya'' karna dia bilang begitu aku pun langsung minum tanpa berfikir jika itu masih panas dan rasanya sangat pahit hingga semuanya ku keluar kan ke wastafel
''Apa kau berniat meracuni dan membunuhku? ''
''Aku harap sih begitu tapi bukan kah aku sudah berkata jika itu pahit dan kau pasti merasa jika itu masih dalam keadaan panas bukan?'' Tanyak nya santai betul dia memang sudah berkata demikian dan
Aku hanya tersenyum menjawab nya
''Ck, dasar menyebalkan, kenapa kau bisa sampai di sini?''
''Karna Cinta'' kata ku singkat
''Apa itu sebuah jawaban? Dasar lelaki seperti mu tak akan paham apa itu arti cinta''
''Ya kau benar aku memang tidak tau tapi karna mengenalmu aku jadi paham apa itu Cinta, aku tadi mintak kunci cadangan dari resepsionis karna mendengar suara mu, aku khawatir sesuatu hal buruk terjadi padamu''
''Oh ya aku sangat tersanjung akan hal itu, dan terimakasih''
''Ya memang seharusnya seperti itu aku bahagia jika kau mengucapkan itu, apa kah kau memperbolehkan aku memakai kamarmu untuk istirahat? Aku sangat mengantuk''
''Oh baiklah walau tak ikhlas, tidak baik juga mengusir tamu yang tak di undang ini''
Dia pun mengantar aku menuju kamar sebelahnya
''Ya ampun Va, kenapa kau begitu menyebalkan? ''
''Loh kenapa bukan kah kau orang kaya apa kah itu sangat susah aku hanya ingin memanfaatkan mu apa itu masih kurang jelas?''
''Baiklah besok pasti aku bayar sekarang aku mau tidur'' saat dia mau keluar aku menariknya kedalam pelukan ku dan menatapnya aku bisa merasakan detak jantung nya sama seperti ku
''Aku hanya mau bilang selamat malam selamat istirahat'' aku pun mecium pipi nya
''Ck, dasar modus'' katanya lalu melangkah pergi keluar sebelum itu dia menatap ku
''Selamat malam Vin, mimpi inda, makasih dan jangan lupa bangun'' katanya sambil tersenyum aku sangat senang melihatnya aku bahkan tidak jadi tidur tapi saat seseorang masuk aku pura-pura tidur
Iva datang memberikan ku selimut kemudian menggenggam tangan ku
''Vin, mungkin kau orang pertama yang tau sisi ku yang lemah dan cengeng ku harap kau juga tak akan meninggalkan ku dan menjauhi ku, mungkin sekarang aku belum mempercayaimu tapi entah kenapa aku nyaman berada di dekat mu, walau aku masih belum ingin membuka hatiku pada siapa pun aku berharap kau mau berjuang karna dalam pelukan mu aku merasa nyaman dan terlindungi seperti saat papa dan mama ku memeluk ku boleh kah aku berharap untuk kembali merasakan kebahagian suatu hari nanti? Walau hanya sebentar karna aku sangat kesepian, aku tak ingin kehilangan mu tapi aku tak memaksamu jika suatu hari nanti kau ingin menyerah dan tak ingin memperjuangkan aku lagi ku harap aku sudah tak ada di dunia ini lagi, tidurlah yang nyenyak orang asing siapa tau besok kau bisa jadi orang berharga dalam hidupku, semoga tidurmu nyenyak, jangan lupa bangun lelaki nyibelin dan rese'' katanya setelah itu dia keluar setelah aku mendengar suara pintu tertutup aku bangun
''Bolehkah aku berharap dapat menghabiskan sisa hidupku bersama mu Va? Aku harap seperti itu semoga aku bisa dan aku berjanji kau hanya akan menjadi milik ku aku mencintai mu walau kau masih belum merasakan hal yang sama'' kataku lalu aku pun tidur dengan sangat nyenyak bahkan ini sangat singkat hingga suara seseorang membangun kan aku
''Vin, bangun ini sudah pagi apa kau tak bekerja''
''Ihk apaan sih aku mau tidur bik, kenapa kau masuk dalam kamarku ini masih sangat pagi''
''Hai, ini itu kamar ku cepat bangun sebelum aku menyirammu dengan air, ini sudah jam 7'' tapi aku tak membalasnya aku semakin tertidur dan mencari posisi yang nyaman buatku
__ADS_1
''Baiklah ternyata kau butuh mandi''
Setelah itu aku merasa aku disiram dengan air dingin
''Apa-apaan sih bi, berani-rani nya kau menyiramku dengan air dingin apa kau ingin ku pecat?'' Kata ku marah
''Apa kau ingin ku usir?'' Katanya menantang ku
''Via, kenapa kau dikamar ku?''
''Apa kau bilang kamar mu keluar dari apartemen ku SEKARANG! '' aku pun melihat sekelilingku dan aku baru sadar jika aku bukan dirumah ku
''Maaf Va, ku kira aku tidur dikamar ku''kataku menyesal karna telah menganggap ini rumah ku hibisnya aku tak pernah senyennyak itu tidur sejak kejadian itu
''Sudahlah emang kalo kebo tetap ajah kebo, ayo sekarang mandi aku jijik melihat tampang mu''
''Baiklah, dasar mama tiri'' kataku kesal aku pun kekamar mandi selesai mandi aku keluar dan aku batu ingat jika aku tak memiliki pakaian tapi alangkah terkejut nya aku saat mendapatkan sebuah kaos dan juga celana pendek lengkap ada di tempat tidur aku pun langsung memakai nya dan keluar
''Va, ini baju siapa? ''
''Baju yang baru di belik oleh Alex, aku hanya nebak saja ukuran baju mu tadi aku mintak tolong pada Alex''
''Apa? Lalu dimana dia sekarang?''
''Loh mana ku tau, selesai dia mengantar itu dia pulang katanya ada urusan''
''Oh, apa aku boleh menemukan sebuah makanan? ''
''Ya, duduk lah biar aku masak''
''Sekarang jam 7:25? Apa? Aku bisa bangun sepagi ini wow ini luar biasa sangat keren waktu bangun ku yang paling cepat sejarah hidup ku''
''Oh ya? Aku bahagia jika begitu, setidaknya kau bisa tepat waktu untuk bekerja'' katanya singkat lalu lanjut memakan makanannya dalam diam selesai itu aku pulang dan mendapati kak Alex dirumah
''Ternyata kau cepat satu langkah, tak masalah ini baru permulaan betul kan Vin? ''
''Oh tentu dan akan aku pastikan aku akan memiliki nya selama nya''
''Tak perlu bangga hati karna aku bisa mengalahkan mu''
''Mengalahkan ku dalam mimpi mu'' aku pun tertawa
''Oh ya kenapa kau datang keapartemen nya Iva tadi?''
''Mengajaknya sarapan tapi kau sudah lebih dulu berterimakasih lah pada ku karna aku sudah membawa bajumu''
''Ya baiklah, aku terimakasih atas hal itu ya sudah aku mau berangkat kerja''
''Ck, apa kau salah minum obat sehingga kau datang secepat ini ke kantor apa kau salah minum obat mu? ''
''Oh tentu saja tidak aku bahkan sangat senang karna bisa dibangun kan oleh Iva dan makan sarapan bersama nya aku sangat bahagia'' kata ku senang dan tersenyum
__ADS_1
''Baiklah aku akan sangat senang mendengar hal itu'' katanya lalu pergi meninggalkan aku sedangkan aku bersiap-siap dengan semangat yang sangat luar biasa