Make A Wish

Make A Wish
7


__ADS_3

Kennan pov


Hari ini aku menemani Rachel ke acara kampusnya aku benci dengan pesta karna dulu itu lah yang membuatku menjadi seorang pembunuh


''Kak aku jumpa sama teman ku dulu ya kakak tunggu disini'' kata Rachel


Aku hanya terdiam kemudian memandang nya aku terpesona melihat seorang wanita yang sangat feminim bukan seperti para yang lainnya bahkan dia sangat cantik ternyata dia Iva karna aku dikenal kan oleh Rachel pada mereka kemudian dia pergi aku mengikutinya aku melihat dia duduk dengan pandangan kosong dan setelah itu dia menangis, entah mengapa aku tak menyukai dia jika menangis, dia seperti memiliki beban yang begitu berat aku mendekati nya saat dia akan pergi aku tau aku mengganggu nya itu sebabnya aku memeluk nya saat dia mulai tenang dia hanya berucap terimakasih dan saat aku bertanya dia sudah kembali datar dengan sifat pemarah nya ada apa dengan nya?


Setelah dia meninggalkan taman itu aku mengikuti nya dari jauh satu hal yang ku tau dia pemain piano terhebat tapi dia menangis sebenarnya kenapa dia? Hingga dia selesai dan menatap semuanya dengan tatapan datar dan dingin jurus andalan nya dan pergi begitu saja tanpa peduli pandangan orang lain yang begitu memuji nya


''Ra, apa itu teman mu? ''


''Ya, dia teman ku dan aku baru jadi teman nya tadi saat Sandra memperkenalkan kami kakak tau dia itu baru berumur 24 tahun  dia menyelesaikan pendidikan nya dalam waktu 4 tahun karna menganggur selama 3 tahun dia hanya hidup seorang diri Tak ada yang tau tentang dia bahkan Sandra orang terdekat nya 5 tahun terakhir di kampus dia terkenal dengan kejeniusan nya bahkan sempat ditawarkan untuk menyelesaikan studinya dengan cepat tapi dia menolak, alasannya dia ingin seperti yang lainnya tanpa diistimewakan sesekali dia mendapat kontrak kerja tapi dia tolak hanya karna dia senang kerja di restoran tapi yang aku tau bulan depan dia akan bekerja di perusahaan keluarga kita, dia dapat kontrak dibagian keuangan''


''Oh ya? '' kataku terkejut dengan semua fakta yang dibeberkan oleh Rachel aku tak tau apa itu hal baik atau buruk yang aku tau aku senang


''Ya, apakah kakak tertarik dengan nya karna aku lihat kakak memandang nya bukan seperti para calon jodoh yang akan dijodohkan mama papdamu'' aku hanya tersenyum kecut padanya, aku pernah dijodohkan dengan banyak wanita oleh mama namun semuanya tak ada yang menarik perhatian ku sifat mereka semua hampir sama


''Ya hanya sedikit aku penasaran padanya'' kata ku tidak mengakui karna jika Rachel tau maka reputasiku akan hilang, dan bukan hanya hal itu aku ingin memastikan perasaan ku yang sebenarnya pada Iva


''Sayang sekali hingga hari ini dia tak pernah menatap siapa pun'' aku sangat senang mendengar satu fakta ini


''Apakah itu berita bagus atau buruk?''


''Entalah karna dia tak memiliki seseorang yang harus dimintai keterangan''


''Yah setidaknya aku masih memiliki peluang?'' Kataku karna sangat senang mendengar fakta itu


''Apa?  Jadi kau betul ingin menjadikan nya kakak ku oh baiklah aku akan tunggu hal itu'' kata Rachel antusias


''Tidak, jangan terlalu berharap Ra'' kata ku menutupi kebahagian yang sedang kurasakan dia pun langsung diam dan kecewa dengan jawaban ku


Keesokan harinya aku dan Abi pergi keapartemen nya kami sarapan bersama dan ibadah bersama aku berharap waktu bisa berhenti sekarang juga, jika ini mimpi aku rela tidur biar aku terus merasakan ini


Saat kami ke taman kami kejar-kejaran, bermain layaknya keluarga bahagia hingga kami duduk dan pertanyaan Abi yang tak kusuka dia ingin mengambil apa yang kumiliki, saat kak  Alex datang ada tatapan terkejut dan juga bahagia yang terpancar disana aku tak tau tapi aku tak suka itu hingga mereka menjauh dan aku di ajak Abi belik es krim Ingin ku kejar mereka tapi aku sadar aku tak memiliki hak tentang itu dan apa-apa an ini Kak Alex akan menjadi saingan ku? Bukan kah dia hanya mencintai Keyra?


Setelah dia pergi aku pun masuk kedalam mobilku tapi terhenti saat Kak Alex masuk tanpa ijin ku


''Kenapa kau marah'' Tanyak nya padaku


''Aku tidak marah, aku hanya kesal padamu''


''Why?'' Dia bertanya apakah tidak jelas jika aku tak suka mereka dekat


''Tidak ada keluar lah aku ingin pulang''


''Antarlah kami, mama merindukan mu, hari ini kau harus tidur di rumah''


''Aku tak ingin?''


''Hai, ayo lah bung kenapa kau marah padaku hanya karna aku menggoda seorang wanita, jika kau ingin bersaing lah secara sehat dengan ku''


''Apakah itu sebuah tawaran?''


''Ya bisa jadi karna kali ini tiada alasan ku tuk tidak mengejar Bahkan Abi setuju jadi kenapa kita tak bersaing secara sehat, ku dengar dia akan bekerja dikeluarga kita bulan depan bagaimana?''


''Dariman kau tau? ''

__ADS_1


''Ayolah, itu hal kecil buatku''


''Baiklah aku terima tantangan mu''


Kami pun pulang kerumah


''Oma Abi pulang'' katanya dengan semangat dan juga senyum aku bahkan tak tau kenapa wanita Es ini jadi hangat


''Iya sayang, Oma di dapur'' kata mama Kami pun melangkah ke dapur


''Ada apa kok bahagia sekali?''


''Iya dong, hari ini aku jalan sama om dan tante ku, oma tau aku sangat bahagia, kapan-kapan aku mau pergi lagi'' katanya tersenyum dan melangkah ke meja makan.


''Vin ada apa kau pulang?'' Tanyak mama


''Ya dong Ma, dia berencana mau tinggal disini betul kan melvin? ''


''Tidak'' kataku singkat


''Why?  Bukan nya tadi kau bilang begitu?''


''Kapan? Kau hanya bilang bersaing mendapat kan Iva bukan tinggal disini'' kata ku marah


''Apa? Siapa dia? Kenapa kalian jadi begini?'' Kata mama


''Tidak ada ma, Melvin hanya bercanda''


''Ya'' jawab ku singkat daripada memanjangkan masalah


''Aku pulang dulu'' kata ku singkat dan pulang ke rumah ku saat sampai


''Tapi siapa dia?''


''Gak usah banyak tanyak'' aku pun mematikan sambung telfon nya


Tak lama setelah itu ada beberapa email yang masuk ke dalam email ku


Namanya Auristela Videlvia Azzura umur 24 hidup seorang diri sejak 8 tahun lalu orangtua mengalami kecelakaan, dia bekerja di A'cafe sejak kecelakaan itu terjadi, dia kehilangan rumah karna utang yang tak dia ketahui sama sekali dan dia sendiri hingga sekarang, memiliki seorang teman Namanya Sandra, anak seorang konglomerat hidup di sebuah apartemen.


Aku sedikit terlejut dengan kenyataan tentang kematian orangtua nya


''Jer tolong carikan tanggal kematian orangtua nya''


''Tidak ada yang tau vin, semua informasi itu tertutup, entah apa alasannya tapi sangat susah mencari tau tentang nya  dan juga keluarga nya.''


''Baiklah terimakasih, apa kau masih memiliki foto orang yang ku tabrak lari itu?''


''Ya, emang kenapa? Apa kau mau memintak maaf pada keluarga nya?''


''Entahlah tolong kirim kan padaku''


''Baiklah''


Setelah itu foto itu masuk dan aku mencetaknya dan menyimpan nya dilaci meja tempat kerja ku.


Aku pun istirahat sebelum itu aku menghubungi Iva

__ADS_1


''Halo siapa ya?'''


''Halo, Va, ini aku Melvin apa aku mengganggu? ''


''Apa aku harus menjawab?'''


''Ya, mungkin aku sedikit mengganggu aku hanya ingin bilang Selamat Malam dan Selamat istirahat apa aku bisa mendapat kan sedikit perhatian mu seperti yang kau berikan pada orang yang kau sayang? ''


''Apakah kau begitu memerlukan nya? ''


''Setidaknya, biarkan aku mengisi hatimu yang kosong''


''Baiklah, aku akan coba menjadi teman mu apa itu sudah cukup?'''


''Ya, mungkin setidaknya jadi teman apa kau ada kegiatan sampai besok?''


''Tidak, aku sudah tidak kerja karna bulan depan aku sudah kerja disebuah perusahaan yang bahkan aku tak tau apa namanya''


''Oh ya?  Baiklah bagaimana jika besok kita jalan apa kau ada waktu? ''


''Sebenarnya sih tidak tapi apakah kau akan membayar makan dan segala pengeluaran nya?  Aku cewek matre loh dan makan ku banyak''


''Haha jika itu alasan mu membuat ku mengakhir dan membatalkan janji kita maka aku tak bersedia sama sekali''


''Huft, baiklah ternyata kau juga keras kepala dasar pemaksa, besok jemput aku, aku tak ingin menghabiskan uang ku hanya untuk menemui mu'''


Katanya kesal padaku


''Haha, apapun untuk Queen ku, aku akan lakukan segalanya''


''Baiklah aku ingin tidur apa kau tak berniat mengakhiri nya? ''


''Tidur lah biarkan hp nya tetap menyalah''


''Terserah selamat malam''


Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya bukan kah aku ada harapan setidaknya dia ingin merespon ku dan aku akan pastikan dia jadi milik ku hanya jadi milik ku


Hingga tengah malam aku mendengar nafasnya teratur saat hendak mematikan telfon aku mendengar


''Ma, Pa jangan tinggal kan Iva,  Iva takut sendirian, Iva mau ikut sama papa dan mama, Iva hancur ma, Bawa Iva bersama kalian Iva mohon'' 


Katanya sambil menangis aku pun langsung menuju apartemen nya dengan kecepatan yang sangat tak pernah ku lakukan lagi aku langsung menuju resepsionis untuk memintak kunci cadangan walau sempat dipersulit setelah dia mendengar jeritan Iva akhirnya dia berikan aku tak peduli lagi dengan keadaan ku yang aku tau aku begitu khawatir dengan nya bahkan dia juga tak bangun-bangun dari tadi saat tiba dalam apartemen aku langsung menuju kamar yang terang ternyata tiada orang fikiran buruk kemudian menghantui fikiran ku kemudian aku menuju kamar yang sangat gelap aku mendengar suara orang ketakutan aku langsung masuk dan mendapat kan Iva meringkuk diatas tempat tidur dengan keringat diwajahnya aku tak tau apa yang ada dalam mimpi nya


''Va, bangun lah aku disini bersama mu, Videliva ku mohon bangun lah'' kataku menggenggam tangan nya sambil duduk di samping ranjang nya


''Tidak'' katanya tersadar kemudian dia menatap ku dan memeluk ku sangat erat


''Vin, mama dan papa, aku merindukan mereka tapi mereka meninggalkan aku, aku mau ikut sama mereka tapi mereka melarang ku, aku sendiri Vin, aku tak memiliki siapa pun lagi'' sambil dia menangis dalam pelukan ku


''Hai tenang lah, aku ada bersama mu akan selalu seperti itu''


''Tidak, kau juga pasti meninggalkan aku suatu hari nanti seperti yang dilakukan nya padaku, aku gak mau kehilangan orang yang kusayang untuk kesekian kalinya Vin, aku belum siap''


''Tenanglah, aku tak akan meninggalkan mu percaya lah padaku kau bisa pegang janjiku aku bukan seperti masa lalu mu'' janjiku padanya dan tekat ku pada diri ku sendiri


''Apakah itu benar?''

__ADS_1


''Ya pasti''


'Itu benar Iva, aku tak tau kapan rasa itu muncul yang aku tau kau hanya milik ku. Bahkan sejauh apa pun kau pergi kupastikan kau kembali pada ku karna aku rumah terakhir buat mu, aku akan selalu ada buatmu itu janji ku' kataku dalam hati


__ADS_2