
Saat di taman kami hanya terdiam dengan pikiran kami masing-masing.
''Via, kenapa kau menangis?'' Tanyak Kennan setelah keadaan sunyi yang sangat lama.
''Bukan urusan mu'' kata ku ketus tanpa memandang nya
''Kenapa kau selalu menghindari ku?''
''Karna kau hanyalah orang asing bagiku yang harus ku jauhi, maaf aku akan kembali ku ingatkan jangan pernah coba sentuh aku lagi karna aku merasa kau tak pantas untuk itu selamat malam.''
Kennan hanya terdiam, ya memang seharusnya seperti itu dia tak pantas untuk ku, aku hanya wanita biasa dengan segala kekurangan, aku hanya tak ingin perasaan itu ada dan mengulang kesalahan yang sama, Dia adalah masa laluku seseorang yang sangat berarti buatku, dia selalu ada buatku saat aku itu hampir menyerah dengan kehidupan ku, Dia memberikan ku Kenyamana dan Merasakan artinya Cinta untuk pertama kali buatku, Janjinya begitu banyak buatku tapi sayang Dia juga Pengkhianat hingga membuat ku kembali terluka aku membiarkan semuanya itu terjadi kemudian aku kembali berdiri dari keterpurukan ku itu melupakan dia tempat ternyaman ku.
Bukan hal mudah melupakan seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan indah, dengan sejuta kebahagian dan kenyamanan setiap harinya bahkan aku enggan untuk melupakan nya begitu saja. Aku masih merindukan nya, sangat munafik jika aku berkata bahwa aku membencinya karna jika dia tidak ada mungkin aku juga sudah ada di Neraka karna mengakhiri hidup ku sebelum di akhiri sang pencipta.
''San, mari pulang aku bosan disini''
''Hai, sabarlah sebentar bahkan pesta belum di mulai jika kau bosan pergilah ke ruang musik mungkin kau akan senang melihat piano atau memainkan sebuah lagu untuk mengingat masa lalu mu okey! Tiada kata bantahan''
Aku tak merespon aku hanya diam dan memandang dia dengan wajah yang sangat kesal karna semakin malam suasana nya semakin ramai aku pun melangkah keruang musik.
Menekan setiap tuts dengan emosi tanpa peduli dengan nada yang akan teripta yang aku tau, aku ingin meluapkan emosi ku kemarahan, kesedihan dan penyesalan sekilas kenangan terlintas difikiran ku tentang masa lalu disaat aku menghabiskan waktu ku di depan piano untuk menghilangkan rasa jenuhku tapi aku senang mama akan selalu bersama.
#Flasback
''Sayang permainan mu semakin keren, dua jempol buat kamu sayang, mama akan selalu bangga jika kamu terus bermain musik'' kata mama
''Kenapa ma? ''
''Karna dengan musik kamu akan belajar melampiaskan segalanya kemarahan, kekecewaan dan yang lainnya. Musik dapat menyembuhkan perasaan buat mereka yang menikmati nya mama yakin setelah itu kamu akan tenang tetaplah jadi Iva putri kesayangan mama yang tegar''
''Ya ma, aku akan selalu tegar dan kuat seperti mama aku bukan anak cengeng makanya mama akan selalu berada disampingku kan''
''Ya sayang mama akan selalu ada bersama mu, karna mama dan papa ada di dalam hati mu'' kata papa memotong pembicaraan kami, aku langsung berlari kearah nya dan memeluk nya dengan sangat erat mama kemudian menyusul kami dengan senyum hangat nya
''Papa, I love You''
__ADS_1
''Too, My little Iva''
Kemudian papa dan mama memeluk ku dengan sangat erat bahkan aku tak tau jika itu adalah pelukan terakhir yang kurasakan
#Flashback end
Aku menangis aku hanyalah wanita lemah
'Mengapa harus aku yang ada diposisi seperti ini? Mengapa harus seberat ini? Mengapa mereka meninggalkan aku sendiri begitu banyak kata mengapa yang harus ku jawab tapi aku tak memiliki jawabannya aku merindukan kalian apakah kalian tak rindu padaku?'
Pertanyaan itu hanya ada difikiran ku hingga hanya air mata yang membasahi pipiku
Setelah puas aku pun terdiam dan memandang sekeliling ku.
Aku benci keadaan seperti ini dengan banyak pasangan mata yang menatapku seolah aku ini melakukan kesalahan aku hanya memandang mereka dengan wajah datarku dan menatap Sandra
''Mari kita pulang.'' Kataku datar
''Baiklah'' aku melangkah meninggalkan mereka.
''Yeah come on back to home i'm tired and i'm can sleep now.''
''Oke baby lets go back to home, i'm so sorry for today''
''Nope''
Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam mendengar pertanyaan dan pernyataan Sandra sahabat cerewet ku
''Va, serius deh kau itu tadi memainkan nya dengan sangat keren aku bahkan terkejut mendengar setiap nada yang kamu mainkan dan aku bahkan tidak pernah tau dengan hobbi mu yang satu ini aku salut padamu Va, aku kagum kenapa kau tak pernah bilang jika kau itu seorang pianis, tapi aku tak pernah dengar tentang itu yang aku tau kau hanya bisa bermain piano itu pun karna guru les private ku, aku gak nyangka kau bisa seperti itu'' katanya
''Tapi ya, tadi itu kau buat ku iri saja kau tak lihat pandangan para lelaki kampus itu semua memandang mu, sebenarnya apa sih yang kau gak bisa otak mu encer, kelebihan mu itu banyak hanya saja kau selalu jomblo hingga sekarang dan aku paham itu karna wajahmu yang datar andai saja kau bisa bersikap pada mereka seperti kau bersikap padaku aku yakin itu pasti kau akan bersenang-senang dengan hidup mu, tapi aku suka jika kau hanya perhatian padaku jadi aku gak perlu banyak mengeluarkan energi untuk menghindari semua para saingan ku untuk mendapat perhatian mu''
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda setuju dengan perkataannya.
''Va, apa tahun ini kau juga tak ingin merayakan ulang tahun mu yang ke 24 tahun?''
__ADS_1
''Tidak'' jawabku singkat padat dan jelas dan aku sudah berjanji tak akan pernah merayakan apa pun yang berkaitan dengan hari bahagia ku alasan ku hanya satu karna di hari itu aku kehilangan kedua orang yang sangat berarti dihidupku
Saat sampai di apartemen aku langsung istirahat tapi terhenti saat seseorang masuk tanpa izin siapa lagi kalau bukan Sandra si cewek Menyebalkan
''Va, aku mau tidur disamping mu, aku gak suka tidur sendiri nanti ada hantunya lampunya jangan dimatikan dong aku takut'' kata sandra Dia memang sangat takut gelap dan tidur harus di peluk dasar bayi besar yang sangat manja tapi aku juga tidak bisa tidur jika ada cahaya itu sebabnya aku tak pernah suka jika dia tidur disamping ku biasanya jika dia sudah terlelap aku akan pindah kamar dan sebelum dia bangun aku akan kembali jangan heran jika Sandra sudah tidur dia itu sudah seperti orang mati bahkan jika seseorang menculik nya maka dia tidak akan pernah sadar kecuali dia sendiri sadar atau disiram pake air
''Baiklah''
''Va jika suatu saat nanti aku pergi apa kau juga akan melupakan aku?''
''Apakah ada alasan yang tepat untuk melupakan mu yang sudah ku anggap sebagai adik sendiri walau faktanya kau lebih tua dariku jika dibandingkan dengan umur? ''
''Jangan bawa-bawa umur Va aku gak suka, kau itu hanya beruntung karna otaknya diatas rata-rata, aku akan pergi ke inggris melanjutkan kuliah ku sesuai janjiku pada papa, aku akan memegang perusahaan disana sedangkan papa tetap disini''
''Lalu? Bukan kah itu mimpi mu?''
''Ya, tapi aku gak mau pisah darimu Va, kau ikut bareng aku saja ya.'' Membujuk ku dengan pupply eyes nya tapi aku tak akan terpengaruh karna itu sudah kebiasaan nya jika menginginkan sesuatu
''Tidak San, aku akan tetap disini, aku harus menemukan siapa yang mengakibatkan orangtua ku meninggal''
''Tapi nanti kau akan melupakan aku''
''Hai percayalah aku akan selalu berada bersama mu karna aku sudah ada dihatimu aku tau setelah ini kita akan sibuk dengan pekerjaan kita setelah wisuda aku akan melamar pekerjaan yang lebih layak''
''Janjikan? Aku gak suka orang yang suka bohong loh nanti jika kau berbohong maka kau tak akan pernah hidup tenang''
''Iya loh San, aku janji''
''Sudah lima tahun ya Va, kau bisa segitu sabar nya menghadapi ku, gak nyangka kita bisa sejauh ini, kita sudah kayak suami istri saja ya gak bisa jauhan, aku bahkan takut tak mendapat seperti mu lagi Va, aku tak tau jika aku bisa melakukan itu atau tidak yang aku tau aku bahagia jika kau bahagia, walau kau sering tersenyum untuk menutupi segalanya tapi aku tau kau memiliki beban aku tak memaksamu menceritakan segalanya aku hanya ingin bilang jika aku akan selalu ada buat mu, memang kita berbeda bahkan sangat berbeda jika aku dengan segala keceplosan ku kau malah dengan ketertutupan mu, itu sebabnya aku juga ingin jadi orang speaial buat mu, tuh kan jadi cengeng aku nya ini juga air mata kenapa harus jatuh gak diundang sih kan aku malu'' aku tau dia menangis karna tubuhnya yang bergetar dalam pelukan ku
''Hahahaha, sudah deh San bahkan setiap saat aku melihat mu menangis kau tak perlu memikirkan aku karna aku akan bahagia, jika kau bahagia kau pasti bisa karna Sandra ku itu wanita kuat, menangis itu boleh tapi bersedih itu jangan.'' Kata ku sambil tersenyum kemudian dia memeluk ku dan tidur aku hanya bisa tersenyum melihat wajah nya yang tertidur
'Kau benar San, aku bukan lah yang terbaik buatmu bahkan hingga sekarang kau hanya tau tentang luarku saja. Aku ingin bercerita padamu tapi aku belum siap dengan luka itu lagi Maaf kan aku'
Kata ku dalam hati kemudian aku pun melangkah menuju kamar sebelah dan istirahat ditemani kegelapan dan kesunyian serta kesepian.
__ADS_1