Make A Wish

Make A Wish
24


__ADS_3

''Stela, apa yang sedang kau fikir kan nak?'' Tanyak Jhonson pada Stela yang masih saja diam dengan pandangan kosong nya. Karna tak ada jawaban Jhonson menepuk pundaknya Stela


''Eh... om?  Ada apa? Apa om memerlukan sesuatu?'' Tanyak Stela dengan raut wajah yang linglung


''Om yang mau nanyak kau kenapa apa kau masih memikirkan tentang Kennan?'' Tanyak Jhonson penuh selidik


Awal nya wajah Stela terkejut namun kemudian datar bahkan jhonson tak sempat melihatnya


''Gak lah om, aku hanya merindukan kedua orangtua ku, andai dulu aku tak memaksa mereka untuk pulang mungkin mereka masih melihatku hingga hari ini'' kata Stela menunduk


'Dan aku masih kecewa karna penyebabnya adalah Melvin om' batin Stela


'Om tau kau berbohong nak, kau sudah terjebak dengan rasa nyaman yang Kennan berikan, kau sama persis seperti ayahmu dapat menyembunyikan semuanya sendiri' batin Jhonson yang memandang Stela


''Tak masalah sayang, mereka pasti bangga karna kau sudah mewujudkan mimpi mereka untuk menjadi wanita sukses, om bangga padamu jangan salah kan dirimu itu kehendak Tuhan andai pun saat itu kecelakaan nya sangat parah namun jika Tuhan berkehendak maka mereka tak akan pergi, jadi sekarang tata masa depan mu sayang, buat papa dan mama mu bangga'' kata Jhonson sambil memeluk Stela untuk menenangkan putrinya itu


''Kau tau Stela saat mamanya Sandra pergi om juga sama seperti mu, om menyesal banyak kata andai saja waktu itu yang ingin om ubah namun semua sia-sia karna bagaimana pun kita pasti akan kembali pada sang pencipta, kau sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah ini sayang dan om harap kau jangan terus menyalahkan orang lain atau dirimu sendiri ikhlas kan lah maka semuanya akan baik-baik saja masih banyak yang menyayangi mu sayang, mungkin kau sudah tau semuanya dari Albert dan om harap jangan benci keluarga besar mu karna mereka tinggal memiliki mu.''


''Darimana om tau?'' Tanyak Stela


''Sandra sudah cerita semuanya dan om adalah salah satu sahabat papa dan mama mu 5 tahun yg lalu saat kau datang kerumah untuk pertama kali om sangat senang bahkan om kira kamu itu mama mu namun kau juga sama seperti papa mu itulah sebabnya om Tanyak tentang orang tuamu, om sudah mencari kalian selama 19 tahun''


''Wow kebetulan yang sangat menyebalkan'' kata Stela dingin


Jhonson sempat bimbang namun dia tak ingin putrinya ini salah mengambil keputusan


''Ya kau benar sayang, dan bahkan om tak tau bagaimana kau melewati semua nya seorang diri papa itu bukan orang sembarangan bahkan kakek mu saja.....''


''Aku tak memiliki kakek dan keluarga'' kata Stela memotong pembicaraan Jhonson


''Dasar anak nakal, kalau orangtua ngomong didengarin bukan dipotong gak sopan'' kata Jhonson kesal

__ADS_1


''Hahahaha'' Stela ketawa


''Om lucu, sudah tua masih ajah bisa kesal''


''Hai, justru jika sudah tua jadi perasaan lebih sensitif, dasar anak jaman sekarang''


''Dasar anak jaman dulu'' kata Stela dengan masih tertawa


''Apa? Gini-gini om juga tau fashion ya''


''Oh ayolah om, om membuat ku kesal dan BadMood''


''Oh ayolah Stela mengapa kau  begitu menyebalkan'' kata Jhonson menatap Stela yg masih tertawa


''Baiklah, sebagai putri yang baik hati kali ini aku mintak maaf, aku bukan lari dari kenyataan om, aku senang tau keluarga ku bahkan aku tau kakek sangatlah menyayangi ku mereka mengirim sepupuku untuk menjadi teman ku, walau papa selalu menyembunyikan aku pada orang-orang, tapi untuk sekarang aku masih butuh waktu sendiri, mungkin nanti aku akan kembali pulang pada mereka saat aku sudah lebih baik, aku tau kakek selalu memantau kami walau dari jauh''


''Apa ini karna Kennan? Apa kau mencintai dia?'' Stela hanya terdiam karna dia masih sangat marah pada nya


''Apa? Umur ku masih 24 tahun ya om, ya om benar aku mencintai dia namun aku ingin kami membenahi diri kami masing-masing jika dia memang milik ku dia akan kembali walau sejauh apa pun aku pergi''


''Dasar anak muda jaman sekarang jauh dari pacar sudah seperti mayat hidup saja'' kata Jhonson mengejek


''Ya ampun om kenapa om mirip banget sama Sandra bukan nya menghibur malah semakin memojokkan''


''Betul kah begitu?  Jika iya berarti tidak salah om jadi papa nya, om hebat kan Stela?''


''Dasar lelaki tua menyebalkan'' kata Stela mengumpat


''Ya kau benar Nak, namun kau harus tau satu hal bahwa dulu om ini adalah idola para wanita'' kata Jhonson bangga


''Ingat om itu dulu sekarang mah jangankan menyapa melirik pun enggan Hahahhahaha'' kata Stela tertawa lalu pergi ke kamar yang sudah disediakan

__ADS_1


''Stela'' kata jhonson marah dan kesal


''Ck dasar, dia blum tau saja siapa aku awas saja kau anak muda'' kata Jhonson kesal


'Vi, kau tau senyum nya sama seperti mu apalagi tawanya tidak ada anggun-anggun nya, keras kepalanya sama sepertimu Stelo, semua yang ada pada kalian dikuasai oleh anak kalian apa kalian bangga melihat dia?  Aku bahkan salut padanya dapat bertahan hingga hari ini, dia sangat semangat namun juga dingin, aku harap senyum diwajah nya tak pernah pudar walau hanya sebentar aku pasti kan dia akan selalu tersenyum sama seperti aku membuat dan menjagamu dulu Vi' kata Jhonson dalam hati.


Saat Stela masuk kekamar dia masih tertawa


'Terimakasih om, kau sudah menyayangi ku sama seperti papa, walau aku sangat rindu tapi om benar aku tak mungkin begini terus aku harus bangkit dari masalalu ku, bukan hanya aku yang terluka, aku tau Melvin juga sangat terluka aku hanya ingin menunggu waktu, aku sangat merindukan dia, namun aku ingin dia bangun dan menjemput ku' batin Stela


''Ya ampun ternyata buku diari mama dan papa tinggal sisana'' lalu Stela keluar dan melihat Jhonson sedang melamun, ide jahilnya pun muncul


''Dorr'' kata Stela mengejutkan Jhonson


''Yah... kok om gak terkejut sih?  Aku sudah hati-hati juga'' kata Stela kesal karna Jhonson tertawa bukan terkejut


''Itulah kehebatan orangtua ini nak, walaupun sudah tua namun pendengaran nya masih sangat tajam'' kata Jhonson bangga


''Ihk, ulang pokoknya om harus terkejut'' kata Stela memaksa


''Mana bisa begitu, kau ini ada-ada saja umur mu bukan sepuluh tahun Stela tapi sudah 24 tahun, tapi permainan mu masih sangat kanak-kanakan'' kata jhonson meremehkan


''Oh ayolah om aku hanya ingin lihat wajah om yang sedang terkejut, pasti itu sangat lucu'' kata Stela jahil


''Sudah-sudah om mau istirahat, om lelah berdebat dengan mu, kau juga istirahat kondisi mu masih belum stabil sekali'' kata Jhonson lalu memeluk Stela dan mencium keningnya


''Om tak ingin ada adegan air mata dan ingus-ingus keluar ya'' kata Jhonson saat melihat wajah Stela yang berkaca-kaca


''Ihk dasar om nyibelin, merusak suasana saja'' kata Stela kesal lalu jhonson meninggalkan Stela dengan tawa


'Terimakasih om, Stela menyayangi mu' batin Stela kemudian dia mengambil buku diari orangtua nya yang ia dapat sebagai kado terakhir yang harus dibuka saat ia berusia 20 tahun namun karna takut baru sekarang stela membukanya kemudian Stela Istirahat.

__ADS_1


__ADS_2