
Stela pov
Setelah aku pulang saat mau istirahat seseorang menghubungi ku denga no baru dan aku sungguh sangat terkejut ternyata dia adalah Melvin hingga aku tertidur saat aku tidur kejadian beberapa tahun itu kembali terulang
Hari ini adalah hari ulang tahun ku, papa dan mama sedang pergi keluar kota
Beberapa jam sebelum kejadian tepat jam 00:01 aku menerima telfon
''Happy Birth Day Iva,
Happy Birth Day Iva
Happy Birth Day
Happy Birth Day
Happy Birth Day little Iva''
Kata mama bernyanyi sambil memegang sebuah kue berangka 16
''Happy Birth Day sayang, papa dan mama menyayangi mu maaf hanya dari jauh mama dan papa pasti akan pulang besok jadi sekarang kamu istirahat ya''
''Tapi ma, Iva takut disini sendiri, apa mama tak ada kado buatku?''
''Ada dong sayang, tapi mama gak bisa kasih karna jauh''
''Apa papa dan mama tak mau pulang?''
''Oh sayang mama baiklah mama dan papa pulang malam ini Iva tunggu ya'' kata papa sambil tersenyum
''Betul kah? Aku pasti menunggu papa dan mama, aku gak mengharapkan apa pun, aku hanya ingin kalian ada bersama ku disini untuk melewati hari-hari ku kangen pelukan papa dan mama''
''Baiklah sayang ya sudah kami akan pulang'' kata mama lalu aku mendengar suara mobil sepanjang jalan aku terus berbicara sama mama dan papa hingga aku mendengar teriakan mama
''Pa, awas ada mobil dari sana sangat kencang''
''Aku tak tau ma, ini hanya buat satu arah aku tak tau kenapa mereka disini'' kata papa lagi
''Sayang Iva dengar apapun yang terjadi kau adalah kesayangan papa dan mama dan kami sangat mencintai mu, karna kami ada dihatimu'' lalu setelah itu suara teriakan mama dan benda bertabrakan terdengar di telingaku aku hanya bisa berteriak histeris
''Ma, Pa jangan tinggal kan Iva, Iva takut sendirian, Iva mau ikut sama papa dan mama, Iva hancur ma, Bawa Iva bersama kalian Iva mohon''
Tapi tiada jawaban hingga jam menunjukkan pukul 3 dini hari aku menerima telfon
''Halo saudari stela? ''
''Ya saya sendiri ada apa ya? ''
''Maaf, kami dari kepolisian ingin melaporkan jika saudara yang bernama Auristelo Azzura dan saudari Videlya Azzura telah meninggal dunia karna kecelakaan dan pelaku berhasil melarikan diri''
''Apa? '' ya aku terkejut dan menyesal hanya karna keegoisan ku menginginkan mereka ada disampingku mereka harus mengalami hal ini. Aku tak sanggup menerima ini semua hingga keesokan harinya jenazah di makam kan kemudian aku bertemu dengan seseorang saat aku berada di taman
''Hai kenapa kau duduk sendiri nanti kau diculik loh'' katanya bergurau
''Aku ingin mati'' lalu aku melangkah di jalan kemudian aku melihat mobil dengan kecepatan tinggi aku berharap aku sudah mati tapi ternyata tidak
''Apa kau sudah gila? Aku tau kau ada masalah tapi bukan seperti ini menyelesaikan nya''
''Apa yang kau tau? Sekarang aku tinggal seorang diri''
''Tidak kau tidak boleh melakukan itu karna kau masih memiliki tugas yang harus kau selesaikan kau masih memiliki aku, aku akan selalu ada disampingmu percayalah.''
''Apa aku bisa memegang janjimu?''
''Ya pasti'' dia pun memeluk ku dengan sangat erat
Hari-hari ku lewati tapat satu tahun dia datang menghampiri ku
''Va, bukan karna ku tak menyayangi hanya saja sekarang aku berada diposisi yang sangat sulit aku hanya ingin mengakhiri segalanya, selamat tinggal Va, aku menyayangi mu suatu hari nanti pasti kau dapat kan yang lebih baik dariku aku berharap kau bahagia''
''Apakah kau bahagia?'' Namun tiada jawaban kemudian dia juga pergi meninggalkan aku
#Flashback end
Hingga suara seseorang menyadarkan ku dan ku terbangun dari mimpi buruk itu
Ya, ini tidak nyata, ini hanya mimpi buruk yang selalu menghantuiku hingga aku melihat Melvin ternyata dia ada di sini aku memeluk nya dan merasakan kenyamanan itu kembali hingga dia merayuku dan dengan mudahnya aku terpengaruh dan kejadian yang sangat memalukan itu terjadi aku sangat marah padanya, tapi aku juga tak bisa dan aku mengerjain dia dengan kopi pahit bahkan tiada yang sanggup memiumnya, ya seperti itulah hidupku sangat pahit
*Kau tak akan pernah tau rasa asli dari kopi jika kau menambahkan pemanis didalam nya karna yang manis itu membuat kita melupakan posisi kita yang sebenarnya*
Dia pun tertidur aku tidak munafik, aku juga merasakan apa yang dirasakan oleh Melvin tapi aku sungguh tak sanggup mengungkapkan nya aku belum siap dengan segalanya tepat jam 5 aku bangun menyiapkan sarapan dan membangunkan Melvin ternyata dia lebih kebo dari yang ku kira ditambah dia mengganggap ini rumah nya dasar menyebalkan karna tak kunjung bangun aku keluar tapi seseorang menghubungi hp ku
''Halo, siapa ya?''
''Halo tan, ini Abi apa tante ada kegiatan hari ini? ''
''Oh halo sayang, tante gak ada kerja emang kenapa?''
''Aku mau ngajak tante jalan-jalan bersama Daddy apa tante keberatan? ''
''Oh tentunya tidak sayang, Daddy mu dimana? Bisa berikan padanya tante mau ngomong''
''Oh tentu tan......
Dad ini tante Iva mau ngomong''
''Halo Va, ada apa? Apa kau memerlukan sesuatu?''
''Gini Al, Melvin semalam tidur disini boleh kah kau membawa pakaian nya seperti nya dia belum menukar pakaian nya dari semalam?''
''Apa? Dia tidur bersama mu apa dia sudah gila? Dasar apa sih yang dia takutkan bahkan aku dianggap sebagai saingan nya, dasar apa dia sudah kehilangan akal dimana Melvin kaku dan dingin? Aits menyusahkan saja''
''Apa maksudnya Al''
''Dia suka padamu Va, dan karna semalam aku dekat dengan mu dia mengganggap aku saingan nya dan aku nerima walau kenyataan nya kau hanyalah kenangan masalalu apa aku memang tak dapat memilikimu lagi Va? ''
''Al, aku sudah ikhlas dengan mu yang menjadi masa laluku hanya saja aku masih bingung dengan perasaan ku''
''Baiklah, jangan fikirkan apa pun aku akan tetap ikut dengan tantangan ini agar aku tau siapa yang bisa serius padamu berjumpa dengan mu dan dapat menepati janjiku untuk selalu bersama mu itu adalah harapan terbesarku sebelum kau mendapat pasangan hidup yang tepat, aku menyayangimu Va''
''Al, tuh kan aku jadi nangis tanggungjawab loh''
''Haha, baiklah hari ini kita pergi ke suatu tempat''
''Daddy, dimana dasiku? Kenapa bisa hilang ayo lah dad ini sudah siang apa daddy tak berniat untuk mengantar ku, mengepang rambutku memasang dasi dan sepatuku? DADDY''
''Sebentar sayang dasar cerewet bisa kah kamu gak usah teriak kupingku sakit mendengarnya.
Va, sudah dulu ya nanti bajunya aku antar aku mau menyiapkan Abi dulu sebelum dia mengomel dan merusak barang sampai jumpa di apartemen''
__ADS_1
''Iya Al, semangat!''
''Daddy''
Aku hanya bisa tertawa mendengar celotehnya Abi dan juga Alex setidak nya itu menghibur walau gendang telinga ingin pecah karna teriakan-teriakan mereka, kemudian aku membersihkan apartemen hingga bel berbunyi
''Va, ini pesanan kamu, ngerepotin ajah sih'' kata Alex yang baru datang dan langsung masuk kedalam tanpa dipersilahkan
''Apa kau tak bisa memberiku minum atau apa gitu?''
''Aku hanya punya kopi pahit apa kau mau minum atau kau ingin teh saja? ''
''Teh ajah deh aku gak mau keracunan dengan kopi pahitmu''
''Haha, baiklah tunggu sebentar'' aku pun melangkah ke dapur dan membuat kan dia minum selesai itu aku kembali ke luar
''Sejak kapan kau tinggal disini?''
''Mungkin baru 5 tahun terakhir''
''Wow ternyata seleramu belum berubah juga semuanya sesuai tempat dan sederhana''
''Ya itu pasti yang penting Bahagia''
''Apa kau bahagia?''
''Haha, tentu nya tidak Al sejak mereka pergi dan juga dirimu aku berusaha bangkit sendiri selama 3 tahun lebih itulah mengapa sebabnya aku memilih tak percaya pada siapa pun hingga hari ini''
''Apa harimu berat setelah kejadian itu?''
''Hahahaha, hidup ku berat tapi seseorang berkata Jangan Menyerah, Tuhan memilih mu untuk tinggal di dunia ini sendiri karna ada tugas yang harus kau selesai kan. Dia tidak pernah meninggalkan mu karna dia selalu pegang tangan mu Dan menuntun setiap langkah mu alasan mu hanya ada satu yaitu Kebaikan dan kebahagian, itulah sebabnya aku bisa bertahan walau tak memiliki orang yang disayang, tapi mereka selalu ada dihatiku jadi gak perlu merasa sendiri dan seolah-olah jadi orang yang paling tersakiti''
''Apa kau masih mengingat nya? ''
''Ya aku ingat semuanya, karna itu alasan aku bisa bertahan hingga detik ini aku tak ingin kau kecewa karna telah menyelamatkan nyawa ku, apa kau tak berangkat kerja?''
''Apa kau mengusirku?''
''Yah, lebih tepatnya seperti itu jika kau bosan''
''Haha, dasar cerewet, aku pulang dulu nanti ku jemput ya''
''Ya baiklah'' kataku sambil mengantar dia ke pintu dan dia memeluk ku serta mencium keningku dengan penuh Sayang
Dia masih sama seperti dulu tapi perasaan ku sudah tak ada lagi seperti dulu selesai itu aku kembali membangunkan nya setelah disiram baru dia sadar dan mandi selesai itu kami sarapan dan dia pulang
Tak lama setelah itu Sandra pulang
''Aku kembali''
''Ya aku tau, lalu? ''
''Apa kau tak merindukan ku?''
''Apa itu suatu keharusan?''
''Ya, secara aku inikan lucu dan menggemaskan, ngangenin lagi''
"apa? , itu semua hanya dalam mimpimu San Haha'' kami pun hanya bisa tertawa
Jangan lupa Vote dan komentar nya....!
Stela pov
Setelah aku pulang saat mau istirahat seseorang menghubungi ku denga no baru dan aku sungguh sangat terkejut ternyata dia adalah Melvin hingga aku tertidur saat aku tidur kejadian beberapa tahun itu kembali terulang
Hari ini adalah hari ulang tahun ku, papa dan mama sedang pergi keluar kota
Beberapa jam sebelum kejadian tepat jam 00:01 aku menerima telfon
''Happy Birth Day Iva,
Happy Birth Day Iva
Happy Birth Day
Happy Birth Day
Happy Birth Day little Iva''
Kata mama bernyanyi sambil memegang sebuah kue berangka 16
''Happy Birth Day sayang, papa dan mama menyayangi mu maaf hanya dari jauh mama dan papa pasti akan pulang besok jadi sekarang kamu istirahat ya''
''Tapi ma, Iva takut disini sendiri, apa mama tak ada kado buatku?''
''Ada dong sayang, tapi mama gak bisa kasih karna jauh''
''Apa papa dan mama tak mau pulang?''
''Oh sayang mama baiklah mama dan papa pulang malam ini Iva tunggu ya'' kata papa sambil tersenyum
''Betul kah? Aku pasti menunggu papa dan mama, aku gak mengharapkan apa pun, aku hanya ingin kalian ada bersama ku disini untuk melewati hari-hari ku kangen pelukan papa dan mama''
''Baiklah sayang ya sudah kami akan pulang'' kata mama lalu aku mendengar suara mobil sepanjang jalan aku terus berbicara sama mama dan papa hingga aku mendengar teriakan mama
''Pa, awas ada mobil dari sana sangat kencang''
''Aku tak tau ma, ini hanya buat satu arah aku tak tau kenapa mereka disini'' kata papa lagi
''Sayang Iva dengar apapun yang terjadi kau adalah kesayangan papa dan mama dan kami sangat mencintai mu, karna kami ada dihatimu'' lalu setelah itu suara teriakan mama dan benda bertabrakan terdengar di telingaku aku hanya bisa berteriak histeris
''Ma, Pa jangan tinggal kan Iva, Iva takut sendirian, Iva mau ikut sama papa dan mama, Iva hancur ma, Bawa Iva bersama kalian Iva mohon''
Tapi tiada jawaban hingga jam menunjukkan pukul 3 dini hari aku menerima telfon
''Halo saudari stela? ''
''Ya saya sendiri ada apa ya? ''
''Maaf, kami dari kepolisian ingin melaporkan jika saudara yang bernama Auristelo Azzura dan saudari Videlya Azzura telah meninggal dunia karna kecelakaan dan pelaku berhasil melarikan diri''
''Apa? '' ya aku terkejut dan menyesal hanya karna keegoisan ku menginginkan mereka ada disampingku mereka harus mengalami hal ini. Aku tak sanggup menerima ini semua hingga keesokan harinya jenazah di makam kan kemudian aku bertemu dengan seseorang saat aku berada di taman
''Hai kenapa kau duduk sendiri nanti kau diculik loh'' katanya bergurau
''Aku ingin mati'' lalu aku melangkah di jalan kemudian aku melihat mobil dengan kecepatan tinggi aku berharap aku sudah mati tapi ternyata tidak
''Apa kau sudah gila? Aku tau kau ada masalah tapi bukan seperti ini menyelesaikan nya''
__ADS_1
''Apa yang kau tau? Sekarang aku tinggal seorang diri''
''Tidak kau tidak boleh melakukan itu karna kau masih memiliki tugas yang harus kau selesaikan kau masih memiliki aku, aku akan selalu ada disampingmu percayalah.''
''Apa aku bisa memegang janjimu?''
''Ya pasti'' dia pun memeluk ku dengan sangat erat
Hari-hari ku lewati tapat satu tahun dia datang menghampiri ku
''Va, bukan karna ku tak menyayangi hanya saja sekarang aku berada diposisi yang sangat sulit aku hanya ingin mengakhiri segalanya, selamat tinggal Va, aku menyayangi mu suatu hari nanti pasti kau dapat kan yang lebih baik dariku aku berharap kau bahagia''
''Apakah kau bahagia?'' Namun tiada jawaban kemudian dia juga pergi meninggalkan aku
#Flashback end
Hingga suara seseorang menyadarkan ku dan ku terbangun dari mimpi buruk itu
Ya, ini tidak nyata, ini hanya mimpi buruk yang selalu menghantuiku hingga aku melihat Melvin ternyata dia ada di sini aku memeluk nya dan merasakan kenyamanan itu kembali hingga dia merayuku dan dengan mudahnya aku terpengaruh dan kejadian yang sangat memalukan itu terjadi aku sangat marah padanya, tapi aku juga tak bisa dan aku mengerjain dia dengan kopi pahit bahkan tiada yang sanggup memiumnya, ya seperti itulah hidupku sangat pahit
*Kau tak akan pernah tau rasa asli dari kopi jika kau menambahkan pemanis didalam nya karna yang manis itu membuat kita melupakan posisi kita yang sebenarnya*
Dia pun tertidur aku tidak munafik, aku juga merasakan apa yang dirasakan oleh Melvin tapi aku sungguh tak sanggup mengungkapkan nya aku belum siap dengan segalanya tepat jam 5 aku bangun menyiapkan sarapan dan membangunkan Melvin ternyata dia lebih kebo dari yang ku kira ditambah dia mengganggap ini rumah nya dasar menyebalkan karna tak kunjung bangun aku keluar tapi seseorang menghubungi hp ku
''Halo, siapa ya?''
''Halo tan, ini Abi apa tante ada kegiatan hari ini? ''
''Oh halo sayang, tante gak ada kerja emang kenapa?''
''Aku mau ngajak tante jalan-jalan bersama Daddy apa tante keberatan? ''
''Oh tentunya tidak sayang, Daddy mu dimana? Bisa berikan padanya tante mau ngomong''
''Oh tentu tan......
Dad ini tante Iva mau ngomong''
''Halo Va, ada apa? Apa kau memerlukan sesuatu?''
''Gini Al, Melvin semalam tidur disini boleh kah kau membawa pakaian nya seperti nya dia belum menukar pakaian nya dari semalam?''
''Apa? Dia tidur bersama mu apa dia sudah gila? Dasar apa sih yang dia takutkan bahkan aku dianggap sebagai saingan nya, dasar apa dia sudah kehilangan akal dimana Melvin kaku dan dingin? Aits menyusahkan saja''
''Apa maksudnya Al''
''Dia suka padamu Va, dan karna semalam aku dekat dengan mu dia mengganggap aku saingan nya dan aku nerima walau kenyataan nya kau hanyalah kenangan masalalu apa aku memang tak dapat memilikimu lagi Va? ''
''Al, aku sudah ikhlas dengan mu yang menjadi masa laluku hanya saja aku masih bingung dengan perasaan ku''
''Baiklah, jangan fikirkan apa pun aku akan tetap ikut dengan tantangan ini agar aku tau siapa yang bisa serius padamu berjumpa dengan mu dan dapat menepati janjiku untuk selalu bersama mu itu adalah harapan terbesarku sebelum kau mendapat pasangan hidup yang tepat, aku menyayangimu Va''
''Al, tuh kan aku jadi nangis tanggungjawab loh''
''Haha, baiklah hari ini kita pergi ke suatu tempat''
''Daddy, dimana dasiku? Kenapa bisa hilang ayo lah dad ini sudah siang apa daddy tak berniat untuk mengantar ku, mengepang rambutku memasang dasi dan sepatuku? DADDY''
''Sebentar sayang dasar cerewet bisa kah kamu gak usah teriak kupingku sakit mendengarnya.
Va, sudah dulu ya nanti bajunya aku antar aku mau menyiapkan Abi dulu sebelum dia mengomel dan merusak barang sampai jumpa di apartemen''
''Iya Al, semangat!''
''Daddy''
Aku hanya bisa tertawa mendengar celotehnya Abi dan juga Alex setidak nya itu menghibur walau gendang telinga ingin pecah karna teriakan-teriakan mereka, kemudian aku membersihkan apartemen hingga bel berbunyi
''Va, ini pesanan kamu, ngerepotin ajah sih'' kata Alex yang baru datang dan langsung masuk kedalam tanpa dipersilahkan
''Apa kau tak bisa memberiku minum atau apa gitu?''
''Aku hanya punya kopi pahit apa kau mau minum atau kau ingin teh saja? ''
''Teh ajah deh aku gak mau keracunan dengan kopi pahitmu''
''Haha, baiklah tunggu sebentar'' aku pun melangkah ke dapur dan membuat kan dia minum selesai itu aku kembali ke luar
''Sejak kapan kau tinggal disini?''
''Mungkin baru 5 tahun terakhir''
''Wow ternyata seleramu belum berubah juga semuanya sesuai tempat dan sederhana''
''Ya itu pasti yang penting Bahagia''
''Apa kau bahagia?''
''Haha, tentu nya tidak Al sejak mereka pergi dan juga dirimu aku berusaha bangkit sendiri selama 3 tahun lebih itulah mengapa sebabnya aku memilih tak percaya pada siapa pun hingga hari ini''
''Apa harimu berat setelah kejadian itu?''
''Hahahaha, hidup ku berat tapi seseorang berkata Jangan Menyerah, Tuhan memilih mu untuk tinggal di dunia ini sendiri karna ada tugas yang harus kau selesai kan. Dia tidak pernah meninggalkan mu karna dia selalu pegang tangan mu Dan menuntun setiap langkah mu alasan mu hanya ada satu yaitu Kebaikan dan kebahagian, itulah sebabnya aku bisa bertahan walau tak memiliki orang yang disayang, tapi mereka selalu ada dihatiku jadi gak perlu merasa sendiri dan seolah-olah jadi orang yang paling tersakiti''
''Apa kau masih mengingat nya? ''
''Ya aku ingat semuanya, karna itu alasan aku bisa bertahan hingga detik ini aku tak ingin kau kecewa karna telah menyelamatkan nyawa ku, apa kau tak berangkat kerja?''
''Apa kau mengusirku?''
''Yah, lebih tepatnya seperti itu jika kau bosan''
''Haha, dasar cerewet, aku pulang dulu nanti ku jemput ya''
''Ya baiklah'' kataku sambil mengantar dia ke pintu dan dia memeluk ku serta mencium keningku dengan penuh Sayang
Dia masih sama seperti dulu tapi perasaan ku sudah tak ada lagi seperti dulu selesai itu aku kembali membangunkan nya setelah disiram baru dia sadar dan mandi selesai itu kami sarapan dan dia pulang
Tak lama setelah itu Sandra pulang
''Aku kembali''
''Ya aku tau, lalu? ''
''Apa kau tak merindukan ku?''
''Apa itu suatu keharusan?''
''Ya, secara aku inikan lucu dan menggemaskan, ngangenin lagi''
__ADS_1
"apa? , itu semua hanya dalam mimpimu San Haha'' kami pun hanya bisa tertawa
Jangan lupa Vote dan komentar nya....!