
Sejak siang Kennan kembali menjadi sok sok yang pendiam
''Kenn apa kau marah padaku?'' Tanyak sandra namun tak ada respon dari Kennan
''Kenn aku mintak maaf jika aku sudah membohongi mu, tapi aku melakukan itu untuk Stela, aku melakukan karna ku tau saat itu dia memerlukan waktu untuk berfikir, Jangan buat aku menyesal Kenn, aku ingin kau datang menemuinya dan menjelaskan semuanya, aku tau walau dia berkata baik-baik saja percayalah itu semua tidak seperti yang kau lihat, aku ingin kau memperjuangkan dia. Tinggal sedikit lagi Kenn kau pasti bisa'' kata Sandra meyakinkan Kennan yang dihantui oleh rasa bersalah dan juga penyesalan yang teramat
''Tiada gunanya kau hanya berdiam diri disini Kenn, kau hanya akan membuang-buang waktu bergerak lah cepat sebelum Billy menemukan nya, dia sedang mencari Stela sekarang dan orang yang tau dimana dia berada hanya Bella dan Bellina, cepatlah atau kau akan kehilangan dia untuk selamanya, tiada guna jika dia ada di dunia ini namun dia bersama dengan orang lain yang sama sekali tak dapat membuat dia bahagia Kenn, karna dia bahagia hanya karna mu'' kata Nico
Sesaat Kennan mencerna semua perkataan Sandra dan Nico setelah dia berfikir dia pun meninggalkan keduanya dan menemui Bella dan Bellina
''Bella apa kau tau dimana Iva berada?'' Tanyaknya penuh harap
''Apa aku mendapat kan sesuatu jika aku menunjukkan nya?'' Tanyak Bella berfikir
''Ayo dong La, aku harus jumpai dia'' kata Kennan
''Aku ingin tiket konser kak Videliva tahun ini di Inggris'' kata Bella sedangkan Bellina yang melihat tingkah saudari nya itu sudah geleng-geleng kepala
''Apa dia akan ke Inggris?'' Tanyak Kennan dia pun mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Jerry untuk memesan tiket menuju Inggris
''Kenapa kau begitu khawatir kak?'' Tanyak Bella dengan wajah tanpa dosanya
''Bella berhenti mengerjain nya, kak Iva akan berangkat ke Inggris bulan depan karna mau berjumpa dengan keluarga nya dan konser piano yang diadakan nya disana'' kata Bellina tenang Kennan yang mendengar itu langsung terdiam dan menghentikan semua kegiatan nya
''Apa? Kenapa kau tak bilang dari tadi?'' Tanyak Kennan menahan emosi
''Karna kakak tak bertanya padaku, jika kakak ingin menjumpai kak Iva, mungkin kakak tau dimana dia sekarang jangan kira jika aku tak tau kalau cincin yang kak Iva pakai itu ada alat pelacaknya namun aku tak tau berhubung kemana'' kata Bellina tenang akhirnya Kennan baru menyadarinya kemudian dia pun melacaknya dan pergi menjumpai Stela
''Apakah mengucap kan Terimakasih susah La?'' Tanyak Bellina
''Seperti nya tidak, emang kenapa? Apa aku melupakan mengucapkan nya pada mu?'' Tanyak Bella bingung
''Ya. Oh ya ampun kenapa aku memiliki kembaran seperti dia?'' Tanyak Bellina frustrasi
__ADS_1
''Emang kenpa Lina? Aku ini sangat baik, oh iya Terimakasih, tapi sebenarnya aku masih bingung kenapa aku harus mengucapkan terimakasih padamu ya?'' Tanyak Bella bingung dengan wajah polos nya
''La, seseorang tak akan pernah tau jika dirinya itu adalah baik karna semua yang kita lakukan itu tak ada kata Baik pasti akan ada yang salah walau setitik saja. Dan aku bingung mengapa kau begitu bodoh'' kata Bellina kesal dan meninggalkan Bella
''Apa iya aku bodoh? Tapi aku dapat rangking pertama di sekolah itu artinya aku pintar'' kata Bella bingung
''Huft entah lah kepala ku sakit memikirkan nya'' kemudian pergi menuju kamarnya.
***
Disinilah Stela berada bersama anak-anak yang menjadi muridnya sebentar lagi mereka akan pulang walau Stela masih marah tapi mungkin perkataan nya tadi juga membuat Kennan marah. Selesai pembelajaran mereka semua keluar.
Sedangkan diluar Kennan telah tiba tepat disebuah rumah yang begitu sederhana.
''Billy apa yang kau lakukan disini?'' Tanyak Kennan
''Menurut mu?'' Tanyak Billy kembali dengan wajah yang penuh tantangan
''Aku tak butuh, karna bukan aku yang merasa tersakiti, sudah aku mau menjemput anak ku dulu'' kata Billy kemudian melangkah menuju arah Stela dan seorang anak kecil yang sangat Imut itu adalah anak kakak sepupunya Billy yaitu Erica.
''Hai Bill mau menjemput Rien?'' tanyak Stela pada Billy yang merupakan teman nya untuk bertukar cerita
''Ya tadi kak Ica gak bisa jemput mau bareng atau bersama dia?'' Tanyak Billy sambil menunjuk Kennan namun tak ada jawaban dari Stela karna dia masih terkejut
''Kalian duluan saja, aku mau mengunjungi suatu tempat dulu'' kata Stela kemudian buru-buru masuk mengambil barang nya dan pergi meninggalkan Billy, Rien dan juga Kennan.
Kennan yang melihat itu pun segera mengikuti Stela dengan jarak yang lumayan jauh.
'Aku tak akan menyerah Va' batin Kennan
Hingga beberapa menit perjalanan Kennan tiba disebuah taman dia pun melangkah menuju titik yang terpasang di gps handphone nya. Tepat disebuah kursi duduk seorang wanita yang masih sangat ia rindukan itu duduk sendiri dan memandang ke arah air mancur dihadapan nya Kennan pun melangkah mendekati Stela, dan duduk disamping Stela.
"Maaf" kata Kennan penuh penyesalan
__ADS_1
"Apa itu dapat mengubah apa yang terjadi?" kata Stela datar
"Mungkin tidak, bahkan itu tak akan dapat mewakili perasaan marah dan kecewa mu atas apa yang ku lakukan, aku hanya seorang pengecut yang mungkin bahkan tak dapat memiliki kesempatan kedua. Aku tau aku salah Aku ingin kau memaafkan aku" kata Kennan pasrah
Tiada jawaban yang keluar dari Stela, akhir nya setelah beberapa menit terdiam stela kembali berkata
"Maaf, tadi aku tak dapat mengontrol emosi ku" kata Stela kemudian menggenggam tangan Stela dengan erat
"Tidak, jangan katakan itu karena kamu wajar marah padaku aku ingin kita memulai semuanya dari awal lagi, jadikan lah aku satu-satunya alasan mu untuk tetap bahagia dan ku jadikan kamu menjadi tempat satu-satunya rumahku untuk pulang, I Love You Videliva" kata Kennan penuh kesungguhan yang membuat Stela menangis karena terharu mendengar penuturan dari Kennan
"I Love You Too Melvin"
'Kamu itu ibarat sebagian dari kata yang ku ubah menjadi sebuah kalimat demi melengkapi arti penting nya sebuah kata Hubungan yang akan memberi Luka dan Kebahagiaan diwaktu yang sama. Ku ingin Kamu bukan lah seperti Pelangi yang datang dan pergi sesuka hatimu. Ku ingin kamu seperti air yang terus mengalir ke tempat yang rendah walau banyaknya tantangan.'
#Auristela Videliva Ernest
'Kamu adalah titik yang mengakhiri segalanya. Dimana hanya ada kamu yang akan menjadi akhir dari semuanya kisah yang sedang ku tuliskan. Maka tanpa mu aku hanyalah setitik debu yang dibasahi oleh air atau dibawa terbang oleh angin Tanpa tujuan yang jelas Hingga pada akhirnya aku lenyap tanpa sisa'
#Kennan Melvino Matteo
The End
.
.
.
.
.
Semoga cerita nya bermanfaat Jangan lupa vote dan komentar nya.
__ADS_1