Make A Wish

Make A Wish
20


__ADS_3

Keesokan harinya Viola bangun namun tak melihat Joel disampingnya yang membuat dia hampir menangis namun tidak jadi karna Joel keluar dari kamar mandi


''Apa kau berniat ingin menangis lagi sayang?'' Goda Joel pada Viola


''Mungkin jika kau tak akan keluar juga tadi'' kata Viola dengan santai


''Baiklah sekarang mandilah karna hari ini kita akan pergi kerumah kakek dan nenek setelah itu kerumah Mom dan Dad''


''Apa? Baiklah'' lalu dia berlari ke kamar mandi


''Vio perhatikan langkah mu jangan jadi ceroboh dan ingat ada anak kita dalam perutmu jika kau lupa'' kata Joel sedikit marah


''Hiks... Maaf aku terlalu hiks... senang'' lalu Joel pun memeluk Vio yang menghentikan langkah nya saat mendengar teguran dari Joel


''Tak apa aku hanya ingin kau dan juga anak kita tidak kenapa-napa, sudah mandi lah dan ingat ini baik baik sekarang kau tidak sendiri lagi jadi ku mohon tolong jaga dia'' kata Joel tulus dan tersenyum akhirnya BuMil manja dan cengeng itu pun mandi selesai itu kami  semua sarapan dan berangkat ke rumah kakek dan nenek


''Kakek, Nenek Vio datang'' kata Viola teriak


''Oh sayang nya kakek sudah datang?'' Kata lelaki tua itu walau sudah begitu dia masih bisa berdiri dengan kokoh


''Apa kabar yang kakek dengar itu benar sayang?'' Tanyak kakek dengan antusias


''Mendengar apa?'' Tanyak Vio bingung


''Aku akan menimang cicit ku kan?'' Kata nenek namun tiba-tiba wajah viola berubah jadi seram dan menatap Joel dengan penuh amarah


''Mengapa kau memberitahukan nya?  Bukan kah kita sepakat jika kita akan memberitahukan nya bersama? Pokoknya malam ini kau tidur diluar dan jangan dekat dengan ku'' kata Viola marah dan Joel hanya bingung mendengar apa yang dikatakan oleh Viola sedangkan Jenny tersenyum merasa bersalah dengan anaknya itu dan kakek nya yang paham hal itu hanya tersenyum kikuk karna seharusnya mereka tak melakukan hal itu


''Ma, apa mama yang melakukan ini? '' Tanyak joel pada Jenny


''Maafkan aku sayang, bahkan mama tak tau jika kejadian nya akan seperti ini'' kata Jenny menyesal sedangkan Joel sudah samgat Frustrasi


''Apa keluarga Ernest sudah tau juga''


''Maaf tapi sebentar lagi..'' belum selesai Jenny bicara suara mama mertua Joel sudah terdengar


''Viola sayang mommy datang? '' kata Clara kemudian disusul oleh Edward Levi dan wilson serta Maisa Ernest

__ADS_1


''Mama turut bahagia mendengar beritanya sayang'' bukan nya senang atau menyambut sang mama dia malah menuju kearah Joel


''Jo, kau sudah kelewatan jadi Satu bulan kau tak boleh masuk kedalam kamar dan tidur di teras'' kata Vio marah dan semua yang mendengar tercengang dan sekarang Mommy nya Viola mengerti


''Tapi Vi aku bahkan tak melakukan apa pun'' kata Joel membela diri


''Dan aku tidak percaya dengan hal itu sudah aku ngantuk tolong usap kepala ku dan perutku'' katanya memerintah


''Bukan kah kau ingin aku tak boleh berdekatan dengan mu''


Kata Joel takut-takut


''Kenapa? Kau sudah tak cinta padaku lagi karna aku akan gemuk? Hiks kau jahat'' kata Viola lalu hendak pergi namun Joel cepat-cepat menangkap tangan nya dan memeluk nya setelah itu mereka ke kamar saat tiba di kamar


''Jo, aku mau tidur disofa bawah saja ada yang ingin ku Tanyak kan sejak kemarin pada mereka'' sedangkan Joel hanya bisa menuruti keinginan sang istri


''Loh bukan nya istirahat sayang'' kata mama joel lembut


''Aku mau bertanya sesuatu jadi tolong di jawab dengan jujur, Kenapa aku dilarang berhubungan dengan keluarga Matteo? ''


Tiba-tiba semuanya terdiam tiada jawaban sama sekali


''Baiklah, seharusnya kau juga tau hal ini sayang'' kata  Thomas Kenneth atau kakek nya Joel


''Kakek mempunyai satu putra dan satu putri,  putra kakek adalah papa mertuamu sekarang dan saudara adalah Andriana Matteo, dulu kakek dan kakek mu ingin sekali menjodohkan Tante mu Andriana dan Om Mu Auristelo namun mereka lebih memilih hidup sendiri-sendiri tanpa memakai nama belakang.  Tak lama setelah pembatalan perjodohan itu Andriana menikah dengan keluarga Matteo,  dulu nya mereka hanya lah keluarga biasa jauh dari kata mewah bahkan kakek sempat mendengar jika Tante mu Andriana ikut bekerja menjadi buruh harian, namun lama kelamaan Matteo mulai merintis usaha dari nol kakek salut pada kegigihan Alvian,  suami tante mu dia bekerja siang dan malam hanya untuk menunjukkan pada kakek jika mereka bisa, setelah itu karna kakek melihat jika Andriana tak menyesali keputusan nya bahkan dia bahagia akhirnya kakek membantu nya namun papa mertua mu itu tak setuju karna masih sangat kecewa pada tante mu yang keras kepala dan tak bisa di atur''


''Itu sebabnya papa melarang kalian berhubungan dengan keluarga Matteo'' kata Roland menambahi


''Oh jadi aku mau sekarang papa menelfon tante Andriana dan mengajak dia pulang setidaknya dia tak pernah hidup dalam rasa bersalah, walau dia bahagia tapi akan lebih bahagia jika dia bisa merasakan kebahagian kita, ayo pa hubungi tante Andriana dan katakan padanya jika papa merindukan nya dan memberitahukan kabar baik ini'' kata Viola mendesak walau kecewa pada Andriana namun Roland juga tau jika ia merindukan adik kecilnya itu, adik yang sangat ia sayangi itu


Lalu Roland mendial nomor Andriana


''Halo'' kata seseorang disebrang sana dan itu adalah Alvian


''Halo'' kata Alvian sekali lagi


''Dari siapa pa? '' tanyak seseorang lain disana yang tak lain adalah Andriana

__ADS_1


''Halo'' kata Roland kemudian


''Kak Roland? '' kata Alvian terkejut


''Ma, kak Ro menelfon'' kata Alvian antusias dan ada nada kegembiraan disana


''Halo kak, ini kak roland kan? '' tanyak Alvian memastikan


''Ya'' jawab Roland singkat


''Halo kak, apa kabar?  Apa mama dan papa sehat-sehat saja? Aku sungguh merindukan kalian oh ya kemarin Joel datang kerumah tapi istri nya gak dia bawa berkunjung'' kata Andriana antusias namun keheningan lah yang terjadi


''Kak, maaf'' lalu terdengar suara tangis di sana


''An, kami merindukan mu mau kah kau berkunjung saat natal nanti dan jangan lupa bawa keponakan dan cucuku, aku mau bilang jika istri Joel sedang hamil dan kami ingin kau juga merasakan apa yang sedang kami rasakan'' kata Roland tenang walau ada kegugupan disana


''Kak, aku bahagia, apa itu artinya aku boleh pulang pada keluarga ku?'' Tanyak Andriana penuh harap


''Tentu anak ku, pintu rumah ku akan terbuka untuk mu, kami menunggu kedatangan putri kecil kami'' kata Evelyn nenek nya Joel


''Ma, mama? Aku sangat merindukan mu, maafkan aku ma, tapi aku bahagia'' katanya dengan Senang


''Mama tau sayang itu sebabnya pulang lah karna mama juga ingin merasakan kebahagiaan mu'' katanya kembali


''Aku pasti pulang ma'' kata Andriana senang


''Bukan hanya anak mama namun kami semua pasti akan pulang'' kata seseorang itu dengan tegas nya dan itu adalah Alvian setelah itu telfon itu terputus dan Viola sangat senang kemudian memeluk sang Ayah mertua yang sangat tegas itu


''Aku menyayangi mu pa'' kata Viola kemudian dia pun melangkah ke kamar dan istirahat ditemani oleh Joel sedangkan diluar obrolan terus berjalan


''Aku turut bahagia Thom'' kata Wilson


''Ya karna putri kita sudah kembali sekarang tinggal menunggu putra ku kembali'' kata Thomas namun semua terdiam


''Itu tak akan terjadi karna Mereka sudah tiada kini yang kumiliki hanyalah Cucu yang baru ku temukan keberadaan nya berkat Joel dan Viola dan 8 tahun yang lalu mereka telah pergi, bahkan aku tak tau bagaimana cara cucu ku dapat bertahan hidup selama itu seorang diri aku gagal Thom'' kata Wilson yang baru mendengar fakta bahwa anak dan menantunya telah tiada beberapa bulan lalu selama ini mereka selalu mencari keberadaan mereka namun hasilnya tetap nihil


''Tidak Wil, kau masih punya seorang cucu ajak lah dia kembali jangan putus asa begini'' kata Thomas menghibur

__ADS_1


''Kau benar Thom dan aku akan melakukan hal itu'' kata Wilson penuh tekat


Flashback end


__ADS_2