Make A Wish

Make A Wish
19


__ADS_3

Hari berganti hari hingga berganti minggu dan bulan


Sudah Dua bulan keberadaan Stela tak ada yang mengetahui sama sekali kecuali Albert dan Felecia, tiada hari tanpa penyiksaan yang ia alami mulai dari tamparan bahkan luka-luka goresan keluarga Ernest dan juga Matteo menyebarkan semua koneksi untuk mencari tau keberadaan Stela namun hasilnya nihil tak mereka jumpai sama sekali


''Hai, Joel'' kata Felicia saat sedang berpapasan dengan Joel di lorong RS Joel datang hendak menjenguk Kennan dan Felicia sengaja menunggu kedatangan Joel untuk melihat keadaan orang yang pernah membuat dia sakit hati karna merasa di permainkan


''Mau apa kau kesini?'' Tanyak Joel tanpa  basa basi


''Tenanglah aku datang baik-baik, oh ya gimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi sakit ya?  Kasihan sekali dirimu'' kata Felicia mengejek


''Apa maumu?'' Tanyak Joel dengan nada yang ditahan karna emosi yang sedang meluap-luap


''Haduh, aku kan pernah berkata padamu jika aku akan membalas kau dan juga Kennan untung saja wanita yang kalian incar sama jadi lebih mudah buatku untuk menghancurkan kalian berdua'' kata Felicia dengan nada sombong


''Jadi kau tau dimana ada Stela?''


''Hahahaha, apa? Aku tahu? Jika aku tau ku pastikan dia tak akan pernah hidup lagi ya memang ku akui jika aku yang merusak hubungan mereka tapi aku tak berniat mengotori tanganku dengan menghabisi dia'' kata Felicia penuh kebohongan


''Aku tau jika kau tau tentang keberadaan Stela Felicia tolong beritahu aku dimana dia berada''


''Oh ayolah Joel, kau tau kan aku orang nya tak suka basa basi, jika aku tau akan ku pastikan dia mati'' kata Felicia tenang


''Jadi mari kita lihat siapa yang lebih dulu menemukan nya yang penting aku sudah memperingatkan dirimu, oh ya semoga teman mu si pengecut itu cepat sadar ya, jika tidak semoga juga dia menjumpai ajalnya itu pesan dari aku mewakili beberapa orang yang pernah kalian permainkan selamat berjuang Joel'' kata Stela lalu pergi dari situ namun Joel masih penasaran dengan perkataan Felicia


''Kenapa kau baru tiba? Bukan kah tadi kau berkata jika sudah di parkiran?'' Tanyak Viola


Viola sudah ada disini sejak tersebar kabar jika Kennan tidur dengan wanita lain yang tak lain adalah saudara nya sendiri


''Maaf, tadi aku jumpa dengan Felecia namun seperti nya dia tau keberadaan Stela'' kata Joel


''Tidak mungkin karna selama ini Felicia berada dibawah pengawasan ku dan tak ada yang mencurigakan dari dia kehidupan nya seperti biasa dan tak ada yang patut dicurigai kenapa kau berkata demikian Jo? '' kata Alex


''Entah lah kak, perasaan ku bilang seperti itu'' kata Joel


''Jo temanin aku kerumah Om Albert'' kata Viola tiba-tiba


''Aku yakin ini pasti ada kaitan nya dengan om Albert yang selama ini mengincar harta kakek, om Albert adalah kaki tangan kakek dan jika Stela juga menyusul papa dan mama nya itu artinya semuanya akan diberikan pada Om Albert'' kata Viola


''Tapi akan sangat berbahaya jika kita langsung menjumpai mereka Vi'' kata Joel


''Tenang saja kita akan kepung rumah nya malam ini jika memang Stela tak ada disana maka tak apa, sekarang kita ke kamar Melvin dulu''


Mereka pun melangkah menuju kamar Melvin dirawat dua bulan terakhir


''Tante apa sudah ada perkembangan?'' Tanyak Joel pada Andriana


''Masih sama seperti sebelum nya'' kata Andriana lesu


''Tante pulang lah biar kami yang jaga dia hari ini nanti malam tante balik lagi, tante harus jaga kesehatan papa pasti tak akan suka jika tante seperti ini''


''Baiklah sayang, jaga Melvin ya, tante akan kembali nanti, jaga calon cucuku dan menantuku dengan baik'' kata Andriana dan kembali menangis


''Sudah lah ma, Stela pasti kembali kami janji pada mama'' kata Alex yang melihat mama nya kembali bersedih karna hingga hari ini Stela bahkan tak diketahui dimana dia berada


''Ya sayang, mama percaya padamu, Stela pasti kembali dan Melvin juga'' kata Andriana tersenyum walau air matanya tak kunjung berhenti juga


Alex hanya memeluk nya kemudian dia melangkah keluar


''Hai Melvin, kenapa kau begitu betah sih tidur nya?'' Kata Viola


''Kau tau Stela belum ada yang tau keberadaan nya hingga sekarang, apa kau tau sesuatu bisa kah kau buka matamu itu kau sudah dua bulan tertidur apa kau tak lelah?'' Kata Viola lalu dia menangis


''Kenapa kau tak menjaga dia seperti janjimu padaku? Kenapa malah kau enak tidur disini? Kenapa kau tak pernah cerita apa yang kau alami kau bilang kita sahabat namun aku tak tau apapun tentang mu sedangkan kau tau semua tentang ku, kau menyebalkan apa kau tau perutku sudah buncit dan itu semua karna sahabat mu itu ayolah bangun dan buka matamu setelah itu kita Cari Stela bersama-sama''


''Kau masih ingat pembicaraan kita waktu di dapur?''


Flashback


Saat semua berada diruang tamu, tepat hari wisuda Stela saat Viola dan Kennan


''Apa kau benaran sudah menikah Vi?  Mengapa kau tak mengabari ku?  Apa aku sudah tak terlalu penting buat mu?'' Tanyak Kennan


''Maafkan aku Kenn, acara pernikahan kami hanyalah persta kecil-kecilan, orang paling keparat dan sifatnya seperti mu lah yang menjadi suami ku sekarang''


''Oh ya siapa dia? Apa aku mengenalnya?''


''Kau bahkan sangat mengenalnya, dia adalah Joel''


''Apa? Bagaimana bisa? Bukan kah dia kakak mu?''


''Tidak, dia adalah anak dari teman papaku, saat itu kakek memintak ku pindah ke rumah Joel agar aku bisa berteman dengan Stela, sejak kecil dia sendiri bahkan dia tak pernah berkomunikasi dengan orang lain kecuali orangtua nya, dia terlalu bergantung pada orangtua nya itulah sebabnya dia terpukul saat tau orangtua telah tiada, kami berteman hanya beberapa hari saja karna setelah itu papa nya melarang ia menjumpai kami walau begitu diam-diam kami berjumpa dan bermain bersama Joel menganggap kami dua-duanya adik yang harus ia lindungi, jadi jangan heran dengan sikap overprotektif nya padaku dan Stela, aku sangat senang saat tau dari Jo jika Stela kembali tersenyum walau dia kesal karna yang menjadi sumber nya itu adalah kau, ck kalian memang tak bisa akur'' kata Viola


''Bukan kami, namun dia'' kata Kennan membela diri


''Ya kau dan dia, setelah kejadian dimana kalian berantam 8 tahun lalu aku tetap berada disampingnya karna dia terpukul jujur dia memang berkata jika Felicia hanya mainannya namun fakta nya beda sudah lama Felicia menjadi incaran nya bahkan saat kami masih anak-anak karna Felicia adalah saudaraku, dia anak tante saudara kembaran mama, seiring berjalan nya waktu kami selalu menghabiskan waktu bersama saling belajar memahami hingga kami langsung menikah dua tahun lalu dan saat itu Aku ingin mengundang mu namun papa Joel melarang,  dia melarang aku dan joel berhubungan dengan keluarga Matteo''


''Kenapa? ''


''Entahlah aku pun kurang tau tapi aku akan cari tau dan menceritakan nya padamu jika aku sudah tau, Kenn apa kau serius pada Stela?''


''Apa aku pernah menjalin hubungan dengan seserius ini? Bahkan aku ingin besok bukan hanya hari pertunangan melainkan pernikahan namun aku tau jika Stela tak menginginkan itu''

__ADS_1


''Oh ya ampun sejak kapan kau peduli pada perasaan orang lain? Mau kah kau berjanji?''


''Ya''


''Berjanji lah seberat apa pun nanti masalah yang akan kalian hadapi kau akan tetap berada disamping nya''


''Aku janji Viola'' kata Kennan sungguh-sungguh


Flashback end


''Apa kau tau aku sudah tau jawaban mengapa aku dilarang berjumpa dan menjalin hubungan dengan keluarga matteo'' kata Viola kembali sedangkan Alex dan Joel hanya  bisa memandang mereka dengan wajah sendu dan penuh harap agar dia membukakan matanya


Flashback


Saat pulang Viola dan Joel pulang ke inggris


''Pa, aku pulang'' kata Viola dan memeluk papa mertuanya itu dengan hangat sedangkan mama nya joel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah menantunya itu


''Ada apa sayang kenapa kau kelihatan bahagia''  Tanyak Roland pada Viola


''Aku jumpa dengan Stela dan juga Kennan'' katanya tersenyum sedangkan Joel sudah ingin menarik sang istri dari sana


''Jadi kau masih berhubungan dengan keluarga Matteo, Jo? Kenapa kau begitu keras kepala jika papa kasih taukan?'' Tanyak papa marah namun belum sempat Jo menjawab Viola sudah menangis


''Hiks kenapa papa hiks... marahin Jo hiks.. aku yang jumpai hiks... mereka hiks papa jahat hiks... marahin Jo hiks...'' katanya kemudian menangis sekencang-kencang nya lalu Jenny mama Joel langsung memeluk Viola


''La kamu kenapa sayang? '' tanyak mama lembut


''Hiks... papa jahat ma hiks...'' adunya seperti anak kecil sedangkan Roland sudah kalang kabut mencari cara agar Viola tak menangis lagi


''Vi, putri kecil ku sudah dong sayang jangan nangis'' katanya menghibur


''Huaa papa bilang aku kecil ma huaaa'' kata vio semakin kencang


Lalu Joel memeluk dan meletakkan tangan nya diatas perut Vio dan mengelus kepala nya tak lama setelah itu Viola pun tertidur sedangkan papa dan mama joel hanya bisa tercengang dengan sifat menantu dan anak mereka itu


''Kenapa dia jadi seperti ini Jo?'' Tanyak Roland


''Dia lagi sensitif pa, biasa namanya juga Ibu Hamil ada ajah tingkahnya jangan kan papa aku saja sudah cukup tersiksa, tapi aku tak merasa terbebani karna aku bahagia, bahkan aku dan Kennan hampir adu jotos karna Vio lebih memilih dia dibandingkan aku segala yang ku lakukan akan salah jadi lebih baik kita ikuti saja keinginan nya demi cucu kalian'' kata Joel panjang lebar


''Apa? Jadi kami akan jadi kakek dan nenek? Oh ya ampun ini akan jadi berita bagus, aku akan kabari semua keluarga kita'' kata mama eksotis


''Ma, aku membawa dia kesini karna kurasa akan aman jadi ku mohon jangan melakukan hal apa pun mama tau kan jika ini akan jadi incaran para musuh ku, kami sendiri yang akan memberitahukan nya pada keluarga Levi dan Ernest dan besok aku akan beritahukan pada kakek dan nenek'' kata Joel


''Maafkan mama, mama terlalu bahagia sayang, sudah sekarang tolong antar dia ke kamar jaga dia baik-baik'' kata mamanya lalu mereka pun pergi ke kamar dengan Viola yang digendong Joel


''Terimakasih sayang, kau menambah kebahagiaan ku dan keluarga kita ku harap ini akan menjadi alasan untuk kita kembali bersatu aku mencintai mu, sangat mencintai mu'' kata Joel dan mencium kening sang istri lalu istirahat.


Hari berganti hari hingga berganti minggu dan bulan


Sudah Dua bulan keberadaan Stela tak ada yang mengetahui sama sekali kecuali Albert dan Felecia, tiada hari tanpa penyiksaan yang ia alami mulai dari tamparan bahkan luka-luka goresan keluarga Ernest dan juga Matteo menyebarkan semua koneksi untuk mencari tau keberadaan Stela namun hasilnya nihil tak mereka jumpai sama sekali


''Hai, Joel'' kata Felicia saat sedang berpapasan dengan Joel di lorong RS Joel datang hendak menjenguk Kennan dan Felicia sengaja menunggu kedatangan Joel untuk melihat keadaan orang yang pernah membuat dia sakit hati karna merasa di permainkan


''Mau apa kau kesini?'' Tanyak Joel tanpa  basa basi


''Tenanglah aku datang baik-baik, oh ya gimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi sakit ya?  Kasihan sekali dirimu'' kata Felicia mengejek


''Apa maumu?'' Tanyak Joel dengan nada yang ditahan karna emosi yang sedang meluap-luap


''Haduh, aku kan pernah berkata padamu jika aku akan membalas kau dan juga Kennan untung saja wanita yang kalian incar sama jadi lebih mudah buatku untuk menghancurkan kalian berdua'' kata Felicia dengan nada sombong


''Jadi kau tau dimana ada Stela?''


''Hahahaha, apa? Aku tahu? Jika aku tau ku pastikan dia tak akan pernah hidup lagi ya memang ku akui jika aku yang merusak hubungan mereka tapi aku tak berniat mengotori tanganku dengan menghabisi dia'' kata Felicia penuh kebohongan


''Aku tau jika kau tau tentang keberadaan Stela Felicia tolong beritahu aku dimana dia berada''


''Oh ayolah Joel, kau tau kan aku orang nya tak suka basa basi, jika aku tau akan ku pastikan dia mati'' kata Felicia tenang


''Jadi mari kita lihat siapa yang lebih dulu menemukan nya yang penting aku sudah memperingatkan dirimu, oh ya semoga teman mu si pengecut itu cepat sadar ya, jika tidak semoga juga dia menjumpai ajalnya itu pesan dari aku mewakili beberapa orang yang pernah kalian permainkan selamat berjuang Joel'' kata Stela lalu pergi dari situ namun Joel masih penasaran dengan perkataan Felicia


''Kenapa kau baru tiba? Bukan kah tadi kau berkata jika sudah di parkiran?'' Tanyak Viola


Viola sudah ada disini sejak tersebar kabar jika Kennan tidur dengan wanita lain yang tak lain adalah saudara nya sendiri


''Maaf, tadi aku jumpa dengan Felecia namun seperti nya dia tau keberadaan Stela'' kata Joel


''Tidak mungkin karna selama ini Felicia berada dibawah pengawasan ku dan tak ada yang mencurigakan dari dia kehidupan nya seperti biasa dan tak ada yang patut dicurigai kenapa kau berkata demikian Jo? '' kata Alex


''Entah lah kak, perasaan ku bilang seperti itu'' kata Joel


''Jo temanin aku kerumah Om Albert'' kata Viola tiba-tiba


''Aku yakin ini pasti ada kaitan nya dengan om Albert yang selama ini mengincar harta kakek, om Albert adalah kaki tangan kakek dan jika Stela juga menyusul papa dan mama nya itu artinya semuanya akan diberikan pada Om Albert'' kata Viola


''Tapi akan sangat berbahaya jika kita langsung menjumpai mereka Vi'' kata Joel


''Tenang saja kita akan kepung rumah nya malam ini jika memang Stela tak ada disana maka tak apa, sekarang kita ke kamar Melvin dulu''


Mereka pun melangkah menuju kamar Melvin dirawat dua bulan terakhir

__ADS_1


''Tante apa sudah ada perkembangan?'' Tanyak Joel pada Andriana


''Masih sama seperti sebelum nya'' kata Andriana lesu


''Tante pulang lah biar kami yang jaga dia hari ini nanti malam tante balik lagi, tante harus jaga kesehatan papa pasti tak akan suka jika tante seperti ini''


''Baiklah sayang, jaga Melvin ya, tante akan kembali nanti, jaga calon cucuku dan menantuku dengan baik'' kata Andriana dan kembali menangis


''Sudah lah ma, Stela pasti kembali kami janji pada mama'' kata Alex yang melihat mama nya kembali bersedih karna hingga hari ini Stela bahkan tak diketahui dimana dia berada


''Ya sayang, mama percaya padamu, Stela pasti kembali dan Melvin juga'' kata Andriana tersenyum walau air matanya tak kunjung berhenti juga


Alex hanya memeluk nya kemudian dia melangkah keluar


''Hai Melvin, kenapa kau begitu betah sih tidur nya?'' Kata Viola


''Kau tau Stela belum ada yang tau keberadaan nya hingga sekarang, apa kau tau sesuatu bisa kah kau buka matamu itu kau sudah dua bulan tertidur apa kau tak lelah?'' Kata Viola lalu dia menangis


''Kenapa kau tak menjaga dia seperti janjimu padaku? Kenapa malah kau enak tidur disini? Kenapa kau tak pernah cerita apa yang kau alami kau bilang kita sahabat namun aku tak tau apapun tentang mu sedangkan kau tau semua tentang ku, kau menyebalkan apa kau tau perutku sudah buncit dan itu semua karna sahabat mu itu ayolah bangun dan buka matamu setelah itu kita Cari Stela bersama-sama''


''Kau masih ingat pembicaraan kita waktu di dapur?''


Flashback


Saat semua berada diruang tamu, tepat hari wisuda Stela saat Viola dan Kennan


''Apa kau benaran sudah menikah Vi?  Mengapa kau tak mengabari ku?  Apa aku sudah tak terlalu penting buat mu?'' Tanyak Kennan


''Maafkan aku Kenn, acara pernikahan kami hanyalah persta kecil-kecilan, orang paling keparat dan sifatnya seperti mu lah yang menjadi suami ku sekarang''


''Oh ya siapa dia? Apa aku mengenalnya?''


''Kau bahkan sangat mengenalnya, dia adalah Joel''


''Apa? Bagaimana bisa? Bukan kah dia kakak mu?''


''Tidak, dia adalah anak dari teman papaku, saat itu kakek memintak ku pindah ke rumah Joel agar aku bisa berteman dengan Stela, sejak kecil dia sendiri bahkan dia tak pernah berkomunikasi dengan orang lain kecuali orangtua nya, dia terlalu bergantung pada orangtua nya itulah sebabnya dia terpukul saat tau orangtua telah tiada, kami berteman hanya beberapa hari saja karna setelah itu papa nya melarang ia menjumpai kami walau begitu diam-diam kami berjumpa dan bermain bersama Joel menganggap kami dua-duanya adik yang harus ia lindungi, jadi jangan heran dengan sikap overprotektif nya padaku dan Stela, aku sangat senang saat tau dari Jo jika Stela kembali tersenyum walau dia kesal karna yang menjadi sumber nya itu adalah kau, ck kalian memang tak bisa akur'' kata Viola


''Bukan kami, namun dia'' kata Kennan membela diri


''Ya kau dan dia, setelah kejadian dimana kalian berantam 8 tahun lalu aku tetap berada disampingnya karna dia terpukul jujur dia memang berkata jika Felicia hanya mainannya namun fakta nya beda sudah lama Felicia menjadi incaran nya bahkan saat kami masih anak-anak karna Felicia adalah saudaraku, dia anak tante saudara kembaran mama, seiring berjalan nya waktu kami selalu menghabiskan waktu bersama saling belajar memahami hingga kami langsung menikah dua tahun lalu dan saat itu Aku ingin mengundang mu namun papa Joel melarang,  dia melarang aku dan joel berhubungan dengan keluarga Matteo''


''Kenapa? ''


''Entahlah aku pun kurang tau tapi aku akan cari tau dan menceritakan nya padamu jika aku sudah tau, Kenn apa kau serius pada Stela?''


''Apa aku pernah menjalin hubungan dengan seserius ini? Bahkan aku ingin besok bukan hanya hari pertunangan melainkan pernikahan namun aku tau jika Stela tak menginginkan itu''


''Oh ya ampun sejak kapan kau peduli pada perasaan orang lain? Mau kah kau berjanji?''


''Ya''


''Berjanji lah seberat apa pun nanti masalah yang akan kalian hadapi kau akan tetap berada disamping nya''


''Aku janji Viola'' kata Kennan sungguh-sungguh


Flashback end


''Apa kau tau aku sudah tau jawaban mengapa aku dilarang berjumpa dan menjalin hubungan dengan keluarga matteo'' kata Viola kembali sedangkan Alex dan Joel hanya  bisa memandang mereka dengan wajah sendu dan penuh harap agar dia membukakan matanya


Flashback


Saat pulang Viola dan Joel pulang ke inggris


''Pa, aku pulang'' kata Viola dan memeluk papa mertuanya itu dengan hangat sedangkan mama nya joel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah menantunya itu


''Ada apa sayang kenapa kau kelihatan bahagia''  Tanyak Roland pada Viola


''Aku jumpa dengan Stela dan juga Kennan'' katanya tersenyum sedangkan Joel sudah ingin menarik sang istri dari sana


''Jadi kau masih berhubungan dengan keluarga Matteo, Jo? Kenapa kau begitu keras kepala jika papa kasih taukan?'' Tanyak papa marah namun belum sempat Jo menjawab Viola sudah menangis


''Hiks kenapa papa hiks... marahin Jo hiks.. aku yang jumpai hiks... mereka hiks papa jahat hiks... marahin Jo hiks...'' katanya kemudian menangis sekencang-kencang nya lalu Jenny mama Joel langsung memeluk Viola


''La kamu kenapa sayang? '' tanyak mama lembut


''Hiks... papa jahat ma hiks...'' adunya seperti anak kecil sedangkan Roland sudah kalang kabut mencari cara agar Viola tak menangis lagi


''Vi, putri kecil ku sudah dong sayang jangan nangis'' katanya menghibur


''Huaa papa bilang aku kecil ma huaaa'' kata vio semakin kencang


Lalu Joel memeluk dan meletakkan tangan nya diatas perut Vio dan mengelus kepala nya tak lama setelah itu Viola pun tertidur sedangkan papa dan mama joel hanya bisa tercengang dengan sifat menantu dan anak mereka itu


''Kenapa dia jadi seperti ini Jo?'' Tanyak Roland


''Dia lagi sensitif pa, biasa namanya juga Ibu Hamil ada ajah tingkahnya jangan kan papa aku saja sudah cukup tersiksa, tapi aku tak merasa terbebani karna aku bahagia, bahkan aku dan Kennan hampir adu jotos karna Vio lebih memilih dia dibandingkan aku segala yang ku lakukan akan salah jadi lebih baik kita ikuti saja keinginan nya demi cucu kalian'' kata Joel panjang lebar


''Apa? Jadi kami akan jadi kakek dan nenek? Oh ya ampun ini akan jadi berita bagus, aku akan kabari semua keluarga kita'' kata mama eksotis


''Ma, aku membawa dia kesini karna kurasa akan aman jadi ku mohon jangan melakukan hal apa pun mama tau kan jika ini akan jadi incaran para musuh ku, kami sendiri yang akan memberitahukan nya pada keluarga Levi dan Ernest dan besok aku akan beritahukan pada kakek dan nenek'' kata Joel

__ADS_1


''Maafkan mama, mama terlalu bahagia sayang, sudah sekarang tolong antar dia ke kamar jaga dia baik-baik'' kata mamanya lalu mereka pun pergi ke kamar dengan Viola yang digendong Joel


''Terimakasih sayang, kau menambah kebahagiaan ku dan keluarga kita ku harap ini akan menjadi alasan untuk kita kembali bersatu aku mencintai mu, sangat mencintai mu'' kata Joel dan mencium kening sang istri lalu istirahat.


__ADS_2