Make A Wish

Make A Wish
Ekstra Part 3


__ADS_3

15 tahun kemudian


Seperti biasa keseharian stela dipenuhi oleh perdebatan ketiga putra nya dan satu putrinya serta suami nya yang bertingkah layaknya seorang anak.


"Mom, ikat rambut ku yang diberi kak Angela dimana?  Semalam aku taruh di tempat biasa kok bisa hilang?" tanya seorang anak kecil yang sedang merajuk karena tak menemukan ikat rambut kesayangan nya.


"Masih ditempat nya kali sayang, coba cari lebih teliti bunda sebentar lagi selesai masak" kata Stela menenangkan putri satu satunya itu


"Gak ada Mommy" kata Adella Fredella Matteo


"Ya sudah adek sudah siap kan kakak dan adik mu dimana? Tolong panggil mereka Mommy mau bangunin Dad dulu" tanya Stela


"Iya Mom, Adelard,  Adelardo,  Adelio cepat turun kebawah sarapan" kata Adella teriak dari depan pintu kamar kakak dan adiknya itu


"apa kau bisa satu hari saja bersikap sopan pada kami?" kata Adelard  anak tertua dari Stela dan Kennan Yang juga merupakan kembaran  Adelardo  dengan kesal


"Makanya jika disuruh sekali gak usah pura-pura budek, ntar betulan baru tau rasa" kata Adella juga kesal


"kok kau jadi nyibelin ya Del" kata Adelardo kesal


"kok jadi nyolot sih?" tanyak Adella tak ingin kalah


"bisa kah kalian akur walau tak ada Mom dan Dad disini?" tanyak Adello kembaran dari Adella dengan wajah datar nya.


"Bisa kah kau mengubah wajah mu yang datar it satu hari saja" Tanyak Adelardo jahil.


"Apa yang salah  dari wajah datar ku yang penting aku tak bersifat dingin juga pada  kalian" kata Adello tak terima karena walau ia terkenal dengan sifat dingin dan tertutup nya tidak bagi keluarga nya dia akan sangat hangat dan leduli apalagi masalah kedua wanita yang ia cintai  yaitu Stela dan juga Adella hanya saja wajahnya memang selalu datar.


"Hai jagoan dan princess nya Dad kok pagi-pagi sudah pada berantem? " Tanyak seseorang dari belakang mereka yang sedang berdebat di meja makan yaitu Kennan dan Stela yang disampingnya


"Adell yang mulai Dad dia tak sopan pada kami " Adu Adelardo yang merupakan anak termanja diantara mereka berempat


"Ada apa ini Adell?" tanyak Kennan pada putri satu satunya itu


"Dad ikat rambut kesayangan ku hadiah dari kak Angela gak ada di tempat biasa pasti mereka yang sembunyiin dan aku sedang kesal pada mereka semua" kata Adella semangat mengadukan ke tiga saudara nya pada Daddy nya


"Apa?  Bahkan kami gak ke kamarmu mulai dari semalam karena banyaknya tugas dari sekolah" kata Adelard

__ADS_1


"Kami semalam membantu kak Adelard menyiapkan prakarya nya dan kau menuduh kami?" kata Adelardo


"Ck, Bahkan kami baru pulang dari rumah Erland jam 9 malam dijemput sama Om Joel" kata Adello


"Sayang semalam kan kamu masih pakai ikat rambut nya mungkim kamu lupa dimana meletakkan nya kakak mu dan adik mu semalam gak pulang dan waktu mereka pulang kamu udah istirahat "


"Hiks... Hiks... Hiks..  Itu kado dari Kak Angel Hiks... Mom gimana dong hiks... " kata Adella menangis yang merupakan jurus ampuh jika dia sudah salah


"Sudah dong dek jangan nangis ya Lardo Dello ayo cari ikat rambut kesayangan nya Adella" kata Adelard yang tak bisa melihat Adella menangis, namun tanpa disuruh Adello sudah hilang lebih dulu mencari ikat rambut kakak kembar kesayangan nya itu


"Kak sudah dong jangan nangis lagi ya,  nih ikat rambut kesayangan nya, kakak lupa meletakkan nya makanya kakak hati-hati bukan teledor kek gini" kata Adello ceramah


"Maafin kakak ya tadi sudah marahin Adella" kata Adelardo


"Entar kita pergi ke acara basket tahunan deh" kata Adelard padahal dia sangat membenci basket


"Janji ya kak?  Kakak tau gak sih tahun ini kak Riko pasti akan jadi pemenang pemain terbaik" kata Adella semangat Menceritakan Riko anak dari Sandra


"Terserah,  yang jelas kau tak boleh duduk atau di kat dengan nya" kata Adelard


"karena lelaki semua sama berengsek nya dan tak ada kata pertemanan antara lelaki dan wanita tanpa melibatkan perasaan jadi kau cukup diam lagi pula kau gak akan mati jika tidak berteman dengan mereka apa gunanya kami kakak mu dan adik mu?" kata Adelard marah Kennan dan Stela yang melihat perdebatan anak-anaknya itu hanya bisa elus dada karena tak akan ada yg akan mengalah


"Baiklah dengarkan Dad sama Mom.  Berhubung hari ini kita libur maka hari ini kita akan piknik" kata Kennan menengahi perdebatan anak-anaknya


"Aku ada latihan Voli hari ini jadi aku gak bisa ikut Dad" kata Adelardo


"Aku ada kelas main piano hari ini jadi aku akan pergi" kata Adella


"Aku ada kerja kelompok organisasi hari ini jadi maaf Dad aku gak bisa ikut" kata Adelard


"Aku dirumah jadi aku akan ikut Dad" kata Adello


"Apa dad berkata kalian akan menolak? " kata Kennan marah dengan wajah dingin dan datar nya. Semua yang mendengar itu tertunduk kecuali Adello


"Santai Dad gak usah marah-marah entar Dad cepat tua, sudah kak sekarang bersiaplah kita akan piknik apa kalian tak ingat hari ini hari penting? Ck dasar anak durhaka hari ini perayaan anniversary Dad dan Mom yang ke 17 tahun jadi tolong hari ini kalian nurut jangan buat Dad semakin tua walau memang faktanya dia sudah tua bukan begitu Dad? " kata Adello santai sambil menuju ke arah Mommy dan Daddy nya


"Happy Anniversary 17 years Mom,  Dad I love You" kata nya sambil memeluk dan mencium pipi Daddy dan Mommy nya

__ADS_1


"Thank You Boy, You are is the Best Love You too" kata Kennan pada putra yang mirip dengan dia


Setelah itu semua pada ke kamar masing-masing.


"Kak, kok kakak bisa lupa sih? Kamu juga Dello kenapa aku tak mengingat kan kami? " kata Adelardo kesal


"huft,  percuma kalian membuat bulatan di kalender kalian, apa gunanya mata kalo gak melihat? Sudah sekarang Apa  yang akan kita berikan pada mereka gak usah ajak aku berdebat lagi waktu kita sebentar " kata Adello kesal


"kita buat kartu ucapan saja,  sudah ayo lakukan kerja masing-masing" kata Adella  lalu mereka membuat kartu ucapan sesuai dengan yang mereka inginkan.


Saat Jam 10 keluarga itu berangkat Banyak hal yang mereka kerja kan bersama yang membuat mereka semua bahagia. Begitu juga dengan Stela yang wajahnya selalu dipenuhi wajah kebahagiaan dan senyum yang selalu terpancar diwajah nya bukan hal mudah melewati 17 tahun banyak hal yang telah mereka lewati bersama baik itu suka maupun duka masalah yang senantiasa datang dan silih berganti dalam hidup mereka. Namun semua itu membuat mereka semakin dewasa dalam menyikapi setiap hal yang terjadi di dalam kehidupan keluarga mereka.


"Apa kau bahagia?" tanyak Kennan pada Stela dengan penuh kelembutan dan kebahagiaan disana


"sangat,  terimakasih atas segala Daddy,  terimakasih karena sudah mau berjalan disamping ku dan menjadi sandaran ku.  Terimakasih sudah menjadi sumber kebahagiaan ku yang tak terkira, tetap lah seperti ini hingga kelak maut kan memisahkan kita" kata Stela tulus.


"Terimakasih karena sudah menjadi rumah buat ku, menjadi tempat ku berkeluh kesah dan juga tempat ku menghabiskan sisa hidup ku yang sedikit lagi ini I love You my Wift" kata Kennan  sambil mencium sayang puncak kepala Stela


"Dad,  gawat kak Adelard lagi adu jotos " kata Adello menghentikan acara romantis Kennan dan Stela


"apalagi sih ini apa kita sudah tak bisa hidup hanya berdua saja? " kata Kennan kesal kemudian pergi menuju kekacauan yang ditimbulkan oleh  putra nya itu


"Hai kalian berhenti" kata Kennan marah lalu Adelard berhenti dan meenatap lawannya dengan amarah


"ada apa ini?" tanyak Kennan pada putra nya itu


"Dia memegang Adella" kata Adelard santai


"Apa?  Kau pergi dari sini dan jangan coba-coba kau dekati putri ku lagi" kata Kennan marah sedangkan yang dimarahi pergi dan menuju ke tempat  Adella  duduk menyaksikan perkelahian saudara nya itu


"Adella tunggu aku menjemput mu" katanya kemudian pergi Adella yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas karena di hatinya hanya ada Rico walau sampai hari ini Rico hanya menganggap dia sebagai adik.


"Ck,  pergilah sebelum kau jadi pasir dibuat keempat lelaki ku" kata Stela yang mendengar pembicaraan Adella dan lelaki itu


"Della pokoknya Daddy gak mau tau kau harus dihukum " kata Kennan masih marah dan pergi meninggalkan Acara itu dan menunggu di mobil dengan perasaan yang kesal dan kecewa


"Aish,  Aku bahkan sudah SMA dan masih saja di anggap Balita dasar menyebalkan " gerutu Adella pada kak

__ADS_1


__ADS_2