
Seperti hari biasa semua berjalan semestinya
Besok adalah acara wisuda dan hari ini Stela berencana pergi ke makam kedua orang tuanya yang jarak nya agak jauh dari tempat apartemen nya sekarang
''Pagi Iva'' teriak Sandra dari luar
''Pagi, San ada apa mengapa kau begitu bahagia?''
Tanyak Stela pada Sandra yang sedang tersenyum-senyum
''Apa kau masih waras San, aku takut jika kau juga berubah jadi Gila karna mau Wisuda'' kata Stela khawatir pada keadaan Sandra
''Oh ayolah Va, aku bahkan sehat Jasmani dan Rohani Bahkan lusa aku akan berangkat keinggris'' kata Sandra kesal melihat wajah Stela yang khawatir
''Lalu kenapa kau senyum-senyum tanpa ada yang lucu sama sekali'' Tanyak Stela penuh selidik
''Hentikan wajah mu yang sok jadi detektif gagal itu aku tak suka, kau tau aku lagi bahahagi sekali hari ini aku mendapat kabar bahwa Nic juga lulus di universitas yang sama dengan ku di Inggris itu artinya aku akan ada teman dan kau tau nanti kami akan pergi ke makam mama mau pamitan'' katanya dengan antusias
''Apa aku telah melewatkan banyak hal tentang ini?'' Tanyak Stela penasaran
''Seperti aku memang perlu berkomitmen pada satu orang Va, dan dia juga seperti itu maka kami akan memulai semua nya dari awal dan melupakan semua hal yang terjadi dihari-hari sebelum nya apa aku salah Va?'' Katanya sambil menunduk
''Aku bahkan tak bilang jika itu salah karna kau tau papa mu sudah tua dan dia menginginkan seseorang yang dapat menjaga putri manjanya ini, jika kau bahagia maka aku akan sangat bahagia San, papa mu akan sangat senang mendengar ini dan kau tau aku akan sendiri setelah ini'' kata Stela cemberut
''Oh, ayolah Va, aku tau jika Melvin menaruh hati padamu dan kau juga lalu kenapa harus menunggu yang lebih lagi?''
''Aku masih memerlukan pendapat seseorang'' katanya
Tiba-tiba bel Apartemen nya berbunyi
''Hai Stela apa Sandra ada?'' Tanyak seseorang didepan ku tanpa ada salam atau apa bahkan belum dipersilahkan masuk dia masuk ke dalam dan langsung keruang tamu Stela hanya bisa melongo dan geleng-geleng kepala dengan sifat mantan Bos nya itu yang menjadi sering datang keapartemen nya dan masuk sesuka hatinya untuk berjumpa dengan Sandra
''Nic apa kau tak ada sopan santun kau masuk seolah-olah ini rumah mu?'' Kata Stela kesal
''Oh, Stela apa kau tau aku haus bisa kah kau ambilkan minum? Aku ini tamu loh'' katanya lalu memeluk Sandra sedangkan Sandra hanya tersenyum
''Emang pasangan gila, pergi kalian dari apartemen ku, aku tak ingin menghabiskan waktu mu hanyalah untuk memandang kalian bermesraan ayo keluar kalian'' kata Stela mengusir dan melempar dengan bantal sofa karna tak ingin menikmati amukan dari Stela akhirnya Sandra dan Nic pergi meninggalkan Stela dengan berlari saat hendak menutup pintu Nic terpeleset dan itu membuat Sandra dan Stela tertawa terbahak-bahak
''Puas ketawa nya nona?'' Kata Nic dengan senyum iblis nya karna sudah hampir bahaya Stela mengambil sapu dan Sandra sudah lari entah kemana
''Apa? Kau ingin sapu ini memukul mu?''
__ADS_1
''Eh, maaf Stela aku mau pergi bye Stela'' katanya lalu lari menuju lift aku pun masuk dengan tertawa tak lama setelah itu seseorang menekan bel
''Kenapa kau kembali Nic''
''Aku mau ambil sepatuku sebelah lagi'' katanya kesal setelah itu dia pergi dan aku menutip pintu belum lama apartemen terbuka
''Apa lagi?'' Kata Stela kesal
''Aku lupa tas ku Stela, bye aku pergi dulu semoga harimu menyebalkan'' kata Sandra kemudian dia pergi
Tak lama setelah itu bel berbunyi lagi karna kesal Stela mengambil sapu saat pintu dia buka dia langsung memukuli tamu nya tanpa melihat siapa yang datang
''Ampun Va, ini aku Melvin'' katanya teriak karna kaget stela langsung menghentikan aksi memukul nya
''Hai, apa kau sudah gila memukuli tamu mu dengan sapu?'' Tanyak Kennan kesal lalu dia masuk kedalam sedangkan Stela hanya geleng-geleng kepala
''Apa kau tak punya sopan santun masuk kerumah orang tanpa permisi dasar menyebalkan mimpi apa sih aku semalam dapat tamu seperti mereka semua pada hari ini merusak suasana saja'' kata Stela kesal dan marah-marah lalu Kennan langsung menarik tangan nya dan memeluk nya dengan sangat erat
''Apa aku mengacaukan hari mu? Maafkan aku akan hal itu, sudah dong jangan ngambek terus, apa hari ini kau sudah ada rencana?'' Tanyak Kennan mengalah
''Apakah itu tadi sakit? Maafkan aku'' katanya dengan menyesal
''Ku kira kau Nic makanya aku kesal'' katanya sekali lagi
''Bukan kau ingin bekerja? Mengapa kau kesini dengan pakaian santai?'' Tanyak Stela bingung
''Aku gak kerja hari ini aku mau menemani mu sampai besok''
''Loh bukan nya?''
''Sudah gak usah banyak tanyak ayo sekarang kita mau kemana?''
''Apa kau akan menemani ku ke tempat pemakaman kedua orangtua ku?''
''Baiklah tak masalah aku bawa mobil''
''Tidak, kita akan naik kendaraan umum, nanti jika kau menyetir maka kau akan keletihan''
''Apa kau khawatir pada ku?''
''Tidak, aku tidak, iya aku mengkhawatirkan mu aku tak ingin kau keletihan aku sudah pesan taxi tadi dan mungkin sebentar lagi kita berangkat'' kata Stela menjelaskan
__ADS_1
''Baiklah kali ini aku akan ikut dengan mu hanya kali ini''
''Makasih'' kata Stela tersenyum
''Apa kau sudah sarapan?''
''Belum, tadi tidak sempat'' katanya sebagai alasan
'Aku ingin sarapan bersama mu dan memakan masakan mu dan menghabiskan waktu bersama mu Va' kata Kennan dalam hati.
''Baiklah, aku tau itu hanya alasan mu, sudah ayo kita sarapan''
Lalu mereka sarapan dengan dibarengi obrolan-obrolan konyol Kennan dan Stela yang menyuapi Kennan dengan penuh kesabarannya
''Kenapa sih kau jadi manja begini?''
''Aku hanya manja padamu''
''Ais, dasar menyebalkan''
Tak lama setelah itu taxi pun datang dan mereka pergi sepanjang perjalanan Stela tertidur dalam pelukan Kennan saat sampai mereka membelik bunga lili kesukaan mamanya
Videlya Azzura dan bunga anggrek kesukaan sang papa Auristelo Azzura.
Selesai memberi kan bunga dan berdoa serta membersihkan beberapa helai rumput yang ada Stela akan cerita tentang kehidupan nya
''Pa, Ma apa kabar? Apa kalian bahagia? Aku masih sama seperti dulu masih belum menikmati sedikit kebahagian semuanya masih hampa, maafkan Iva masih belum bisa memaafkan masa lalu itu seperti janjiku pada papa dan mama'' katanya sambil menangis Kennan yang melihat itu langsung memeluk Stela
''Apa aku masih pantas bahagia Vin? Aku yang membuat mereka pergi meninggalkan aku'' kata Stela sambil menangis
''Setiap orang pasti bahagia Va dan aku yakin kau juga akan pasti bahagia'' setelah tangis Iva mereda dia pun kembali tersenyum pada Melvin
''Ma, mama tau aku bawa seseorang namanya Kennan Melvino mama tau dia orang yang tak sopan, dia juga kadang buat hal konyol seperti papa saat menghibur aku tapi dia juga Rese pa, apa papa tau aku seperti nya menaruh hati padanya tapi aku masih ragu papa tau Joel sudah kembali aku sangat bahagia pa, dia menepati janji nya untuk terus bersama ku dan menjadi pelindung ku'' kata Stela dan Melvin hanya terkejut dengan pengakuan Stela apa kah dia harus kembali bersaing dengan Joel jika ia maka kali ini ia tak akan menyerah walau seberat apapun tantangan nya.
''Pa, ma besok aku wisuda sesuai janji ku aku juga diterima disebuah perusahaan sebagai accounting, papa pasti senang dong secara aku kan pandai malah bisa mengalahkan papa menyelesaikan pendidikan nya lebih cepat seharusnya aku sudah selesai S2 jika tidak mengingat keinginan papa, papa nyibelin memperlambat waktu saja, apa papa dan mama bangga pada ku? Ya kalian pasti bangga tapi aku pasti kan menemukan siapa yang menyebabkan kalian begini, aku pulang dulu''
''Apa kau tak ingin menyapa mereka Vin? '' Tanyak Stela pada Kennan
''Hai om, tante kenalkan aku Melvin aku mau mintak Restu kalian jika tidak keberatan aku akan melamar anak kalian hari ini jadi aku akan senang jika kalian bisa berada disini tapi aku janji tak akan membuat putri kalian ini bersedih terimakasih telah menitipkan bidadari secantik dia dan se sabar dia dalam dunia ini hingga ia bisa menghangat kan hati ini aku harap kalian akan setuju''
Lalu mereka pun keluar dari pemakaman tak lama setelah itu seseorang masuk yaitu Felicia
__ADS_1
''Itu tak akan pernah terjadi Kenn karna kau hanya jadi milik ku sampai kapan pun'' katanya marah