
Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam
''Va, apa kau masih sedih?'' Tanyak Kennan
''Tidak, tadi hanya terbawa suasana saja''
''Cerita kan gimana masa kecil mu'' Tanyak Melvin
''Tiada yang istimewa, sejak kecil aku tak suka keramaian karna mama dan papa selalu menyembunyikan aku, hingga aku terjebak dalam kesendirian yang ku buat sendiri, saat semua bisa bermain aku selalu dirumah alasan mama dan papa hanya satu yaitu keselamatan ku. Aku kadang protes tapi mau bagaimana lagi dari SD-SMA aku Homeschooling bukan karna kesehatan melainkan keselamatan, saat SMA aku ingin sekolah seperti biasa namun papa tidak memperbolehkan itu sebabnya aku tak memiliki teman, Joel dan Viola adalah teman pertama ku tapi entah kenapa mereka hanya sebentar jadi tetangga kami, aku dilarang berjumpa dengan mereka namun karna aku bandel kadang-kadang aku sembunyi-sembunyi agar bisa berjumpa dengan mereka, aku mengenal mereka itu butuh perjuangan yang sangat ekstra. Aku hanya menganggap mereka sebagai kakak-kakak ku, ya seperti itulah tiada yang istimewa kecuali bermain Piano yang merupakan hobbi yang sangat ku tekunin cita-cita ku sangat simpel hanya membuat konser sendiri dan dilihat oleh mama dan papa namun semua itu harus gagal karna papa selalu melatihku untuk bekerja di sebuah perusahaan itu sebabnya aku mengambil jurusan Akuntansi, Aku hanya ingin menepati janjiku pada papa, selama kuliah aku membiayai kehidupan ku karna sekolah dibiayai oleh yayasan aku hanya lah orang beruntung mendapat kan itu bagaimana dengan mu?'' kata Stela
''Jika kau sendiri aku malah lebih terkesan bandel diantara semua saudara ku, papa dan mama bahkan tak pernah tenang karna kebandelan ku yang sangat diluar batas teman yang banyak sekolah yang setiap minggu pasti pindah namun saat SMA aku sedikit mengurangi walau tidak sepenuhnya alasannya hanya karna seorang wanita tepat saat pesta acara reuni aku melakukan kesalahan fatal hanya karna emosi yang tak terkontrol, aku sangat labil saat itu hanya karna seorang wanita aku jadi mabuk dan menyebabkan aku menjadi seorang pembunuh apa setelah ini kau akan menghindari aku? '' Tanyak Kennan pada Stela yang mematung saat mendengar pernyataan dari Kennan
''Aku tak punya alasan untuk membencimu itu masa lalu mu dan mungkin beban yang kau pikul sendiri selama ini aku akan selalu ada menjadi tempat mu berbagi cerita'' kata Stela menenangkan dan menggenggam tangan Kennan seolah-olah itu adalah kekuatan tersensiri untuk dia
''Makasih Va, berjanjilah tetap seperti ini, ya kau benar bahkan keluarga ku tiada yang tau tentang itu dan sampai sekarang aku bahkan tidak pernah tau bagaimana keluarga mereka, aku lari dari tanggungjawab Va, aku hanya seorang pengecut, aku hancur Va, aku tidak layak buat mu'' kata Kennan menangis, Stela kemudian memeluk nya
''Superhero gak boleh nangis Vin, kenapa kau tidak layak bagiku? Aku bahkan tak sesempurna wanita yang pertama sekali ada dalam hidup mu''
''Dia tak peenah ada dalam hidup ku Va karna dia lebih memilih sahabatku itulah yang membuat ku kecewa, kecewa pada diri ku sendiri karna tak dapat mengontrol emosiku hanya ada empat wanita berharga dalam hidupku setelah kau yaitu Mama ku, kakak iparku yang juga sudah tiada yaitu Kayra, adik ku Rachel dan keponakan ku Abi setelah itu masa depan ku kau'' kata Kennan tersenyum
''Haha, itu tak akan terjadi jadi jangan terlalu berharap, jadi benar kau dan Rachel bersaudara? Sudah ku duga kalian mirip''
''Ya, dan kaulah orang pertama yang tau tentang itu karna selama ini kami dianggap pasangan''
''Haha, benarkah? Mereka sangat susah jikalau sudah gitu''
''Apa kau pernah menyukai seseorang?'' Tanyak Kennan
''Pernah, My first love, saat kematian orang tuaku aku sangat putus asa saat hendak bunuh diri dia selamat kan tapi tak sampai satu tahun dia juga pergi meninggalkan aku, itu sebabnya aku takut berkomitmen hingga hari ini aku takut ditinggalkan''
''Apa aku boleh berharap dapat menghabiskan waktuku bersama mu hingga maut memisahkan?''
''Entah lah jika jodoh maka semua akan jadi''
''Va apa aku bisa dapat kesempatan maaf dari keluarga yang telah ku lenyapkan?''
''Entahlah mungkin saja iya tapi pasti ada waktu yang diperlukan''
''Ya kau benar''
''Ayo kita pulang'' kata Stela menggenggam tangan Kennan dan menuju Taxi yang mereka pesan tadi saat sampai di Apartemen hampir tengah malam karna Stela yang tertidur dengan nyenyak maka Kennan menggendong dia menuju kamarnya dan tidur di kamar sebelah sebelum tidur pesan seseorang masuk
''Aku kembali Kenn''
From :Mrs F.
Karna tak mau peduli Kennan pun tidur keesokan harinya dia dibangun kan oleh suara yang sangat asing di telinganya saat ia membuka mata ia langsung keluar dan melihat siapa yang datang pagi-pagi mengacaukan apartemen orang ternyata disana sudah ada Sandra dengan wajah yang masih dirias, Nico yang bermain catur dengan Joel Viola yang bercerita dengan Jerry
''Mengapa kalian semua disini'' Tanyak Kennan bingung
__ADS_1
''Kami yang ingin bertanya kenapa kau bisa ada didalam apartemen Stela, apa kau ada janji padanya kalau kami wajar ada disini karna diajak oleh Joel pacarnya Stela'' kata Jerry
''Apa?'' Kata Kennan terkejut
''Oh, jadi Stela belum cerita? Aku dan dia sudah jadian Dua hari yang lalu apa kau keberatan?'' Tanyak Joel
''Tidak'' lalu dia pun pergi begitu saja sebelum sebuah perkataan menghentikan langkahnya
''Apa kau juga akan melakukan hal yang sama?'' Tanyak Nic
''Apa aku diperlukan?'' Tanyak Kennan namun semuanya hening
''Melvin, Melvin kau dimana?'' Teriak seseorang dari dalam kamar Stela dia hanya tersenyum dan melangkah ke kamar Stela
''Ada apa? Apa kau merindukan aku?'' Tanyak Melvin yang baru tiba di kamar
''Kenapa kau baru ada disini? Kenapa kau tak membangun kan aku kau tau hari ini aku Wisuda bahkan Sandra juga tak ada disini apa semua orang akan meninggalkan aku sendiri?'' Katanya menangis
''Siapa yang meninggalkan mu sendiri? Aku tidur dikamar sebelah dan kau tau kan jika masalah bangun cepat pasti aku akan kalah dengan mu sudah daripada menangis lebih baik kau mandi sekarang dan akan ku buatkan sarapan manusia-manusia perusak sudah menunggu mu di bawah.''
''Siapa?'' Tanyak Stela bingung
''Nanti juga kau tahu'' lalu Stela melangkah kekamar mandi dan Kennan keluar
''Bahkan kedatangan mu tak ia harapkan'' kata Kennan sinis pada Joel sedangkan Joel hanya tersenyum
''Vio? Maafkan aku, bahkan aku melupakan mu hanya karna kakak sialan mu itu''
''Oh ya? Dia memang sangat bajingan Kenn oleh sebab itu apa didalam rumah ini ada makanan?'' Tanyak Viola sambil memeluk Kennan sedangkan Joel yang marah dan melongok dengan tingkah sang istri
''Apa kau akan berselingkuh Vio?'' Tanyak Joel masih menahan emosinya
''Oh tidak, tenanglah Jo, suamiku tak melihat, aku suka parfum mu Kenn bisakah kau memeluk ku? Aku tidak suka melihat Joel mukanya jelek'' kata Viola
''Baiklah tuan putri mari kita masak'' kata Kennan sambil memeluk Viola
Sedang kan Joel masih menahan amarah nya hingga pelukan seseorang menyadrkan nya
''Apa kau marah?'' Tanyak Stela pada Joel
''Sangat'' katanya dengan nafas yang menggebu
''Itu lah yang ia rasakan dulu saat kau selalu permainan kan perasaan nya jadi bersabar lah, dia tak akan meninggalkan mu percaya lah jika dia ingin pasti dia sudah melakukan itu sejak beberapa tahun yang lalu'' kata Stela menenangkan sedangkan wajahnya semakin masam
''Vio, pacar kakak mu sudah datang'' kata Jerry teriak
''Hai bisakah kau diam? Ini bukan hutan'' kata Nico
Lalu suara seseorang datang dengan teriakan nya yang khas
__ADS_1
''Via? I Miss You So Much, kau tau aku sangat merindukan mu bahkan kau seperti ditelan bumi sejak 14 tahun yang lalu kau buat aku kalang kabut mencarimu kakek dan nenek....''
''Vio'' kata Joel mengingat kan istri nya yang kelewatan tak dapat mengontrol perkataan nya
''Eh, maksudku mama dan papa sangat merindukan mu mereka ingin kau pulang bersama ku setelah ini'' kata Viola
''Oh aku juga sangat merindukan mereka tapi seperti nya tidak bisa Vi aku harus disini, aku sudah kerja kok disebuah perusahaan dan akan mulai kerja minggu besok''
''Wah selamat'' kata Vio sambil memeluk Stela
''Ayo sekarang kau duduk dan kau harus dandan'' katanya Viola
''Yang biasa saja'' kata Stela mengingat kan
''Ya baiklah'' lalu acara merias pun dimulai tak lama setelah itu Kennan datang membawa sepotong roti dan menyuapi Stela semua yang ada disitu hanya teekejut dengan apa yang mereka lihat
''Kenn aku juga mau'' kata Viola manja
''Hai kau tak boleh seperti itu'' kata Joel marah
''Kau kanapa sih Jo marah-marah terus sama Vio? '' Tanyak jerry
''Dia kan tanggungjawab aku gimana kalau suami nanti tau?'' Alibi Joel
''Tapi aku mau disuap Kennan gak mau yang lain jika gak ya sudah aku juga gak makan hari ini'' katanya menangis
''Sudah ya Vi, Melvin suapin dia deh kasihan'' kata Stela
''Tapi ini itu untuk Stela'' kata Kennan
''Tak apa, mungkin dia lagi ingin'' kata Stela menengahi
''Kau tuh sudah seperti wanita hamil saja'' kata Kennan spontan
''Biarin kan aku sudah punya suami wajar dong hamil'' kata Viola tanpa sadar wajah Joel berubah jadi Cerah dan sangat senang
''Apa betul kau hamil Vi?'' Tanyak Jo penuh harap
''Entahlah kan Kennan yang bilang tadi'' katanya Viola polos dan masih menerima suapan Kennan tak lama setelah itu dia pergi ke washtaffel
''Vi kau kenapa?''tanyak Jo khawatir dan juga yang lain nya
''Aku gak suka kau Jo aku mau Kennan'' katanya menangis
''Oke baiklah'' kata Joel mengalah
Lalu Melvin membopong Viola ke kamar saat hendak memanggil dokter dihentikan oleh Vio
''Aku gak mau berurusan sama dokter, Jo sekarang tidur disampingku dan usap perutku sampai aku tidur cepat''katanya marah semua hanya terdiam menyaksikan apa yang terjadi selesai itu semua kembali pada kegiatan masing-masing.
__ADS_1