Make A Wish

Make A Wish
29


__ADS_3

''Aku merindukan mu''


***


''Ekhm'' kata Sandra mengakhiri pelukan keduanya


''Apa kita bisa pulang, aku sudah sangat lelah'' katanya lalu menarik Stela dan memeluk nya dan berjalan tanpa rasa bersalah sedikit pun


''Baiklah mari kita pulang anak manja, apa kau tak merindukan ku?'' Tanyak Stela


''Tentu saja tidak sekarang aku memiliki Nic dan Billy,  ayo kita duluan saja'' lalu dia menarik tangan billy dan Nico kini tinggal Stela dan Kennan dengan keadaan yang canggung


''Bagaimana kabarmu?'' Tanyak Kennan canggung


''Lebih baik, kau?'' Tanyak Stela sambil memperhatikan Kennan yang memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong


''Jauh dari kata baik, bahkan mereka bilang aku lebih dari Zombi'' kata Kennan dengan wajah yang lelah dan Stela juga tau jika itu adalah fakta Kennan yang ia kenal dulu sangat rapi dan bersih badan nya yang tegap dan wajah yang terurus namun kini ia sangat kurus, dengan kantung mata hitam, rambut acak-acakan seakan tak pernah terawat.


Entah dorong dari mana namun Stela memberanikan diri untuk menautkan jari mereka satu sama lain hal itu membuat Kennan terkejut bukan main, bahkan ia mengira jika itu hanyalah mimpi.


''Kau sangat lelah, ayo'' kata Stela dengan senyum nya dan mereka melangkah menuju mobil di parkiran saat tiba di parkiran Billy sudah duduk disamping supir


Sandra dan Nico sudah duduk di belakang dan kini yang tinggal bangku tengah mau tak mau mereka pun duduk disitu sepanjang jalan tak ada niat buat mereka membuka cerita,  dan genggaman tangan mereka juga tak terpisah kan. Hingga akhirnya Stela memulai


''Bagaimana perjalanan kalian?'' Tanyak Stela


''Sangat melelahkan dan membuat badan ku sakit semua, aku tak sabar ingin sampai dirumah dan tidur'' kata Sandra


''Aku tak sabar ingin makan masakan mama dan berjumpa dengan adik-adik nakal ku'' kata Billy


''Aku tak sabar ingin tidur secepat yang ku bisa'' kata Nico


Lalu semua kembali hening karna tak ada respon disebelah nya Stela mengalihkan pandangan nya.

__ADS_1


''Kenn kenapa kau tak menjawab pertanyaan Stela?'' Tanyak Nico namun tak ada Respon


''Apa kau mati atau masih gak kuat melihat Stela didepan mu?'' Tanyak Sandra


''Dan seperti nya tak akan ada jawaban karna yang kalian tanyak sedang berada di alam mimpi indah sekarang'' seru Billy yang melihat Kennan tertidur melihat posisi Kennan yang seperti itu akhirnya Stela merubahnya hingga Kennan tidur di pundak Stela namun belum beberapa saat Kennan sudah menelungkupkan wajahnya di ceruk lehernya Stela dan memeluk Stela dari samping yang membuat jantung Stela bergerak lebih cepat, karna posisi ini sangat nyaman membuat ia juga ikut tertidur.


Setelah dua jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai namun sekarang bukan yang datang yang tidur melainkan yang menjemput


Stela tidur dalam dekapan Kennan


''Siapa sih yang seharusnya disambut?'' Tanyak Sandra kesal


''Sabar lah San mungkin Stela lelah, ayo masuk Kenn kau bawa Stela ajah biar yang lain nya nati paman Jhyunk yang beres kan'' kata Billy


Mereka pun masuk kedalam rumah itu


''Loh Videliva kenapa? Apa sesuatu terjadi padanya?  Tolong antar dia ke kamarnya ya di atas nanti kamar nya ada namanya kok'' kata Jane


'Apa kau begitu lelah? Mengapa wajahmu mengatakan jika kau tak baik-baik saja? Apa ini semua karna ku? Aku ingin kita menyelesaikan ini semua Va cukup waktu satu tahun untuk menyiksaku dan mungkin juga menyiksa mu' batin Kennan


Dia pun keluar


''Hai tante'' kata Kennan pada Jane


''Hai sayang, terimakasih sudah mengantar Stela, seperti nya dia lelah karna dia tak pernah tante lihat senyaman itu tidurnya, mandilah dan nanti kita makan siang bersama'' kata Jane


''Apa dia Sudah lama tinggal disini?'' Tanyak Kennan


''Ya, dia sudah satu tahun tinggal disini kenapa?''


''Apa selama ini juga Sandra tau tentang keberadaan Stela?'' Gumam Kennan yang membuat Jane tak paham


''Ada apa nak?'' Tanyak Jane bingung

__ADS_1


''Tidak ada tan ya sudah terimakasih atas penyambutan nya tante aku akan ke kamar Billy dulu''


''Ya sayang'' kata Jane kemudian Kennan melangkah menuju kamar Billy.


Saat makan siang tiba semua sudah berkumpul dimeja makan tapi masih ada tiga bangku yang tersisah.


''Sebentar ya tante panggil Stela dan anak-anak'' kata Jane dan meninggalkan ruangan itu semuanya hening dan sunyi


''Apa selama ini kau tau jika Stela disini San?'' Tanyak Kennan dengan datarnya


''A.. apa? Ti.. tidak'' kata Sandra gugup


''Mengapa kau begitu gugup? Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?'' Tanyak Kennan memandang Sandra dengan tajam. Namun sudah lebih dari lima menit tak ada juga jawaban atas pertanyaan Kennan


''Kenapa kau hanya diam?'' Marah Kennan


''Apa kau memerlukan jawaban itu?  Apa itu penting buat mu?'' Tanyak seseorang dari belakang mereka yang tak lain adalah Stela


''Apa selama ini kau menganggap ini lelucon Va? Aku kalang kabut mencarimu apa itu tak berguna buat mu?'' Tanyak Kennan marah


''Haha, apa kau kira aku peduli dengan usaha mu? Aku bahkan tak tau jika kau dapat mempermasalahkan hal kecil ini''


''Hal kecil kau bilang? Apa? Aku kecewa pada kalian'' kata Kennan masih dengan marah


''Dan begitu lah rasanya saat dulu aku tau hal yang kau sembunyi kan, kecewa, marah dan jika aku tak berfikir mungkin detik ini kita bahkan tak berjumpa apa kau sudah tau rasanya bagaimana dikecewakan dan di bohongi oleh orang yang kau sayaa(::ng dan percaya?  Itulah yang kurasakan Kennan Melviano'' ucap Stela marah tadi dia bahkan tak marah tapi saat ia melihat Sandra yang dimarahi oleh Kennan entah mengapa Stela tak dapat menahan Amarah nya dan mengontrol emosinya


Hanya keheningan yang terjadi, Kennan bungkam dengan pernyataan Stela


''Tan, maaf ini harus tante saksikan, makan siang lah karna aku ada janji dengan seseorang hari ini'' kata Stela dan meninggalkan ruangan itu saat melewati Kennan Stela membisikkan seshatu.


''Kita sudah Selesai''


katanya kemudian melangkah menjauh meninggalkan Kennan yang mematung sedangkan Sandra menangis dalam pelukan Nico itulah kelemahan nya Stela tak bisa dimarahi atau suara seseorang lebih besar darinya karna Sandra akan ketakutan sedangkan Bella dan Bellina hanya bingung kemudian memeluk sang kakak yang sedang menahan emosinya juga.

__ADS_1


__ADS_2