
Satu minggu berlalu
Keadaan Stela sudah membaik walau sebenarnya keadaan mentalnya masih sangat tidak baik dia sering melamun dan menangis, pandangan nya yang kosong bahkan tak ada tawa atau senyum yang ia lakukan sejak saat itu seperti saat ini dia duduk di kursi roda menghadap jendela dan memandang ke depan
''Va? Apa kau baik-baik saja?'' Tanyak Viola yang selalu menyempatkan untuk menjenguk Stela dan Kennan
''Ya'' kata Stela dan memandang Viola sebentar dan kemudian kembali pada posisi nya kembali.
''Va, maafkan aku, aku tak bisa menjaga mu'' kata Viola
''Tak apa Vio, jangan menangis, aku baik-baik saja, jaga keponakan ku, aku tak ingin dia sedih'' kata Stela sambil tersenyum, senyum yang baru ia tunjukkan pada seseorang
''Hai sayang, suruh bunda mu biar tidak cengeng dia itu sudah tua sebentar lagi dia jadi orangtua'' kata Stela, viola yang mendengar itu langsung memeluk Stela dengan sangat erat dan juga air mata yang tiada hentinya keluar dia sangat bersyukur karna Stela nya telah kembali, tanpa dia sadari bahwa itu hanyalah sebagian dari rencana Stela yang ingin pergi jauh untuk menenangkan fikiran nya.
''Va, Kenn mengalami kecelakaan saat kau pergi dan sampai sekarang ia belum sadar kan diri'' kata Viola sedih sambil menunduk
Stela yang mendengar itu sangat terkejut, ia sudah lama tidak berjumpa dengan Kennan, ia tak tau jika menahan rindu dapat semenyakitkan ini, bahkan hanya karna mendengar namanya saja ia sudah sangat senang, namun mendengar keadaan nya seakan sebagian dari hatinya tak ingin hal buruk terjadi pada Kennan
''Lalu?'' Tanyak Stela dengan raut wajah datar menyembunyikan wajah khawatir dan takut kehilangan Kennan
''Apa kau tak ingin menjumpai dia?'' Tanyak Viola takut-takut
''Apa itu sangat berpengaruh untuk nya, ku fikir itu ada karma buat dia, aku sudah tak peduli apa pun yang terjadi padanya itu karna ulahnya bukan karna aku'' kata Stela
'Aku takut Vi jika aku menjumpai dia maka aku akan goyah dengan keputusan ku, biarlah aku masih ingin sendiri dan jika ini memang yang terakhir aku tak masalah' batin Stela dengan wajah datar dan menahan agar tak dia tak menangis sedangkan Viola hanya terdiam
''Vi, mari kita pulang kau butuh istirahat sayang'' kata Joel memecahkan keheningan diantara Stela dan Viola
''Ya, Va aku harus pulang besok aku akan datang lagi cepat sembuh, aku menyayangi mu'' kata Viola sambil memeluk dan mencium kening Stela
''Va, kami pulang dulu nanti aku datang lagi ya'' kata Joel
''Tidak Jo, istirahat lah kau juga butuh Istirahat, aku tak masalah sendiri lagi pula disini ada dokter dan perawat yang akan menjaga aku tak masalah'' kata Stela tersenyum
''Tapi Va...'' kata Joel menyela
''Gak masalah Jo, aku sudah biasa Viola dan keponakan ku lebih membutuhkan mu, aku menyayangi kalian'' kata Stela kemudian Joel hanya pasrah
''Baiklah'' kata Joel sambil melakukan yang dilakukan oleh Viola tadi setelah mereka pergi tinggal lah Stela sendiri yang sibuk mengurus kepergian nya
''San, aku mau pergi dari sini'' kata Stela
''Kau akan kemana Va, kau masih belum sembuh dan aku tak tau harus bagaimana'' kata Sandra
''Jemput lah aku dan kita akan kebandara, aku hanya ingin kau mengubah identitas ku'' kata Stela
''Baiklah tapi kemana kau akan pergi?'' Kata Sandra
''Aku hanya ingin menenangkan diri San, aku ingin sekali ke Indonesia''
''Apa kau gila Va? Itu jauh sekali'' kata Sandra tak terima dengan keputusan Stela
''Aku hanya pergi sementara, percaya lah, setelah aku baik-baik saja aku akan pulang menyelesaikan semuanya, aku tak akan lari'' kata Stela frustrasi
__ADS_1
''Baiklah, aku akan menjemput mu ditaman jam tujuh nanti'' kata Sandra menyerah.
''Thanks Sandra'' kata Stela kemudian mematikan ponsel nya dan memandang keluar jendela dengan tatapan kosong
***
Delapan hari sebelum nya saat Kennan mulai menggerak kan tangan nya
''Dok bagaimana keadaan adik saya'' Tanyak Alex khawatir
''Maaf pak tapi keadaan nya sedikit menurun saya tak tau apa yang akan terjadi kedepannya kita hanya bisa menunggu mujizat dari Tuhan, dia masih ada sampai sekarang pun itu sudah kuasa Tuhan paling tiada terkira''
Sedangkan Alex, Joel dan Viola yang mendengar itu hanya bisa menangis.
''Terimakasih dok'' kata Joel
''Sama-sama pak'' lalu sang dokter meninggalkan mereka
''Kak apa Kenn gak akan bertahan lagi?'' Tanyak Viola yang sudah sesenggukan karna menangis
''Tidak, dia kuat dia pasti bangun kita doakan yang terbaik saja ya''
Setelah itu suasana hening hingga suara Handphone Joel berbunyi
''Ada Apa Jack? Apa kau menemukan sesuatu?'' Tanyak Joel pada Jack yang merupakan kaki tangan Keluarga Kenneth
''Jo apa kau kenal dengan Albert Kayana? Dia yang telah menangkap Stela saat keluar dari rumah Kenn, itu kami dapat dari CCTV, mobil yang menangkap Stela itu adalah Sewaan jadi setelah ditelusuri ternyata itu atas nama Nancy namun setelah kami melakukan penelusuran langsung ternyata Nancy itu sudah lama meninggal hingga kami menemukan kejanggalan dan mengetahui jika itu adalah ulahnya Albert Kanaya dan juga Felicia Kanaya yang mengirim Video kejadian Delapan tahun lalu'' kata Jack menjelaskan
''Ya, apa kau mengenal mereka?'' Tanyak Jack
''Mereka adalah suami dan anak dari tante Clarissa adik mama Viola''
''Ya sekarang sudah jelas, ini ada kaitannya dengan masa lalu dan juga keluarga besar Ernest'' kata Jack kembali
''Baiklah, nanti malam kita akan melakukan penyerangan mendadak ke Mension Kanaya''
Perintah Joel
''Baiklah''
Setelah sambung telfon terputus
''Gimana Jo? '' Tanyak Alex
''Stela seperti nya disekap oleh om Albert dan Felicia kak dan kita harus bergegas atau hal buruk terjadi pada Stela''
''Ya, karna Albert hanya ingin menghabisi keluarga Ernest agar alih waris akan kembali padanya kepercayaan opa dan oma'' kata Viola
''Aku tau dimana Stela disekap, mari kita bereaksi sekarang'' kata Viola dengan semangat menggebu-gebu
''Vi, diam lah disini kami yang akan menemukan Stela'' kata Joel pada Viola bagaimana pun dia Khawatir karna sekarang Viola tidak sendiri lagi
''Aku tak akan kenapa-napa karna Albert tak akan melakukan hal buruk apa pun pada kami aku ini sama dengan Felicia putri nya jadi aku akan tetap ikut ada atau tiada persetujuan dari kalian'' kata Viola tegas hingga Joel dan Alex hanya bisa pasrah
__ADS_1
Malam itu Viola dan Joel datang sebagai tamu
''Halo om, aku sangat merindukan mu'' kata Viola sambil memeluk Albert
''Halo sayang, om juga merindukan mu, apa cucu om sehat?'' Kata Albert memeluk Viola
''Sehat dong, Feli dimana?''
''Entah lah, om juga tidak tau mungkin dia sedang jalan dengan teman nya''
''Ohh, Tante dimana?'' Kata Viola
''Loh kamu gak tau, tante mu lagi di Belanda sudah tiga bulan lebih untuk mengadakan Fashion disana kau tau sendiri kan giman sibuk nya tante mu'' kata Albert
''Ya''
''Oh ya apa tujuan mu kesini?''
''Loh kenapa om? Aku hanya merindukan mu jadi aku datang melihat mu apa itu salah?'' Tanyak Viola bingung
''Ahk, tidak bukan seperti itu namun om harus pergi keluar sebentar apa tak masalah jika kamu tinggal disini sendiri sementara?'' Tanyak Albert santai namun Viola dapat melihat wajah ketakutan dan kekhawatiran di mata Albert
''Oh tak masalah om aku akan tunggu disini'' kata Viola setelah itu Albert pergi namun belum sampai pintu Alex dan Joel sudah mendahului dia
''Halo om lama tak berjumpa, aku dengar om menyimpan seseorang di daerah rumah om ini'' kata Joel sambil tersenyum
''Apa maksudmu Jo?'' Kata Albert
''Sudah lah om jangan berpura-pura sebentar lagi Viola pasti kembali membawa Stela''
''Jadi kalian sudah tau? Wow padahal aku belum sempat melenyapkan nya dan jangan harap kalian akan menemukan nya'' kata Albert kemudian datang lah para Algojo yang selalu menjaga Albert dari segi jumlah pasti mereka kalah karna polisi masih belum ada yang datang
''Lenyapkan mereka'' kata Albert namun Joel telah menghantam nya dengan sebuah pukulan yang merobek bibir nya namun Albert hanya tersenyum
''Ku pastikan kau akan kehilangan istri dan anak mu Jo'' lalu Albert pergi dari situ dan menuju Gudang tempat penyekapan Stela namun dia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat hingga perdebatan-debatan itu terjadi dan menimbulkan suara tembakan
Joel dan Alex yang mendengar itu langsung lari sedangkan yang lainnya sudah diurus oleh jack dan anak buahnya
Joel dan Alex sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat dan saksikan hingga mereka menuju Rumah sakit
''Jo, Iva Jo, dia seperti itu karna aku'' kata Viola yang tiada hentinya menangis dari tadi
''Sudahlah tak masalah semuanya akan baik-baik saja'' kata Joel menenangkan Viola.
'Iva itu wanita kuat Vi dan aku tau dia pasti bisa bertahan' batin Joel.
Saat tiba di Rumah keluarga besar mereka telah berkumpul dan Joel menceritakan semuanya
''Bagaimana keadaan Cucu ku Jo?'' Tanyak Maisa yang masih menangis dipelukan Wilson
''Dia baik-baik saja Nek, nenek jaga kesehatan biar bisa jumpa pada Iva, mungkin untuk beberapa hari kedepan biar kami ajah yang menjumpai nya jika dia sudah membaik maka kita semua akan menjumpai nya'' kata Joel
Dan semua pun setuju dengan perkataan Joel
__ADS_1