
Keesokan harinya semua sedang sibuk dengan urusan masing masing Stela tak tau kapan Kennan menyelesaikan ini semua namun dekorasi pilihan nya sangat Stela sukai mulai dari bunga yang menghiasi dinding dan lampu yang tergantung sesuai dengan tempat nya sangat indah namun sederhana tamu undangan yang sangat fantastik
Disini lah Stela berada di sebuah ruangan untuk merias setelah semua selesai tiba-tiba Sandra dan Viola masuk kedalam tanpa ada ketukan pintu. Tak perlu heran dengan sifat mereka yang satu itu karna itu sudah menjadi sangat kebiasaan
''Va, ini benaran kau kan bukan orang yang tertukar?'' Tanyak Viola heboh
''Oh ayolah Vio tak mungkin aku bertukar posisi dengan salah satu perias disini kenapa kau begitu lemot'' kata Stela jengah
''Tapi mungkin ini bukan kau yang sesungguhnya Va, aku bahkan tak mengenalimu'' kata Sandra meneliti dari ujung kepala hingga kaki tiada satu pun yang ia lewati dengan wajah yang sangat serius dan tatapan mata yang sangat tajam dan meremehkan
''Berhenti memandang ku seperti itu, memang kalian berdua sangat lah memuakkan jangan buat aku semakin tak suka dengan kehadiran kalian disini'' kata Stela datar
''Maaf''kata Vio menangis dan Stela gelagapan menghadapi BuMil yang satu ini karna dia sangat sensitif sedangkan Sandra sudah tertawa terbahak-bahak
''Oh, Viola berhenti menangis, aku tak ingin keponakan ku bersedih, ayolah aku tak marah padmu aku hanya marah pada Sandra'' kata Stela frustrasi karna bukan semakin diam malah suaranya semakin keras
''Vio, sudah ya jangan menangis lagi'' kata Stela membujuk
Hingga suara seseorang semakin membuat Stela frustrasi
''Hai kau apakan Vio? Kenapa dia menangis Va? Vio kenapa kau menangis? Apa kau menginginkan sesuatu?'' Tanyak Joel dengan lembut pada Vio
''Sandra tertawa dan kau memarahi Iva, aku tak suka''
Sandra yang mendengar itu hanya melongo dan tercengang dengan pengakuan Viola karna tak ingin jadi bahan kemarahan Joel akhirnya Sandra pergi dalam diam tanpa sepengetahuan siapa pun
''Oh maafkan aku Vi jika itu melukai mu, Va maaf tadi aku emosi'' kata Joel menyesal
''Tak masalah Jo'' kata Stela
''Tuh kan Sandra menghilang'' kata Vio kembali menangis
''Nanti jika aku menemukan nya maka akan ku beri dia hukuman, sudah ya sayang jangan menangis lagi, aku gak mau bayi kita jadi sedih'' kata Joel akhirnya dengan sendiri nya Vio berangsur-angsur menjeda tangisan nya
''Mari kita keluar acara akan di mulai'' kata Joel lalu mereka pun keluar dan Kennan sudah menunggu dilantai dasar saat Stela masuk keruangan itu semua mata tertuju pada dia dan itu membuat dia sangat risih Kennan yang menyadari itu langsung menghampiri Stela dan merengkuh pinggang nya dengan sangat erat serta senyum hangat yang tak pernah lepas dari wajahnya
''Kau sungguh sangat cantik, apa kita menikah saja hari ini? Bagaimana pendapat mu?'' Bisik Kennan pada Stela sedangkan Stela dengan wajah merahnya antara malu dan juga menahan kesal menatap tajam kearah Kennan sedangkan yang ditatap hanya tersenyum acara demi acara telah selesai dan sekarang mereka telah resmi menjadi tunangan dan akan menikah bulan depan sesuai keinginan Kennan, andai saja Stela menyetujui semuanya diatur oleh Kennan maka dijamin dalam dua hari kedepan dia sudah sah menjadi nyonya Matteo.
''Jika kau berani maka detik ini juga pertunangan ini selesai dan tak akan berlanjut lagi'' kata Stela memandang Kennan Horor
''Oh ayolah calon istri ku, kau itu sangat menyeramkan jika marah seperti itu dan aku tak suka wajah datar mu itu aku mau kau tetap tersenyum seperti ini'' lalu Kennan tersenyum dan menunjukkan pada Stela, Stela yang kesal hanya menghela nafas dan membalas senyum Kennan
__ADS_1
''Apa kau bahagia Stela?'' Tanyak Kennan
''Jika kau bahagia aku juga bahagia Vin karna kau lah alasan ku tuk tetap bahagia'' kaat Stela tulus
''Tetap lah seperti ini hingga maut memisahkan karna ini bukan akhir melainkan awal dari semua, awal kita memulai saling menerima dan menghadapi masalah bersama kedepan'' kata Kennan dengan penuh Cinta
''Mari kita lewati itu semua bersama'' kata Stela kemudian memeluk Kennan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan bahagia dan juga iri.
Keesokan harinya Sandra dan Nic berangkat ke inggris demikian juga dengan Joel dan Viola yang membuat dia merasa sangat kesepian
''Va, aku pasti akan sangat merindukan mu'' kata Sandra manja dan siap untuk menangis
''Berhenti jadi wanita manja dan Cengeng San, aku akan selalu menghubungi mu, jaga kesehatan mu disana, Nic titip wanita manja ku ini ya mungkin dia sedikit merepotkan mu ku harap kau tak akan mundur dan akan mengeluh dengan sifatnya aku akan selalu siap mendengar cerita kalian'' kata Stela ingin menangis karna sahabat yang ia miliki akan pergi jauh dan mereka terbentang jarak yang sangat jauh
''Va, jaga dirimu disini ya aku hanya akan mengantar kan Vio karna disana dia aman ada papa dan mama kami aku akan kembali setelah masalah disana selesai karna Vio tak akan ku boleh kan kembali bekerja, Vin tolong jaga Iva, walau aku masih kurang mempercayai mu tetap ingat perkataan Iva karna kami tak akan main-main dengan ancaman kami.'' Kata Joel pada Kennan
''Aku akan melakukan nya tanpa kau menyuruh nya''kata Kennan yakin
''Vio jaga kesehatan mu dan juga kandungan mu, aku akan berkunjung suatu saat nanti'' kata Stela kemudian memeluk Vio dengan sayang
''Sudah berangkat lah agar sampai tak terlalu malam kita kan masih bisa saling komunikasi'' kata Stela dengan senyum nya dan mereka pun semua pergi
''Aku pasti sangat merindukan mereka'' kata Stela lalu Kennan memeluk nya
''Mari kita pulang'' kata Kennan lalu mereka melangkah pulang sebelum suara seseorang menghentikan langkah mereka
''Kennan'' kata wanita yang sangat cantik itu
''Felicia?'' Kata Kennan terkejut bahkan ada sorot kebahagian disana dan itu semua tak luput dari pandangan Iva dia seperti hanyalah bayangan yang tak dianggap
''Hai Kenn, apa kabar mu?'' Tanyak Felecia sambil memeluk Kennan
''Seperti yang kau lihat sangat baik, oh ya kenalkan ini adalah Stela, dia tunangan ku'' kata Kennan yang sudah menyadari perubahan wajah Stela sejak tadi
''Hai, Stela'' kata Stela ramah dan tenang
''Hai kenapa keinginan mu jadi berubah menjadi wanita yang sangat tak berkelas seperti ini? Seperti nya dia hanyalah orang yang hidup dipinggir jalan dengan belas kasihan orang lain'' kata Felecia bukan malah menerima jabatan tangan yang diulur kan oleh Stela malah ia mencibir Stela, Stela yang mendengar itu hanya tersenyum kecut kini ia menyadari betapa jauhnya perbedaan antara dia Dan juga Kennan
''Anda benar nona'' kata Stela datar
''Jaga ucapan mu Felicia'' kata Kennan membentaknya
__ADS_1
''Kenapa kau jadi marah Kenn, aku hanya berkata sesuai keinginan ku sesuai apa yang ku fikir kan'' kata Felicia menunduk dan hendak menangis dengan air mata buaya nya
''Hai, maafkan aku jika sudah membuat mu terluka dengan kata-kata ku'' kata Kennan menyesal sedangkan Stela hanya menghela nafas nya dengan kasar
''Apa kita boleh pulang?'' Tanyak Stela akhirnya mengalah dengan kesunyian itu
''Oh iya, ayo Fel mungkin dilain hari kita jumpa lagi Stela ingin pulang Bye-bye Fel'' kata Kennan lalu mereka menuju mobil dan pulang kerumah Kennan, setelah tunangan Kennan memindahkan Stela ke rumahnya
Sedangkan Felicia yang ditinggalkan begitu saja menjadi sangat marah
''Lihat ajah Kenn, kau akan menderita dan Kau juga Stela karna kau adalah kebahagian dari Joel dan kau sudah merebut nya dari ku maka persiapkan diri untuk hancur'' kata Felicia penuh keyakinan dan tekat
Lalu dia menghubungi seseorang yang tak lain papa nya
''Halo pa''
''Halo sayang, ada apa dengan suaramu kenapa kau begitu kesal?'' Kata Albert yang menyadari perubahan volume suara Felicia
''Pa, aku ingin menghancurkan kehidupan seseorang, dia adalah putri dari orang yang pernah ditabrak lari oleh teman ku?''
''Apa? Siapa maksumu? Apa itu anak dari pak Auristelo?''' Kata Albert antusias
''Iya pa, apa papa mau membantu ku?''
''Dengan senang hati sayang karna dia sudah membuat putriku marah'' katanya penuh semangat namun Albert bukan senang karna itu melainkan ia dapat memusnahkan anak dari ahli waris keluarga Ernest.
''Makasih pa kau memang yang terbaik'' kata Felicia dan mengakhir pembicaraan itu.
''Tunggu lah pembalasan ku Stela, kau memang harus diselesaikan agar Joel tau bagaimana kecewa dan Kennan menerima balasan dari semua mantan-mantan nya yang pernah ia permainkan''
Saat tiba dirumah Betty menyerah kan sebuah bingkisan pada Stela bahkan Stela tak tau menahu tentang itu akhirnya karna lelah dia pun tertidur hingga suara pintu membangun ia
''Apa aku mengganggu tidurmu? Maafkan aku'' kata Kennan menyesal dan duduk dipinggiran tempat tidur Stela
''Tak masalah, ada apa? Apa kau memerlukan sesuatu?'' Tanyak Stela lembut walau masih kesal pada Kennan
''Maafkan aku soal tadi tak seharusnya aku lebih memilih mu dibandingkan dia'' kata Kennan dengan menyesal
''Tak masalah seharusnya aku juga sadar diri sejak awal jika kau bukan lah yang terbaik buatku karna kita memiliki perbedaan yang sangat jauh'' kata Stela dengan tenang walau hatinya ingin berteriak menangis
''Tidak, bulan mereka yang menentukan siapa yang pantas dan tak pantas untuk ku yang ku tau kau sangat pantas untuk ku jika kau mempermasalahkan tentang kedudukan aku bisa tinggal kan itu dan memulai segalanya dari awal, aku akan melakukan apa pun buat mu'' kata Kennan bersunguh-sungguh dan Stela hanya tersenyum tulus menanggapi pengakuan Kennan karna tak ada kebohongan dari setiap kata yang Kennan lontarkan lalu ia pun memeluk Kennan dengan sangat sayang seakan hari esok tak akan ada lagi hari untuk berada dalam pelukan Kennan.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sejak hari itulah awal segala sesuatu nya alan terungkap