Make A Wish

Make A Wish
16


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berjalan dua minggu telah berlalu dan persiapan pernikahan sudah hampir selesai Kennan begitu sibuk dengan pekerjaan kantor nya demikian juga Stela yang baru bekerja, semua orang sudah tau tentang hubungan mereka,  setiap saat mereka akan selalu bersama jika memiliki waktu luang makan pagi, siang, malam dengan obrolan-obrolan yang konyol dari Kennan yang membuat Stela terus merekah kebahagiaan


''Stela hari ini kita Dinner diluar ya'' kata Kennan saat hendak berangkat ke kantor


''Aist kau ini apa kau berharap aku melakukan hal romatis?''


''Kenapa kau bertanya padaku bukan kah kau yang mengajak ku?''


''Tapi kau membuat kode yang tak ku pahami dan aku sangat tidak peka dengan hal itu'' kata Kennan kesal dan cemberut


''Haha, baiklah maafkan aku ternyata calon suamiku ini tak ada romantisnya''


''Coba ulangi aku senang kau mengakui nya jika aku suami mu''


''Hah?  Aku bilang calon suami, ingat masih calon bukan suami apa kau tak bisa membedakan dua hal itu?'' Kata Stela kesal


''Oh ayolah Stela aku ingin mendengar nya'' kata Kennan memelas


''Baik lah suami ku yang sangat manja, nanti malam aku tunggu dirumah okey'' kata Stela dengan penuh kebahagian dan senyuman nya yang menawan


''Semangat kerjanya Bos, sampai jumpa nanti malam aku akan pulang sendiri dan jangan lupa jemput aku love you'' kata Stela lalu keluar dari mobil dan Kennan hanya tersenyum melihat tingkah calon istri nya tersebut


Itulah hari-hari yang mereka lewati penuh senyum, wajah kesal, marah dan yang lain nya mereka sudah seperti remaja yang baru pertama sekali menjalin Cinta.


Kennan Pov


Aku tak tau bagaimana menggambar hari-hariku yang telah kulewati bersamanya aku sangat bahagia hanya itu yang ku tahu.


Walau aku sempat ingin menyerah karna hatinya yang begitu keras, aku tak bisa berbohong saat dia hanya terdiam ketika aku mengungkapkan perasaan ku sudah ku ikhlas kan dengan segala yang terjadi dan aku juga tau jika aku akan ditolak tapi dia adalah seorang yang penuh dengan kejutan dan tak bisa ditebak itulah sifat yang aku lihat darinya.


Saat aku hendak keluar handphone ku berdering pertanda ada pesan yang masuk aku pun langsung membukanya,  aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat Video kesalahan yang kulakukan 8 tahun lalu kini ada ditangan ku karna marah aku langsung menghubungi pengirim video tersebut


''Halo apa mau mu?'' Tanyak Kennan tanpa basa basi.


''Haha, jadi kau sudah lihat video nya sayang? Bagaimana apa itu cukup menarik? ''


kata seseorang disebrang sana dan aku sangat mengenali suara itu, itu adalah suara Felicia, Orang yang sangat aku sayangi dulu bahkan tak pernah niat ku untuk mendekati nya hanya karna tak ingin dia mendapat kan seorang yang sangat tak pantas untuk nya setiap saat ku acuhkan dia agar dia menjauh walau itu terjadi namun aku juga tak tau jika dia terjebak dengan Joel orang yang sama persis dengan ku sifatnya.  Namun kini dia sudah berubah jadi monster dan sangat mengerikan aku bahkan sudah tak mengenalnya


"Apa mau mu Fel?'' Tanyak Kennan dengan nada datar nya


''Aku menginginkan kamu yang memang seharusnya milik ku  bukan wanita sialan dan murahan itu'' kata Felicia marah


''Hentikan bicara mu Felicia dia bukan sepeti dirimu dia lebih terhormat dibandingkan kau, aku bahkan tak tau siapa dirimu karna Felicia yang ku kenal tidak pernah sekasar ini''


''Oh tentu ini aku Kennan orang yang pernah mengharapkan mu namun kau campak kan dan kaulah yang mengubahku jadi monster seperti sekarang ini oh ya tapi apa kau tak penasaran dengan keluarga yang ditinggalkan oleh Mereka yang kau bunuh Kenn?''' Kata Felicia aku hanya mematung mendengar perkataan itu karna aku sudah tau siapa yang ia maksud


Flashback


Seminggu sebelum lamaran itu terjadi


Saat aku sedang sibuk dengan berbagai rapat Jerry menjumpai aku dengan membawa semua informasi tentang orangtua Stela


''Vin, maaf sebelum nya tapi kau harus tau satu hal dan ini mungkin akan membuka kembali masa lalu mu'' kata Jerry risau, aku tak pernah melihat dia serisau dan segelisah ini bahkan raut wajahnya sangat serius


''Ada apa Jer? Apa kau menemukan sesuatu tentang masalah itu?'' Tanyak Kennan penasaran


''Kenn, mereka yang kita tabrak lari itu adalah orang tua dari Stela'' bagai petir disiang bolong aku langsung diam dan mencerna setiap perkataan Jerry aku memandang nya


''Jika kau ingin bercanda jangan berlebihan Jerry, aku tak suka'' kata ku Marah bahkan sangat marah, namun aku tak tau harus marah sama siapa


''Vin, apa kau tak bisa membedakan mana saat aku bercanda dan serius kau tau saat kejadian itu kita meninggalkan mereka begitu saja namun menurut keterangan daripada kepolisian berkata jika ada saksi yang mengatakan jika mereka menabrak pembatas jalan karna rem blong hingga kasus ini tertutup dengan sangat rapat'' kata Jerry menjelaskan


''Itu artinya ada seseorang yang tau tentang kejadian itu selain kita namun selama ini ia masih diam apa yang dia inginkan ''  tanyak Kennan dan berfikir siapa kira-kira orang itu


''Ya, dan apa rencana mu selanjutnya apa kau akan tetap melamarnya?''tanyak Jerry pada Kennan


''Ya aku akan melamarnya, dan aku akan membuat dia menjadi milik ku terserah mau berkata jika aku ini egois namun aku tak bisa hidup tanpanya.'' Kata Kennan putus asa, aku tak ingin merasakan kehampaan itu lagi aku tak mau terjebak dengan masa laluku itu


''Bersabarlah, ini hanyalah sekedar permainan takdir'' kata Jerry lalu meninggalkan Kennan sendiri yang sedang berfikir dengan semua hal yang terjadi.


Flashback end


''Jadi kau saksi itu?'' Kata ku dingin


''Haha, ternyata kau sudah tau datangi aku nanti jam 6 jika tak ingin video ini terkirim pada kekasih bodohmu itu''


''Apa maumu jalang? Katakan saja?'' Kata Kennan meninggikan suaranya dan sangat emosi

__ADS_1


''Jangan berkata kasar dihadapan ku Kennan atau kau sendiri tau akibatnya'' kata Felicia marah


''Datang lah jika tak ingin calon istri mu itu sekarat'' lalu sambungan handphone itu terputus, aku marah pada diriku sendiri karna pernah jadi pengecut seperti sekarang dan aku takut jika segala yang kufikirkan selama ini akan terjadi aku masuk ke dalam ruangan itu dengan sangat marah bahkan semua karyawan menunduk takut melihat ku sebelum seseorang menghentikan langkah ku


''Kenapa kau begitu marah? Apa ada masalah?  Lihat wajah para karyawan mu semua pada ketakutan'' tanyak Stela dengan senyum nya kemudian dia menggenggam tangan ku dan mengelus punggung tangan ku memberi aku sedikit ketenangan namun bayangan akan kehilangan nya mulai membuat ku risau aku takut ia tinggal kan setelah tau kebenaran ini aku pun memeluk nya tak peduli dengan karyawan yang menatap kami yang aku butuh kan sekarang hanyalah pelukan nya


''Va, berjanjilah tak akan pernah meninggalkan aku'' kata ku putus asa bahkan cairan bening sialan itu turun begitu saja tanpa di suruh biar lah dia dikatakan lemah namun saat ini memang itu lah faktanya bahwa aku lemah saat tak bisa lagi melihat wajahnya tersenyum, marah, kesal dan semuanya


''Hai, tenanglah aku tak akan meninggalkan mu, sudah sekarang kembali lah bekerja aku juga akan kembali'' kata nya dengan sangat lembut seakan terhipnotis dengan perkataan nya aku pun mengangguk dan melangkah menuju ruang ku.


Tak terasa jam begitu cepat berlalu aku pun menuju ke tempat yang dikatakan oleh Felecia


''Hai sayang, kau sudah sampai ternyata'' kata Felicia dengan nada menggodanya


''Apa yang kau inginkan?'' Kata Kennan to the point


''Tenang lah aku hanya ingin kau duduk terlebih dahulu setelah itu bagaimana jika kita minum teh bersama?'' Lalu dia memberikan gelas teh yang sudah ia buat dari tadi aku pun meminumnya tanpa curiga


''Jadi apa kau sudah tau siapa keluarga nya? '' tanyak Felicia santai


''Apa itu penting buat mu'' tanyak Ku masih dengan raut wajah datar namun kepalaku terasa sakit namun aku tahan.


''Aku hanya ingin kejujuran mu Kenn'' kata Felicia tersenyum licik


''Ya, aku adalah pelaku tabrak lari dari orang tua Stela lalu apa masalah nya buat mu'' kata ku jujur


''Tidak, aku hanya akan berniat memberitahukan pada calon istri mu yang bodoh itu bagaimana ya reaksinya?'' Kata nya sembari berfikir namun tiba-tiba kepalaku sangat pusing kemudian mataku terpejam dan tak tau apa yang terjadi setelah itu


Keesokan harinya saat aku bangun aku baru ingat dengan janjiku pada Stela saat kesadaran memenuhi ku aku pun melangkah keluar menuju rumah dengan perasaan khawatir dan takut


Takut jika dia sudah tau segalanya dari orang lain


Takut dia pergi jauh dan meninggalkan aku sendiri


Takut tak ada lagi maaf dan kesempatan buat ku.


Aku takut kembali pada diriku yang dulu


Aku marah padaku diriku yang lemah dan sangat pengecut


Tak terasa waktu terus berjalan dua minggu telah berlalu dan persiapan pernikahan sudah hampir selesai Kennan begitu sibuk dengan pekerjaan kantor nya demikian juga Stela yang baru bekerja, semua orang sudah tau tentang hubungan mereka,  setiap saat mereka akan selalu bersama jika memiliki waktu luang makan pagi, siang, malam dengan obrolan-obrolan yang konyol dari Kennan yang membuat Stela terus merekah kebahagiaan


''Stela hari ini kita Dinner diluar ya'' kata Kennan saat hendak berangkat ke kantor


''Aist kau ini apa kau berharap aku melakukan hal romatis?''


''Kenapa kau bertanya padaku bukan kah kau yang mengajak ku?''


''Tapi kau membuat kode yang tak ku pahami dan aku sangat tidak peka dengan hal itu'' kata Kennan kesal dan cemberut


''Haha, baiklah maafkan aku ternyata calon suamiku ini tak ada romantisnya''


''Coba ulangi aku senang kau mengakui nya jika aku suami mu''


''Hah?  Aku bilang calon suami, ingat masih calon bukan suami apa kau tak bisa membedakan dua hal itu?'' Kata Stela kesal


''Oh ayolah Stela aku ingin mendengar nya'' kata Kennan memelas


''Baik lah suami ku yang sangat manja, nanti malam aku tunggu dirumah okey'' kata Stela dengan penuh kebahagian dan senyuman nya yang menawan


''Semangat kerjanya Bos, sampai jumpa nanti malam aku akan pulang sendiri dan jangan lupa jemput aku love you'' kata Stela lalu keluar dari mobil dan Kennan hanya tersenyum melihat tingkah calon istri nya tersebut


Itulah hari-hari yang mereka lewati penuh senyum, wajah kesal, marah dan yang lain nya mereka sudah seperti remaja yang baru pertama sekali menjalin Cinta.


Kennan Pov


Aku tak tau bagaimana menggambar hari-hariku yang telah kulewati bersamanya aku sangat bahagia hanya itu yang ku tahu.


Walau aku sempat ingin menyerah karna hatinya yang begitu keras, aku tak bisa berbohong saat dia hanya terdiam ketika aku mengungkapkan perasaan ku sudah ku ikhlas kan dengan segala yang terjadi dan aku juga tau jika aku akan ditolak tapi dia adalah seorang yang penuh dengan kejutan dan tak bisa ditebak itulah sifat yang aku lihat darinya.


Saat aku hendak keluar handphone ku berdering pertanda ada pesan yang masuk aku pun langsung membukanya,  aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat Video kesalahan yang kulakukan 8 tahun lalu kini ada ditangan ku karna marah aku langsung menghubungi pengirim video tersebut


''Halo apa mau mu?'' Tanyak Kennan tanpa basa basi.


''Haha, jadi kau sudah lihat video nya sayang? Bagaimana apa itu cukup menarik? ''


kata seseorang disebrang sana dan aku sangat mengenali suara itu, itu adalah suara Felicia, Orang yang sangat aku sayangi dulu bahkan tak pernah niat ku untuk mendekati nya hanya karna tak ingin dia mendapat kan seorang yang sangat tak pantas untuk nya setiap saat ku acuhkan dia agar dia menjauh walau itu terjadi namun aku juga tak tau jika dia terjebak dengan Joel orang yang sama persis dengan ku sifatnya.  Namun kini dia sudah berubah jadi monster dan sangat mengerikan aku bahkan sudah tak mengenalnya

__ADS_1


"Apa mau mu Fel?'' Tanyak Kennan dengan nada datar nya


''Aku menginginkan kamu yang memang seharusnya milik ku  bukan wanita sialan dan murahan itu'' kata Felicia marah


''Hentikan bicara mu Felicia dia bukan sepeti dirimu dia lebih terhormat dibandingkan kau, aku bahkan tak tau siapa dirimu karna Felicia yang ku kenal tidak pernah sekasar ini''


''Oh tentu ini aku Kennan orang yang pernah mengharapkan mu namun kau campak kan dan kaulah yang mengubahku jadi monster seperti sekarang ini oh ya tapi apa kau tak penasaran dengan keluarga yang ditinggalkan oleh Mereka yang kau bunuh Kenn?''' Kata Felicia aku hanya mematung mendengar perkataan itu karna aku sudah tau siapa yang ia maksud


Flashback


Seminggu sebelum lamaran itu terjadi


Saat aku sedang sibuk dengan berbagai rapat Jerry menjumpai aku dengan membawa semua informasi tentang orangtua Stela


''Vin, maaf sebelum nya tapi kau harus tau satu hal dan ini mungkin akan membuka kembali masa lalu mu'' kata Jerry risau, aku tak pernah melihat dia serisau dan segelisah ini bahkan raut wajahnya sangat serius


''Ada apa Jer? Apa kau menemukan sesuatu tentang masalah itu?'' Tanyak Kennan penasaran


''Kenn, mereka yang kita tabrak lari itu adalah orang tua dari Stela'' bagai petir disiang bolong aku langsung diam dan mencerna setiap perkataan Jerry aku memandang nya


''Jika kau ingin bercanda jangan berlebihan Jerry, aku tak suka'' kata ku Marah bahkan sangat marah, namun aku tak tau harus marah sama siapa


''Vin, apa kau tak bisa membedakan mana saat aku bercanda dan serius kau tau saat kejadian itu kita meninggalkan mereka begitu saja namun menurut keterangan daripada kepolisian berkata jika ada saksi yang mengatakan jika mereka menabrak pembatas jalan karna rem blong hingga kasus ini tertutup dengan sangat rapat'' kata Jerry menjelaskan


''Itu artinya ada seseorang yang tau tentang kejadian itu selain kita namun selama ini ia masih diam apa yang dia inginkan ''  tanyak Kennan dan berfikir siapa kira-kira orang itu


''Ya, dan apa rencana mu selanjutnya apa kau akan tetap melamarnya?''tanyak Jerry pada Kennan


''Ya aku akan melamarnya, dan aku akan membuat dia menjadi milik ku terserah mau berkata jika aku ini egois namun aku tak bisa hidup tanpanya.'' Kata Kennan putus asa, aku tak ingin merasakan kehampaan itu lagi aku tak mau terjebak dengan masa laluku itu


''Bersabarlah, ini hanyalah sekedar permainan takdir'' kata Jerry lalu meninggalkan Kennan sendiri yang sedang berfikir dengan semua hal yang terjadi.


Flashback end


''Jadi kau saksi itu?'' Kata ku dingin


''Haha, ternyata kau sudah tau datangi aku nanti jam 6 jika tak ingin video ini terkirim pada kekasih bodohmu itu''


''Apa maumu jalang? Katakan saja?'' Kata Kennan meninggikan suaranya dan sangat emosi


''Jangan berkata kasar dihadapan ku Kennan atau kau sendiri tau akibatnya'' kata Felicia marah


''Datang lah jika tak ingin calon istri mu itu sekarat'' lalu sambungan handphone itu terputus, aku marah pada diriku sendiri karna pernah jadi pengecut seperti sekarang dan aku takut jika segala yang kufikirkan selama ini akan terjadi aku masuk ke dalam ruangan itu dengan sangat marah bahkan semua karyawan menunduk takut melihat ku sebelum seseorang menghentikan langkah ku


''Kenapa kau begitu marah? Apa ada masalah?  Lihat wajah para karyawan mu semua pada ketakutan'' tanyak Stela dengan senyum nya kemudian dia menggenggam tangan ku dan mengelus punggung tangan ku memberi aku sedikit ketenangan namun bayangan akan kehilangan nya mulai membuat ku risau aku takut ia tinggal kan setelah tau kebenaran ini aku pun memeluk nya tak peduli dengan karyawan yang menatap kami yang aku butuh kan sekarang hanyalah pelukan nya


''Va, berjanjilah tak akan pernah meninggalkan aku'' kata ku putus asa bahkan cairan bening sialan itu turun begitu saja tanpa di suruh biar lah dia dikatakan lemah namun saat ini memang itu lah faktanya bahwa aku lemah saat tak bisa lagi melihat wajahnya tersenyum, marah, kesal dan semuanya


''Hai, tenanglah aku tak akan meninggalkan mu, sudah sekarang kembali lah bekerja aku juga akan kembali'' kata nya dengan sangat lembut seakan terhipnotis dengan perkataan nya aku pun mengangguk dan melangkah menuju ruang ku.


Tak terasa jam begitu cepat berlalu aku pun menuju ke tempat yang dikatakan oleh Felecia


''Hai sayang, kau sudah sampai ternyata'' kata Felicia dengan nada menggodanya


''Apa yang kau inginkan?'' Kata Kennan to the point


''Tenang lah aku hanya ingin kau duduk terlebih dahulu setelah itu bagaimana jika kita minum teh bersama?'' Lalu dia memberikan gelas teh yang sudah ia buat dari tadi aku pun meminumnya tanpa curiga


''Jadi apa kau sudah tau siapa keluarga nya? '' tanyak Felicia santai


''Apa itu penting buat mu'' tanyak Ku masih dengan raut wajah datar namun kepalaku terasa sakit namun aku tahan.


''Aku hanya ingin kejujuran mu Kenn'' kata Felicia tersenyum licik


''Ya, aku adalah pelaku tabrak lari dari orang tua Stela lalu apa masalah nya buat mu'' kata ku jujur


''Tidak, aku hanya akan berniat memberitahukan pada calon istri mu yang bodoh itu bagaimana ya reaksinya?'' Kata nya sembari berfikir namun tiba-tiba kepalaku sangat pusing kemudian mataku terpejam dan tak tau apa yang terjadi setelah itu


Keesokan harinya saat aku bangun aku baru ingat dengan janjiku pada Stela saat kesadaran memenuhi ku aku pun melangkah keluar menuju rumah dengan perasaan khawatir dan takut


Takut jika dia sudah tau segalanya dari orang lain


Takut dia pergi jauh dan meninggalkan aku sendiri


Takut tak ada lagi maaf dan kesempatan buat ku.


Aku takut kembali pada diriku yang dulu

__ADS_1


Aku marah padaku diriku yang lemah dan sangat pengecut


__ADS_2