Make A Wish

Make A Wish
14


__ADS_3

Selesai berpakaian Stela keluar tak lama setelah itu Sandra keluar disambut oleh Nic yang telah rapi dari tadi kemudian mereka berangkat acara demi acara selesai hingga acara foto-foto.


Seseorang datang dan memeluk Stela dengan sangat erat


''Hai apa yang kau lakukan?'' Kata Stela marah karna tak kunjung dilepas dia pun memijak kaki nya Kennan yang sedang memeluk nya


''Ya ampun Stela tak bisa kah kau bersikap sedikit lembut?'' Katanya kesal sambil menahan rasa sakit dikakinya


''Vin, kau baik-baik saja?  Maafkan aku, aku tak tau jika itu kau'' kata Stela menyesal


''Ck, untung hari ini aku baik jadi tidak masalah Va, mari ku ajak kesuatu tempat'' kata Kennan


Lalu mereka melangkah melewati banyak nya paparazi yang mengincar mereka


Saat sampai disebuah taman Kennan memeluk Stela dari belakang dan kepalanya ia letakkan diantara ceruk lehernya.


''Ada apa dengan mu? Mengapa jadi kau manja begini?'' Tanyak Stela


''Biarkan begini sejenak, aku sangat lelah'' kata Kennan dengan raut wajah yang sangat lelah?


''Apa kau bisa membagi lelah mu itu? Aku tak ingin kau sakit karna itu'' kata Stela lembut kemudian membalik badan nya hingga posisi mereka berpelukan dengan tangan kekar itu yang melingkar di pinggang ramping Stela dan kedua tangan Stela yang ia gantungkan di bahu Kennan


''Aku tak ingin kau lelah karna ku, aku hanya ingin kau tetap ada disamping ku dan tak akan pernah lelah dengan itu?''


''Aku teman mu, aku akan selalu ada buat mu jika kau percaya padaku''


''Aku percaya padamu itu sebabnya jika kau pergi mungkin aku akan kembali pada diriku yang cuek dan dingin dan akan selalu seperti itu''


''Bukankah kau tetap dingin dan cuek?''


''Setidaknya tidak dengan mu dan dengan keluarga ku''


''Baiklah, aku akan tetap ada untuk mu''

__ADS_1


''Va, mungkin ini bukan hal teromantis yang pernah kau lihat atau kau dengar tapi apa kau mau menjadi sebagian dari hidup ku, menemani ku menghabiskan sisa hidup ku dan menjadi rumah buatku sampai rambut ini memutih dan kulit ini menjadi keriput bahkan hingga aku membungkuk dan tak bisa berjalan lagi, Menjadi ibu dari anak-anak ku kelak dan menjadi istri yang menyambutku di rumah dengan senyum hangatnya, tempat ku berbagi suka dan tawa, aku tau ini terlalu cepat buat mu bahkan mungkin kau masih meragukan aku tapi sejak pertemuan pertama itu di kafe aku sudah menaruh hatiku padamu, dengan segala kekurangan ku ku ingin kau melengkapi itu hingga nanti maut memisahkan, Do you Merry Me Auristela Videliva Azzura?'' Kata Kennan dengan penuh kesungguhan namun Stela masih diam dan bahkan senyum tak ada lagi di wajahnya, Kennan sudah sangat cemas namun ia sudah siap dengan semua kenyataan yang ada  setelah lama terdiam akhirnya Kennan memulai pembicaraan


''Tak perlu di jawab jika kau tak bisa anggap saja itu hanya angin berlalu yang tak sengaja lewat'' katanya menunduk kemudian tangan nya ia lepas dari tubuh Stela, sedang kan Stela hanya terdiam, dilain tempat keluarga besar Matteo dan juga sahabat-sahabat Stela merasa kecewa dengan respon yang diberi kan oleh Stela, mereka berfikir jika selama ini Stela juga memiliki perasaan pada Kennan


''Bagaimana acara wisuda mu?  Maaf aku gak  bisa menepati janji untuk menemani mu hari ini karna tiba-tiba ada masalah di kantor'' kata Kennan memecah kan keheningan


''Apa kau sudah menyerah?'' Tanyak Stela dengan masih wajah datar nya sedangkan Kennan hanya bingung mendengar pertanyaan nya namun setelah berfikir ia kembali menatap Stela yang juga sedang menatap nya


''Apa aku punya alasan untuk bertahan? Aku memang manusia yang tak lepas dari rasa Egois tapi aku juga tak akan memaksakan hal yang tak bisa bersama ku'' kata Kennan tersenyum sambil mengacak rambut Stela


''Kau itu nyibelin, rese, pokoknya aku sangat kesal padamu jika boleh ingin kau ku campakkan ke kutub biar dimakan beruang'' kata Stela kesal dan memukuli Kennan


''Wow ternyata kau ganas juga? '' lalu dia memeluk Stela dan menghentikan pukulan maut dari Stela sambil menatap Kennan.


''Vin, kau tau sejak aku melihat mu tuk pertama kalinya aku merasakan hal yang tak pernah kurasakan sebelum nya jangtung ini seperti ingin lompat keluar dari tempatnya, mungkin aku pandai menyembunyikan segala hal pada orang lain tapi kau dengan mudahnya mengetahui kelemahan ku pertemuan kita mungkin memang masih sangat singkat, namun diwaktu yang singkat itu kau memberiku hal yang telah lama ku harapkan yaitu sebuah kebahagian, setiap pertemuan kita kau selalu membuat ku tersenyum kau seperti sumber kebahagian yang selama ini ku cari dan ku tunggu. Aku bahkan bisa melupakan kenangan yang pahit itu, 2 bulan lebih kau menghabiskan waktu mu bersama ku, dan aku sadar jika aku juga memiliki perasaan seperti yang kau miliki, kau meyakinkan aku bahwa semua yang ku anggap itu benar tak sepenuhnya benar, aku tau Cinta ada bukan karna lama atau singkat nya waktu yang kita jalanin namun Cinta datang dengan kasih sayang dan juga kenyamanannya yang kita buat sendiri, apa kau ingin menyerah setelah tau apa yang ada dihatiku?'' Tanyak Stela dengan senyum yang tak pernah pudar diwajahnya sedangkan Kennan hanya terkejut dengan pengakuan Stela


''Aku tak menyerah, jika kau menolak maka aku akan memaksa mu itu adalah hal yang mudah bagiku namun karna aku sangat menghargai mu seperti para wanita yang pernah ku katakan padamu makanya aku menahan ego ku namun kali ini aku tak ingin penolakan sama sekali dan aku tak mengulangi pertanyaan ku tuk kedua kalinya itu sebabnya'' lalu dia mengambil kotak yang sangat kecil dibuat dari kertas origami dan membuka nya


''Besok kita akan adakan pertunangan nya'' kata Kennan mantap setelah lama terdiam dan mencerna perkataan Kennan akhirnya Stela tersadar


''Apa?  Apa kau gila Vin bahkan kau melamarku dengan cara yang tak lazim, dan sekarang kau memutuskan seenaknya saja? Apa kau sudah tak waras?'' Kata Stela kesal sambil menjewer telinga Kennan


''Ampun Stela, kenapa kau begitu ganas, bahkan kau tak feminim sama sekali, oh ya ampun kenapa kau berikan bidadari seperti dia untung sayang'' kata Kennan kesal


''Hahahaha'' suara tawa terdengar di taman itu namun tak ada orang nya


''Vin apa kau dengar? Ada suara hantu, kok ada suara tapi gak ada orang nya?'' Kata Stela takut


''Haha,  mukamu lucu sekali Va, mana ada hantu disiang bolong begini'' kata Kennan yang sudah tau suara siapa itu


''Dasar, kau memang ya Va, jaman sekarang masih percaya kayak yang begituan'' kata Sandra tiba-tiba keluar dari persembunyian diikuti yang lain nya


''Oh pasangan yang baru jadian aku kalah selangkah dari mu Vin'' kata Joel masih dengan menantang

__ADS_1


''Tapi seperti nya kau harus ingat selama Stela belum jadi milik mu seutuhnya aku akan kembali merebut nya'' kata Joel semakin menantang


''Itu hanya dalam mimpi mu Jo, oh ya ku ingat kan kau jangan menyentuh apa yang menjadi milik ku besok akan diadakan pesta pertunangan kami apa kau keberatan?'' Tanyak Kennan dengan senyum tipis nya


''Dan aku orang pertama yang menghancurkan nya'' Bisik Joel pada Kennan namun masih didengar oleh Viola


''Dan aku sendiri yang akan memusnahkan mu? Apa kau dengar Jo? '' kata Vio dengan wajah yang marah


''Oh ayolah Vio, aku hanya tak ingin Stela jatuh pada orang yang salah'' kata Joel memelas


''Dan aku tak ingin jika senyum diwajah Iva hilang begitu saja namun untuk kau ingat Kenn sekali kau membuat dia menangis maka jangan pernah berharap kau bisa melihat senyum nya lagi, itu janjiku'' kata Vio penuh kesungguhan


''Apa cerita nya sangat menyenangkan?'' Tanyak Stela pada ketiga manusia yang asik dengan dunia nya sendiri


''Sangat menyenangkan, kau tau Vi aku sangat bahagia'' kata Viola


''Ya, terimakasih Vio, oh ya Jo apa penyakit Viola?'' Tanyak Stela pada Jo


''Dia hamil baru 4 minggu?'' Kata Jo santai dan wajah Stela semakin bahagia


''Dan aku akan menjadi Tante? Ini adalah kado istimewa yang sangat berharga dalam hidup ku'' katanya dengan memeluk Viola sambil menangis terharu


''Kau bilang kau bahagia tapi kenapa menangis aku sungguh benci dengan wajah mu'' kata Vio kesal


''Haha, kau sebentar lagi jadi ibu, dilarang berkata kasar, apa aku harus mengajarimu, ini tangis bahagia Vi setelah sekian lama akhirnya aku kembali merasakan nya'' kata Stela


Sedang kan Vio hanya memutar bola matanya dengan malas dan jengah


''Apa suami mu sudah tau Vio? Aku berbahagia untuk mu jaga calon keponakan ku dengan baik, jangan bertindak aneh-aneh'' kata Kennan sambil memeluk Vio sedangkan Joel menatap itu dengan sangat haru, dia senang karna Kennan nya yang dulu kembali dengan sifatnya yang hangat dan sangat penyayang dan Stela memandang Joel dengan senyum hangat nya


Jerry yang sibuk dengan Alvin bercerita Bisnis, Sandra dan Nico yang asik berduaan Alex yang asik bermain dengan Abriella dan juga Andriana dan Joel, Kennan, Viola yang tiada hentinya berdebat, Stela yang memandang itu sangat bahagia untuk pertama kalinya ia bisa merasakan artinya disayangi walau bukan kedua orang tua nya untuk pertama kali nya dia  berharap dapat hidup lebih lama lagi untuk menikmati kebahagian itu. Dan untuk pertama kalinya ada tangis bahagia yang Menghiasi harinya. Dan untuk permulaan penderitaan baru nya.


End....

__ADS_1


__ADS_2