Make A Wish

Make A Wish
6


__ADS_3

Hari ini, hari dimana aku akan menghabiskan waktuku bersama Ella saat aku membuka mata ku aku langsung memasak dan membangun kan Sandra untuk ibadah.


''San, bangun hari ini kamu ibadah?''


''Oh, iya hari ini hari minggu harus aku pulang papa sudah nunggu mau quality time bersama papa dulu hari ini makasih Va, aku langsung pulang''


''Hai setidaknya cuci wajah mu'' kata ku memperingatkan dia yang baru bangun langsung menuju pintu keluar tapi dia tidak menghiraukan dengan piama tidurnya dan rambut acak-acakan dia makan lalu pergi begitu saja dasar wanita menyebalkan


''Bye-bye Va, aku padamu, love you''


Aku hanya tersenyum dan geleng-gelengkan kepala yang sakit karna ulah nya


Aku pun bersiap-siap tak lama setelah itu suara bel pintu apartemen ku bunyi.


'' Tante Ella kangen''


''Ella? Sejak kapan kau tiba disini sayang, kau sudah sarapan? ''


''Baru saja sampai baren om Malvin, aku sih sudah sarapan tan tapi om belum tadi dia baru bangun karna kerja semalam apa om bisa numpang makan?''


''Haha, dasar boleh dong sayang, ayo kau juga harus makan masakan Tante okey'' lalu Abriella pun masuk lalu aku pun memberi ruang agar Kennan bisa masuk


''Apa aku boleh masuk'' tanyak nya padaku


''Ya tentu'' jawab ku dengan senyum hangat ku


''Bukan kah aku hanyalah orang asing yang harus kau hindari''


''Seharusnya, tapi jika kau ingin disini aku juga tak masalah''


Aku pun masuk kemudian dia pun masuk, aku pun memasak lalu memberi kan nya ke meja makan lalu kami makan dalam diam setelah itu berangkat ibadah bersama dan jalan-jalan ketaman,  sangat menyenangkan


''Apa kau senang Ella?'' Tanyak ku padanya setelah kami duduk di kursi taman


''Aku sangat senang dan bahagia tante, lain kali Daddy akan aku ajak jalan bareng sama Tante biar tante bisa jadi Mom ku, iya kan om? Om pasti setuju''


''Om tidak setuju sayang karena mom tak akan pernah menghilang dan terganti dari hadapan dad''


''Setidaknya tante bisa jadi teman dad, iya kan tan?''

__ADS_1


''Iya sayang, pasti''


''Abi, gimana harimu sayang? '' Tanyak seseorang menghentikan percakapannya kami


''Alex'' kata ku, aku ingin menangis, kenapa aku harus berjumpa dengan nya apa ini yang namanya dibalik kebahagian akan ada luka yang tak dapat dijelaskan


''Iva?'' Kata nya sambil menatap ku


''Tante sini kenalkan ini Daddy namanya Alex, dan dad ini Tante yang ku katakan kemaren namanya tante Videliva cantik kan Dad? ''


''Ya sayang, dia Cantik seperti Mom mu, aku merindukan mu.'' Katanya pada ku


Aku tak paham bagaimana jalan fikiran nya dulu dia pergi begitu saja setelah memberi ku kenyaman, dia pergi seolah-olah aku hanyalah hal yang tak penting


''Hai Al, apa kabar mu? Sungguh aku senang berjumpa dengan mu? Apa kah kau bahagia?''


''Ya'' katanya dengan penuh penyesalan ada baiknya aku tak menunjukkan padanya tentang keadaan ku


''Apa aku boleh memeluk mu? Aku merindukan mu'' kata nya pada ku


''Tentu, bukan kah janjiku akan selalu ada sebagai tempat mu tuk kembali, kembali lah kerumah mu jika kau memang lelah dan butuh istirahat'' kata ku sambil tersenyum dan dia memeluk ku dengan sangat erat sedangkan aku hanya tersenyum, dia menangis


''Va maaf kan aku'' katanya aku pun membalas pelukan nya aku tak tau masalah nya tapi sekarang dia membutuhkan aku, dan akan ku berikan apa pun karna dia lah yang jadi alasan ku dulu saat aku terjatuh.


''Aku tak tau apa masalah mu tapi jika tidak keberatan aku akan slalu ada untuk mendengar cerita mu''


''Aku gak sanggup Va''


''Hei, kau itu super heroku aku yakin kau pasti bisa percaya lah pada ku, sudah berhenti jadi lelaki lemah kita lagi ada ditaman ditemani anak mu dan adik mu bahkan kau kejam aku tak pernah tau apa pun tentang mu itulah keegoisan ku''


''Haha kau benar, itu bukan salah mu hanya saja aku yang slalu menghindar saat kau  ingin tau tentang hidup ku''


''Baiklah, itu adalah adik ku namanya kennan tapi aku lebih suka manggil dia Melvin, dan ini anak ku namanya Abriella dan Keyra sudah lama meninggalkan aku'' lalu dia mengajak ku berjalan dan meninggalkan Kennan dan juga Abriella


''Setelah hubungan kita selesai 7 tahun lalu aku langsung menikah dengan Keyra sesuai keinginan keluarga ku, dia sama seperti mu wanita kuat dan tangguh tapi dia menyembunyikan satu hal padaku Aku egois Va karna Aku Keyra pergi, Dia memiliki penyakit jantung sungguh aku tak pernah tahu itu aku tau saat dia melahirkan, saat dia hamil aku sangat bahagia, jujur aku sangat mencintai dan menyayangi dia seperti mu, hingga dimana aku dihadapkan pada dua pilihan antara Anak dan Istri ku, aku marah pada diriku sendiri saat itu karna dia ingin aku menyelamatkan anak kami hingga aku mengikuti keinginan nya hingga aku kehilangan dirinya'' katanya sambil menangis kemudian aku memeluk nya


''Aku cemburu pada Keyra karna telah memiliki mu jujur aku belum rela kehilangan mu saat itu tapi mungkin itu jalan terbaik kau lelaki terhebat yang pernah ku jumpai aku akan bahagia jika orang yang ku sayang juga bahagia seperti ku sudah 7 tahun dulu aku mungkin marah dan kecewa padamu karena kau membantuku melewati masa sulit itu selama satu tahun, sungguh itu adalah satu tahun yang bermakna tapi ku kira itu dulu saat kita masih sangat muda aku yang baru 17 tahun dan baru merasakan namanya cinta itu adalah alasan mengapa aku berat melupakan mu kau yang pertama menjadi teman ku aku senang dan bahagia untuk itu tapi aku juga egois saat itu marah padamu padahal kau hanya diberi pilihan antara keluarga dan diriku, aku bangga padamu di usiamu yang baru menginjak umur 20 kau membangun sebuah rumah tangga, Keyra pasti sangat cantik dan beruntung dapat memiliki mu''


''Aku bahagia Va, sangat bahagia kau tau kau adalah yang pertama membuatku artinya Cinta,  meninggalkan mu adalah hal tersulit buat ku tapi Keyra membuat ku melupakan mu maafkan aku tentang itu, ya aku melupakan mu saat dia ada bersama ku tapi tak bisa ku pungkiri walau aku sudah berusaha namun aku tak mampu bahkan hingga hari ini, aku dan Key bahkan pernah hampir cerai hanya karna kau tapi setelah aku tau dia hamil, aku memberi kan dia kasih sayang dan juga perhatian,  hingga aku merasakan apa yang pernah kurasakan padamu, setelah dia pergi aku mencoba mencari mu hingga sekarang namun tak pernah terjadi hingga aku kembali padamu dengan cara yang begitu mudah maafkan aku Va tentang semuanya dimasa lalu'' katanya sambil tersenyum, senyum yang dulu hanya jadi milik ku namun sekarang tidak lagi  sakit hatiku saat dia berkata dia bahagia, aku tak rela itu tapi dia sudah bukan milik ku lagi dan aku sudah ikhlas dengan itu

__ADS_1


''Ya, aku sudah memaafkan mu saat kau putuskan tuk pergi tapi aku tak bisa lupa tentang segalanya hal yang kita lewati bersama biarlah itu jadi kenangan''


''Ya, aku tau itu''


''Abriella putri yang cantik aku menyukai dia''


''Ya, dia sama seperti mu wanita dingin dan keras kepala serta pendiam''


''Haha iya dong aku kan tante nya''


''Apa aku tak ada kesempatan lagi Va untuk memulai semuanya? ''


''Al, mungkin dulu kau adalah yang bisa buat ku tersenyum tapi aku sudah belajar tuk melupakan mu bukan tak ingin hanya saja kau berhak mendapat kan yang terbaik, aku hanya akan menjadi adik mu, jadilah kakak ku yang sangat ku sayangi tiada yang berubah diantara kita percaya lah''


''Baiklah, aku bahagia untuk hal itu walau sedikit kecewa'' katanya sambil memeluk ku


''Dad, mengapa kau memeluk tante Iva'' kata seseorang memisahkan kami


''Hei gadis kecil ternyata kau posesif juga seperti Daddy mu apa kau akan marah jika dia berbagi kebahagian bersama ku? ''


''Oh ya tentu tidak jika itu bersama tante Iva haha'' dia hanya tertawa saat aku menggelitik nya


''Apa ini benar kak?'' Tanyak seseorang dibelakang kami


''Haha, ya jika Iva menginginkan nya bukan kah dia wanita yang sangat di idamkan oleh para lelaki? '' katanya dengan nada jahil nya


''Akan ada perang setelah ini seperti nya saudara ku yang kaku ini menginginkan mu'' katanya berbisik di telingaku aku hanya tersenyum benarkah dia memiliki perasaan padaku?  Apa aku harus membuka hatiku padanya?  Apa aku siap dikecewakan kembali?  Entahlah hanya waktu yang bisa menjawab segala pertanyaan ku itu aku memandang Kennan dengan wajah amarah dan kecewa nya aku tak peduli dengan mereka


''Al aku pulang dulu mungkin dilain waktu kita kan berjumpa, El tante pulang dulu sayang, kamu pulang bareng Daddy yah, sampai jumpa kembali''


''Berhenti, aku akan mengantar mu pulang'' kata Kennan


''Tak perlu Vin aku bisa pulang sendiri dan terimakasih atas waktu menyenangkan hari ini''


''Tiada bantahan, karna aku tak suka penolakkan'' katanya menatapku dengan tajam dan aku dengan wajah datar ku


''Tidak, dia akan pulang bersama kami, bukan kah Abi yang mengajak Iva jalan-jalan? Betul kan sayang, kau gak keberatan kan?''


''Tentu Dad'' kata El yang dari tadi terdiam sedangkan sang kakak beradik itu sedang saling memandang dengan pandangan yang membunuh

__ADS_1


''Aku bahkan tak menerima tawaran kalian berdua karna taksi yang ku pesan sudah tiba See You Next Time jangan permalukan diri kalian keluarga Matteo apa kalian tak sadar para paparazi memandang kalian seperti mangsa dari tadi dasar keluarga yang menyebalkan'' aku pun masuk dan pulang ke apartemen


__ADS_2